Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
membahas pertunangan


__ADS_3

suara tawa terdengar dari sebuah rumah besar dan megah dengan cat putih bersih.

__ADS_1


"hahaha.. aku sakit perut " kata lisa "hei kau pandai sekali mengarang cerita, aku tidak seperti itu " kata jeny "jujur saja jika kau menghilang di malam hari dan pasti kau selalu muncul di dapur" kata lisa "tapi kan tidak sering" bantah jeny "hahaha tidak papa" kata alfie "lisa juga dulu begitu saat masih kecil " kata Daichi "benarkah" kata jeny "iya " kata hiko "haa.. sekarang kau dengar itu" kata jeny "kenapa kalian membocorkan nya" gerutu lisa "ku rasa papa dan mama lebih menyayangi jeny sekarang" kata Daichi sambil tertawa meledek lisa, "jangan sok tau, oh jadi bagaimana dengan yang ku katakan tadi" kata lisa "acara nya kita lakukan saja di rumah ini" kata alfie "benar itu" kata hiko "aku akan mengambil sesuatu" Daichi pergi "kenapa tidak di rumah kita saja? " kata jeny "tanya mama" kata lisa "hum.. ma" kata jeny "dengar jeny biarkan acara tunangan nya di sini dan rumah kalian juga di hias setelah selesai tunangan kalian bisa langsung pulang" kata alfie "kita harus cari tukang dekorasi yang terbaik" ucap lisa "aku bisa" kata jeny "aku tidak yakin, ku rasa kau akan mendekorasi rumah ini dengan ribuan balon" kata lisa "kau selalu saja meledek ku, aku mau ke toilet " kata jeny "jangan lama lama" kata lisa "astaga" kata jeny "jadi ma kita hum.. dresscode nya apa? " tanya lisa.

__ADS_1


jeny berhenti melangkah setelah selesai dari toilet dia memperhatikan Daichi yang memegang semprotan serangga "kakak kau sedang apa? " tanya jeny "astaga kau membuat ku kaget" ucap Daichi "kenapa kau bawa sirup? " kata jeny "ini bukan sirup ini racun semprot untuk serangga" kata Daichi "oh kau mau gunakan untuk apa aku tidak lihat serangga" kata jeny "itu" Daichi menunjuk kecoak besar di atas meja "waw cepat semprot" kata jeny "csssss" Daichi menunduk ketika kecoak itu terbang "awas jeny" kata Daichi "haa... racun mu tidak efektif biar aku yang mengatasi" kata jeny "jangan banyak gaya dia bisa masuk ke telinga mu" kata Daichi "diam aku tau caranya menangkap kecoak, kak fudo yang mengajar kan nya lihat ya " jeny mengambil buku di rak dan sebuah mangkok di atas meja "kau yakin menangkap nya dengan dua benda itu? " tanya Daichi "lihat saja" jeny menatap kecoak merayap di dinding "tap" jeny menutup kecoak itu dengan mangkok yang dia pegang.

__ADS_1


"dapat nih!! bentar ya aku akan tutup mangkok nya dengan buku ini" kata jeny dengan percaya diri "ada guna nya juga punya adik ipar seperti mu" kata Daichi "kakak ipar tidak berguna sama kecoak aja takut" ledek jeny "hei kau bilang apa? dengar ya kakak mu ini bukan takut cuma waspada saja, kecoak itu hewan kotor" kata Daichi "oke sudah berhasil ayo kita lihat kecoak nya" jeny berbalik "uhuk" Daichi terkejut sesaat dan langsung menepuk dahinya sambil tertawa kecil "ada apa? " jeny bingung "kecoak nya huahahaha" Daichi menunjuk ke arah jeny "iya aku sudah dapat" kata jeny "ada apa ini? " lisa datang "lihat dia bergaya mau menangkap kecoak! kau lihat kecoak nya di mana sekarang" kata Daichi lisa menoleh ke arah jeny "astaga kakak kenapa kau tertawa" kata lisa dengan panik "lisa aku menangkap kecoak !! aku baru melindungi kakak mu dari kecoak" jeny bangga "iya aku tau, jeny bisa kau diam sebentar dan jangan bergerak" kata lisa "ada apa? " kata jeny "diam saja" kata lisa "oke" kata jeny.

__ADS_1


lisa mengambil toples yang ada di dekat nya "tap" kecoak yang ada di pipi jeny langsung di masukan ke dalam toples itu "wah kecoak nya ada dua! aku gak terasa kalau ada kecoak menempel di pipi ku" kata jeny "coba buka mangkok nya" Daichi masih tertawa "lihat ya" jeny membuka nya "loh.. kosong? dia kecoak sirkus bisa menghilang! padahal aku menutup nya dengan rapat" ucap jeny "ya ya dan ini sudah ada di dalam toples" kata lisa "dan kecoak nya cuma satu" Daichi pergi "satu? hah masa sih? seharusnya dua dong" kata jeny "jangan bahas kecoak lagi " kata lisa "kau mau pelihara kecoak nya? " tanya jeny "tidak" kata lisa sambil mengetuk kepala jeny "lalu kenapa di taruh ke dalam toples" kata jeny "sai buang ini" kata lisa "apa semua nya sudah beres, eh sai jangan buang sekalian toples nya kasihan kecoak nya. oke lisa apa sudah selesai kita harus membeli sesuatu untuk acara ara besok " kata jeny "kita makan dulu baru pergi ayo" kata lisa sambil menggandeng tangan jeny.

__ADS_1


__ADS_2