Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
mengalah demi jeny


__ADS_3

di tengah malam seorang polisi datang ke sebuah sel tahanan "cepat buka" kata seorang wanita di dalam nya "siap nona" kata polisi itu pintu di buka wanita yang tak lain adalah dim langsung keluar "cepat lop" kata dim "iya nona" kata lop "akan ku transfer segera" kata dim sambil berjalan pergi dengan lop "sudah cukup cara halus , sekarang saat nya cara kasar" kata dim.


"aih lisa " kata jeny "hum.. " kata lisa "aku sedang menonton jangan ganggu aku" kata jeny "aku tidak ganggu" kata lisa "tangan mu" kata jeny "aku cuma butuh kehangatan" kata lisa "tangan mu lisa.. bagaimana aku bisa fokus " kata jeny "ayolah tidur ini sudah malam banget loh " kata lisa "iya dua menit lagi" kata jeny "jika tidak aku akan melakukan sesuatu ya" kata lisa "iya bebas eh? apa kau bilang apa tadi? " kata jeny "bebas pokoknya" kata lisa "auh lisa kau mengigit ku" kata jeny "udah dua menit" lisa mengambil ponsel jeny dan menyimpan nya "aih.. belum selesai" kata jeny "ini sudah malam sayang besok kau bisa nonton lagi" kata lisa sambil memeluk jeny "tapi aku belum ngantuk" kata jeny "biar aku bantu kau tidur" kata lisa "bagaimana? " kata jeny "ada deh" kata lisa "aih.. jangan bilang kau mau nyanyi? aduhh.. kau mengigit telinga ku" kata jeny "jika kau tidak tidur juga aku akan mengigit semua nya" kata lisa "aku akan menendang mu" kata jeny "benarkah? " kata lisa "eh tunggu dulu, kakak bentar lagi ulang tahun mama berencana menyewa bar terbesar di kota ini kau tidak mau membantu mama? mempersiapkan semua nya" kata jeny "hum.. aku akan membantu nya nanti" kata lisa "bentar" jeny duduk dan mengambil sesuatu "aku memilih ini untuk hadiah kakak menurut mu ini bagus atau tidak? " kata jeny "ku fikir itu untuk ku " kata lisa "kau sudah punya banyak untuk apa lagi" kata jeny "kan kau belum pernah memberiku jam tangan" kata lisa "aku tau.. kau cemburu ya" kata jeny "aku marah deh" kata lisa "hei hei jangan marah" jeny memeluk lisa "lisa... ya sudah marah saja sana aku mau menginap di rumah boy" kata jeny "hei gak boleh" lisa langsung mencium jeny "jangan pernah tinggal kan aku kau bisa marah sepuasnya pada ku " kata lisa "tapi jangan pernah tinggal kan aku" kata lisa "bagaimana kalau kau yang meninggal kan ku kira kira aku bagaimana ya? " kata jeny "jangan katakan hal seperti itu" kata lisa "tidak akan ada yang meninggal kan satu sama lain kita akan bersama selama nya" kata lisa "bagaimana nanti kau memberi tahu kakak? soal hubungan kita" kata jeny "kau jangan kawatir, setelah aku menyelesaikan semuanya dan aku akan mengambil cuti panjang dan menemui kakak aku akan katakan semua pada kakak" kata lisa "sekarang bisa kau tidur atau aku harus mencium mu sampai kau tidur" kata lisa "aku akan tidur" kata jeny "kalau begitu tidur lah, jangan sampai aku mencium mu berkali-kali ya" kata lisa "kau tidak bernyanyi untuk ku? " kata jeny sambil menatap lisa "baik baik aku akan bernyanyi tidur lah.. " kata lisa sambil mengusap rambut jeny dengan lembut.


matahari sudah terbit cahaya bersinar menyusup di antara ranting pepohonan


"jrasss" dua pelayan lisa menyiram tanaman di sekitar halaman rumah sao mengeluarkan mobil


lisa membuka tirai jendela "dasar bayi" lisa tersenyum sambil berjalan ke arah jeny "hei.. menikah lah dengan ku" bisik lisa "hum?? " jeny membuka mata nya "huam.. sudah pagi? " jeny duduk "haha sudah siang" lisa merapikan rambut jeny.


"huaaam.. good night" kata riki sambil berjalan ke luar kamar "fudo kau masak apa? " tanya riki "masak batu tumis" kata fudo "batu? kau mau menyuruh ku makan batu? " kata riki "memang nya ada menu baru tumis" kata amin "dia hanya bercanda" kata pam "lagian siapa yang mau makan baru" sahut endo sambil membungkus pangsit "ku fikir sungguhan" kata riki "di larang duduk di dekat meja makan jika belum mandi" kata fudo "apa? " kata riki "aku akan mandi" kata amin "tidak bisa gitu mandi nya nanti saja" kata riki "tidak usah makan " kata fudo "aku benci kamu fudo" riki pergi "hei kau mau kemana? " kata endo "lanjut tidur" kata riki "itu pintu mau keluar rumah" kata pam "oh.. iya ya" riki berbalik sementara yang lain tertawa.


jeny menarik berdiri dan memakai jubah mandi nya "cepat lisa" kata jeny "iya" kata lisa yang masih berendam di bathup.


ponsel jeny bunyi "halo, oh ya ya saya jeny oh anda client nona dim oke.. iya oh iya saya yang mengurus bagian iklan nya oke nanti kita ketemu oke oke saya beritahu atasan saya dulu apa? oh baik lah kita langsung ketemu nanti setelah saya jemput rekan saya ya oke ya terimakasih " jeny meletakkan ponsel nya "kak Daichi pasti senang produk yang dia buat dengan kak dim banyak yang suka" kata jeny.


dalam perjalanan menuju ke kantor

__ADS_1


"dengar lisa aku akan menemui seorang client baru " kata jeny "itu bagus sekali" kata lisa "semoga saja dia tidak php, banyak client abal abal yang aku temui" kata jeny "sabar namanya juga usaha" kata lisa "aku mungkin hanya mengurus beberapa hal " kata lisa "nona kita sudah sampai" kata bright lisa keluar dari mobil "dan juga aku harus ke bandara menjemput investor yang akan datang " kata lisa "aku akan menjemput mu tepat waktu jangan lupa telpon aku" kata lisa "bawa semua bodyguard mu, kau akan ke bandara di sana ke amanan mu terancam aku tidak kemana mana cuma menemui client sebentar dengan kak nano " kata jeny "tidak bisa" kata lisa "bawa saja aku mau kau aman " kata jeny "kau mau aku tenang tidak? " kata jeny "setidaknya satu " kata lisa "oke satu yang itu ya" kata jeny "bagus lah dia bodyguard baru semoga lancar sayang bye" kata lisa "bye" kata jeny "jen" nano menghampiri nya "kak nano kita pergi sekarang saja? karena lokasi nya agak jauh sedikit" kata jeny "oke gak masalah ayo" kata nano.


di dalam kantor


dengan membawa kotak berisi makanan Daichi menatap meja jeny yang kosong "kemana anak itu aku sudah belikan dia cake coklat" kata Daichi.


di tempat lain


pam dan amin berjaga di sekitar pintu sementara fudo sudah berkamuflase di dalam ruangan tempat rapat fang, riki berdiri di belakang fang dan endo memperhatikan sekeliling memastikan tidak ada yang mencurigakan "saya memberikan anda harga yang lumayan " kata fang "tolong lebih kan sedikit tuan fang" pria di dekat nya memohon "tiga puluh lima miliar" kata fang "gak bisa naik tuan? " kata pria itu "tidak ada penambahan lagi " kata fang "mau apa dia beli gedung lagi? " fikir riki "dasar boros" kata fudo dalam hati "apa dia bosan dengan uang nya? " fikir riki "aku bisa mengajarkan nya cara menggunakan uang" kata fudo dalam hati "baik lah tuan saya setuju" kata pria itu "semua gedung dan pulau jadi milik ku " kata fang "uangnya" kata fang "ini tuan" kata riki "jadi orang kaya enak ya" kata amin "iya pulau aja di beli kalau aku ada uang banyak haa.. akan aku jadikan tempat tidur" kata pam "apa? " kata amin.


mobil berhenti jeny langsung keluar dengan nano dan satu bodyguard lisa "wah tempat nya kelihatan nya mewah" kata nano "aku deg deg kan" kata jeny "ayo berdoa dulu biar tenang" kata nano.


pintu di ketuk berkali-kali sampai ada suara dari dalam "masuk" jeny langsung menatap nano "ayo" kata nano "halo tuan" kata jeny "kalian orang yang di bicarakan nona dim ya? " kata pria muda itu "iya saya jeny bagian iklan dan ini kak nano bagian laporan" kata jeny "oke coba jelaskan pada ku" kata pria itu.


"jadi saya dari perusahaan bintang nusantara dan saya --" seorang wanita sedunia menjelaskan sesuatu di depan reno terlihat memperhatikan layar laptop nya "entah mengapa aku masih tidak percaya kalau takdir seperti nya mempermainkan ku, aku ingin melepaskan nya namun.. aku masih mencintai nya" kata reno dalam hati "oke bagaimana semuanya ada pertanyaan? " kata wanita yang ada di depan "baiklah karena tidak ada saya anggap semuanya mengerti terimakasih semua nya" kata wanita itu rapat pun selesai reno berdiri membereskan laptop nya "pantas susah di tarik ternyata masih terhubung dengan colokan nya ya am--" reno terdiam tangan nya di sentuh dengan seseorang "uhm.. maaf" kata orang itu "ya ya.. ti.. " reno mematung menatap pria yang terlihat maskulin dengan jas hitam dan kulit putih "um.. laptop ku juga masih terhubung di situ" kata pria itu "oh.. kau saja duluan" kata reno "tidak tidak kau saja" kata pria itu "ambil saja" kata pria itu dengan sedikit memaksa reno langsung mencabut colokan yang terhubung dengan laptop nya "aku tidak pernah melihat mu sebelum nya" ucap reno "aku dio dari perusahaan wang" kata dio sambil mengulurkan tangan nya "aku.. aku reno dari perusahaan mitra jaya" kata reno.


nano membuka tas nya dan terlihat sedang mencari cari sesuatu "seperti nya sample nya ketinggalan di mobil" kata nano "oh bodyguard ku ada di luar biar dia saja yang ambil" kata jeny "tidak jen aku saja " kata nano "aku ikut" kata jeny "aku cuma sebentar oke, kalian lanjut saja" kata nano sambil berdiri dan pergi "kok bisa aku meninggalkan sample nya " nano berdiri di dekat lift "greb" nano tiba tiba mendapatkan serangan mulut nya di tutup rapat dengan kain.

__ADS_1


"atasan ku mengatakan jika ada masalah yang di temukan dalam produk kami, nanti perusahaan kami akan mengganti nya dengan lima kali lipat" kata jeny "bos saya izin ke toilet bentar" kata pria berjas kuning "iya pergi lah" kata pria di depan jeny "apakah itu benar? " pria itu menatap jeny "ya anda tidak perlu ragu atasan ku tidak mungkin bohong" kata jeny "bragg"jeny menoleh ke arah pintu " apa pintu nya terkunci "kata jeny sambil berdiri " jangan kawatir nona jeny"pria itu memegang tangan jeny "uh? " jeny langsung menghindar "tuan aku akan cek rekan ku dulu kenapa dia lama sekali" kata jeny "tidak perlu nona" pria itu melepaskan jas nya lalu menarik jeny "kau mau apa? " jeny melawan "kak nano!! " seru jeny sambil berusaha melawan pria itu "kalau aku pukul orang perusahaan dalam bahaya gak ya" fikir jeny "aku akan menendang mu jika kau macam macam" kata jeny sambil mendorong pria yang sudah ada di atas nya "hei" bodyguard datang dan menolong jeny "pergi nona jeny" mata bodyguard itu "oke" kata jeny "kak nano!!! kak nano" jeny berjalan ke arah lift "nona jeny" jeny berbalik pria itu sudah ada di dekat nya "hah" jeny langsung lari lewat tangga "kau tidak akan bisa lari" kata pria itu.


lisa menutup map yang dia pegang "baru saja aku mau menelpon nya dia sudah menelpon ku lebih dulu" kata lisa sambil mengangkat telpon dari jeny "lisa... lisa.. lisa tolong aku.. aku.. aku.. aku fi kejar seorang pria" lisa langsung panik "serlok" kata lisa "lisa cepat aku.. aku takut" kata jeny.


jeny menepuk dahinya dia salah mengambil jalan dia malah terjebak di ruangan buntu "kenapa kau lari? " tanya pria berhidung mancung itu "aku tidak akan melukaimu, kenapa mau berlari dan ketakutan" kata pria itu sambil berjalan perlahan mendekati jeny "aku tak akan segan memukul mu" kata jeny "kau bisa apa? " pria itu mengeluarkan senjata nya "patuh atau mati" kata pria itu.


"aku hanya bisa patuh dan diam padahal jiwa ku meronta ronta ingin melarang bos membeli pulau, beli makanan kan lebih baik" kata amin "makan saja isi kepala mu" riki melahap dua butir permen karet "kau tidak tau bisnis ya" kata pam "orang kaya kelihatan nya aneh membeli sesuatu yang tidak masuk akan tapi isi kepala mereka sudah memikirkan nya apa yang akan mereka lakukan dengan barang yang akan mereka beli" kata endo "menyebalkan" kata fudo "jangan fikir kan apa yang orang lain lakukan btaoi fikir kan apa yang akan kau lakukan kedepan nya" kata fudo.


jeny mundur sampai tubuh nya tidak dapat bergerak mundur lagi "kau hanya ku minta diam saja " kata pria itu "aku tendang aja kali ya" fikir jeny pria itu sudah selangkah lebih dekat "KAKAK!!!!! " kata jeny "uhuk.. uhuk.. " fudo langsung melompat dan berlari ke arah riki yang tersedak "dia tersedak parah kaya nya" kata pam "bertahanlah" fudo mengangkat dada riki membantu riki mengeluarkan permen karet yang tersangkut di tenggorokan nya.


"bruaggg" jeny melihat pria itu jatuh "berani nya kau sentuh dia" jeny menatap siapa yang datang "jen you ok? " dim memeriksa jeny "y ya" kata jeny "jangan ikut campur" kata pria itu "aku dim dan kau menyentuh anak buah ku" kata dim sambil menyerang pria itu lop datang "lop telpon polisi" kata dim sambil memaksa pria itu duduk "jeny" lisa datang "lisa" jeny langsung menghampiri lisa "kau " lisa langsung menyerang dim "lisa? lisa apa yang kau lakukan? " kata jeny "kenapa bisa kau keluar dari penjara!!! kau mau melakukan apa lagi hah!!! beraninya kau menarik jeny dalam rencana mu" kata lisa sambil menendang dim "lisa!! lisa.. jangan LISA!!!! CUKUP" kata jeny lisa langsung mundur "plak" dim tersenyum melihat jeny menampar lisa "apa yang kau lakukan? kak dim datang menolong ku dan kau malah memukul nya" ucap jeny "jen, dengar kau harus percaya pada ku oke, ini rencana licik dim, dia dia yang merencanakan ini semua dia licik dia jahat jen" kata lisa "dia cuma pura-pura baik, dia ingin kau, aku tidak berbohong jen dia ya--" lisa diam di saat jeny mengangkat tangan nya "apa kau tidak waras? kak dim datang untuk menyelesaikan pertemuan ini dia datang terlambat dan dia juga yang menolong ku!! dia menolong ku bukan mencelakai ku jika dia ada niat jahat dia sudah membunuh ku dari tadi apa yang kau fikir kan lisa aku sedikit kecewa melihat mu" kata jeny "dengar jen aku tidak bohong kau bisa tanya pada kakak bagaimana sifat asli nya dia" kata lisa "CUKUP!! " jeny menatap dim "kak dim maaf" kata jeny "iy.. iya jen" kata dim "berhenti lah berlagak sok lembut di depan pacar ku!! kau mau memisahkan kami kan" lisa kembali maju memukul dim "lisa... lisa LISA DENGAR KAN AKU JIKA KAU MASIH MEMUKUL NYA AKU AKAN MARAH PADA MU" kata jeny "oke" kata lisa "kak dim tidak salah dia hanya mencoba menolong ku kenapa kau bisa berfikir buruk soal nya? dia sudah punya pacar dia jadi apa guna nya dia mau memisahkan kita, kau " jeny menangis lisa langsung mendekati nya "jen" kata lisa "kau menyakiti orang yang salah" kata jeny "oke oke aku salah" kata lisa "kak dim hanya menolong ku jika tidak ada dia aku sudah mati" kata jeny "iya iya aku mengerti" lisa memeluk jeny dim tersenyum lisa terlihat menahan amarah nya "minta maaf" kata lisa "lain kali jangan buru buru menilai seseorang" kata jeny "iya sayang aku salah aku minta maaf" kata lisa "pada kak dim" kata jeny "kau memukul nya" kata jeny lisa berdiri menatap dim "dim maafkan aku" kata lisa sambil mengulurkan tangan nya "aku salah paham mengira ini ulahmu" kata lisa "iya tidak papa" kata dim "akhh" dim kesakitan "lisa kak dim terluka bawa dia ke rumah sakit" kata jeny "oke" kata lisa "bright bawa nona dim ke rumah sakit " ujar lisa "kami menemukan gadis yang pingsan" kata sao sambil menggendong nano "kak nano" kata jeny lisa pergi ke mobil "pacar mu terlalu polos ya" kata dim "jika tidak ada jeny aku akan membunuh mu" kata lisa "lisa " jeny datang "ayo kerumah sakit bodyguard ku terluka parah" kata jeny "iya" kata lisa.


"akhirnya" kata fudo "minum air nih" kata pam "haduh.. bikin orang senam jantung aja" kata amin "terimakasih" kata riki "jangan makan permen karet lagi" kata fudo sambil membuang permen karet riki ke tong sampah.


di rumah sakit..


dim keluar dari ruang rawat "seharusnya kau tidak perlu datang" kata dim lisa langsung berdiri "kau sudah melewati batasan dim aku su-- syukur lah kalau begitu hati hati ya semoga tetap hidup sampai rumah" kata lisa "loh kak dim udah mau pulang? " jeny baru datang "iya dia mau pulang kita pulang juga yuk" kata lisa "tangan mu juga luka kenapa gak di obatin sekalian" kata jeny "aku mau kau yang mengobati nya nanti" kata lisa jeny tersenyum "kalau begitu ayo pulang aku akan obati luka mu" kata jeny.

__ADS_1


"oke gak papa aku lumayan senang lisa tidak bisa membantah perkataan jeny dan ini akan ku manfaatkan, untuk rencana selanjutnya dan ku pastikan jeny akan membenci mu lisa" kata dim sambil mengepal tangan nya "ayo nona kita pulang " kata lop "sudah bayar dua pria itu tadi? " tanya dim "sudah nona" kata lop.


di ruang tamu lisa duduk di sofa sementara jeny sedang mengobati luka nya "tangan mu gemetaran" kata lisa "kau membuat ku takut tadi" kata jeny "aku mau katakan sesuatu pada mu" kata lisa "apa? " kata jeny "akhh.. pelan sedikit" kata lisa "katakan kau mau bilang apa? " kata jeny "aku akan katakan nanti" kata lisa "kenapa? " kata jeny "ponsel ku ada di kamar" kata lisa "apa itu penting? " kata jeny "ya sangat penting" kata lisa "ahh.. sakit jen" kata lisa "makanya jangan pukul orang" kata jeny "kau masih marah pada ku? " tanya lisa "tidak apa kau tidak bisa membedakan mana muka marah dan muka cemas? " kata jeny lisa tersenyum "jangan kesal.. aku men-- akhh.. ahh.. kau sengaja ya" ujar lisa "iya karena kau banyak bicara, nih udah selesai" kata jeny "dia benar benar tidak sadar ada bahaya di dekat nya aku harus memikirkan rencana selanjutnya untuk menghadapi dim" fikir lisa sambil menatap jeny "aku akan melindungi mu jen" kata lisa dalam hati "malah melamun ayo ke kamar baju mu sudah kotor dan harus di cuci" kata jeny "siap sayang aku patuh pada mu" kata lisa sambil berjalan di belakang jeny.


__ADS_2