Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
kembali ke rumah


__ADS_3

Mobil berhenti boy melihat jeny sudah tertidur pulas "dia tidur"kata lisa "tidak papa aku akan menggendongnya, kau bisa bawa barang nya kan?"kata boy lisa pun mengangguk "ayo guys kita istirahat..dan kita akan kembali besok"ucap ezra "akhirnya bisa istirahat"kata joe "iya iya good night guys"kata agnes.


Lisa berjalan di belakang boy "pintu ya lis"kata boy "oh..iya iya"kata lisa sambil berjalan dengan cepat dan membuka pintu, boy masuk ke dalam lisa terlihat merapikan tempat tidur lalu boy meletakan tubuh jeny ke atas ranjang boy tersenyum sebentar melihat wajah jeny yang tertidur lalu menatap lisa "kau juga istirahat lah"kata boy sambil menepuk bahu lisa lalu pergi keluar lisa meletakan barang barang di atas meja "huuufff"lisa membuka jaketnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Boy duduk di sofa sambil membuka sepatunya "geser joe!"kata reno "kau yang geser"kata joe "kaki mu menghalangi ku"kata reno "udah tuh, panggil aku lagi aku akan melempar mu dari jendela"kata joe "jangan berkelahi "kata boy "dia duluan boy"kata reno "kau sudah siap ku lempar?"kata joe "rasanya aku mau memakan kalian"kata boy "sstt..nanti boy marah"bisik joe "good night"kata reno. Boy masuk ke kamar mandi "ku rasa aku sudah salah sangka"kata boy sambil melihat ke arah cermin "bisa bisa nya aku berfikir terlalu jauh tentang lisa"boy terkekeh lalu mencuci wajahnya.

__ADS_1


Lisa mengusap wajah jeny dengan tisu basah dengan lembut "aku tau kau pasti berfikir aneh tentang ku boy"kata lisa di dalam hati "tapi jika kau mau aku akan mengatakannya pada mu..kalau aku menyukai jeny"kata lisa dengan suara rendah "hum.."jeny memiringkan tubuhnya lisa segera membuang tisu yang baru dia pakai kemudian dia berdiri mengambil baju dari lemari untuk jeny


Riki berdiri menatap langit malam pam datang ke samping nya, "kau sedang apa di sini?"tanya pam "aku melihat udara"kata riki "kau mikirin jeny lagi?"kata pam riki menoleh ke arah pam "cuma dia yang ada di kepala ku pam, tidak ada yang lain lagi"kata riki "adikmu terlihat bahagia,jangan terlalu di fikirkan dan juga ini sudah larut"kata pam "HAAAAH..pelan dong!!"riki dan pam langsung lari ke dalam "ada apa?"pam sudah menodong kan sebuah pisau "ini si amin gak mau diam!"kata fudo sambil mengambil perban di meja "sakit tolol"kata amin "apa pelurunya masuk ke terlalu dalam?"tanya riki "tidak kok lagian pelurunya sudah di cabut dan tinggal menjahit luka nya"kata fudo "tapi dia mau menjahit nya tanpa bius"kata amin "aku lupa tadi!"kata fudo "ada ada saja...tapi ini sudah di jahit?"kata riki "sudah kok tinggal di perban"kata fudo "haha..aku jadi membayang kan wajah amin saat di jahit tanpa bius huahaha"pam tertawa keras "jangan tertawa..kasihan dia"kata riki sambil membantu fudo membalut luka amin dengan perban "karena hari ini gagal kita akan coba cara lain besok, sekarang istirahat lah"kata fudo sambil menepuk punggung amin "AAAAAAHH. ......FUDOOOO!!"kata amin "aku lupa aku lupa sungguh!"kata fudo riki dan pam tidak dapat menahan tawa nya lagi "kau segaja sekali!"kata amin "tidak kok kawan..maaf maaf ya"kata fudo sambil menepuk punggung amin "astaga aku lupa"fikir fudo "aaaaahhh"amin teriak kesakitan "hahahahahha huahahahah"pam tertawa keras .


lisa terbangun dari tidurnya ketika dia mendengar suara jeny "hum..kakak..kenapa menangis?"kata jeny wajah jeny terlihat seperti orang gelisah "dia mengigau ya?"lisa segera duduk "hum..kak"kata jeny "jeny.."lisa memegang tangan jeny "jeny...tenang lah..kakak mu tidak menangis kok"kata lisa "hum..hm"jeny berbalik ke arah lisa "huuh..mm"jeny mulai terlihat tenang lisa dengan lembut mengusap rambut jeny "kau pasti rindu dengan kak riki makanya sampai terbawa mimpi"kata lisa sambil memeluk jeny dan terus menatap wajah jeny yang sudah tidur dengan tenang.

__ADS_1


Dea membuka kaca jendela mobil "mana agnes dan jeny?"kata dea "sebentar sayang aku tanya yang lain dulu"kata ezra "mana anak itu?"kata joe "oi oi"jeny datang dia berjalan di samping bright "hai...anak bodoh kau membuat ku menunggu!!"kata boy sambil menarik telinga jeny "aahh..hentikan"kata jeny "hum..boy jangan."kata reno "anak nakal ya"kata boy "yhaaa...aduh...aku cuma foto sebentar"kata jeny "sudah boy"lisa menarik tangan boy "ayo lah keburu siang"ujar joe "baik baik ayo"kata agnes "ayo "jeny melihat ke arah bright "hum..maaf nona aku akan naik mobil yang lain"kata bright "kenapa?"tanya jeny "cepat jen!"kata boy "silahkan nona"kata bright sambil menyuruh jeny masuk ke dalam mobil "ayo"lisa menarik lengan jeny .


Jeny bersandar ke boy sambil melihat ke arah ponsel yang boy pegang "kau lihat apa?"kata jeny "tidak lihat apa apa dasar kepo"kata boy "pasti kau sedang melihat orang yang kau sukai kan?"kata jeny "mungkin kau benar jen"kata agnes "hahahaha ayo katakan boy siapa wanita yang kau sukai"kata bob "aduhh..kalian ini bicara apa?"kata boy "awas nanti dia menangis"kata jeny "kau bilang apa?"kata boy "haduuh..kalian berisik sekali..lihat lisa saja tuh sangat tenang dan damai"kata joe "dia tuh mau ketawa tapi di tahan"kata jeny "sok tau"kata boy "hei lisa"kata jeny "hum"lisa menatap jeny "kenapa kau tidak bilang bodyguard mu ikut"kata jeny "kenapa aku harus bilang?"kata lisa "kau memang sangat menyebalkan ya"kata jeny "hahaha..kau terlihat kesal jen"ucap agnes "tidak kok, kau saja tidak tau sahabat boy satu ini sangat menyebalkan tetapi sebelum aku melemparmu keluar dari mobil aku mau tanya dulu tentang hum..nama bodyguard mu yang tadi itu"kata jeny "kenapa kau ingin tau?"kata lisa "huh apa susah nya tinggal bilang saja"jeny menatap lisa dengan kesal "baiklah"kata lisa "namanya siapa?"kata jeny "bright apa kau menyukainya"kata lisa sambil menatap jeny "ooh bright"kata jeny lisa terlihat langsung menatap luar jendela "jadi kau menyukai bright?"kata boy sambil melihat lisa yang menghadap ke arah jendela "tentu saja"kata jeny "dia sangat lucu sekali dan tidak menyebalkan"kata jeny "aih lisa berikan restu buat bodyguard mu dan jeny hahaha"agnes tertawa "kak riki wajib tau"kata boy lisa menyandarkan tubuhnya ke kursi lalu melipat keduatangannya "besok aku carikan orang yang akan menikah kan kalian"kata lisa sambil memakai kaca mata hitamnya "lisa tadi terlihat santai dan senang sekarang malah terlihat murung pasti gara gara bodyguard nya mau di ambil jeny"kata agnes "hahahah..sudah sudah jangan mengarang lagi"kata boy "biar saja dia murung, jangan pedulikan dia"kata jeny "agnes benar lisa langsung berubah"fikir boy "jangan berisik lisa pasti ingin tidur"kata bob.


Malam harinya jeny terlihat sudah mengantuk tubuhnya begerak ke kanan ke kiri boy menyadari itu "akhirnya dia diam juga"kata boy di dalam hati lalu perlahan dia mau menarik jeny agar bersandar di bahunya tapi "tap"lisa menarik jeny ke arahnya dan juga memegang tubuh jeny agar tidak jeny bisa tidur dengan tenang "sebenarnya kau yang menyebalkan"kata lisa di dalam hati sambil menatap wajah jeny yang tidur dengan tenang, boy yang melihat itu hanya sedikit terkejut "lisa melakukan hal itu lagi, dia menatap jeny dengan pandangan seperti itu lagi"fikir boy lisa mengambil jaketnya di kursi belakang lalu menutupi tubuh jeny dengan jaketnya "glug"boy menelan liur nya sendiri "aku merasa lisa.."boy masih melihat lisa menatap wajah jeny bahkan lisa tersenyum sedikit "aku benci fikiran ku, tapi..apa aku salah.."kata boy di dalam hati lisa menatap ke arah boy yang menatap ke arah nya "dia kelelahan sepertinya"kata lisa "hum..iy..iya"kata boy.

__ADS_1


Mobil berhenti di rumah jeny, boy mengeluarkan barang barang nya dan juga milik jeny serta milik lisa "bright antar mereka ya"kata lisa "baik nona"kata bright "byee lisa"kata agnes "byeee"kata lisa. Boy mengangkat tubuh jeny ke dalam rumah lisa membawa barang barang masuk, "lisa kau tidur di sini saja besok aku antar pulang"kata boy "iya"kata lisa "apa kau lapar, aku bisa membuatkan mu makanan"kata boy "hum aku cuma haus boy, hum..kau mau minum?"kata lisa sambil menatap boy yang melihat ke arahnya "boy, ada apa? Apa kau mendengarkan aku bicara?"kata lisa "hum..aku tidak haus aku mau langsung tidur saja"kata boy "kau sepertinya ingin mengatakan sesuatu"kata lisa "tidak ada"kata boy "oke aku duluan ya good night lisa"boy pergi ke atas lisa melihat gelagat aneh dari boy "aku sebenarnya mau tanya..tapi..kok aku merasa gak enak ya"fikir boy "seharusnya aku tanya saja tadi apa lisa menyukai jeny"kata boy di dalam kamar. Lisa meletakan gelasnya di meja "ku rasa kau pasti tau kalau aku menyukai jeny"kata lisa sambil mengusap wajahnya sendiri.


__ADS_2