Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
orang kepercayaan


__ADS_3

di sebuah tempat..


terlihat meja penuh dengan aneka hidangan dan juga minuman beberapa orang duduk dan menikmati hidangan yang ada di meja jeny menatap ke arah john sesekali sambil terus makan "kau mau minum lagi? " tanya jeny "iya" kata john jeny segera menuangkan minuman ke gelas john "uh?? " jeny merasakan ada kaki lain yang menyentuh kakinya john memperhatikan jeny "ini" jeny menyodorkan gelas ke john lalu menatap pria lain di sekitar nya pria di samping nya menyodorkan sesuatu ke tangan kiri jeny sebuah kertas "john jarang jarang kita bisa begini" kata pria di sebelah john "beri ini ke minuman nya aku akan membayar mu berkali lipat" bisik pria di sebelah jeny "ayo lakukan" ucap nya setengah berbisik jeny membuka bungkusan itu perlahan "ayo makan lagi " kata john


"john aku baru melihat kau membawa seorang gadis "


"benar ini jarang terjadi bukan? "


"tidak biasanya ada gadis muda di samping nya"


john menatap jeny "dia asisten ku " kata john "sapa mereka jen" kata john "Hai aku jeny" ucap jeny


"uhh gadis yang baik"


"dia juga cantik"


"loh kenapa kau berhenti ayo makan lagi"


"benar ayo makan lagi"


jeny tersenyum "aku sudah siap" kata jeny "benarkah? " tanya john "iya" kata jeny "kalau begitu" john menatap jeny begitu juga dengan jeny "DORR DORR DORR DORR DORR" jeny melepaskan tembakan bersama dengan john seketika meja itu penuh dengan darah


"john apa yang kau lakukan? "


"john.. " seorang pria sedang meregang nyawa john tersenyum "kau fikir aku bodoh? " ucap john "ini" jeny meletakkan bungkusan kecil berisi serbuk putih "mereka menyuruh ku meracuni mu" ucap jeny


"tidak john itu bohong"


"benar john itu.. itu bohong"


"kau salah paham pada kami"


john melempar beberapa kertas ke arah mereka "perjanjian antara kalian dengan paman ku !! baca!! baca!!! " kata john "haah!! " satu pria berdiri sambil mengacungkan senjata nya "benar kami memang ingin membunuh mu" kata pria itu "DORR DORR DORR DORR" jeny menembak pria lain dan hanya menyisakan satu pria itu sendiri "dimana papa ku? " kata john "apa? " kata pria itu "papa ku!!! " kata john "kami berkerja sama untuk membunuh mu bukan papa mu!! " kata pria itu "jangan berbohong!! kau menculik papa ku kan? " kata john "diam!! jangan bicara sembarangan!! " kata pria itu "jeny" kata john "aku mendengarkan percakapan kalian saat di ruang tamu kalian menculik tuan bernarz" kata jeny "sial jangan mengada ngada!! ku bunuh kau" pria itu belum sempat melepaskan tembakan john sudah menembak kakinya.


"yeah.. aku suka ini!! "kata pam " aku juga "kata danmi sambil menatap laptop nya " jeny sekarang menjadi orang kepercayaan john"kata pam "ini akan memperlancar rencana kita dan mempercepat kematian john" kata danmi.


riki duduk di dekat amin "kata fudo beberapa minggu nanti dia akan meminta tuan fang agar kita bisa menyusul pam " kata riki "iya aku juga heran kenapa dia bicara begitu" kata amin "mungkin mereka susah merencanakan sesuatu" kata riki.


gelas jatuh dan pecah di lantai fareed tidak akan bisa melupakan apa yang baru saja dia lihat dengan mata nya "apa ini? papa hilang dan paman zeky datang dalam kondisi seperti ini" kata fareed sambil memalingkan wajahnya "jangan jangan papa fi culik tapi tidak mungkin" fikir fareed "tuan kami tidak bisa mencari siapa pelaku yang melakukan ini semua" kata beberapa pengawal fareed kembali berbalik menatap mayat yang di duduk kan di sebuah kursi dengan tangan memegang gelas di meja bar.


john menatap tangan jeny "berikan tangan mu" kata john "hu? " jeny menatap john lalu menggerakkan tangan nya "jika kaca nya tidak di cabut akan masuk semakin dalam" john mencabut kaca yang menancap di lengan jeny "ya ampun aku sampai tidak sadar" kata jeny "balut luka mu" john mengeluarkan ponsel nya "john.. pulang" kata fareed.


mobil berhenti john langsung cepat cepat keluar dari mobil jeny mengikuti nya dari belakang "kakak!! kakak!! " john terus berjalan "kakak ada apa? " john melihat fareed duduk dengan wajah pucat "lihat di bar" kata fareed john dan jeny langsung berjalan ke arah bar minimal "uhh! " jeny menutup hidung nya rasa mual benar-benar menyiksa nya kali ini "paman zeky apa ini paman zeky? astaga apa yang terjadi? kenapa kenapa? dia begini" kata john sambil berjalan pergi menemui fareed "aku kawatir pada papa" kata fareed "papa belum juga di temukan" kata fareed "kakak apa kau tidak lihat siapa yang melakukan hal itu? " kata john "tidak" kata fareed "tapi" fareed meletakkan sebuah flashdisk ke depan john "lihat saja" kata fareed john menatap jeny "ambil laptop" kata john "oke" kata jeny tak lama kemudian jeny kembali dengan membawa laptop john langsung menyalahkan laptop itu untuk melihat apa isi flashdisk itu "klik"


suara tembakan terdengar begitu keras berkali kali namun tidak ada gambar yang terlihat suara jeritan dan tangisan terdengar "habisi mereka semua arius" terdengar suara bernarz "ayo john gunakan tangan mu habisi mereka" kata zeky "bunuh semua nya" kata dewa "papa lihat anak pria itu apa aku masih boleh menembak? " kata Arius "tembak saja" kata fareed "benar itu" kata joni.

__ADS_1


john menatap fareed "suara pembantaian" kata john sambil kembali mendengar kan video yang dia putar .


"jangan bawa saudari ku!! jangan!! "


"hei dasar anak gendut !! habisi dia"


"jangan lukai ibu ku!! "


tak lama kemudian kembali terdengar suara kedakan dan tembakan , jeny mencoba mengendalikan dirinya kembali mengatur nafas nya dengan perlahan "tahan jen" fikir jeny.


"miko lari miko!!! lindungi saudari mu!! "


"tapi ma"


"lari miko"


jeje memejamkan matanya "ternyata bukan cuma keluarga ku yang mereka bantai " fikir jeny


"laras!!! laras.. kau tidak papa? "


"papa.. "


"bertahan lah tetap bersembunyi ya"


"dengar papa anak pria tidak boleh takut"


fareed terlihat semakin pucat mendengar suara video itu


"tidak akan ku biarkan kalian menyentuh ibu ku!! "


"suko lari nak"


"hei anak kecil jangan coba coba melawan kami"


"benar anak kecil seperti mu ibarat semut ya kan fareed"


"benar kak, paman raja juga tau"


berani sentuh ibu ku kalian akan menyesal "


jeny meremas pinggang nya sendiri teringat masa masa pembantaian keluarga nya


"Charlie.. Charlie.. "


"kakak.. hisk.. kakak kau berdarah bangun kak mereka menyeret ibu"

__ADS_1


"Charlie.. aku"


tiba-tiba jeny mematung


"hiro.. lindungi adik!! "


"tidak kakak kau terluka! "


"anak bodoh bawa adik pergi lindungi mama dan papa"


"chitoraza bawa adik pergi bersama mama"


"papa"


"jangan panggil papa cepat bawa adik sembunyi"


"papa... mereka menembak mama"


"adik ayo lari"


"papa.. "


jangan melawan ikutlah dengan kak chitoraza "


air mata jeny menetes buru buru di elap sebelum ada yang menyadari dia menangis


"kau dengar kan ? tangisan kami yang kalian anggap sebagai hiburan? kami akan datang memberi kejutan terbaik dan ku yakin kejutan itu akan kalian kenang dalam kematian kalian" john mengenal tangan nya dengan marah "tenang lah minum dulu" kata jeny "mereka pasti menculik papa ku" kata john "hei.. kita bisa cari informasi tentang pelakunya kita coba lacak anak buah mu kan hebat kita cari dan kita harus bertemu dengan pelakunya untuk menyelamatkan papa mu tuan" kata jeny "kau benar" kata john "terimakasih jeny.. " kata john dia buru buru berdiri memanggil semua anak buah nya "lacak keberadaan pelakunya dan dapat kan dia" kata john lalu dia kembali menghampiri kakak nya "kak kita akan menemukan papa" kata john "itu yang ku harap kan" kata fareed "kau ini kenapa jadi lemah" kata john "kau bilang apa?? " fareed terlihat marah "kau tau semuanya teman papa sudah tewas!! paman raja, Dev, raju, dewa, joni, abdian, aziz dan terakhir paman zeky dan yang lain nya juga tewas" kata fareed "apa kata mu? " kata john "mereka semuanya sudah tewas bersama keluarga mereka tapi pelakunya masih belum di temukan kau tau.. kita lah target mereka selanjutnya" kata fareed.


malam harinya...


jeny meneguk minuman nya dengan kasar sambil mengusap air matanya suara jeritan keluarga nya kembali menggema di telinga nya dia langsung kembali meneguk minuman nya namun kali ini bukan ketenangan yang dia dapat justru dia merasa semakin kacau dan gelisah tubuhnya juga mulai gemetar jeny buru buru berdiri membayar minuman nya dan pergi jeny semakin terasa bertambah gila jantung nya mulai berdebar sangat cepat jeny melihat ke arah jalanan mencari kendaraan namun tubuhnya mulai di luar kendali "greb" jeny hampir jatuh tapi ada seseorang yang menolong nya "jen.. jeny" kata orang itu


"astaga dia kenapa? "


"ya ampun dia seperti orang sekarat"


"lihat gadis itu"


kata orang orang yang kebetulan lewat "jeny.. jeny.. hei. " jeny benar benar hilang kendali bahkan air matanya mengalir dengan deras nafas nya juga mulai lambat "jeny.. tarik nafas ayo ayo jeny kau bisa" kata orang itu jeny tidak mampu berkata apa apa orang itu langsung memeluk jeny dengan erat "ayo atur nafas pelan pelan... ayo jeny.. pelan.. tarik.. " kata orang itu "ayo minum sedikit air" kata orang itu terlihat jeny masih belum bisa mengendalikan diri nya orang itu menunduk memberi nafas buatan ke jeny agar jeny tidak sesak nafas "mana air nya" kata orang itu "ini nona" orang itu mengambil air lalu memasukan air itu ke mulutnya dan memegang wajah jeny "ayolah minum" kata nya dalam hati "haah.. haah" jeny meminum air "ayo fokus lah tarik nafas... buang pelan pelan" kata orang itu mengusap usap dada jeny "jeny.. " kata orang itu terlihat jeny mulai bisa mengendalikan diri nya perlahan "ayo pelan pelan" orang itu mengusap air mata nya "greeb"orang itu terdiam ketika jeny tiba-tiba memeluk nya dengan begitu erat jeny mulai menangis sejadi jadinya orang itu membalas pelukan jeny " tenang lah aku ada di dekat mu"kata orang itu jeny tidak melepaskan pelukan nya sampai cukup lama namun orang itu juga tidak melakukan apapun kecuali mengusap punggung jeny dan menenangkan jeny "tenangkan diri mu" ucap nya dengan lembut jeny melepaskan pelukan nya sambil mengusap air mata nya "kau mau pulang? " tabay orang itu tapi jeny masih menunduk mengusap air matanya "terimakasih aku akan cari taxi" jeny mengangkat sedikit wajahnya "aku akan mengantar mu pulang dalam kondisi seperti ini bahaya bagimu untuk kembali dengan taxi" kata orang itu "ku fikir kak lean akan datang ternyata yang datang lisa" kata jeny dalam hati "ayo" orang yang tak lain adalah kisah itu membantu jeny berdiri "aku.. aku belum mau pulang" ucap jeny "tidak papa" lisa memegang tangan jeny "aku akan membawa mu ke suatu tempat".


bulan semakin terlihat tinggi bersama ribuan bintang yang menemani nya di langit gelap udara bertiup dengan lembut menggoyang kan ranting pepohonan air danau terlihat memantulkan langit malam yang indah lisa menarik tangan jeny untuk duduk di sebuah kursi panjang " lihat suasana di sini sangat tenang"kata lisa jeny menatap sekeliling nya "ayo duduk" kata lisa jeny duduk memperhatikan sekeliling nya suasana begitu damai membuat siapa saja menjadi nyaman "dari mana kau tau ada tempat seperti ini? " tanya jeny "dari waktu aku kuliah dulu aku kalau merasa stress selalu ke sini " lisa menatap jeny angin lembut meniup rambut jeny membuat lisa tidak bisa berkedip menatap jeny "kenapa kau membawa ku ke sini? " tanya jeny "aku ingin kau menenangkan dirimu" kata lisa hening sejenak "kenapa kau bisa kehilangan kendali lagi? " tanya lisa jeny terdiam lalu menatap langit "kau ingat keluarga mu? " tanya lisa dia kembali melihat air mata jeny kembali menetes "jeny.. mereka melihat mu dari atas" kata lisa "aku tau" kata jeny "apa guna nya bisa melihat tapi tidak tidak melakukan apapun" ucap jeny suasana menjadi hening kembali "lisa bawa aku pulang" kata jeny.


di dalam mobil..


lisa menatap jeny yang sedang menatap ke arah luar jendela "ayolah jen kamu kuat.. kamu tidak boleh sedih ingat yang kehilangan keluarga bukan cuman kamu... masih banyak keluarga yang di bantai oleh mereka seperti keluarga ku" kata jeny dalam hati "mungkin ada yang terjadi di tempat kerja nya" fikir lisa lalu dia mengambil jaket nya yang ada di kursi belakang "tuk" kepala jeny mengenai bahu nya lisa menatap tubuh jeny bergerak kanan kiri karena jeny sudah tertidur lisa tersenyum dia menarik jeny ke arah nya menutupi tubuh jeny dengan jas nya melingkar kan tangan nya ke tubuh jeny agar jeny tidur dengan nyaman.

__ADS_1


__ADS_2