
pam mengetuk pintu beberapa kali sampai ada seorang pria dari dalam rumah keluar membuka pintu "hei.. kenapa kau di sini kau bukan nya yang kerja dengan kakak ku? " kata danmi "benar tuan aku datang ke sini karena perintah tuan fang untuk melindungi mu" kata pam "astaga... ayo ayo masuk " kata danmi "dia fikir aku anak kecil ya" kata danmi dalam hati, danmi melihat seseorang berdiri di luar "kau masuk dan bereskan barang barang mu aku ke dana bentar" kata danmi sambil pergi menghampiri orang yang berdiri di luar gerbang "kenapa kau tidak masuk? " tanya danmi "kak danmi ngapain kak pam ada di sini? " kata jeny "pam? pam apa? " tanya danmi "orang yang bersama mu tadi aku melihat nya" kata jeny "oh.. dia orang nya kakak ku di suruh ke sini sama kakak ku" kata danmi "jika dia tau aku ada di sini dia akan memberi tau kakak" kata jeny .
pam melihat lihat sekitar nya "banyak sekali barang barang buat gym" kata pam "pam! " pam menoleh "iya tuan" kata pam "panggil aku danmi saja aku bukan seorang bos seperti kakak ku" kata danmi "baik tuan eh danmi" kata pam .
matahari mulai terbenam jeny turun dari mobil "ini aneh kenapa kak pam bisa kenal dengan kak danmi punya hubungan apa mereka astaga aku lupa kak pam kan anak buah nya kakak nya kak danmi ehhh tunggu??? " jeny merasa ada yang mengganjal di fikiran nya "berarti.. eh.. kak pam kan polisi sama seperti kakak oh.. berarti kakak nya kak danmi polisi yang memiliki jabatan tinggi ya ya mungkin saja" kata jeny sambil membuka pintu melepaskan sepatunya melihat sekeliling nya.
"selamat datang putri ku"
"aih.. jagoan ku sudah pulang"
"hei anak siapa kau kenapa di sini? "
"hei dia itu adikku"
"ah masa aku tidak merasa punya adik seperti nya"
"cukup cukup jangan mengganggu nya"
__ADS_1
"hei riki dia itu anak nakal"
"sudah sudah cepat jeny cuci kaki dan tangan mu ayo makan"
jeny menundukkan kepala dia teringat keluarga nya lalu menarik nafas panjang "aku pulang ma" jeny naik ke atas tangga pergi ke kamarnya dan mandi.
"ya jen" kata John "hum.. aku baru selesai mandi" kata jeny "kau ke klub kan nanti? " tanya John "tentu tentu" jeny menyisir rambut nya "aku akan ke sana kau ada di mana? " tanya jeny "aku ada di klub dengan teman teman ku" kata John "aku akan segera ke sana aku cari taxi dulu " kata jeny sambil mematikan telpon nya.
malam harinya..
jeny melihat sekitar nya "hei John kau dimana? " tanya jeny "kau tunggu saja aku akan ke bawah sebentar lagi" kata John di telpon "baik lah" kata jeny lalu dia menghampiri seorang bartender "buatkan aku minuman" kata jeny "siap nona apapun untuk mu" kata bartender itu.
John yang mendapatkan tatapan tajam dari lisa langsung membalas tatapan lisa dengan lebih tajam "jangan fikir aku tidak tau siapa dirimu sebenarnya" kata lisa "apa maksudnya" kata John "lepas kan aku lisa! " kata jeny "kau akan pergi dengan ku bukan dengan nya! " kata lisa "dia yang memilih bukan dirimu" kata John "lepas aku mau dengan John bukan kau" kata jeny "kau dengar bukan? " kata John "berhenti ikut campur" lisa menarik jeny lebih keras "****** sialan" John mengacungkan senjatanya para pengawal nya langsung siaga begitu juga pengawal lisa "aku juga punya" kata lisa sambil maju selangkah ke arah John "aku tidak suka orang ikut campur urusan pribadi ku" kata lisa "lancang sekali kau! bahkan jeny tidak mengenal mu" kata John sambil maju mencoba menarik jeny tapi lisa menghalangi nya keduanya saling adu pandangan yang sangat kejam "dia bukan gadis sembarangan" fikir John "awas lisa" kata jeny "diam!! aku sudah katakan pada mu semalam kan" kata lisa "kenapa kau mencampuri urusan ku" kata jeny "ini juga urusan ku" kata lisa "lepaskan jeny atau" kata John "atau apa? " tantang lisa "aku tidak pernah takut apapun " kata lisa lalu dia menatap jeny "kau akan pergi dengan ku" kata lisa sambil membawa jeny "lepaskan aku" kata lisa "John aku akan kembali" kata jeny John menatap jeny pergi "halo" kata John "papa memanggil mu" kata fareed John mematikan telpon nya "selidiki gadis itu" kata John "siap tuan! "
"aw.. lisa.. lepas kan aku!! " kata jeny "lisa!! apa kau gila? "kata jeny " iya!! aku gila!! "kata lisa " dasar tidak waras!! kau tau apa yang baru saja kau lakukan!! kau mau mengacaukan semua rencana ku ya? apa kau tidak berfikir hah? "kata jeny " apa kau tau kau juga tidak berfikir? "kata lisa
" jika ada di dekat nya kau bisa dalam bahaya lalu kenapa aku tidak boleh? "
__ADS_1
"jika berurusan dengan John kau bisa dalam bahaya kenapa kau tidak berfikir"
keduanya bicara dengan bersamaan "kenapa aku harus berfikir? " kata lisa "lepaskan aku aku tidak mau ada di dekat mu" kata jeny "sekarang aku tanya pada mu" kata lisa "apa kau juga berfikir? " kata lisa "iya tentu saja" kata jeny "lalu kenapa kau memilih pergi dengan John dari pada pergi dengan ku? apa kau tidak berfikir bagaimana perasaan ku? " kata lisa "oke oke lupakan.. aku ingin kita makan sekarang" kata lisa "aku tidak mau" kata jeny "aku mau" lisa memaksa jeny masuk ke dalam mobil
"tidak mau!! "
"lepas kan aku"
"lisa.. awas!! "
jeny terlihat kesal ketika berada di dalam mobil "jalan shin" kata lisa.
setibanya di lokasi lisa langsung turun "ayo" kata lisa sambil mengulurkan kan tangan nya "awas! " jeny keluar dari mobil jeny terdiam melihat pemandangan di depan nya kelopak bunga bertaburan di atas karpet merah dengan lilin di pinggir nya orang orang dengan pakai rapi berbaris dan membungkuk hormat . jeny berjalan perlahan mengikuti lisa dari belakang sampai ke sebuah kursi di yang sangat indah dengan dekorasi yang terlihat elegan "makan malam? " jeny menatap lisa "iya aku sebenarnya ingin berkencan dengan mu" kata lisa jeny melihat lisa menarik kursi untuk nya "duduk lah" kata lisa "ayolah" kata lisa jeny akhirnya duduk "kau tidak suka tempat ini? atau makanan nya? " kata lisa "aku sudah bilang aku tidak mau makan" kata jeny lisa menatap jeny yang terlihat masih kesal padanya "aku minta maaf" kata lisa "apa tangan mu sakit? " tanya lisa sambil menatap lengan jeny "aku mau pulang" kata jeny "kau bahkan belum mencoba makanan nya" kata lisa "aku tidak mau makan? apa kau tuli selera makan ku sudah hilang di klub tadi" kata jeny "apa karena aku memaksa mu ikut dan meninggal kan John" kata lisa "kau marah pada ku? " tanya lisa "menurut mu? kau tidak tau John seperti apa? tapi kau bertindak seenaknya bagaimana kalau John melakukan hal buruk pada mu? kau tidak berfikir begitu kan? kau hanya fikir cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta saja apa kau tidak peduli dengan keselamatan mu sendiri! " kata jeny lisa terdiam "kau peduli pada ku? " tanya lisa "jangan harap! " kata jeny "kau barusan mengatakan nya" kata lisa "apa? sampai kapan kau jadi orang idiot " kata jeny "kau tidak mengakui nya? " tanya lisa "cepat makan antar aku pulang " kata jeny lisa tersenyum "memangnya aku bilang apa? sampai sampai dia berfikir aku peduli pada nya anak idiot" fikir jeny "kau peduli pada ku namun kau tidak mengakuinya" ucap lisa dalam hati dia mulai makan "kau yakin tidak makan? " tanya lisa "tidak" kata jeny "daging nya sangat enak loh" kata lisa jeny tetap tidak peduli "John akan bertanya besok aku harus jawab apa? " fikir jeny sambil diam diam melirik ke arah lisa yang sedang makan "laper lagi" kata jeny dalam hati "kau mau aku menyuapi mu? ayolah ini makan malam untuk mu" kata lisa lalu dia mengambil sepotong daging lalu menyodorkan nya ke jeny "aku tau kau lapar" kata lisa "aku kenyang" kata jeny lisa tersenyum lalu melahap daging yang ada di sumpit nya.
di rumah jeny..
jeny langsung turun dari mobil lisa "kenapa mau mengantar ku ke sini? " kata jeny "apa yang salah ini rumah mu kau mau aku membawa mu ke rumah ku" kata lisa "****!! aku mau ke--" kata jeny "apa? kau mau pulang ke mana? ke klub? " kata lisa "tentu saja" kata jeny "apa kau waras ini sudah malam" kata lisa "apa urusan nya dengan mu" kata jeny "tentu saja urusan ku" kata lisa "terserah" jeny pergi membuka pintu rumah nya "tap"jeny menatap tanagn lisa yang menahan pintu " aku mau masuk"kata lisa "tidak boleh" kata jeny "kenapa? " kata lisa "ini rumah ku" kata jeny lisa menyingkirkan tangan kecil jeny lalu masuk ke dalam rumah jeny "kau mau apa lagi? " kata jeny "mengantar mu ke kamar" kata lisa "kau tidak waras? " kata jeny tiba tiba perutnya berbunyi lisa terkekeh mendengar suara perut jeny "tidak lucu sana pergi " kata jeny "biarkan aku membuat kan makanan untuk mu" kata lisa "aku tidak lapar" kata jeny "iya iya tidak tapi perut mu berkata iya" kata lisa "aku akan memasak sebentar lalu pulang" kata lisa "masak sana dan cepat pulang" jeny pergi naik tangga lisa melipat lengan bajunya lalu pergi ke dapur dan mulai memasak.
__ADS_1
beberapa jam kemudian lisa terlihat meletakkan beberapa makanan ke atas meja "dia benar-benar gak turun" lisa berjalan ke arah tangga menuju kamar jeny "jen! jeny" lisa mengetuk pintu kamar jeny "jeny" kata lisa "aku sudah tidur cepat sana pulang" kata jeny lisa tersenyum lalu mengetuk pintu jeny lagi "heiii!! " jeny membuka pintu "makanan sudah siap kau bisa makan" kata lisa "kau bisa pulang? " kata jeny lisa tersenyum "iya aku pulang ayo" kata lisa "apa? " kata jeny "jika aku pulang siapa yang menutup pintu? " kata lisa jeny mendengus kesal lisa langsung pergi jeny mengikuti nya lisa berbalik menatap jeny "aku pulang" kata lisa "udah sana" jeny mendorong lisa "lama banget" kata jeny sambil menutup pintu "jangan lupa di makan masakan ku!! " seru lisa "gak akan!! " seru jeny "jangan datang lagi!! " seru jeny "akan akan datang besok" kata lisa "aku sayang kamu" lisa masuk ke dalam mobil lalu pergi jeny menghembuskan nafas lega lalu meraba perutnya "aduh.. lapar banget" kata jeny dia melihat makanan yang ada di meja dan perlahan menghampiri nya "aahh.. tidak mau aku minum susu aja deh" kata jeny sambil membuka kulkas lalu berjalan ke arah tangga "hum.. " jeny memegang kembali perutnya lalu kembali menoleh ke arah meja makan "hum.. coba sedikit boleh juga" jeny berjalan mundur ke meja makan.
lisa tersenyum melihat layar ponselnya jeny mencoba masakannya sedikit dan sedikit sampai akhir jeny mencoba semuanya yang ada di meja "sudah ku bilang kau lapar" kata lisa sambil tersenyum senang melihat jeny makan dengan lahap.