
"aku berjanji " kata jeny riki menatap adiknya yang sedang tidur "dia masih bicara dalam tidur " kata riki "aku akan melakukan nya nya onnie" kata jeny "aku tidak akan pukul orang pa" riki mengusap wajah jeny "riki!! lisa datang" seru fudo "oh iya" kata riki sambil berdiri dan pergi dari kamar adiknya yang semalaman dia jaga "tap tap tap tap" riki menuruni tangga "ka riki" kata lisa "Hai lisa apa kabar" kata riki sambil merangkul lisa "kakak kapan datang? " tanya lisa "aku datang fua hari yang lalu dan baru menemui jeny tadi malam " kata riki "ahh.. tadi malam aku beneran gak bisa menemui jeny karena tugas ku" kata lisa "tidak papa" kata riki "tapi kau mengirim dua bodyguard untuk jeny" kata riki lisa langsung terkejut "bodyguard? " kata riki "iya dua orang benarkan lisa? " tanya fudo dia teringat saat melihat setiap jeny kemana mana ada dua pria yang mengawasi setelah di pergoki ternyata mereka mengaku bodyguard suruhan lisa kemudian fudo menyuruh mereka pergi karena jeny dia yang akan menjaga nya "I.. iya" kata lisa "jadi yang menyuruh bodyguard ku kembali pada ku itu kau? tapi bagaimana kau tau? " tanya lisa "aku seorang polisi tidak ada yang bisa sembunyi dari ku" kata fudo "kak jangan salah paham pada ku aku begitu karena aku kawatir John melukai jeny " kata lisa "aku bukan salah paham tapi aku sedikit terharu melihat mu benar-benar menjaga jeny" kata riki "makanan sudah siap" kata rita dan endo "endo kenapa kau masak? " kata amin "sesekali apa salah nya" kata endo "ayo duduk sini lisa kita makan bersama" kata riki "kak dimana jeny? " tanya lisa "masih tidur mungkin kecapean" kata riki "oh.. " lisa duduk di dekat riki "asyik.. makan" kata amin "giliran makan semangat dia" kata pam "apasih" kata amin "diam lah jangan seperti anak kecil" kata fudo "dengarkan tuh" kata endo "ayo makan" kata riki "kenapa wajah mereka luka luka ya? " fikir lisa.
"hm? " jeny melihat ke samping kakak nya sudah tidak ada di samping nya "huam... sudah pagi" kata jeny dia berdiri membuka tirai jendela seketika cahaya mentari menerpa wajah cantik nya yang mungil "aku rasa beban ku hilang.. rasanya benar-benar ringan " kata jeny "kak lean ku harap kau muncul aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" kata jeny.
"tap tap tap tap" jeny berhenti melangkah "kakak... " kata jeny dengan muka kesal "eh kemari lah adikku" kata riki "dia duduk di kursi ku" kata jeny "aku menyuruh nya" kata riki "tapi aku bisa pindah kok" kata lisa "kemari jen" kata pam jeny duduk dekat pam "kak pam sejak kapan lisa datang" bisik nya "sejak pagi tadi" kata pam "makan daging" fudo meletakkan beberapa potong daging ke piring jeny "makan sayur juga" kata endo "ini jus mu" kata amin "makan nasinya jangan melamun" kata pam "ini makan ayam nya" kata riki "tidak mau " kata jeny riki tersenyum melihat muka adiknya "ngambek dia" kata riki dalam hati.
"tap" jeny melihat kotak yang di berikan fudo "apa isinya? " tanya jeny "hadiah, nanti malam kita buat pesta BBQ baru kau buka isinya ya" kata fudo "oke" kata jeny "anak pintar" fudo mengusap kepala jeny "kak aku ingin mencari seseorang" kata jeny "siapa? " tanya fudo "hahaha.. riki kau di abaikan oleh adikmu" kata endo "dia malah akrab dengan es batu" kata amin "oh ya lisa kau tidak ke kantor? " tanya riki "tidak kak maka nya aku ke sini buat temani jeny " kata lisa "aku pernah bertemu dengan seseorang bernama lean tapi sekarang jarang ketemu dia biasa nya ada di bar" kata jeny "uhuk" lisa tersedak mendengar jeny menyebut nama lean "aku akan mencari nya untuk mu " kata fudo "terimakasih" kata jeny "apa ada yang sakit karena semalam? " tanya fudo "tidak terlalu sakit lagi aku merasakan tubuh ku sekarang begitu ringan aku bertemu papa kak" kata jeny "iya.. aku melihat nya sekarang pergi berjemur cahaya matahari bagus aku akan berbicara pada yang lain dulu" kata fudo "apa kalian akan langsung pergi? " tanya jeny "tidak hari ini sekarang kami diskusi dulu ada tugas dari atasan yang belum selesai" kata fudo "oke" kata jeny.
lisa berjalan sambil memegang segelas jus cery duduk di dekat tepi kolam "kenapa kau di sini? " kata jeny "melihat pacar ku" kata lisa jeny melihat sekitar nya "apa dia bawa pacar? " fikir jeny "kau mencari siapa? " tanya lisa "pacar mu" kata lisa "apa menurut mu ada yang lebih pantas menjadi pacar ku kecuali kamu" kata lisa "aku tidak akan jadi pacar mu " kata jeny "kalau begitu langsung jadi istri saja" kata lisa "tidak akan ada orang yang mau menjadi istri mu lihat saja kelakuan brengsek mu" kata jeny sambil memakan coklat "dengar Tuhan calon istri ku mengatakan aku brengsek tolong hukum dia buat dia tak bisa jauh dari kamar ku" kata lisa.
__ADS_1
"kita harus menjauh kan jeny untuk sementara besok" kata endo "tapi kemana jeny akan pergi aku gak mau terjadi sesuatu pada nya" kata riki "ke hotel" kata amin "kita mengeksekusi nya paling cuma sebentar setidaknya jeny harus ke.. " kata pam "ke rumah lisa untuk sementara" kata fudo "kau benar" kata riki "tapi lisa nya memang nya mau? " kata endo "mau dia sahabat jeny gak mungkin jeny menolak nya " kata pam.
jeny melihat siapa yang datang langsung tersenyum "kak danmi... " jeny berlari ke arah danmi "uhh.. adik ku yang baik" danmi memeluk jeny "apa kau terluka? " kata jeny "tidak kok cuma tergores dan ini sudah lebih baik" kata danmi dia menatap lisa yang sedang minum jus "apa kalian berdua sedang kencan? " tanya danmi "ih kau mikir apa sih" kata jeny "oh.. jadi kalian sedang apa? " kata jeny "berjemur" kata jeny "di sini akan ada pesta BBQ kau ikut ya" kata jeny "oke.. " kata danmi.
malam harinya....
"cssss" boy terlihat sedang memanggang daging sementara fudo memotong daging yang akan di panggang "hum.. coklat ini manis ayo coba" kata jeny "hm.. benar ini sangat manis" kata Agnes "gigi mu harus sering di bawa ke dokter gigi" kata joe "kenapa? " kata jeny "kau selalu makan manis manis jen gigi mu bisa rusak" kata joe "ayo bib kau cob--" jeny terdiam yang dia suapi saat ini bukan bob tapi lisa "loh.. tadi bob di samping ku" kata jeny dalam hati "aku suka" kata lisa "aih" Agnes langsung berdiri "kak riki salad nya biar aku yang cuci" kata Agnes "ini ambil" kata riki "aku akan ambil minum" kata joe "aku suka makan" kata bob "lisa" jeny menarik tangan nya yang di jilat lisa "dasar jorok" kata jeny "tap" lisa menahan tangan jeny ketika jeny hendak pergi "aku cinta kamu" lisa mencium pipi jeny "jeny coba sini" Jeny pergi mendekati fudo "coba enak tidak" kata fudo "hum.. enak.. " kata jeny "dia yang cium jeny aku yang jantungan" kata bob "aku juga" kata Agnes "sudah buka kado nya" kata fudo "belum oh aku lupa" kata jeny "aku akan buka sekarang" kata jeny "kenapa dia jadi melupakan ku" kata riki "hahahahah.. seperti nya dia hanya ingat fudo sebagai kakak nya bukan kau" kata endo.
tengah malam...
__ADS_1
terlihat tong sampah sudah penuh dengan botol minuman "bersulang" kata endo "bersulang" kata jeny "jen.. jangan minum lagi" kata riki dan lisa bersamaan "sok kompak" kata jeny "minum jus aja" kata riki "ayo endo" kata kata fudo terlihat endo sudah mabuk berat "makan lagi jika kurang aku akan memanggang nya lagi" kata fudo sambil membawa endo pergi "kak kamu sayang aku gak? " kata jeny sambil menatap riki "tentu"kata riki " menari lah sekarang dengan ku"kata jeny "oke aku tidak keberatan " kata riki sambil berdiri lalu mengulurkan tangan nya jeny tersenyum menyambut tangan kakak nya.
keesokan harinya...
"apaa... tapi kenapa? " kata jeny "ada tugas yang harus kami kerjakan di sini dan ini sangat rahasia" kata riki "tapi selama apa kenapa aku harus pergi tinggal di rumah lisa? " kata jeny "dengar" kata fudo "ini hanya sementara tidak selama nya jika tidak ingin tidak papa kami akan kerjakan di tempat biasa tapi kami harus pergi dalam jangka yang lama" kata fudo "kalian baru datang dan langsung ingin pergi? " kata jeny "ya jika ka tidak mau tinggal tempat lisa untuk sementara" kata fudo "aku tidak keberatan kak" kata lisa "diam kau" kata jeny "hm.. baik lah aku bisa tinggal tempat boy" kata jeny "boy baru saja bilang dia akan pergi dengan bos nya dengan kapal" kata riki "baik baik.. aku aku akan ke tempat lisa" kata jeny "tolong ya lisa" kata riki "iya kak tidak masalah" kata lisa jeny berbalik "aku akan berkemas" kata jeny.
sesampainya di rumah lisa
"kenapa harus di kamar mu? " tanya jeny "kamar yang biasa kau tempati sedang di renovasi" kata lisa sambil meletakkan tas jeny "aku akan pergi ke bawah sebentar" kata lisa "hm"jeny membuka tas nya " aku mandi dulu deh udah sore juga"kata jeny "buatkan makanan yang spesial hari ini" kata lisa "baik nona" kata para pelayan.
__ADS_1
"lisaa!! " jeny terkejut ketika lisa tiba tiba membuka pintu lisa terdiam melihat jeny berdiri memakai jubah mandi lisa melangkah mendekati jeny "aku akan bilang ke kakak jika kau berani macam macam padaku" jeny mundur "kakak tidak ada di sini" kata lisa dia memejamkan matanya "kau sangat harum" kata lisa jeny merapat kan handuk nya "aku tidak bohong lisa aku akan mengadukan mu pada kakak" kata jeny "aku tidak melakukan apapun aku cuma mau mengatakan pada mu ada busa di rambut mu" kata lisa sambil menyentuh rambut jeny "lihat" kata lisa "uhm? " jeny meraba rambut nya "aku memang sengaja kok" kata jeny lisa tersenyum "pakai pakaian mu aku akan mandi" lisa pergi ke kamar mandi.
"crek" endo menarik rantai yang mengikat kaki bernarz "siapa kau? " kata bernarz "jangan pernah lupakan aku tuan" kata endo bernarz terdiam ingatan nya kembali ke masa lalu "nama ku laras jangan pernah lupakan aku tuan aku akan membalas semua perbuatan mu akan ku buat kau merasakan gimana tubuhmu di serbu ratusan peluru dalam satu waktu" bernarz menatap endo "kenapa kau masih hidup? " tanya bernarz "karena aku harus melakukan janji ku" kata endo amin menyiapkan senjata di tangan nya begitu juga dengan amin "ini memang tidak bisa ratusan peluru tapi setidaknya lebih dari beberapa peluru" kata endo "untuk mu" endo melempar sebuah pistol ke arah bernarz "ini yang kau lakukan pada keluarga ku kan" kata endo "kau fikir kau bisa membunuh ku" kata bernarz "creek" semua senjata mengarah ke bernarz dan masing-masing memejamkan mata nya dan seketika suara tembakan terdengar sangat menggema bagaimana nyanyian di atas studio "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" riki membuang pistol nya tanpa membuka matanya dia langsung berbalik, ami juga membuat pistol nya karena peluru nya habis fudo menurunkan pistol nya sambil membuka matanya perlahan pam mengambil kain menutupi tubuh bernarz endo tersenyum puas "aku akan bersama tuan fang setelah ini sampai aku mati" kata endo dalam hati "tap tap tap tap" riki pergi meninggalkan ruang bawah tanah.