
di sebuah tempat fudo dan jeny berdiri berdekatan "ini akan jadi toko mu" kata fudo "yang benar saja aku gak akan izinkan adik ku kerja" kata riki "diam kau tidak ada yang menyuruh mu bicara" kata fudo "kakak akan buat toko apa? " kata jeny "kau mau toko apa? " kata fudo "oh.. ayolah " kata riki "aku mau toko yang menjual perlengkapan cosplayer" kata jeny "oke itu akan terjadi " kata fudo "pembangunan nya mungkin butuh beberapa bulan karena ini akan bertingkat tiga " kata fudo "oh kau baik sekali " kata jeny "dasar caper memang nya gak ada kerjaan lain selain caper ke adik ku" kata riki "kau cemburu? " fudo menatap riki yang berdiri di belakang mereka "cih jangan harap" kata riki "kak aku dengar kalian akan kembali dua hari lagi" kata jeny "iya kami harus kembali berkerja seperti biasa" kata fudo "uhm aku akan merindukan mu" kata jeny "aku juga" kata fudo "aku gak di anggap" kata riki dalam hati.
di dalam toko
fudo mendorong troli sedang kan jeny duduk di dalam troli "berhenti berhenti kak itu itu sereal coklat" kata jeny "oke" kata fudo "riki jalan cepat" kata fudo "aku merasa aku ini babu kalian" riki mendorong troli berisi barang belanjaan "memang" kata fudo dan jeny bersamaan "ayo jalan lagi" kata jeny "kita perlu sedikit sayuran " kata fudo "oke" kata jeny "ayolah kalian kenapa bertingkah seperti ini" kata riki "diam babu" kata fudo dan jeny
"Hai apakah ini anak kalian? "
"astaga lihat pria itu mendorong anak nya dengan troli"
__ADS_1
"anak nya sangat menggemaskan dengan baju onisie pikachu cepat foto"
"Hai tampan boleh foto kalian bertiga? "
jeny yang sedang makan es krim langsung menoleh ke arah orang orang "lihat kan kita jadi pusat perhatian" kata riki "hum." fudo menatap riki "ahh.. kalian romantis sekali boleh ya foto bentar ayo lebih dekat" kata beberapa orang "terimakasih" mereka pergi setelah mengambil foto "kenapa setiap jalan dengan mu orang orang langsung melihat dan menyapa mu Hai tampan beda dengan orang belakang" kata jeny "ya karena dia tidak memiliki wajah sempurna seperti ku" kata fudo "terlalu percaya diri" kata riki "cepat sini riki masuk kan daging nya" kata fudo "wah kalian couple ya? " tanya seorang wanita "hum tidak" kata fudo dan riki bersamaan "ayo jalan lagi kita cari camilan" kata jeny "kita cari susu kotak dulu dan juga vitamin" kata fudo "buat siapa? " tanya riki "buat jeny aku lihat vitamin di rumah sudah kedaluwarsa " kata fudo "cari susu yang membuat aku tinggi aku mau tinggi seperti mu" kata jeny "oke bentar kita cari dulu" kata fudo "dasar nya pendek ya pendek aja" kata riki "huh" jeny melihat fudo sedang memilih milih susu kotak .
"kau mau buah apa? " tanya fudo "cery"kata jeny " semangka juga"kata jeny "kita akan beli" fudo mengambil dua semangka dan empat kotak cery dan beberapa buah buahan lainnya "sudah selesai" kata fudo "yeah ayo bayar" kata jeny "let's go" kata fudo "kenapa fudo berubah jadi begini? tidak seperti biasa nya" riki mendorong troli nya ke kasir.
sesampainya di rumah..
__ADS_1
ponsel jeny bunyi jeny yang baru saja meletakkan ponsel nya langsung kembali melihat kembali ponselnya "hah? " jeny tersenyum lebar "aaahh.. ya ampun.. aku beneran dapat kerjaan huu.. aku senang banget tapi kakak gak boleh tau" kata jeny "silahkan datang hari selasa ini hari sabtu nah sebentar lagi dong ya ampun aku senang" jeny melompat senang.
"jeny.. jeny jeny jangan melompat lompat di tangga" kata riki "iya iya " kata jeny "awas jatuh" kata pam "ini minum susu nya" kata fudo "iya bentar" jeny berjalan ke arah meja makan "hum.. rasa coklat memang terbaik" kata jeny "minum yang banyak" kata fudo sambil meletakkan sepiring buah cery yang sudah di bersihkan "di mana amin? " tanya endo "sedang memberi makan ikan peliharaan nya" kata pam "dengar jeny aku sudah menyiapkan semua nya di freezer " kata riki "kulkas sudah penuh " kata fudo "kak kenapa kulkas kita jadi tiga? " kata jeny "stock camilan dan susu untuk mu" kata pam "oh.. " kata jeny "jangan nakal jaga pola makan mu" kata riki "kenapa aku merasa kalian ini pengasuh ku" kata jeny "memang" kata mereka dengan bersamaan.
beberapa hari kemudian..
di bandara terlihat bodyguard lisa membawa beberapa tas "hati hati" kata jeny "iya kau juga ya jaga diri mu" kata pam "sehat selalu adik kecil" kata amin "bye jeny" kata endo "jangan banyak makan makanan manis" kata riki sambil mencium jeny "lisa tolong jaga dia ya" kata riki sambil memeluk lisa "iya kak" kata jeny "aku pergi dulu adik" kata fudo "iya kakak aku menyayangi mu" kata jeny mereka pun berjalan menjauh "cepat kembali ya" kata jeny sambil melambaikan tangan "greb" jeny menoleh ke arah lisa yang melingkar kan tangan nya ke pinggang jeny "bagaimana nanti kalau kakak lihat? " kata jeny "kakak sudah jauh" kata lisa sambil mencium jeny "dengar aku sudah mendapatkan pekerjaan dan besok aku akan datang ke tempat kerja itu" kata jeny "kau keras kepala " kata lisa "aku juga mau kerja sungguhan" kata jeny "iya iya kalau begitu ayo rayakan di rumah mu" kata lisa "ayo" kata jeny.
di rumah jeny....
__ADS_1
"jadi pekerjaan apa yang kau dapat? " kata lisa "aku tidak tau aku daftar kerja waktu di aku tinggal di rumah mu" kata jeny "hum.. kalau begitu aku akan mengantar mu besok" kata lisa "oke " kata jeny "tapi bayar" kata lisa sambil mengangkat gelas nya "bayar? apa beda nya dengan naik taxi? " kata jeny "beda sayang.. taxi akan meminta uang mu " kata lisa "kalau kau? " kata jeny "aku cuma butuh kiss dari mu" kata lisa "kalau begitu aku akan memilih naik taxi" kata jeny "jen...n kalau begitu aku akan jadi supir taxi" kata lisa jeny tertawa kecil "hah hei supir taxi ayo kita bersulang" kata jeny "bersulang untuk pacar ku yang sudah dapat pekerjaan" kata lisa "terlalu panjang" kata jeny "aku cinta kamu" kata lisa lalu dia meneguk minuman nya sampai habis dan tersenyum menatap jeny.