Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
biarkan aku bersama mu


__ADS_3

jeny memakai sepatunya sambil mengunyah coklat "kau akan pergi lagi? " kata rita "iya bibi aku ada kerjaan" kata jeny "baik lah hati hati ya" kata rita "iya bibi uh? " jeny melihat lisa sudah ada di depan pintu dengan tangan posisi tangan siap mengetuk pintu "kebetulan sekali" kata lisa "kau mau apa? " kata jeny "kau mau ke rumah sakit kan? aku menjemput mu " kata lisa "siapa yang mau pergi dengan mu" kata jeny "jeny" lisa menahan tangan jeny "kak danmi meminta ku menjemput mu " lisa menunjukkan ponsel terlihat isi pesan dari danmi menyuruh lisa menjemput jeny "ayo " kata lisa "aku akan naik taxi " kata jeny "heiii jeny" lisa menarik nya "kau akan pergi dengan ku, pelatih itu meminta ku membawa mu agar aman Karena john akan mengincar mu" kata lisa jeny mengambil ponsel nya "halo kak danmi, aku sedang dalam perjalanan" kata jeny "iya pergilah dengan lisa john akan membawa mu kapan pun dia mau" kata danmi "apa? kakak aku tidak mau" kata jeny "john tidak akan membiarkan mu lolos lisa akan menjaga mu jika tidak mau diam lah di rumah sampai aku pulih" kata danmi "kau menang! " jeny mematikan telpon nya "kau jadi pergi? " kata lisa "jadi" kata jeny lisa menarik jeny ke dalam mobil.


perawat pergi dari kamar danmi "pam bisakah kau pulang sebentar ambil pakaian ku? " tanya danmi "bisa tapi apa kau tidak papa di tinggal sendirian? " tanya pam "lisa sedang dalam perjalanan nanti juga sampai" kata danmi "baiklah" pam pergi keluar, jeny berjalan sambil memasang wajah kesal "nona jeny" kata dokter yang kebetulan lewat "iya" kata jeny "hum.. anda saudara tuan danmi? " tanya dokter "iya" kata jeny "dia belum mengurus administrasi nya da--" kata dokter "baik aku akan urus di mana aku harus mengurus nya? " tanya jeny "di meja sana" kata dokter "terimakasih" kata jeny sambil berjalan sesuai arahan dokter "atas nama danmi wang" kata jeny "ini nona" kata seorang wanita berambut pendek jeny menandatangani kertas itu "tuk" jeny melihat ke arah lisa "aku bisa sendiri" kata jeny "aku juga tau" kata lisa "ini" wanita itu mengembalikan kartu milik lisa "Terimakasih nona" kata wanita itu "jangan pegang tangan ku" jeny pergi jalan duluan "aku tidak tau kenapa kau selalu marah pada ku" kata lisa sambil ikut berjalan di belakang jeny.


danmi menoleh ke arah pintu "kak danmi bagaimana kondisi mu? " jeny masuk di susul lisa "aku mulai membaik" kata danmi "punggung mu masih sakit? " tanya jeny "tidak tidak.. kau tenang saja aku ini kuat" kata danmi.


mobil hitam berhenti beberapa orang turun dari mobil .


"siapkan sesuai rencana"


"siap tuan! "


"bakar sekarang! "


"baik tuan"


"ini jadinya jika kau ikut campur dalam kehidupan ku! ".


lisa duduk di samping danmi sambil mulai mengupas apel " dengar jen, john benar-benar mengincar mu sekarang aku tidak bisa menebak apa yang dia fikir kan"kata danmi "kau tenang saja aku sudah siap berhadapan dengan nya kapan pun itu" kata jeny "hei pelatih makan lah apel ini biar kau cepat pulih" kata lisa "untuk sementara kemana pun kau pergi biarlah lisa ikut dengan mu karena aku tidak bisa melindungi mu sepenuhnya" danmi mengambil sepotong apel lalu memakan nya "kau tidak percaya pada ku? " danmi menatap jeny "kenapa? " tanya danmi "kau bicara seolah olah aku ini tidak bisa menjaga diri ku sendiri" kata jeny "jeny cobalah mengerti, john seperti nya menginginkan mu ketahuilah jika john menginginkan sesuatu dia harus mendapatkan itu bagaimana pun caranya" kata danmi "aku tau john ingin aku menjadi asisten nya" kata jeny "bentar" lisa mengangkat ponsel nya "iya sai ada apa? "tanya lisa " nona toko baju sukina terbakar"kata lisa "apa? " wajah lisa berubah menjadi panik "banyak karyawan yang belum keluar" kata sai "aku ke sana" lisa menatap danmi "pelatih aku harus pergi ada urusan" kata lisa "tunggu apa yang terjadi? " tanya danmi "toko ku kebakaran" kata lisa lalu dia berlari keluar "kak makan lagi apel nya" kata jeny "kemana pam kenapa lama sekali" kata danmi "memangnya dia kemana? " tanya jeny "mengambil baju aku harus pergi sekarang" kata danmi "kakak kau mau kemana? " tanya jeny "menyelamatkan lisa" ucap danmi.


"watashi no saigo wa anata ga ii anata to kono mama osaraba suru yori" riki menoleh ke asal suara "tumben fudo nyanyi" kata riki "aku juga tidak tau" kata amin "ada apa? " tanya riki "apa? " kata fudo "kau bernyanyi riang dari tadi" kata riki "aku sedang bahagia memang nya kalian tidak bahagia" fudo berjalan ke dapur sambil terus bernyanyi "sejak raja, Dev, raju, aziz, dewa kita bunuh dia semakin sering bernyanyi" kata amin "du.. ddu.. ddu... " fudo kembali dengan membawa segelas wine "kau sudah memberi makan zeky? " tanya riki "sudah tapi dia tidak mau makan" kata fudo "sudah bosan hidup kali" kata amin "oh ya aku dapat info baru dari anjing itu" kata fudo "apa? " tanya riki "markas persembunyian joni" kata fudo "ohh.. karena itu kau bahagia" kata riki "tidak juga.. apa guna nya juga kalau aku menangis saat mereka mati? aku cuma ingin tertawa " fudo menggoyang goyang kan gelas nya "melihat mereka mati aku seolah olah melihat keluarga ku kembali hidup " kata fudo.


"bruumm" shin terus melajukan mobil nya "DUAAARRR!! " shin langsung menghentikan mobil nya melihat mobil pengawal di depan tiba tiba meledak dan hancur "seperti nya ada jebakan di depan" roy segera turun


"dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr"


"bruaaakk"

__ADS_1


"praaaank!!! "


kaca mobil pecah "ayo nona" hisao menarik lisa untuk berlindung "lempar" seru ansel sambil melempar peledak ke arah bodyguard lisa "berlindung" kata shin "aku suka ini" kata kibo "aku juga ayo lempar yang banyak" kata zach "mari buat tuan john senang" kata fong.


adu tembak kembali terjadi "john sialan" kata lisa john menyalahkan rokok di dalam mobil sambil melihat anak buah nya menyerang lisa "mereka mati semua yeayy" kata kibo john keluar dari mobil melihat sekitar nya "kemana ****** itu " fikir john "aakhhh" lisa mencabut kaca yang menancap di lengan nya "halo.. nona.. " kata sai "iya sai tunggu aku dalam perjalanan" kata lisa.


api semakin membesar mobil pemadam datang mencoba memadamkan api besar itu "permisa toko baju sukina milik pengusaha bernama lis-- nona lisa hari ini terbakar belum di ketahui pasti apa penyebab nya dan sekarang masih ada beberapa orang yang masih ada di dalam toko apakah mereka bisa selamat".


" kakak kau yakin mau pergi?"tanya jeny "iya kita harus mencari lisa" kata danmi "tapi untuk apa" kata jeny "aku tidak menjelaskan nya sekarang tapi pada intinya lisa sekarang dalam bahaya" kata danmi sambil membenarkan kancing kemeja nya "lalu kenapa kau menyuruh kak pam kembali pulang" kata jeny "dia tidak perlu turun tangan kau ikut tidak" kata danmi "ikut" kata jeny sambil berjalan di belakang danmi.


"sayang sekali ya toko sebagus itu bisa terbakar"


"iya toko nya besar loh aku pernah ke sana"


"kira kira bagaimana ya nona lisa jika tau toko nya terbakar"


jeny melihat sekumpulan orang yang sedang bicara "kakak mereka bahas apa? " tanya jeny "membahas lisa" kata danmi.


lisa datang ke lokasi dengan kondisi terluka "kalian cepat masuk selamat kan karyawan yang terjebak" kata lisa "baik nona" kata shin "itu nona lisa"


"benar itu dia tapi"


"kenapa pakaian begitu? "


kata para reporter lisa menatap tokonya yang sedang di lahap api besar "tuhaan.. biarkan toko ku yang terbakar tapi jangan bawa karyawan ku dalam api itu" kata lisa "tenang nona" sai memakaikan jaket ke tubuh lisa "bagaimana anda bisa terluka nona? " tanya sai "aku mendapat serangan di jalan" kata lisa.shin berjalan dengan beberapa orang sambil menggendong gadis dan pemuda "masih ada? " tanya lisa "tidak nona" kata roy "permisi.. karyawan yang terjebak sudah di selamat kan oleh bodyguard nona lisa sendiri, terlihat tubuh nona lisa juga penuh luka namun dia masih memikirkan karyawan nya"


"mana tenaga medis nya? cepat cepat!! " seru lisa "petugas medis!!! " seru sai mobil ambulan mendekat "cepat bawa mereka semuanya " lisa melihat karyawan nya yang lain "cepat cepat semuanya ke rumah sakit kita periksa semuanya" kata lisa "nona anda juga terluka ayo naik" kata petugas medis "bawa dulu mereka aku akan pergi nanti" kata lisa sambil mengusap darah yang keluar dari dahinya.

__ADS_1


"astaga" kata danmi "kak ini kan mobil lisa? tapi kenapa" kata jeny "sudah ku duga john menggunakan cara licik nya lagi buat membunuh lisa" kata danmi "apa membunuh? " kata jeny dia langsung keluar dari mobil "ehh jeny" kata danmi "lisa!!! lisa.. lisa... " jeny menutup mulutnya melihat dia mobil hancur berkeping-keping bahkan mayat juga berserakan "LISAAAAAA!! LISAAAAA.. LISA JAWAB AKU... LISA AKU!!! " seru jeny air mata nya keluar tak terbendung "hati hati jeny" kata danmi mereka memeriksa semua mayat "lisaa..... bright... lisa kamu di man sih... LISAAAAA" jeny melihat ponsel milik bright di sekitar mobil dan juga tas lisa yang ada di dekat ban mobil "kakak.. kakak.. lisa" kata jeny "lisa tidak ada" kata danmi "jadi.. jadi di mana dia?? " tanya jeny "toko baju sukina ada beberapa km lagi dari sini bagaimana kita periksa di sana dulu" kata danmi "kakak.. lisa menghilang kau lihat banyak mayat.. bagaimana dengan lisa" kata jeny danmi terdiam menatap jeny yang terlihat sangat kawatir "kenapa kau memikirkan lisa? " tanya danmi "bagaimana aku tidak memikirkan nya aku begitu menyayangi nya kak, lihat ini bodyguard lisa" kata jeny "ayo jen" kata danmi "kemana? " kata jeny "ke toko baju sukina" kata danmi "jika tidak ada lisa juga kita akan cari ke markas musuh" kata danmi "ayo" jeny mengusap air matanya.


jeny meremas jemari nya "kenapa kau begitu bodoh pergi sendiri" fikir jeny "ku fikir ka membenci nya jen" kata danmi "apa kata mu aku memang membenci aku cuma mengkhawatirkan bright dia teman ku" kata jeny "benarkah? aku kawatir sebaliknya" kata danmi "apa! " ucap jeny "kamu menyukai lisa kan? " ujar danmi "tutup mulut mu buat apa aku mengkhawatirkan nya" kata jeny "apa dia tidak sadar dia baru saja meneriakan nama lisa tadi" kata danmi dalam hati "kakak lihat" jeny menunjuk api besar "itu mungkin toko nya" danmi menghentikan mobil lau keluar dari mobil "apa ini toko sukina itu? " tanya danmi "iya tuan" kata seorang reporter "bagaimana kak? " jeny menghampiri nya "iya ini toko nya" kata danmi "lalu di mana nona lisa? " tanya danmi "nona lisa pemilik toko ini baru di bawa ke rumah sakit tubuhnya penuh luka luka" kata reporter itu "ayo kak cepat" kata jeny sambil berlari ke mobil "cepat kak ya ampun bagaimana kondisi lis-- bright ya" kata jeny "iya iya" danmi menjalan kan mobil nya.


di rumah sakit..


"bagaimana kondisi kalian? " tanya lisa "kami baik baik saja nona" jawab para karyawan nya "aku senang mendengar nya kalian jangan kemana mana kita tunggu hasil yang lain setelah nya kita akan makan bersama" kata lisa


"nona anda juga terluka"


"iya anda juga harus di periksa"


"dan juga di obati"


"benar nona"


lisa tersenyum "iya nanti kalian harus di dahulu kan" kata lisa "lisa" kata danmi "pelatih kenapa kau di sini kau kan belum di izinkan pulang" kata lisa "kau terluka kenapa masih belum mendapatkan perawatan kau bisa kehabisan darah" kata danmi lisa menatap jeny "dokter ku sudah datang" kata lisa sambil berjalan mendekati jeny "jeny aku terluka" kata lisa "modus" fikir danmi "kau obati aku ya" kata lisa "dokter ada di sini" kata jeny "aku mau kau yang mengobati ku" kata lihat "aku.. " lisa hendak terjatuh jeny menahan nya "lisa" kata jeny "tips dari pelatih itu gak buruk " fikir lisa jeny menatap danmi "kau rawat lah dia dulu " kata danmi jeny melingkar kan tangan nya ke tubuh lisa "ayo" kata jeny.


Daichi ke rumah sakit membantu karyawan lisa "dimana nona lisa? " tanya Daichi "ada bersama seorang gadis dokter" kata salah satu karyawan"nona ada di sana tuan"kata bright.


"uhhh" lisa meringis "ahh.. shhh.. uhh.. sakitnya" kata lisa "tahan sedikit" kata jeny "ahh" lagi lagi lisa meringis kesakitan "ah.. kenapa kau menekan paha ku! " kata jeny "ini terlalu sakit" kata lisa "aku boleh peluk" kata lisa "kau tidak waras aku akan panggil dokter" kata jeny "eh.. eh" lisa menahannya "kau saja yang mengobati ku" kata lisa "ku mohon.. aku sungguh tidak butuh dokter" kata lisa "kalau diam" kata jeny "jee.. n" ucap lisa "diam" jeny membalut luka di lengan lisa "grebb" lisa melingkar kan tangan nya ke pinggang jeny "lisa! " kata jeny "biarkan aku memeluk mu dan ada di dekat mu" kata lisa "hanya orang gila yang mau ada di dekat mu" kata jeny "benarkah" lisa menarik jeny ke pangkuan nya, "di sini kalau gak salah kaya nya" fikir Daichi "eh? " dia melihat sesuatu dari jendela . "lisa! " jeny hendak berdiri tapi lisa menahannya "leher ku juga sakit coba periksa dengan posisi begini kau lebih mudah memeriksa nya" kata lisa "lepaskan dulu tangan mu" kata jeny "jadi apa yang ku pegang aku takut kau jatuh" kata lisa "tidak akan" jeny mengambil kapas "lihat sana" kata jeny "kenapa kau bodoh sekali " kata jeny "kenapa kau marah? " kata lisa "menurut mu? " kata jeny sambil menempel kan kapas ke luka goresan yang ada di leher lisa "aku tidak tau" kata lisa "bodoh" jeny menempel kan plester ke luka goresan yang ada di leher lisa "sudah" kata jeny "benarkah kok gak terasa apapun" kata lisa sambil menatap mata jeny "awas" jeny berdiri "aahhh" lisa menunduk sambil memegang dada nya jeny berbalik "lisa" kata jeny "aahh.. ternyata sakit" kata lisa "cih.. ayo berdiri" jeny membantu lisa berdiri "aahh.. dada ku sakit sekali gak nyangka pukulan john kuat juga" kata lisa "john memukul mu? " kata jeny "iya dia juga menghancurkan mobil ku dengan peledak untung nya aku sempat melompat" kata lisa "john juga bilang akan mencari ku dan membunuh ku dan dia juga tau rumah ku" kata lisa "apa? ini artinya" fikir jeny "kalian udah siap? " danmi mengetuk pintu "iya kak" kata jeny.


malam hari nya di rumah makan...


para karyawan lisa terlihat sangat lahap menyantap makanan yang mereka pesan "makan lagi jen" kata lisa sambil meletakan sepotong daging ke piring jeny "bisa berhenti melakukan hal bodoh" kata jeny "uh.. baiklah" kata lisa. setelah selesai makan lisa mengantar danmi "jangan kemana mana sendirian" kata danmi sambil mengusap kepala jeny "iya" kata jeny "lisa antar dia pulang" kata danmi "siap pelatih" kata lisa.


mobil berhenti di depan rumah jeny "kita sampai" kata lisa shin turun membuka pintu lisa langsung turun dan mengantar jeny sampai ke depan pintu "jen" kata lisa "kenapa? " kata jeny "uhh.. " lisa memegang dada sebentar "good night " kata lisa tiba tiba jeny terdiam dia teringat perkataan lisa saat di rumah sakit "john juga tau rumah ku" jeny menatap mata lisa "bye bye" kata lisa sambil perlahan berbalik "hum tunggu" kata jeny lisa berhenti melangkah lalu berbalik ke arah jeny "ada apa? " kata lisa "hu... m kak danmi bilang aku tidak boleh sendiri" kata jeny "hum.. tinggal lah sementara di sini" kata jeny "kau mau aku bersama mu malam ini" kata lisa "hum.. kau bisa tinggal di sini malam ini" kata jeny "baik lah" kata lisa sambil masuk ke dalam rumah jeny.

__ADS_1


__ADS_2