
semua berkumpul di rumah lisa terlihat mereka semua kelelahan "dimana kau jen" kata lisa "dengar semua" boy berdiri "apa kalian mengenal dua wanita yang menjebak lisa kemungkinan dia ada bersama jeny kan? " boy menunjukkan ponsel nya "guys" joe datang "polisi bilang jika belum dua puluh empat jam mereka tidak akan membantu" kata bob "dim? " lisa langsung berdiri "ini ulah dim aku yakin dan dia pasti membawa jeny" kata lisa "ayo kita cari dia" kata Daichi.
pam meletakkan ayam yang baru saja dia panggang ke atas piring "ini saos nya" kata riki "riki" fudo datang "ada orang yang menelpon mu nih" fudo menyerah kan ponsel riki "siapa ini nomor asing" kata riki "angkat saja " kata amin "halo ini siapa? " tanya riki "kakak aku sudah di bandara apa kau sedang kerja di kantor mu? " riki menatap teman teman nya "jeny kau ada di mana? " kata riki "aku sedang ada di bandara dan mencari taxi sesuai alamat yang pernah di berikan kak fudo" kata jeny "apa! " kata riki "gawat" fudo langsung memakai sepatu nya "jeny.. jeny jangan kemana mana oke diam di bandara" kata riki "oke tetap lah di sana kami datang ke sana oke" kata riki "oke nanti aku telpon lagi" jeny mematikan telpon riki menggigit bibir nya "mati kita bagaimana ini, rahasia kita akan terbongkar kalau kita bukan polisi" kata riki "bagaimana ini" kata pam "fikir kan nanti sekarang aku jemput dia dulu" kata fudo "aku ikut" kata riki "kalian bereskan tempat ini simpan semua senjata jangan sampai jeny curiga" kata fudo.
dengan marah lisa menarik dim dan mendorong nya ke dinding dim tersenyum "ada apa dengan mu" kata dim "jangan pura-pura" kata lisa "kau yang menyuruh wanita itu kan? " kata joe "greb" dim memegang tangan lisa "hahahahaha... hahahahahhaha" dim tertawa "jadi kau menunduh ku dengan alasan konyol seperti ini? " kata dim "karena aku tau siapa kau" kata lisa "permisi" beberapa polisi datang "pak polisi akhirnya kau datang lihat pak aku mendapatkan serangan" kata dim "maaf nona lisa anda harus kami bawa" mata polisi "apa? tapi aku gak salah" kata lisa "lepas kan adik ku" kata Daichi.
fudo memperhatikan sekeliling nya "jeny kakak tidak bisa melihat mu " kata fudo "aku sedang membeli minuman kak hei aku melihat kakak.. jangan bergerak aku ke sana" kata jeny sambil berlari "aduh" jeny jatuh "itu itu jeny" kata riki "jeny" kata fudo "aduhh.. " fudo membantu jeny berdiri "ya ampun.. kening mu berdarah" kata riki "aku kepeleset" kata jeny "ayo kita ke apotik beli obat" kata fudo.
di dalam kantor polisi
Daichi menandatangani sebuah surat "silahkan nona anda di bebas kan" kata polisi itu lisa keluar "tunggu" kata lisa dengan mata tajam "nona lisa" seorang polisi datang "kebetulan sekali pak kau datang aku baru saja mau menelpon mu dengar anak buah mu yang ini dan ini, ini dan ini empat orang ini menangkap ku tanpa alasan yang jelas " kata lisa "jika ka tidak memecat nya aku akan membuat kalian tidak bisa kerja di tempat ini" kata lisa "mohon maaf atas kesalahan nya nona lisa" kata polisi itu
"kalian berempat di pecat"
lisa langsung berbalik
__ADS_1
"pak maafkan kami pak"
"tolong beri kami kesempatan pak"
"iya Pak tolong pak"
"APA YANG KALIAN FIKIR KAN? BERANI NYA MENANGKAP NONA LISA!! CEPAT PERGI SEKARANG!! "
lisa langsung pergi "uhm.. nona lisa maafkan anggota saya ya saya sudah memecat nya" lisa menatap polisi itu "terimakasih kerja sama nya" lisa masuk ke dalam mobil.
pintu di buka fudo masuk sambil membawa jeny "Hai jen" kata pam "Hai kak" kata jeny "ayo duduk biar aku mengobati luka mu" kata fudo "aku akan meletakkan tas nya di kamar" kata riki "kakak tadi aku mau beli sesuatu untuk kalian tapi aku gak tau mau beli di mana" kata jeny "tidak masalah" kata amin "aw.. kak sakit" kata jeny "tahan bentar" kata fudo "kakak kalian gak bertugas di kantor? " kata jeny "um... " endo menatap pam "um.. kami kami sedang.. " pam menatap amin "sedang melakukan tugas rahasia " kata amin "ya ya" kata pam "kaya mata mata gitu ya" kata jeny "iya" kata endo.
riki mengusap rambut adik nya sambil bernyanyi "kakak apa kau akan meninggal kan ku? " kata jeny "hum? seorang kakak tidak akan pernah meninggal kan adik nya" kata riki "kalau begitu tetap lah di samping ku" kata jeny "iya... kakak akan di sini tidur lah" kata riki "kakak bisakah kau memeluk ku" kata jeny "tentu " riki langsung berbaring dan memeluk jeny "kau kelihatan berbeda kali ini" kata riki "benarkah? " kata jeny "ya sudah lah cepat tidur" kata riki.
di taman lisa duduk sambil memeluk foto jeny air mata nya menetes di pipinya "kenapa begitu sakit mencintai mu"
__ADS_1
"aku tidak mau mencintai mu lagi"
"lisa aku berharap aku bisa menjadi seperti dirimu yang bisa mencintai banyak orang tanpa harus merasa terikat dalam suatu hubungan"
"aku tau semua nya"
lisa mengusap air matanya "aku mencintaimu jeny... kembali lah pada ku" kata lisa boy yang berdiri di kejauhan menatap lisa yang sedang menangis "jeny... aku merindukan mu... maafkan aku" kata lisa "lisa" kata boy lisa langsung menatap boy "boy.. dimana jeny.. boy" kata lisa "hei" boy memeluk lisa.
di dalam bar..
"dimana boy? " tanya jin "aku menyuruh nya pulang untuk menemui lisa" kata Jack "kira kira jeny kemana ya" kata jin "aku juga gak tau bahkan polisi saja tidak bisa menemukan nya" kata Jack "aku juga kepikiran jeny" kata jin "melihat dia menangis waktu itu dada ku ikut sesak" kata jin.
di apartemen..
jam sudah menunjukkan pukul satu tapi joe masih duduk di sofa seorang diri "kemana dia pergi" kata joe "dirumah kosong gak meninggalkan pesan apapun, kemana lagi dia pergi " kata joe "joe" bob datang "kau belum tidur" kata bob "aku sedang berfikir jangan ganggu aku" kata joe "satu tempat yang belum kita lihat makan tempat keluarga jeny" fikir joe.
__ADS_1
"lisa lisa... hei lisa kendalikan diri mu" ujar boy "dia sangat membenci ku boy.. aku tidak berguna dia benar benar merasa terluka" kata lisa "aku tau tapi ini bukan salah mu" kata boy "kita akan cari jeny lagi besok sekarang kumpulkan energi buat mencari jeny besok" kata boy "tapi dimana kita cari dia" kata lisa "lisa.. kau mencintai jeny kan? " kata boy "sangat mencintai nya boy" kata lisa boy tersenyum sambil mengusap air mata lisa "kalau begitu kau harus berjuang jangan menyerah kau harus semangat jika kalian berdua berhenti berjuang cinta kalian akan berakhir begitu saja saat ini jeny sudah berhenti hanya tersisa kau dan jika kau berhenti kau tau kan apa selanjutnya dengar cinta itu hubungan yang bangun dengan dua orang kau harus cari jeny besok dan ajak dia kembali berjuang bersama mu, sekarang sudah malam kita harus istirahat" kata boy "terimakasih ya boy" kata lisa.
fudo datang dengan membawa koper "dapat" kata endo "dapat ini semua seragam lengkap polisi sudah ada nama nama nya " kata fudo "dari mana kau dapat? " kata pam "aku membeli langsung ke pusat nya kita bisa pakai besok" kata amin "bagaimana jika ada yang tau kalau kita bukan polisi" kata riki "bagaimana juga nanti kita bicarakan ini pada tuan fang" kata amin "aku yang akan bicara " ucap riki "yeay sudah lama aku tidak memakai seragam begini" kata endo "aku juga mungkin sudah enam atau lima tahun yang lalu aku jadi polisi" kata riki "ya tapi dulu polisi asli sekarang kita bukan polisi asli kita cuma bodyguard tuan fang " kata amin "anggap saja sama" kata fudo "sudah jangan berisik besok kita harus bertugas" kata riki yang lain tertawa "siap komandan" kata pam.