Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
rasa yang sama


__ADS_3

fang menatap danmi "aku akan menyelesaikan nya kak tapi ku minta pada mu jangan lakukan apapun kecuali melihat" kata danmi "aku akan menyerahkan nya pada mu" kata fang "dia mati secepatnya kau duduk dan lihat dia aku akan balaskan semua nya"kata danmi fang menatap fudo dan pam " aku tidak bisa berlama lama aku harus pergi ke luar negri"kata fang "oke" kata danmi "dan pastikan aku tidak kehilangan seorang adik lagi" kata fang sambil berbalik lalu pergi.


cahaya matahari masuk melalui jendela kamar jeny membuat jeny terbangun dari tidur nya "oh.. sudah pagi" kata jeny sambil berdiri dia melihat ada makanan di meja ponsel nya bunyi "selamat pagi" kata lisa "lisa? " kata jeny "aku menelpon mu untuk memberi tau pada mu" kata lisa "apa? " kata jeny "aku ingin kita berlibur aku merasa kau sangat lelah " kata lisa "kau buat yang buat sarapan di meja? " kata jeny "hum.. makan ya aku tidak bisa menemani mu sarapan karena pagi ini aku harus ke bandara menemui investor. dengar jen jangan terlalu memaksa dirimu , kau butuh istirahat juga melihat mu tadi malam membuat ku tidak tenang melakukan apapun" kata lisa "tadi malam? " kata jeny "hm.. aku harus pergi jangan lupa minum vitamin di meja aku mencintai mu" telpon mati "tadi malam? ada apa tadi malam kok aku gak ingat ya" kata jeny "oh.. aku harus bersiap jangan sampai John menunggu" jeny melihat botol berwarna pink di dekat lampu kamar nya "vitamin? apaan si lisa dasar gak waras" jeny langsung pergi ke kamar mandi .


beberapa pria datang menghampiri John "tuan mohon maaf belum ada informasi lagi tentang tuan besar sampai sekarang" kata mereka "apa kerja kalian!! ha!! cari informasi saja tidak dapat dasar tidak berguna" seketika John mengambil pistol nya "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" John terlihat sangat marah.


"John? " hey melihat darah ada dimana mana "maaf tuan John apa ada masalah ? " tanya jeny "papa ku belum di temukan" kata John "izin memberi saran" kata jeny "katakan" kata John "kita belum selidiki orang orang yang dekat dengan tuan besar dan juga orang orang yang pernah terlibat dengan nya" kata jeny "kau benar juga" kata John "jika mereka terlihat mencurigakan mungkin saja mereka pelakunya" kata jeny "siapkan mobil kita akan datangi mereka semuanya" kata John "setidak nya semua orang yang bersangkutan dengan nya mati tanpa harus ku bunuh" kata jeny dalam hati.


fudo tersenyum "tidak sia sia aku menjelaskan semua nya ke jeny dia langsung mengerti apa yang harus dia lakukan " kata fudo "aku sudah mendapatkan tempat untuk melakukan itu semua" kata pam "kita tunggu John membunuh semua orang terdekat nya setelah itu kita mulai permainan nya" kata fudo.


fareed terkejut melihat John Datang di saat dia sedang rapat "John? " kata fareed "kakak rapat tunda dulu aku mau bertanya pada mereka " kata John "ada apa tuan John" kata beberapa orang di ruang rapat "apa kalian tau dimana papa ku? " tanya John


"apa kau bercanda? bertanya pada kami? "


"hahaha.. itu bukan permasalahan besar"


"ku fikir apa yang akan dia tanyakan"


"ayo lanjut lagi rapat nya"

__ADS_1


"adik mu aneh"


"dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" ruang rapat menjadi ruang jenazah seketika "John! " kata fareed "aku tau mereka juga pasti terlibat dari hilang nya papa" kata John "benar sekali tapi tuan John setidaknya sisakan satu untuk di mintai informasi tapi kau malah membunuh semua nya" kata jeny "John mereka rek--" kata fareed "kakak percaya lah pada ku" kata John "ayo tuan John" kata jeny "aku masih bingung" kata fareed sambil melihat adik nya pergi "tuan John sebaiknya ganti baju dulu" kata jeny "ambilkan aku baju" kata John.


riki mengkemas peralatan nya bagitu juga dengan amin "aku gak sabar ingin membunuh tuan bernarz" kata endo "lampiaskan semua besok" kata riki "aku suka bertempur tapi sayang saat besok mau daftar militer keluarga ku malah di bantai" kata amin "ada pesan dari fudo" kata amin "apa? " kata riki "John membantai habis habisan orang orang terdekat dengan nya dan juga rekan rekan bisnis nya" kata amin "loh.. kok bisa? " kata riki "aku juga tidak tau" kata amin "tidak papa aku suka mendengar nya" kata endo.


di ruang bawah tanah pam berjalan sambil membawa makanan "yo tuan bernarz aku datang membawa makanan untuk mu" kata pam "aku tidak butuh makanan!!! cepat bebaskan aku... aku bisa membayar berapa pun yang kau mau" kata bernarz "kau yakin? " kata pam "aku punya segala nya jika kau mau aku bisa membiayai hidup mu" kata bernarz "kalau begitu aku minta bayaran" kata pam "berapa? " kata bernarz "bukan berapa " kata pam bernarz kebingungan "aku mau kau membayar dengan nyawa mu bukan uang mu" kata pam sambil tersenyum tipis.


malam harinya...


"permisi berita pesawat jatuh tadi pagi" jeny menatap televisi yang menyala "pagi? " kata jeny "pesawat di duga mengalami kerusakan saat berada di ketinggian" jeny meletakkan gelas nya buru buru mengambil ponselnya menelpon bright "nomor anda tuju sedang sibuk" jeny langsung memakai sepatu nya dia mencoba menelpon lisa "nomor anda tuju tidak dapat menerima panggilan" jeny menutup pintu .


taxi berhenti jeny langsung ke luar dari taxi dia melihat banyak polisi di sekitar bandara "pak apa jenazah korban pesawat langsung di bawa ke sini? " tanya jeny "iya " kata polisi "tidak mungkin... tidak mungkin... lisa naik pesawat apa ya pagi pagi tadi" kata jeny dia menemui seorang wanita "permisi apa ada penumpang bernama lisa seperti ini" jeny menunjukkan foto lisa "mungkin ada nona yang nama nya lisa banyak" kata wanita itu "ada jenazah wanita yang sudah di bawa ke bandara" kata seorang pria "wanita" jeny segera ke sana.


malam semakin larut jeny masih berdiri di sekitar bandara dengan wajah cemas "nona! " bright datang "bright kenapa aku tidak bisa menghubungi mu" kata jeny "aku dari tadi di bandara di sini di larang mengaktifkan ponsel " kata bright "apa kau menunggu lisa" kata jeny "iya" kata bright "itu sangat mengerikan nona aku juga tidak menyangka pesawat nya bisa jatuh" kata bright "deg"ada rasa sedih di dada jeny " aku akan ke toilet "kata jeny " aku akan menunggu di sini"kata bright.


di kamar mandi..


jeny mencuci wajah nya "ini pasti mimpi lisa gak mungkin mati" kata jeny "tidak mungkin" kata jeny air mata nya mengalir perlahan "gak boleh" kata jeny dia menatap ke cermin terlihat lisa muncul "lisa.. aku tidak tau kenapa dan harus bagaimana tapi.. " kata jeny "tapi kenapa kau pergi" kata jeny "bagaimana dengan.. dengan ku? " kata jeny lisa tersenyum "apa kau mengira aku salah satu korban pesawat jatuh itu? " kata lisa sambil mendekati jeny "uhm? " jeny berbalik lisa sudah ada di depan nya "lisa? " jeny terkejut dia memperhatikan tubuh lisa dari atas ke bawah "mimpi atau bukan sih? " fikir jeny "kau mencintai ku kan? " kata lisa sambil merapat kan tubuh nya dan tidak memberi ruang sedikit pun untuk jeny bergerak "lisa kau" kata jeny "aku berangkat dengan pesawat pribadi ku dan baru sampai beberapa jam yang lalu " lisa mengusap pipi jeny "sekarang aku tau kau dan aku sekarang memiliki rasa yang sama" kata lisa "tidak" kata jeny "jangan harap! aku datang bukan untuk --" jeny bingung harus mencari alasan apa.

__ADS_1


"kasihan banget ya mana korban nya banyak"


"betul tuh"


ada suara orang yang menuju kamar mandi "lisa awas" kata jeny "greb" lisa membawa jeny ke toilet lalu mengunci pintu toilet itu "lisa ka--" mulut jeny di tutup dengan jari lisa "mereka akan mendengar suara mu jika kau bicara keras" kata lisa sambil menempel kan tangan nya ke dinding mengunci pergerakan jeny "aku mendengar semua nya tadi dan sekarang aku sadar kalau kau juga mencintai ku" kata lisa "tidak kau salah paham! ak--" kata jeny "apa yang membuat mu tidak mengakui nya" kata lisa "karena aku tidak mencintai mu" kata jeny lisa merapat kan tubuh nya lisa kau mau apa? "kata jeny " aku akan membuat mu mengakui nya sekarang "kata lisa " tidak akan ak--"jeny terdiam lisa menempel kan mulut nya ke leher jeny, jeny terdiam "lisa lisa kau akan ku hajar jika berani melakukan sesuatu pada ku" kata jeny.


"Hai guys kalian di sini"


"iya gak kuat lihat jenazah nya datang"


"banyak banget lagi"


"maka nya kita tunggu di sini saja"


"berteriak lah mereka akan tau kita ada di sini" kata lisa sambil membuka kancing baju jeny "lisa.. " jeny mencoba mencegah lisa "kau cukup katakan semua nya pada ku semua perasaan mu pada ku" kata lisa "aku benci kamu" kata jeny sambil mendorong bahu lisa "uhh" jeny merasakan tangan lisa di dada nya lisa mencium wajah dan leher lisa "lisa.. sungguh aku membenci mu... " bisik jeny "masih belum mau jujur maka aku akan melakukan nya lebih dari ini" kata lisa sambil perlahan tangan nya turun ke celana jeny "oke oke.. aku.. aku menyerah" kata jeny lisa menatap mata jeny "aku datang ke sini bukan untuk mu tapi untuk bright karena dia teman ku, aku sudah jujur" kata jeny lisa menggeleng kan kepala nya jelas jelas dia melihat jeny tadi mengatakan "lisa.. aku.. aku menyukai mu tapi.. tapi aku.. aku tidak mau mengatakan nya tolong jangan tinggal kan aku" lisa menarik tubuh jeny lalu lanjut mencium jeny "sial" fikir jeny perlahan dia memejamkan mata nya dia dapat merasakan hangat nya nafas lisa di leher nya "berhenti lisa" jeny meremas bahu lisa "lisa aku cinta kamu katakan begitu dan aku akan berhenti" kata lisa "jangan harap! " kata jeny "terserah" kata lisa sambil melepaskan kemeja yang dipakai jeny "aku akan berteriak jika kau melanjutkan nya" kata jeny "aku tidak keberatan mereka akan langsung mengira kita ada adalah sepasang kekasih" kata lisa sambil menunduk mencium bibir jeny dan juga wajah jeny "lisa.. lisa aku cinta kamu" kata jeny "apa? " kata lisa "lisa.. aku cinta kamu" kata jeny lisa tersenyum sambil mengeluarkan tangan nya dari baju jeny "seharusnya lebih awal kau mengatakan itu " kata lisa "dia selalu seenaknya" kata jeny dalam hati "aku mau keluar" kata jeny "mereka masih ada di sana loh" kata lisa jeny mengambil kemeja nya dan dengan buru buru memakai nya lisa hanya tersenyum sambil menatap wajah jeny "sejak kapan? " kata lisa jeny diam "hei sejak kapan kau mencintai ku" lisa menyentuh wajah jeny tapi jeny langsung menepis nya "aku sudah mengatakan apa yang kamu suruh jangan sentuh aku sekarang" kata jeny "kita lanjut kan di rumah ya" bisik lisa "apa? " kata jeny "permainan nya belum selesai" kata lisa jeny seketika ketakutan "bajingan" kata jeny "tapi walaupun aku bajingan kau tetap cinta aku kan? " kata lisa "tidak" kata jeny "oh" lisa hendak mencium jeny lagi "I.. iya.. iya " kata jeny "nyesel aku ke bandara" kata jeny dalam hati "tap tap tap tap tap" orang yang di kamar mandi pergi "ummachh" lisa mencium kening jeny "lisa.. " kata jeny "tek" pintu di buka oleh lisa "mereka sudah pergi" kata lisa mendengar itu jeny langsung buru buru keluar dan pergi lisa tersenyum "kali ini aku yakin cintaku tidak bertepuk sebelah tangan".


di rumah jeny...


jeny menggosok gigi nya " ya ampun mimpi apa aku"kata jeny sambil berkumur kumur "berani sekali dia mencium ku.. aku ini masih lurus kok seenaknya saja mencium ku bagaimana jika ada yang lihat" kata jeny "tuk" dia meletakkan sikat gigi nya dan pergi bersiap tidur "ting" ponsel nya bunyi "good night sayang" pesan dari lisa "Tuhan aku merinding" kata jeny "aduuuhhh... aku malu banget nih dia melihat ku menangis... ya ampun.. malu nya".

__ADS_1


__ADS_2