
Di dalam kamar terdengar suara jeny yang sedang bicara dengan seseorang di telpon "ah.. hm.. tapi ini terlalu mendadak aku bahkan tidak mengenal nya" kata jeny "tapi dia mengenal mu karena dia pernah menolong mu saat kau diculik" kata bob "benarkah? " kata jeny "iya" kata bob "hum.. oke aku akan datang nanti aku akan bicara kan pada lisa " kata jeny "oke bye jeny good night" kata bob "good night to" jeny mematikan telpon nya.
Jeny menoleh ke arah ponsel lisa yang berbunyi terkirim ada notifikasi ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal.
"lisa sayang kapan kita bisa ketemuan lagi? "
jeny mengambil ponsel lisa ada pesan lagi dari nomor yang berbeda-beda
"kapan kau meniggalkan gadis bodoh itu? "
"sayang aku suka tas nya"
"aku cinta kamu"
"ada apa? " lisa masuk ke dalam kamar jeny langsung meletakkan ponsel lisa "tidak papa" kata jeny "jen aku mau ganti nomor ponsel ku rasa ada seseorang yang menyebarkan nomor ponsel ku sehingga setiap saat aku selalu mendapatkan pesan dari orang asing" kata lisa "oh.. " kata jeny "apa kau baru melihat sesuatu dengan ponsel ku? " kata lisa sambil duduk di dekat jeny "pesan masuk" kata jeny sambil berbaring memakai earphone nya lisa mengambil ponsel nya "jen." lisa memeluk jeny yang sudah berbaring "aku tidak mengenal mereka aku akan ganti nomer jangan salah paham ya, aku tidak tau mereka siapa sungguh" kata lisa namun jeny tidak menjawab "je...n" kata lisa "uh! aku lupa satu hal" jeny duduk melepaskan earphone nya membuat lisa terkejut "apa? " kata lisa "dua hari lagi acara tunangan kawan nya bob dan kita di undang jangan lupa ya dua hari lagi aku harus tidur cepat besok ada pertemuan dengan tamu penting kata kak Daichi oke ingat saja dua hari lagi ingatkan aku agar aku membeli hadiah bye sayang" jeny mencium lisa lalu kembali tidur "dengar jen aku mau mengatakan sesuatu" kata lisa "apa? " kata jeny "aku sebenarnya menunda pertemuan penting yang di adakan tadi karena client nya aneh masa minta ketemu di bar" kata lisa "kalau begitu tidak usah datang" jeny memeluk bantal guling nya "aku tidak akan datang good night sayang" kata lisa.
nano dan lisa datang suatu tempat "memang nya siapa yang akan datang? " tanya jeny "aku dengar dia artis yang tertarik dengan produk kita dan dia juga berencana ingin menanam saham ke perusahaan pak Daichi " kata nano "kak kau yang memilih tempat ini? tempat nya bagus sekali berada di ketinggian kita bisa duduk sambil menikmati pemandangan" kata jeny "ini yang milih artis itu" kata nano
"hei lihat ini kan jeny"
"benar dia yang ada di papan iklan itu"
"Hai jeny"
"jeny kau ternyata beneran imut banget ya'
" foto yuk jen"
__ADS_1
"yuk foto foto" mereka menarik jeny "tapi aku.. aku se.. sedang kerja" kata jeny "hei kalian! " kata nano "tidak papa foto sebentar" kata mereka "awas jatuh.. jangan terlalu ke sana" kata nano "senyum jeny senyum"
"keluar kan gaya imut mu"
"jangan mendorong ku, biarkan aku pergi" kata jeny
"ayolah.. satu kali lagi"
"benar benar"
jeny merasa seperti di pojokan "aku bisa jatuh jika tidak melawan" fikir jeny "jeny! " kata nano "hah" tubuh jeny kehilangan keseimbangan "greb! " jeny menatap orang yang menahan tubuh nya "apa apaan kalian!! kalian bisa membuat nya jatuh jika begini" kata dim "cepat pergi atau aku berbuat kasar ke kalian" kata dim lalu dia menatap jeny "jeny kau tidak papa? " kata nano, dim menatap mata jeny yang sangat terasa hangat "jen" kata nano "hum? " jeny melepaskan tangan dim yang melingkar di tubuh nya karena menolong nya "tidak papa aku cuma kaget" kata jeny "syukur lah" kata nano "kak dim terimakasih" kata jeny "iya sama sama kebetulan aku ingin bertemu investor dari thailand jadi aku memilih tempat ini sebagai tempat pertemuan agar lebih fresh saja" kata dim "oh sama dong kami juga ingin bertemu seseorang" kata jeny "lain kali hati hati aku akan pergi melihat investor nya sudah datang apa belum" kata dim "iya" kata jeny "pergelangan tangan mu terluka sini aku obati dulu" kata nano "mungkin karena di tarik tadi" kata jeny "hampir saja aku memukul orang tadi"kata jeny dalam hati.
pintu mobil di buka lisa langsung keluar " akhirnya dia mau menggantikan tempat pertemuan "kata lisa " tapi kenapa harus di apartemen nona"kata bright "dari pada di bar aku takut ada yang terjadi di bar dan itu menyakiti jeny nanti nya " kata lisa, sambil mengeluarkan ponsel "sayang aku ada di apartemen angkasa aku akan menemui client penting di sini dia seorang pria dan wanita dari luar kota jangan lupa makan siang ya" kata lisa "aku sedang makan siang dengan kak nano segera pulang aku ada sesuatu yang untuk di cerita kan" jeny membalas pesan nya lisa langsung tersenyum "aku akan makan siang lalu lanjut kerja agar bisa pulang lebih cepat dan menemani mu membeli hadiah" lisa menyimpan ponsel nya "ayo kita istirahat dulu semuanya" kata lisa.
di kantor..
Daichi yang melihat jeny datang langsung buru buru menutup laptop nya "ada apa? " tanya Daichi dengan suara yang sangat lembut "artis itu akan datang beberapa hari lagi untuk menemui mu hari ini dia cukup sibuk jadi gak bisa menemui mu, dan aku tidak akan mau datang lagi ke tempat itu.kakak aku hampir jatuh dari ketinggian" kata jeny "apa? " kata Daichi.
setelah pulang kerja jeny pergi bersama roy untuk membeli hadiah yang akan dia bawa besok ke acara pertunangan "haah aku bingung" kata jeny "aku bahkan tidak kenal mereka bagaimana aku tau kesukaan mereka" kata jeny "pilih lah dengan tenang nona jeny" kata roy "apa lisa belum bisa di hubungi? dia katanya mau menemani ku tapi kok gak pulang pulang" kata jeny "biar saya coba telpon lagi nona" kata jeny mengangguk.
matahari perlahan tenggelam bulan mulai muncul di langit bersama beberapa bintang yang perlahan semakin banyak jeny duduk di sofa "sudah jam setengah sebelah dia masih belum pulang" kata jeny.
beberapa orang langsung tersenyum dan menelpon seseorang "nona dia sudah tidak sadar kan diri" kata salah satu dari mereka "langsung buat seolah olah kalian ada di bar, oleskan dan tumpah kan sedikit Akohol di baju nya dan jangan lupa di antar pulang" kata seorang wanita di sebrang telpon.
boy langsung menarik Jack untuk bersembunyi di bawa meja ketika hong su datang ke arah mereka "semangat jin" kata Jack "loh kau sendiri? " kata hong su "hum ya.. ya aku sendiri" kata jin "aku mau minuman seperti biasa nya" kata hong su "oh.. ok. oke" kata jin "dia emang nya tau? " bisik Jack "kita kasih tau lah bisik bisik" kata boy "ajak dia bicara bodoh" bisik Jack "hei tuan kau kerja apa aku sering melihat mu di sini" kata jin "pintar juga dia" bisik boy "boy" bisik Jack "boy" Jack mengetuk tangan boy "sstt nanti kita ketahuan" boy menunjukkan apa saja yang harus di campur ke dalam minuman "lihat ini" bisik Jack "ap--" boy terdiam melihat kaki jin bergetar hebat "waduh kuat gak ya aku mix nya" jin menggoyang goyang minuman nya dengan cepat "lebih kuat biar tercampur" kata boy "biar aku saja" kata hong su "hehe... maaf ya" kata jin "tenaga mu sangat lembut sekali begini cara nya lihat" kata hong su kaki jin terlihat semakin bergetar hebat "mana gelas nya" kata hong su "i.. ini" kata jin "aku di sini sama seperti mu sama sama kerja" kata hong su sambil berbalik pergi "jin" kata Jack sambil berdiri "jin? " kata boy "aku aku.. mematung" kata jin "kok bisa" kata boy "aku juga tidak tau" kata jin "fix sudah tidak tertolong jin menyukai pria itu" kata Jack.
pintu terbuka jeny langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu "lisa" kata jeny "geser nona " kata bright "astaga apa yang terjadi? " kata jeny dia terdiam melihat tiga wanita dan satu pria "Hai jeny " kata salah satu wanita itu "maaf ya saat pertemuan tadi kami sempat minum dan ternyata lisa terlalu banyak minum" kata nya "kalian teman nya? " kata jeny "sekarang ya dulu lisa pacar kami" kata wanita itu "titip dia kami harus pulang" mereka berbalik pergi jeny langsung masuk ke dalam kamar "siapa kan duduk hangat dengan madu" kata jeny "siap nona" kata sai "kalian ini bagaimana menjaganya? " kata jeny "saat pertemuan kami tidak boleh masuk nona kami hanya boleh mengawasi dari luar" kata bright "pergilah" kata jeny sambil berjalan mendekati lisa membuka baju lisa terlihat banyak bekas lipstik di leher lisa "nona ini susu nya" kata sai "oke" kata jeny "kalian bisa pergi" kata jeny sambil menutup pintu "ponsel? " jeny mengambil ponsel lisa yang ada di sakunya "telpon ku tidak masuk? kok bisa? " kata jeny "dia sudah mengganti nomor nya " jeny tidak sengaja membuka galeri saat meletakkan ponsel lisa ke atas meja
__ADS_1
"minum lagi lisa"
"lisa you Love me"
"bersulang" jeny melihat video yang ada di ponsel lisa dan juga foto foto di mana lisa berbaring di tempat tidur dan di peluk beberapa orang jeny membuka jendela mengatur nafas nya "aku bilang jangan datang ke bar dan kau malah datang" kata jeny sambil mengusap air mata nya "ah.. sakit nya" kata jeny "apakah cinta kami satu? apakah ini yang di nama kan ujian dalam suatu hubungan? " kata jeny.
suara alarm membuat lisa terjaga dari tidur nya dia melihat sekitar nya "tumben dia memasang alarm. jen kau memasang alarm? " kata lisa namun tidak ada jawaban lisa melihat ke arah jam "sial jam sembilan" kata lisa "jen--" lisa melihat ponselnya "sial? apa yang terjadi? benar aku harus menemani jeny membeli hadiah tapi.. astaga apa yang terjadi" lisa mencoba mengingat kejadian semalam "mari minum jus nya nona lisa" kata client nya "oke aku minum jus lalu.. " kata lisa memeriksa ponselnya dan baru menyadari ada beberapa foto dan video di galeri nya "mereka menjebak ku sial gawat di mana jeny? apa dia sudah melihat ponsel ku? " lisa terdiam di depan cermin melihat leher nya penuh dengan lipstik "oh.. tidak jeny.. aku harus cari dia pasti dia di bawah" kata lisa "nona lisa? " kata rai "dimana nona jeny? " kata lisa "sudah berangkat dari jam setengah tuju tadi" kata sai "apa? setengah tuju" kata lisa "oh ya ini dari nona jeny tadi dia menyuruh saya untuk membeli pembersih make up untuk mu" kata sao "ahh.. tidak tidak" lisa berlari ke kamar nya dia baru melihat ponsel jeny ada di atas meja "dia tidak membawa ponsel? " kata lisa "eh? " lisa mengambil kertas yang ada di dinding
[ aku berangkat duluan aku tidak akan pulang aku langsung ke acaranya kita akan ketemu di sana untuk menghemat waktu, aku tidak bawa ponsel karena tidak penting hati ini kerjaan ku tidak membutuhkan ponsel pakai lah pakaian yang sedikit rapi dan sopan dan bersihkan lipstik di leher mu aku sudah coba membersihkan nya tapi tidak hilang juga, aku sudah membeli hadiah nya jangan beli lagi. sampai ketemu di sana aku mencintai mu]
lisa menepuk dahinya "haaaa... kenapa kenapa kenapa terjadi lagi " kata lisa "tunggu tunggu semua bodyguard lengkap di sini artinya jeny tidak ada bawa bodyguard aku harus cari dia" kata lisa.
"tiramisu ini resep dari nona dim langsung dan dengan di padukan beberapa bahan hingga jadilah minuman dengan rasa perpaduan antara susu dan tiramisu" kata jeny "waw.. " kata wanita di depan nya "kami menginginkan nya" kata wanita itu "bagus sekali jen" kata dim "ini berkat mu tau" kata jeny "kalau begitu kami pamit dulu semua nya sudah di selesai kan" kata wanita itu "iya iya mari kami antar" kata nano "awas jen! " dim menarik jeny ke pelukan nya ketika ada bola mengarah ke jeny "uh?? ada apa? " kata jeny "hei jangan main bola di sini" kata nano jeny langsung menjauh sedikit dari dim "apa punggung mu sakit? " tanya jeny "tidak kok cuma bola saja" kata dim "terimakasih kak dim" kata jeny "ayo kita makan dulu ini sudah siang" kata dim "iya" kata nano.
Daichi mendorong lisa ke dinding "apa kau bilang" kata Daichi "jeny melihat semuanya kak aku harus apa? " kata lisa "kau ini bagaimana kok bisa terjebak" kata Daichi "aku benar-benar tidak tau kak" kata lisa "perasaan jeny pasti benar-benar hancur semoga saja dia belum melihat ponsel mu " kata Daichi "cari dia atau jangan panggil aku kakak mu" kata Daichi.
dim menyimpan ponselnya "nona" kata lop "ada apa? " kata dim "lisa datang" kata lop "tidak papa suruh dia masuk" kata dim "dimana jeny? " tanya lisa "jeny sudah pergi beberapa jam yang lalu" kata dim "bagaimana kemarin malam apa kau menikmati nya? " kata dim "sudah ku duga ini pasti ulah mu, hah" lisa mengepal tangan nya "aku akan memberi mu pelajaran nanti" lisa pergi dim tertawa "kau ketakutan itu tanda nya rencana ku berjalan sesuai rencana" kata dim.
boy berjalan di sisi jeny yang memakai dress hijau daun "Hai jen" kata jin "Hai kau juga di sini kawan" kata jeny "tentu bob mengundang ku" kata jin "dimana lisa? " tanya Jack "dia ada meeting dan kemungkinan tidak datang" kata jeny "ayo ayo acara nya udah di mulai tuh" kata Agnes "iya iya" kata joe "sedih banget" kata jin "kau menangis? " kata Jack "pakai hati dong" kata jin "ini pemandangan yang membuat hati ku terharu " kata jin "dasar cengeng" kata boy "peluk aku" kata jin "heh" boy dan Jack memeluk jin.
carry memasang kan cincin ke jari genta seperti yang genta lakukan tadi jeny menunduk "apakah aku bisa menikah dengan nya? " fikir jeny joe melihat lisa datang "waahh" semua orang langsung bertepuk tangan ketika genta dan carry berpelukan "kau kenapa? " kata boy ketika jeny menangis terisak isak "jen" boy langsung memeluk jeny dengan erat "tenang lah" kata boy "kenapa dia? " kata Agnes "sstt" kata boy "geser" kata lisa "oke" kata Agnes "tidak papa tidak papa" kata boy lisa menarik jeny ke pelukan nya "bersulang!! " kata genta "bersulang!! " sahut yang lain jeny menatap lisa yang memeluk nya jeny langsung menarik diri nya "pakai ini" joe memberikan sapu tangan ke jeny "jeny terlihat begitu sedih" bisik Agnes "mungkin dia terharu" kata bob "minum air" kata lisa "terimakasih" kata jeny.
boy menarik lisa keluar dari acara "aku mau bicara pada mu" kata boy "iya iya tapi jangan tarik tarik juga" kata lisa "diam katakan apa yang terjadi? jeny menangis sampai sesegukan begitu apa ada yang terjadi di antara kalian? " kata boy "boy aku akan cerita kan pada mu semuanya" kata lisa.
"selamat ya" jeny memberi kan hadiah nya ke carry "terimakasih jeny" kata carry.
jeny melihat sekeliling nya "kemana lisa dia tadi datang" kata jeny sambil berjalan "dimana jeny? " lisa melihat kesana kesini memperhatikan kerumunan orang "hei Agnes di mana jeny? " kata lisa "loh.. tadi dia mencari mu loh" kata Agnes "gawat" lisa langsung mencari jeny di antara para tamu "aduh" jeny memegang lengan nya yang di tabrak beberapa orang yang sedang menari "ayo menari bob" kata carry "di mana paman liam? " kata bob "dia pergi ke bangkok " kata carry "Hai genta jaga dia baik baik ya dia itu anak manja dan mudah terpengaruh" kata bob "tentu tentu" kata genta.
__ADS_1
jeny terus berjalan "gawat aku terjebak di kerumunan" kata jeny "di mana jeny" kata lisa sambil terus berjalan sambil melihat sekeliling nya berharap dia menemukan jeny "zruutt" jeny terkejut ketika bajunya tersangkut "uhh!! " jeny tertarik ke samping seseorang langsung menangkap tubuh nya "ahh.. jangan sentuh aku lisaaaa" jeny terdiam "iya ini aku ini aku" kata lisa "lisa" jeny memeluk lisa "jeny.. jeny aku mencari mu" kata lisa "tolong aku tidak tau jalan nya" kata jeny "kau ada bersama ku" kata lisa sambil melepaskan pelukan nya dan membenarkan kain yang di lengan jeny yang tersangkut di gelang nya "jangan menjauh dari ku" kata lisa sambil memeluk jeny sementara yang lain sibuk menari dengan bahagia dengan taburan kelopak bunga dari atas dan juga balon balon indah yang berterbangan di bawah cahaya yang penuh warna warni.