
wanita dengan rambut pendek dan jas hitam berjalan ke arah sebuah ruangan.
"masuk" ada suara dari dalam wanita itu pun langsung masuk "lisa ternyata kau" kata cika "loh ini bukan ruangan robi ya? " kata wanita berambut pendek tadi, yang tak lain adalah lisa "iya ini ruangan robi aku cuma mengambil beberapa jarum suntik robi sedang ada di ruangan sebelah ada apa? " tanya cika "hum.. ini soal jeny" kata lisa "iya katakan saja" kata cika "ini tidak sering tapi terkadang terjadi " kata lisa "hum... jeny masih mengalami mimpi buruk lagi .tapi tidak sering namun terkadang terjadi" kata lisa "tidak papa lisa ini memang butuh proses tugas mu hanyalah menenangkan jeny ketika dia mengalami mimpi itu robi dan aku akan datang mencoba melakukan beberapa trapi agar trauma jeny hilang" kata cika "namun kemungkinan tidak sepenuhnya bisa hilang dia akan ingat namun kita akan mencoba membuat jeny melupakan nya" kata cika.
"kakak.. aku tau kak riki tau semua bagaimana dia hum. apa dia menerima ku.. aku aku menyukai wanita" fudo teringat perkataan jeny saat di bandara tadi "kakak aku takut kakak tidak bisa menerima ku" kata jeny "jeny tenang lah, semua akan baik baik saja" fudo memakai kacamata nya "aku berharap tidak ada masalah kedepan nya" kata fudo.
di tempat lain
__ADS_1
suara ponsel terdengar keras membuat reno terjaga dari tidur nya "huam"dia seketika terkejut melihat wajah dio begitu dengan dengan nya " AAHH!! "dio terbangun " reno? "dio duduk dan mengusap wajah nya lalu menatap reno " ada apa? kau membuat ku kaget"kata dio dengan wajah syok "kenapa kita bisa satu kamar? " kata reno "kau lupa? kita kan memang di pinjam kan satu kamar oleh teman mu" kata dio "oh" reno berdiri dan mengambil ponsel nya "halo" kata reno "oh oke, oke kau urus saja semua nya aku akan segera kembali " kata reno lalu dia meletakkan kembali ponsel nya "dio kita harus pesan tik--? " reno melihat dio kembali tidur "apa? dia masih bisa tidur? " kata reno "kalau begitu aku saja" reno kembali mengambil ponsel nya "aku butuh tiket pesawat dua" kata reno.
jeny tersenyum melihat hasil foto nya barusan "ini sangat bagus" kata jeny "kami boleh minta kan? " kata pria berkostum naruto di depan jeny "boleh" kata jeny "oh ya nona jeny kami harus kembali ke Jepang pesawat kami akan berangkat tiga jam lagi" jeny langsung berdiri, "benarkah? " kata jeny "iya jadi kami langsung ingin ke bandara" jeny melihat sekeliling nya "bentar, dimana lisa? " kata jeny "di sini" lisa datang "mereka akan kembali kita harus memberi mereka hadiah" kata jeny "aku sudah siapa kan semua nya di dalam mobil. bright akan mengantar mereka" kata lisa "syukur lah ku fikir kau lupa" kata jeny.
di bandara..
jeny tercengang melihat seorang wanita datang ke toko nya "Hai" kata wanita itu "kak nano" kata jeny "hai jeny" kata nano "lama tidak bertemu dan aku juga tidak kerja di situ lagi, karena kelamaan sakit jadinya aku berhenti" kata jeny "pantas saja kau tidak kembali, aku datang untuk menjenguk mu dan melihat toko mu" kata nano "ya lihat saja mungkin mau tertarik dengan jubah panjang, jaket, kaos, atau topi, casing ponsel juga ada" kata jeny "toko benar-benar indah rasa nya saat sampai di pintu aku langsung masuk ke dunia imajinasi" kata nano jeny tersenyum lebar seketika.
__ADS_1
"dio.. dio bangun ini sudah siang" kata reno sambil menggoyang goyangkan tubuh dio "dio bangunlah, boy sudah mengajak makan dan juga kita harus cari harus bersiap untuk pergi" kata reno "biarkan aku tidur enam menit lagi aku benar benar mengantuk gara gara mengurus mu tadi malam" kata dio "mengurus ku? " kata reno "hum.. kau mabuk berat dengan pria bernama danmi, boy, dan siapa itu semua nya deh jadi aku benar-benar ngantuk habis menjaga mu semalaman biarkan aku tidur kau makan saja duluan" dio masih memejamkan mata nya "hum" reno berdiri dengan kesal "tunggu" dio duduk "tunggu bentar aku akan bersiap" kata dio "tadi kau bilang kau ngantuk" kata reno "aku tidak akan membiarkan mu pergi dengan wajah kesal" kata dio sambil pergi ke kamar mandi "sial kenapa aku jadi baper sama dio" fikir reno "memang nya aku mabuk parah ya sampai harus di jaga semalaman" kata reno.
"akhirnya kalian keluar juga, kalian belum sarapan kan tapi ini sudah siang makan saja lah" kata boy "kenapa muka mu jelek sekali? " kata boy "siapa? aku? " kata reno "iya lah" kata boy "oh ya sebagai teman mu aku mau memberimu saran, jika tidak kuat minum ya jangan minum terlalu banyak kau tidak kasihan pada pacar mu untung dia cekatan dan menjaga mu dengan benar. kau sangat mabuk parah tadi malam" kata boy "benarkah? " tanya reno "iya kau menendang orang, menyiram orang, menarik orang lain, berjalan ke jalanan yang ramai, hampir masuk ke tong sampah hahaha lucu deh pokoknya apalagi pas sampai di sini kau malah tidur di meja makan untung pacar mu lagsung menarik mu dan menjaga mu dari serpihan gelas yang pecah karena mu" kata boy "maaf" reno menatap dio yang mata nya terlihat sangat merah "dia kurang tidur tuh" kata boy "astaga aku ada janji menjemput bintang aku pergi dulu anggap saja rumah sendiri" boy pergi "kau masih ngantuk? " tanya reno "tentu " kata dio "kalau begitu kita bisa pulang besok agar kau bisa istirahat" kata reno "tidak bisa kita punya banyak pekerjaan" kata dio "tapi kau mengantuk tuh" kata reno "aku bisa tidur di pesawat" kata dio.
beberapa pelayan membantu jeny membereskan toko nya "akhirnya gak terasa ya udah sore aja" kata jeny "jeny" lisa yang sedang menggantung Jaket langsung menoleh "no.. kau " jeny langsung menghampiri reno "aku harus kembali pekerjaan ku besok sangat banyak " kata reno "oh.. semangat ya" kata jeny "kami pamit ya" kata dio "iya jaga teman ku ya" kata jeny "sampai ketemu kembali" kata lisa.
"tuk" reno menoleh ketika kepala dio bersandar di bahu nya, terlihat dio benar benar sudah terlelap dan terlihat benar benar kelelahan "jeny bilang kau yang harus menjaga ku kenapa malah sebalik nya" kata reno "aku akan menjaga mu biarkan aku tidur dulu" kata dio "apa? " reno terkejut dio masih merespon perkataan nya.
__ADS_1