Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
teman baik


__ADS_3

Lisa berdiri di pintu untuk waktu yang cukup lama melihat jeny yang sedang memperhatikan boy "panas mu semakin tinggi "ucap jeny sambil menyentuh dahi boy "tidak tidak oh shitt"boy meracau gak karuan "aku akan ambil air kompres baru"jeny berdiri .


"hum"lisa melihat jeny turun dari tangga "anak itu"jeny melihat lisa sekilas "gimana kondisi boy?"lisa terlihat sedang membuat minuman "semakin panas"jeny menuang air hangat ke mangkuk "itu buat apa?"lisa melirik jeny sambil membuka kulkas "menurut mu"jeny siap ingin pergi "boy bisa mati ini terlalu panas"lisa mengambil mangkuk dari tangan jeny "biar aku mengurus nya kau istirahat saja"ucap lisa . Jeny tidak berkomentar dia berjalan perlahan menjauh dari lisa "halo kakak "jeny menelpon seseorang "owh jen! bisakah kau menelpon ku nanti saja ini jam dua oh gila sekali"ucap seseorang di sebrang telpon "jika kau bukan dokter aku juga tidak akan menelpon mu bodoh, kak datang lah ke alamat yang ku kirim aku butuh bantuan"ucap jeny "sekarang?"jeny tampak makin kesal "iya sekarang teman ku sakit aku tidak tau cara merawat nya dia semakin panas suhu tubuh nya dan aku sudah mengompres nya tapi itu tidak berjalan baik ayolah kak arman "kata jeny "teman ku bisa mati"kata jeny lagi "ini gila sih"kata orang yang bernama arman "aku bisa menyuruh kontraktor untuk menjemput mu beserta rumah mu"ucap jeny kesal "oh baik baik lah"kata arman "jangan marah aku datang segera"kata arman "cepat lah jangan banyak bicara"kata jeny dengan nada penuh tekanan.

__ADS_1


"boy"jeny melihat boy yang terlihat sangat pucat "aku sudah memberikan nya obat jadi sekarang dia tidur"kata lisa "apa dia akan mati hari ini?"tanya jeny lisa berdiri menatap wanita di depan nya tersenyum singkat lalu menunduk sedikit "apa kau bercanda?"habis bicara lisa langsung keluar dari kamar boy "apa aku terlihat bercanda?"jeny kesal lalu dia mendekati boy "boy... Bertahan ya dokter akan datang jangan mati dulu"bisik jeny .


Udara semakin terasa dingin jeny masih terjaga duduk di sofa kamar boy "mau minum kopi?"lisa datang "tidak"jawab jeny "pakai ini"lisa mengulurkan selimut putih "tidak perlu"tiba tiba suara bel berbunyi "jenyyy!!!!"jeny langsung melangkah cepat membuka pintu . "cepat kak"ucap jeny "lama sekali"kata jeny dalam hati .

__ADS_1


"aku mau gadis itu"ucap seorang pria yang duduk di sofa "hei kau"dia teringat seorang gadis mabuk berjalan ke arah nya "kau mengganggu ku dasar payah"gadis itu langsung jatuh ke arah diri nya dan dia spontan menangkap gadis itu"bela diri nya juga lumayan"pria itu melihat para bodyguard nya "fikir kan cara untuk mendapat kan nya dia barang bagus"ucap pria itu "baik pak".


"apa dia baru tidur?"tanya boy "ya dia menjaga mu sepanjang malam"ucap lisa "apa kau yakin kau cuma terjatuh?"tanya arman boy langsung menatap arman "hum hm iy iya"jawab boy "jatuh dari mana"kata arman "dari tangga ah itu kecelakaan kecil"kata boy sambil tetawa kecil "sebenar nya tidak"ucap boy dalam hati "jeny terlihat menyayangi mu"kata arman sambil membalut luka di lengan atas boy "dia sebenar nya gadis penyayang cuma dia tidak tau gimana cara nya bilang sayang"boy terkekeh "ini sudah selesai luka mu akan membaik beberapa hati lagi jangan terlalu banyak melakukan aktivitas"ucap arman sambil menunjuk obat di meja "itu obat mu"boy menggangguk , lisa berjalan perlahan ke arah jeny "gadis angkuh"lisa menyelimuti jeny "aku permisi dulu"ucap arman "aku antar"ucap lisa mereka pun berjalan ke arah pintu "aih hum aku hampir lupa menanyakan nya pada mu"ucap lisa "apa itu"arman terlihat sedikit bertanya tanya "berapa biaya semua nya"ucap lisa. Arman terkekeh "jeny sudah membayar nya"lalu arman pergi "apa? Kapan dia bayar?"fikir lisa "aku tidak melihat nya"ucap lisa sambil berjalan ke kamar boy "kau ingin sarapan apa?"lisa menatap boy "apa saja lis hmm buat kan jeny sarapan juga ya"kata boy "aku tidak tau apa yang jeny suka"kata lisa "humm dia suka sereal jagung sama roti bakar"kata boy .

__ADS_1


Jeny duduk di meja makan "gimana enak gak?"tanya boy "lumayan "jeny mengunyah makan malam nya "gimana kondisi mu?"tanya lisa "sudah membaik "kata boy "bagus lah aku akan pulang nanti"ucap jeny "ini sudah malam"ucap boy dan lisa bersamaan "kan cuma malam ada apa dengan kalian?"jeny memperhatikan boy lalu lisa "kau tidak boleh pulang sendiri ini sudah malam"kata boy "dia bisa pulang bersama ku bentar lagi aku juga pulang"kata lisa "nah tapi aku tetap tidak tenang nih kalian sama sama wanita"kata boy "lalu"kali ini lisa dan jeny berbicara bersamaan.


"pegangan nanti kau bisa jatuh ini bukan Mobil"kata lisa namun jeny tidak menjawab apa pun "kau tinggal sama siapa jen?"tanya lisa motor terus melaju di kegelapan malam "kau kedinginan tidak?"kata jeny "huh kau ini bisa diam tidak"kata jeny "baiklah"lisa melihat jeny dari kaca spion "dengan boy dia ramah kenapa dengan ku dia angkuh"fikir lisa "sudah sampai"kata lisa jeny pun langsung turun "hei tidak bilang sesuatu"kata lisa "jangan harap dengar ya kau yang mau mengantar ku bukan aku yang meminta"ucap jeny "ya ampun"lisa geleng geleng tapi jeny berbalik menghampiri lisa "kau mau aku bayar berapa?"tanya jeny , lisa langsung terkejut mendengar itu "hei payah aku tidak butuh uang mu setidak nya kau ucap kan terimakasih pada ku kau tau aku jarang sekali baik hati ke orang"kata lisa "lalu"jeny langsung pergi "bye jen"lisa melihat jeny masuk "oh jadi kau hanya ramah dengan orang terdekat mu"kata lisa "dia sama sekali tidak melihat ku"lisa memutar kendaraan nya lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2