
Jeny menatap dirinya di cermin dia berdiri dalam waktu yang cukup lama tanpa melakukan apapun kecuali melihat dirinya sendiri, "jeny kau sedang apa?"ada suara fudo di luar kamar jeny langsung menyalakan air dan lanjut menatap dirinya di cermin perlahan dia tersenyum lalu berbalik "aku sedang mandi!!"kata jeny "baik lah jika sudah selesai lekas ke bawah, sarapan sudah siap"kata fudo jeny hanya diam dan mulai melepas pakaiannya lalu mandi.
Lisa duduk di kursi sambil memegang sebuah map kuning. "ayo kita memulai permainan yang biasa kita lakukan"kata dea "apa tuh"lisa terlihat bingung "seperti ini aku menggigit snack panjang ini lalu aku memberikannya ke orang yang di samping ku, dan orang di samping ku akan memberikannya ke orang selanjutnya"kata ezra "ayo mulai"kata agnes "tunggu dulu"kata jeny, "kenapa kita harus mengajak lisa?"kata jeny "kenapa?"kata boy "aku mencurigainya dia akan curang"kata jeny yang lain langsung tertawa "kamu fikir ini maianan apaan, dalam permainan ini gak akan bisa curang"kata boy ezra langsung mengambil sebuah snack dengan mulut nya lalu mengoper ke dea "ini menyebalkan"kata joe sambil menerima snack dari dea lalu mengoper ke agnes dan agnes mengoper ke bob begitu seterusnya sampai boy mengoper ke jeny "kres"jeny melihat dia hanya mendapatkan sedikit bagian snacknya "ahh..dia memang gak pernah bisa mematahkan terlalu panjang"kata dea jeny menatap lisa di samping nya "ini terlalu pendek gimana dia ngambil nya"fikir jeny lisa langsung menunduk untuk mengambil snack yang di gigit jeny "ck um"lisa benar benar mengambil snack itu "setidaknya aku bisa menciummu tanpa kau sadari"kata lisa dalam hati. "jujur atau tantangan!!"bob memutar botol "hayooo..lisa pilih jujur atau tantangan?"kata mereka "hum..tantangan"kata lisa "aku suka ini"kata boy lalu mereka membawa lisa ke tempat ramai dengan mata yang di tutup "suapin coklat yang di tangan mu ke orang yang di depanmu"kata dea lisa mengangguk dia berjalan perlahan sambil menggerakan tangan kirinya "tap"dia memegang seorang pria "wah kau lagi"kata pria itu yang ternyata pria yang pernah bertemu dengan lisa dan juga pernah memfoto lisa dan jeny "ahh..aku tau"kata lisa "kelihatannya kau sedang bermain dengan pacar mu itu ayo ku bantu"semua nya terkejut melihat pria itu malah menuntun lisa ke arah lain "cepat paman aku sudah haus"kata jeny "permainan belum selesai dia sudah beli minuman"reno menepuk dahinya "apa yang di belakang mu adalah suami mu?"kata penjual es kelapa "suami?"jeny menoleh seorang pria menuntun lisa ke arahnya "paman dia seorang wanita"kata jeny "dia di depanmu"bisik pria itu dan langsung pergi lisa maju jeny terdiam di saat lisa memegang leher nya "halo..aku sedang bermain game tantangan aku di suruh menyuapi orang yang ku temui di depanku, mau kah kau menolongku"kata lisa dea dan agnes tertawa keras karena mengira lisa tidak menyadari kalau orang di depannya adalah jeny "mau kan..ku mohon..aku sudah jalan dari tadi"kata lisa lalu lisa menyodorkan coklat di tangannya orang orang yang berada di sana malah hampir bersamaan mengangkat ponsel mereka jeny melihat lisa menggerakan tangan yang salah jeny langsung memegang tangan lisa dan memakan coklat di tangan lisa "apa kau sudah memakannya?"tanya lisa "ya"kata jeny "terimakasih kau baik sekali"lisa menepuk nepuk pipi jeny lalu pergi "ini es mu"kata penjual itu "kenapa paman senyum senyum?"kata jeny sambil membayar es nya "kalian sangat cocok"kata penjual es "kau menyebalkan sekali semoga laris!!"jeny pergi. Daichi masuk dan melihat adiknya melamun di depan map yang di pegang sendiri "kasihan sekali dia"fikir daichi "pagi!!"daichi mengetuk kepala lisa "aduh kakak"kata lisa "kenapa kau melamun"kata daichi "siapa yang melamun, eh kenapa kau datang ke perusahaan ku kau kan punya perusahaan sendiri"kata lisa "aku hanya mengunjungi mu, aku dengar kau bos yang super galak"kata daichi sambil melihat lisa yang kesal "gimana kondisi nya?"kata daichi "siapa?"lisa menatap kakak nya "calon adik ipar ku"kata daichi "huf..dia menjadi lebih kaku dari sebelumnya"kata lisa "ahh..itu mudah kau cukup rajin rajin menjenguknya dan juga membawanya ke psikolog"kata daichi "kau tau dari mana psikolog bisa menyembuhkannya, tiap hari psikolog ke rumahnya"kata lisa "kau bodoh ya, kau tau orang yang mengalami tekanan saat selesai kecelakaan ya bawa dia pergi liburan dong"kata daichi "tapi gimana aku kan masih haru--"kata lisa "aku akan mengurus masalah di sini kau pergilah"kata daichi.
Fudo melihat jeny menusuk nusuk makanannya dengan garpu "makanan nya tidak enak ya?"kata fudo jeny langsung menatap fudo "enak"kata jeny "kalau begitu makanlah lebih banyak"kata fudo "jadi kapan kakak pergi kerja?"kata jeny fudo mengerutkan dahinya "hm?"kata fudo "kapan kakak pergi kerja?"kata jeny "hum..sebentar lagi tunggu kau membaik"kata fudo "biasanya kau langsung cepat pergi"kata jeny "iya..kakak ambil cuti panjang, oh ya nanti kita ada pemeriksaan di rumah sakit"kata fudo jeny langsung terdiam dia meletakan sendok nya fudo memperhatikan jeny "aku sudah sembuh, tidak butuh pemeriksaan!"kata jeny "iya iya kakak tau tapi kita harus melakukanny ini yang terakhir kalinya sungguh"kata fudo "tidak mau"kata jeny "halo"cika datang "silahkan duduk"kata fudo jeny menatap cika "ini aneh, aku sudah terbiasa dengan tatapan dingin yang penuh kebencian dari jeny namun kali ini rasa nya berbeda"fikir cika "mari jeny"kata cika jeny berdiri dan berjalan ke arah nya "anak yang baik, kakak akan periksa sebentar suhu tubuhmu"kata cika jeny menatap tas di samping cika tiba tiba muncul bayangan di kepala jeny "jeny tenanglah , tenang"cika berjalan ke arah nya dengan membawa jarum suntik "minggir!! Jauhi aku!! Awas!! Awas!!"jeny meringkuk di sudut ruangan "jeny..ini kakak..jangan takut semua akan baik baik saja"semua banyangan itu muncul tiba tiba di kepalanya "semua akan baik baik saja"bisik jeny cika langsung menatap mata jeny yang sedang melihat ke arahnya cika tersenyum "iya jeny semua akan baik baik saja"kata cika fudo melihat ada mobil datang segera berdiri keluar pintu "sekarang gimana perasaan mu hari ini?"tanya cika jeny tidak berkedip dan terus menatap ke arah cika "aku merasa jeny tidak seperti biasanya sekilas aku merasa dia bertingkah normal namun sekilas dia berubah abnormal dia bertingkah layaknya manusia normal dan sehat namun dia juga bertingkah layaknya orang yang sedang depresi berat, aku merasa dia dingin namun tiba tiba aku merasa dia sedang marah besar ada apa ini?"kata cika dalam hati "apa jeny malah mengalami depresi berat lagi atau ???"fikir cika. "kak gimana kondisi jeny"kata lisa "dia baik baik saja ayo masuk"kata fudo "apa tidur mu nyenyak?"tanya cika sambil menatap jeny yang tidak henti henti menatap nya tiba tiba jeny tersenyum "tidur ku sangat nyenyak dan nyaman membuat aku merasa segar, aku juga merasa senang dan sangat bersemangat"kata jeny "hah! Waw aku terkejut melihat nya berubah dia tadi kaku sekali"fikir cika "aku rasa aku bisa lari sekarang dan bahkan melompat"jeny menatap ke arah cika lagi "bahkan memukul"cika kembali bingung "apa apaan selintas dia terlihat ceria kenapa aku merasa sekarang dia sedang meluap luap amarahnya"fikir cika "memukul bungkus snack lebih seru dari pada memotong plastiknya dengan katana"kata jeny "ya ya kau benar dan aku membawakan mu sesuatu"cika mengeluarkan beberapa snack dari tas nya "wah kau baik juga ya"jeny langsung mengambil snack dan pergi ke ruang tamu duduk menyalakan televisi "bbumm"jeny memukul snack dari cika fudo yang mendengar suara langsung lari dan melihat snack berserakan di lantai "huff.."fudo bernafas lega lalu menemui cika "gimana?"kata fudo "hum..jeny"cika terlihat sedang berfikir "kenapa?"kata fudo cika terdiam dan dia terlihat kebingungan dengan prilaku jeny barusan lisa datang dan duduk "dia baik baik saja ada tanda tanda dia kan kembali membaik seperti semula bulan depan aku akan datang lagi"kata cika sambil tersenyum.
Lisa menatap fudo "aku merasa psikolog itu aneh"kata lisa "aneh nya dimana?"kata fudo sambil melihat rita membersihkan snack yang berserakan di lantai "aku mau melihat rekaman saat kejadian kecelakaan itu"kata fudo sambil melihat lisa.
__ADS_1
Jeny menatap televisi di depannya sambil meremas snack yang dia pegang lalu dia tersenyum aneh .
"kak aku mau mengajak jeny liburan"kata lisa "liburan?"kata fudo "iya , dan nanti aku akan tunjukan rekaman nya padamu"kata lisa.
dua pria di depan cika terlihat sedang berfikir setelah mendengar cerita cika barusan "aneh juga ya"kata yudi "makanya aku kebingungan"kata cika "gimana rob?"kata yudi "aku tidak bisa menilai dari cerita saja, setidaknya aku harus melihat wajah anak itu. Agar lebih pasti"kata robi cika memijat kepalanya perlahan "aku merasa kan sesuatu yang tidak bisa di katakan buruk seutuhnya"kata robi.
"aku akan segera kembali"kata fudo "gimana dengan jeny?"tanya pam "mereka bilang jeny sudah pulih"kata fudo "dan juga kayanya jeny tidak ingin aku di sini"kata fudo dalam hati "bagus lah"kata pam "nanti aku telpon lagi"fudo memasukan ponselnya ke sakunya melihat jeny datang "ada apa?"fudo tersenyum sambil menghampiri jeny dan mengusap kepala jeny "aku mau melihat coklat"kata jeny sambil tersenyum ke arah fudo "baik lah sesuai keinginan mu"kata fudo.
__ADS_1
Fudo memperhatikan jalan sambil menyetir sementara lisa masih menatap jeny yang terlihat sedang menonton film di ponsel nya, "aku baru tau memiliki toko coklat"kata fudo "aku melihat tokonya bagus sekali dan membuat ku langsung tertarik untuk membelinya"kata lisa.
Boy melihat ponselnya "satu hari lagi kau harus ikut dengan ku"boy membaca pesan dari lisa "mau kemana lagi anak ini"fikir boy sambil melanjutkan aktivitas nya di dapur.
"pesanan anda tuan, selamat menikmati"kata joe sambil meletakan beberapa makanan di meja lalu pergi kembali ke dapur, "oke silahkan di tunggu sebentar tuan"bob pergi sambil membawa catatan kecil lalu menyerahkannya ke koki .
lisa membuka pintu mobil lalu melihat ke arah jeny "jeny..turunlah kita sudah sampai"kata lisa fudo melihat gedung di depannya "menurutku ini bukan toko tapi terlihat seperti rumah makan mewah dan bentuk nya juga seperti istana"kata fudo dalam hati jeny keluar dari mobil dan melihat gedung mewah di depannya "ayo masuk"lisa menarik tangan jeny "ayo kak"kata lisa mereka pun masuk ke dalam "selamat datang nona dan tuan, selamat menikmati hidangan aneka coklat dari kami"kata seorang pria di depan pintu "lihat kan, coklat nya banyak kau bisa mencoba semuanya. Ada yang unik loh"kata lisa sambil menatap wanita yang di gandeng nya "kakak, jeny ayo duduk di sana"kata lisa fudo mengangguk saja sementara jeny hanya diam saja lalu dua pelayan datang membawa kan buku menu "rasa nya aneh di saat kau tidak suka coklat tapi kau harus datang ke toko coklat"kata fudo dalam hati sambil melihat buku menu "lihat ini"lisa menunjukan beberapa menu ke jeny dan di saat jeny mau menunjuk menu dia baru sadar tangan kanan nya di pegang oleh lisa jeny langsung menatap lisa "apa, kau mau yang mana?"tanya lisa "tangan mu!"kata jeny "oh..maaf maaf"lisa melepaskan tangan jeny "aku mau cake mini sama jus alvokad yang ini, dan yang ini"kata fudo lisa melihat jeny menatap buku menu "entah mengapa sejak bertemu dengan mu, aku jadi suka makan coklat"kata lisa dalam hati "aku mau ini, sama ini"kata jeny "berikan juga yang ini, dan yang ini juga cake dengan krim tebal nya dan juga puding coklat buah nya"kata lisa "baik nona"kata pelayan tersebut. "gimana menurutmu kak?"kata lisa "hm?"fudo menoleh ke lisa "tentang tempat ini?"kata lisa "sangat bagus dan mewah"kata fudo "pesanan datang"beberapa orang dengan pakaian putih hitam datang membawa makanan dan juga minuman "terimakasih"kata fudo "selamat menikmati"kata lisa jeny tersenyum melihat puding di depannya yang berbentuk seperti kunai lisa merasa senang melihat senyuman tipis jeny "bentuk nya seperti benda yang di film naruto bukan?"kata fudo jeny mengangguk "bukan hanya itu"kata lisa lalu dia menunjuk ke sebuah arah terlihat beberapa cosplayer sedang berekting "waw...menarik juga"kata fudo "jeny pasti senang"fikir fudo "ayo silahkan di coba"kata lisa fudo mulai memakan cake mini di depannya lisa mulai memakan dessert coklatnya "hum..enak kan ?"kata lisa sambil melihat jeny menyendok puding nya "hum..tidak terlalu buruk juga "fikir fudo "jeny, cobalah dessert ini"kata lisa jeny menoleh fudo melihat lisa ingin menguapi jeny "sungguh teman yang baik"fikir fudo "kenapa diam saja ayolah ini enak"kata lisa sambil mengangguk jeny pun memakan dessert coklat dari lisa "enak kan?"lisa tersenyum jeny hanya mengangguk sekali "tidak papa lisa mungkin saat ini dia sedang tidak ingin banyak bicara"fikir lisa "oh ya kak satu hari lagi kita akan pergi ke kuil shaolin di tiongkok"kata lisa "hum, ke kuil?"kata fudo "ya, ku rasa di sana cukup menarik"kata lisa fudo mengangguk "baikl lah tidak papa"kata fudo sambil mengambil tisu dan mengelap pipi jeny "makan yanga banyak adikku"kata fudo sambil tersenyum dan mengusap kepala jeny dengan lembut.
__ADS_1