Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
hadiah wisuda


__ADS_3

rantai kecil di tarik oleh lisa "aih" jeny menoleh ke arah lisa "tidak coklat lagi nona sweet" kata lisa "tapi itu bukan coklat" kata jeny "tarik dia lisa" kata riki yang duduk di dalam troli "kakak? " jeny melihat fudo mendorong troli yang di dalam nya ada riki sedang duduk dengan tenang ."kakak sama adik sama saja" kata amin "tapi kenapa fudo meletakkan riki di dalam troli? " tanya endo "karena tadi ada yang mengganggu riki pas beli daging, tadi ada yang mencoba menarik riki dan menganggu nya" kata pam "belok kanan" kata riki "jangan mengatur ku, baca catatan nya" kata fudo "kita perlu brokoli hijau" kata riki "bagus" kata fudo sambil menarik riki keluar dari troli "ambil brokoli hijau pilih dengan benar" kata fudo, "kenapa aku? " tanya riki "kau mau makan tidak? " kata fudo "ya ya aku akan pilih lalu kau akan apa? " kata riki "aku akan memilih kentang" kata fudo "awas awas... awas" fudo menoleh terlihat amin mendorong troli dengan endo dan pam di dalam nya "awas jatuh" kata fudo "siap komandan" kata amin "lisa besok acara wisuda ara. kita harus datang" kata jeny "tentu" kata lisa "tapi hadiah apa yang akan ku berikan pada nya? " kata jeny "kau tidak tau ara suka apa? " kata lisa "dia suka joe" kata jeny "yang lain" kata lisa "apa ya.. aku tidak tau" kata jeny "mobil? rumah? tas? baju? vila?atau hal lain? " kata lisa "ayolah lisa katakan hal lain" kata jeny "bagaimana kalau gaun" kata jeny "ide bagus" kata lisa "kalau begitu bantu aku memilih dress untuk nya" kata jeny.


di dalam apartemen..


joe menatap dirinya di depan cermin "aku tidak akan mengatakan nya, aku tidak bisa" kata joe, bob dan Agnes berdiri di depan pintu kamar joe melihat joe sedang berdiri di depan cermin "tidak tidak... " joe mengusap wajah nya "dia sedang apa? " bisik Agnes "aku juga tidak tau mungkin latihan tersenyum untuk pelanggan" kata bob. "pelanggaran privasi" joe menatap kedua teman nya "kau sedang apa? " kata Agnes "bukan apa apa" kata joe "ayolah" kata bob "bagaimana cara memberi hadiah ke orang" kata joe "demi apa!! " kata bob "sudah ku duga kalian akan meledek ku" kata joe "jangan sedih lihat ini, ayo" kata Agnes sambil menarik tangan joe ke ruang tamu "duduk lah" kata Agnes .


"perhatikan!! " bob datang dengan penampilan yang berbeda dan juga senyuman manis lalu mendekati Agnes "Hai" kata bob "hai juga" Agnes sambil tersenyum malu malu "hum.. aku punya kejutan untuk mu" kata bob "benarkah? " kata Agnes "iya sekarang pejamkan mata mu" kata bob "baik lah" Agnes memejam kan mata nya "sekarang buka mata mu dan lihat, kejutan!!! " kata bob "ya ampun.. boleh aku buka? " Agnes dan bob langsung menatap joe "cara kedua" kata mereka berdua, bob mundur tiga langkah "tada... " kata bob sambil mendekati Agnes "wah apa ini? " kata Agnes "hei omong kosong apa ini jelas itu hadiah kenapa bertanya" kata joe "lihat saja jangan protes" kata bob "oh oke" kata joe dia kembali duduk dan melihat kedua teman nya menunjukkan cara bagaimana memberi hadiah ke orang lain "cara kesembilan" kata Agnes "astaga" kata joe dalam hati.


malam hari nya

__ADS_1


"kenapa jadi banyak hadiah di rumah kita" kata lisa "ini dari tuan boy dan pacar nya untuk nona ara, kemungkinan mereka tidak bisa datang" kata sai "lalu ini" kata jeny "dari teman yang lain" kata sai "jeny!! " jeny berlari ke arah pintu "hati hati jen" kata riki "iya kakak aku tau itu" kata jeny sambil membuka pintu "Reno" kata jeny "hai" Reno memeluk jeny "ayo masuk Reno, dio" kata lisa "siapa mereka" kata fudo "tamu" kata jeny "kami tidak bisa datang dalam acara pacar nya joe tapi kami bisa menitipkan hadiah kan? hadiah untuk siapa nama pacar joe" kata dio "ara" kata lisa "iya untuk ara" kata reno ."ayo makan dulu"kata lisa "kau selalu sibuk seenaknya" kata jeny sambil berjalan ke arah meja makan "kau juga sibuk" kata Reno sambil makan ceri "tapi kau lebih sibuk, dasar sok sibuk" kata jeny "aku sekarang makin sibuk apalagi semenjak mendapatkan nya" kata Reno "kenapa? " kata jeny sambil mengunyah ceri nya "banyak gadis yang mencoba dekat dekat dengan nya" kata Reno "malah gosip" kata riki, "tidak papa sudah terbiasa, mereka kalau bertemu memang begitu" kata lisa "jadi kapan kau bertunangan dengan nya? " kata jeny "dia sudah melamar ku di hari kedua kami jadian" Reno menunjukkan cincin yang melingkar di jarinya "waw secepat itu" kata jeny "iya" kata Reno "aku sangat senang mendengar nya" kata jeny "jadi kapan kau menikah? " tanya Reno "aku tidak tau" kata jeny.


dio duduk di dekat riki "ayo minum" kata riki "hei" fudo mengambil gelas dari tangan riki "aku tidak mau kau mabuk riki, aku tidak mau mengurus mu ya" kata fudo "baik papa" kata riki dengan kesal "hahahaha papa" kata pam "ya fudo kan seperti papa kita, dia selalu mengatur segala nya" kata amin "diam kalian tidak ada alkohol hari ini" kata fudo sambil membawa semua minuman beralkohol itu pergi "hahahaha muka riki" kata endo "fudo aku akan mem--" riki melihat fudo berbalik "kau yang ku mutilasi nanti" kata fudo "tidak jadi" kata riki "hahahaha.. " yang lain tertawa.


keesokan harinya..


"Adam supraman" suara mc seorang pria pun maju ke depan panggung dengan di iringi tepuk tangan meriah jeny memperhatikan kaki joe bergetar, "kau kenapa? " tanya jeny "tidak papa" kata joe "jangan panik" kata lisa "Lakshmi kaarani sukma" hong su langsung tersenyum. ara maju ke atas panggung "terimakasih semuanya, terimakasih kakak!! kakak aku lulus!! " seru ara "ya aku bangga pada mu!! " seru hong su "joe... kulkas kesayangan ku" kata ara jeny menutup mulut nya "jangan ketawa" kata lisa "katakan sesuatu joe" kata bob "diam! " kata joe.


koper di isi dengan pakaian dan juga perlengkapan lainnya "kita akan berangkat kapan? " tanya pam "besok kita harus segera kembali banyak pertemuan yang akan di lakukan tuan fang" kata endo "itu benar" kata amin "kalian dimana tolong aku!!! " pam menoleh ke arah pintu "tolong!!! " endo berdiri "itu suara riki" fudo lari dengan cepat "ahhhhh" pam melihat riki berlari di halaman rumah, "ahh.. lakukan sesuatu angsa ini mengejar ku!!!" kata riki.

__ADS_1


"hahahahahaha" amin tertawa keras "dari mana angsa itu? " kata pam "dari luar aku mau pergi dan angsa langsung masuk tolong!!! " kata riki "bagaimana menangkap angsa? " tanya fudo "tembak dia dan jadikan makan malam" kata amin "omong kosong itu milik orang" fudo mengambil sapu "ayo kejar angsa itu, dia mengganggu riki" kata pam "gawat dia mengejar kita" kata amin "sial" kata fudo "pancing dia keluar gerbang" kata fudo "kejar riki!!" kata pam "angsa bukan riki!!"sahut endo "tunggu ini kebalik!! kenapa sekarang jadi kita yang di kejar angsa itu" kata endo "ayo lari keluar gerbang " kata fudo "lari lebih cepat" kata riki "balik cepat dan tutup gerbang nya" kata pam "huff.. " riki langsung menjatuhkan dirinya ke tanah "sial apa yang kau lakukan? " kata fudo "aku mau mengejar tukang sate, namun ada angsa yang tiba-tiba mengejar ku" kata riki "hampir saja aku menembak nya" fudo pergi "aku jadi lapar" kata amin.


ara menatap joe yang berdiri di kejauhan, dia langsung berjalan ke arah joe yang terlihat kebingungan "ara bergerak" kata Agnes "iya semoga ajaran kita dia ingat" kata bob "wah.. apa yang akan terjadi" kata lisa "hai"kata ara sambil tersenyum " aku akan memfoto kalian "jeny lari ke arah joe dan ara.


" seharusnya aku merantai nya"kata lisa "hati hati jen" kata bob "senyum" kata jeny "kau sedang apa? " kata joe "senyum lagi" kata jeny "oke silahkan lanjut" jeny pergi "tidak waras" kata joe dengan dingin, "tidak papa buat kenangan" kata ara "hum.. baik" kata joe "kenapa kau diam saja dari tadi?" ara menatap wajah joe "aku.. " keringat menetes di pipi joe "astaga kau sangat berkeringat" kata ara sambil mengeluarkan tisu "jangan lihat dia, nanti dia grogi pura pura sibuk " ucap bob "aku mau kesana mengambil balon" kata jeny "tidak" lisa menahan nya "aku juga mau balon" kata jeny "nanti kita beli" kata lisa "aku mau yang itu" jeny pergi.


"jeny!!" lisa mengejar jeny "hentikan" kata joe "apa? " kata ara "hentikan jauh kan tangan mu dari wajah ku" kata joe sambil menepis tangan gadis cantik itu, "kenapa" ara menunduk "hum" joe menatap ara "berdiri lah di samping ku" kata joe "iya" kata ara "kau tau aku.. aku tidak tau apapun tentang hal romantis" kata joe "tidak papa aku tidak mempermasalahkan nya" kata ara "nih" kata joe sambil menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang "apa ini hadiah ku" kata ara "cepat ambil" kata joe "oke terimakasih" kata ara "jangan di buka, buka nya saat aku sudah pergi" kata joe "ya tidak masalah" kata ara sambil mengeluarkan ponsel nya "kau mau apa? "kata joe " foto ayo senyum "kata ara " hah? "joe terlihat kaku .


" tidak papa ini sudah bagus"kata ara "aku ada sesuatu lagi" kata joe "apa? " ara menatap joe "ambil ini" kata joe sambil menyerah kan kotak kecil "wah hadiah lagi" kata ara "ambil cepat " kata joe "iya iya" ara buru buru mengambil kotak itu "yang ini boleh aku buka? " kata ara, joe melihat sekitar nya memperhatikan teman teman nya sedang sibuk masing-masing.

__ADS_1


ara meneteskan air mata "me.. menikah lah dengan ku" kata joe tanpa menatap ke arah adik nya hong su itu, ara langsung memeluk joe "kau melamar ku? " kata ara "ini terlihat buruk" joe masih tidak menoleh ke arah ara. dia terlihat sangat canggung "tidak tidak.. ini sangat baik" kata ara "huh.. kau.. hu... kau suka " tanya joe "suka sekali" kata ara "hum.. jangan katakan pada siapa pun ya aku.. " kata joe. ara tersenyum "aku mencintai mu" kata ara "sudah belum " kata Agnes "sudah di kasih kaya nya tapi kok dia diam saja" kata bob "dasar si kulkas! apa yang dia lakukan" kata jeny "kakak!!!! " ara berlari ke arah kakak nya. hong su langsung merentang kan kedua tangan nya dan memeluk adik nya, "kakak aku di lamar lihat aku di kasih cincin" kata ara "benarkah? " kata jin "iya" kata ara "Tuhan.. " joe berdiri di depan cermin saat di toilet "aku benar-benar tidak bisa melakukan nya" kata joe "aduh joe kenapa kau kaku sekali bahkan lisa lebih pintar dari ku dalam mengungkapkan perasaan, lamaran macam apa tadi semua yang mereka ajarkan tidak ku lakukan astaga!!" kata joe dengan kesal "kita harus rayakan ini" kata jin "benar kita buat hajatan" kata bob "kau mau ku tendang" kata Agnes "gak hajatan juga bob" kata jeny "kita makan makan saja aku yang traktir" kata lisa "yeaah.. makan!!! " kata bob "dan" jeny menatap ara "selamat untuk ara!!! " seru yang lainnya dengan senang.


__ADS_2