
pagi hari yang cerah jeny membuka mata nya "ka lean? " jeny melihat ke sebelah nya tidak ada siapapun "jeny!! kau bisa terlambat kerja nanti" jeny mendengar suara rita dari luar "iya bibi" jeny segera berdiri membawa jubah mandi nya "huh" jeny melihat ada tulisan di cermin kamar mandi nya "aku ada rapat pagi ini tidak bisa bersama mu untuk pagi ini bye" jeny tersenyum "aku juga tidak akan bisa bersama mu aku harus kerja" kata jeny.
boy turun dari taxi "semoga jeny masih ada di rumah" kata boy sambil membawa paper bag di tangan kanan nya "tok tok tok" boy mengetuk pintu "jeny!! " pintu terbuka "boy.. sini masuk " kata rita "iya bibi" kata boy "oh ya bibi jeny kemana? " kata boy "aduuh.. jeny baru saja berangkat tadi" kata rita "oh.. sudah berangkat ya padahal niat nya aku mau sarapan bersama" ucap boy "dia saja hanya makan sebatang coklat langsung pergi berangkat makan lah sarapan di meja " kata rita "iya deh" kata boy.
pintu mobil terbuka "aduh.. untung gak terlambat makasih ya pak ini uang nya" kata jeny "terimakasih nona" kata supir taxi jeny berjalan sedikit lebih cepat "permisi nona" jeny berhenti lalu berbalik "paket untuk tuan john Hayashi" jeny memperhatikan kurir di depan nya "baik" kata jeny "berapa? " kata jeny "sudah di bayar nona silahkan tanda tangan di sini" kata kurir "oke" kata jeny "dengar aku selalu mengawasi kau jangan takut aku akan turun tangan jika kau memberiku kode" jeny terkejut mendengar perkataan kurir "jangan menatap ku fokus tandatangan" kata kurir itu yang tidak lain adalah fudo "terimakasih" kata jeny "sama sama nona" fudo pergi.
"masuk" jeny membuka pintu "tuan ada paket untuk mu" kata jeny "bawa sini" kata john jeny berjalan mendekati john "dari siapa? " tanya john "aku tidak tau saat aku datang tiba-tiba ada kurir memanggilku mencari mu untuk memberikan paket atas nama mu ini" kata jeny "baik, jeny pergilah bersama yang lain jemput barang di pelabuhan" kata john "oke" kata jeny sambil beranjak pergi john membuka paket itu isinya makanan "kirim seseorang kemari" kata john di telpon tak lama datang seorang wanita setengah baya "makan ini" kata john wanita terlihat patuh dia memakan makanan yang di berikan john "berhenti " kata john "baik tuan" kata wanita itu setelah beberapa menit kemudian john menyuruh wanita itu pergi keluar dan terlihat berjalan ke arah lift "uhuk.. uhuk" dia memegangi dada nya yang terasa sesak "uhuk.. uhuk".
" brukk"sebuah kotak kayu besar di letakan di depan jeny "krakk" kotak di buka jeny melihat senjata yang begitu besar ada di dalam kotak itu jeny mengeluarkan ponsel nya melihat foto yang di berikan oleh zach "oke masukkan ke dalam mobil" kata jeny.
pintu mobil di buka john masuk ke dalam mobil "cepat" kata john "siap tuan" kata kibo "uhuk.. uhuk" john terbatuk batuk dada nya terasa sesak john membuka dasinya dan juga jas nya.
__ADS_1
"ting" pintu lift terbuka "AAHHHHH" semua menoleh ke arah suara "ada apa? " kata yang lain
"ada mayat"
"ya ampun kenapa dia bisa mati? "
"mulutnya mengeluarkan banyak darah"
"ada apa ini? " aniel bodyguard john datang "ada mayat pak" kata mereka "kan cuma mayat bukan nya kalian sudah biasa kenapa banyak drama" kata aniel sambil mendekati mayat wanita di lift "cari kotak buang mayat nya ke laut" kata aniel.
fareed berjalan dengan cepat ke arah sebuah ruangan dengan kasar dia membuka pintu "john" kata fareed "ya" kata john terlihat ada dua dokter di sana "ada orang yang mencoba meracuni ku" kata john "tuan" ada suara dari luar pintu "ada apa? " kata john "nona jeny terluka parah" john langsung menatap ke arah pintu menyuruh pembantu nya membuka pintu "kau bilang apa? " tanya john "nona jeny dan yang lain di serang dalam perjalanan dan hanya tersisa nona jeny dan satu orang anggota kita" kata orang itu "kakak" kata john "serahkan pada ku" kata fareed.
__ADS_1
jeny meringis sambil membalut luka nya "mereka ada di dalam tuan" pintu terbuka jeny menatap siapa yang datang "dia" kata jeny dalam hati "kau jeny? " tanya fareed "iya" kata jeny "apa yang terjadi dengan kalian" kata fareed sambil menatap pria di sebelah jeny "tuan kami di serang" kata jeny "benar tuan mereka sangat sangat banyak kami kewalahan " sahut pria di samping jeny "mereka berniat mencuri senjata yang sudah tuan john beli tapi kami melawan sebisa nya" kata jeny "apa kalian mengenali nya? " tanya fareed "tidak tuan" kata jeny "tapi tadi mereka menyebutkan kan satu nama " kata pria di samping jeny "siapa yang mereka sebut? " tanya fareed "mereka mengatakan kalau mereka akan mendapatkan upah besar dari orang bernama choi jika berhasil merampas semua senjata milik tuan john dan juga berniat menculik nona jeny " kata pria itu "jeny untuk apa? " kata fareed dalam hati "jeny mau kenal choi? " tanya fareed "tidak tuan tapi aku pernah bertemu dengan orang bernama choi waktu di klub bersama tuan john" kata jeny "kenapa kalian hanya melihat obati mereka berdua" fareed langsung pergi.
"ZELIE!!!! " seorang wanita berjalan dengan cepat ke arah john "makanan apa yang kau berikan pada ku? " john terlihat marah "maaf tuan" kata zelie pembantu john "aku bilang jangan beri aku makanan seperti ini!! " kata john "maaf maaf tuan saya lupa maaf maaf" kata zelie "bawa pergi sebelum aku membunuh mu!! " kata john "kenapa kau memarahi nya? " tanya fareed yang baru saja datang "pembantu itu sangat bodoh dasar manusia rendahan" kata john "melihat mu begini membuat malas menyampaikan informasi" kata fareed sambil duduk dan memakan sepotong daging panggang "ada informasi apa kak? " tanya john "kau pernah bertemu seseorang bernama choi di klub bersama jeny? " tanya fareed "paman choi" kata john "jadi paman yang kalian temui di klub!! " kata fareed "kenapa? " kata john "menurut informasi dari jeny dan anggota mu yang tersisa bersama jeny mengatakan mereka di serang banyak orang yang mencoba merampas senjata yang kau beli dan mereka mencoba bertahan dan juga orang orang itu menyebutkan kan satu nama" fareed menceritakan semuanya ke john membuat mata john menjadi merah "dia mau menculik jeny " kata john "kau juga harus dengar mereka berhasil merampas satu truk senjata milik mu" kata fareed "paman benar benar keterlaluan!! " kata john "aku juga tidak menyangka paman menggunakan cara kotor seperti ini tapi pertanyaan nya adalah kenapa dia mau menculik jeny juga? " tanya fareed "paman pernah mengajak jeny bergabung bersama nya karena dia tau jeny bukan wanita sembarangan apalagi dia pasti mendengar siapa yang membunuh si pirang itu" kata john "jeny membunuh nya? " tanya fareed john mengangguk.
danmi menurunkan kotak kayu dari truk "ahh.. kenapa harus aku yang melakukan ini" kata danmi "ayolah jangan mengeluh" kata fudo yang membuka kotak kayu itu mengeluarkan isinya "iya ayolah semangat" kata pam "tapi ini berat" kata danmi "tidak kok" kata pam.
mobil kuning berhenti di luar gerbang lau kembali pergi "kak danmi!!! " seru jeny "seperti suara jeny" fikir fudo "kak danmi!! " terlihat jeny datang "aduh.. masa harus ak--" jeny menatap fudo begitu juga sebaliknya "kak fudo kok kakak ada disini? " tanya jeny "kau juga kenapa tau tempat ini? " tanya fudo.
di dalam rumah danmi..
"dia wakil atasan ku" kata fudo "apa? bagaimana mungkin " kata jeny "jadi kenapa kau tau tempat ini? " tanya fudo "hum.. dia pelatih ku" kata jeny "aih.. sudah lah intinya kita tuh satu tim" kata danmi "iya cepat kerja " kata pam "kerja apa nya? tubuh ku benar-benar sakit kalian benar-benar pakai tenaga melempar ku" kata jeny "yang melakukan nya si fudo bukan kami" kata danmi "biar kelihatan real" kata fudo "apa!! seenaknya saja " kata jeny "lihat saja akan terjadi peperangan antar keluarga" kata fudo "dan kita akan menjadi penonton nya" kata fudo "jadi kenapa bisa terjadi perang antar keluarga? " tanya jeny "john dan paman nya tidak akan pernah akur di tambah dengan masalah yang kita buat tadi ku yakin mereka akan saling berhadapan di medan perang " kata fudo "aku mengerti maksud mu kau memang cerdas" kata danmi "tunggu dulu aku belum paham" kata jeny "intinya mereka akan saling membunuh atau melukai satu sama lain mereka berkelahi jen" kata danmi "oh. ya ya aku ngerti nih sedikit" kata jeny "cepat masukkan kotak kayunya ke dalam truk aku akan mengirim truk ini ke jalan yang tidak jauh dari perusahaan paman nya john" kata fudo "okee oke" kata pam "biar aku bantu" kata jeny "hei kau duduk sana istirahat ngapain juga kau datang lebih baik kau tidur" kata danmi "tidak papa nanti jeny akan ku antar pulang sambil membawa truk ini" kata fudo.
__ADS_1
john meneguk wine nya dengan perlahan "ini tidak bisa di biarkan aku harus memberi perhitungan dengan nya" kata john "tuan anda memanggilku? " tanya fong "siap kan semuanya kita akan menemui pria bajingan itu" ucap john "aku benar-benar tidak akan segan menghabisi mu paman" kata john dalam hati.