Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
rekan bisnis


__ADS_3

matahari semakin terik, membuat siapa saja mengeluarkan keringat "kau bisa mati berendam seharian" kata fudo sambil melihat riki di dalam kolam "panas banget" kata riki "ini pasti efek rumah kaca" kata amin "kau menyindir bos" kata pam amin langsung menoleh ke rumah besar di dekat nya "aku salah bicara" kata amin "hahaha.. bilang saja kau takut di gantung" kata riki "betul tuh" kata pam "hei kalian memojokkan ku ya" kata amin "sudah lah jangan berisik" kata fudo "kalau mau tenang pergilah sana ke rumah sadako" kata pam "sadako bukannya hantu ya" kata riki "iya pacar nya amin" kata fudo "kok aku lagi yang kena" kata amin.


"ini udah berapa hari dan ara belum juga kembali sebenarnya kemana teman mu itu" kata adsila "aku juga tidak tau aku sudah menelpon nya namun tetap tidak ada jawaban" kata cary "haah.. gak jelas aku keluar aja deh " kata adsila sambil pergi "huuh dasar cewek sedikit dikit marah " kata cary.


di ruang tamu..

__ADS_1


gelas yang di pegang lisa hampir terjatuh, lisa langsung menatap shin "kau barusan bilang apa? " kata lisa "maaf nona tapi ini berita buruk adsila sudah keluar dari penjara beberapa hari yang lalu" kata shin "jangan jangan orang kemarin orang suruhan nya" fikir lisa "memangnya kenapa kalau dia keluar? " tanya boy "akan terjadi hal buruk, dia wanita yang licik" kata lisa "apa kah lebih buruk dari kemarin lalu? " kata Agnes "semoga saja tidak" kata bob "bisa jadi" kata joe "kau ini" kata Agnes "lisa bilang dia wanita yang licik, apa saja bisa terjadi jika kita lengah biasanya orang seperti itu akan melakukan apapun untuk tujuan nya" kata joe "kau benar" kata lisa "kemungkinan target nya adalah jeny" kata joe "kau tau dari mana" kata bob "mudah saja, lisa menyukai jeny dan si adsila menyukai lisa jika dia tidak mendapatkan lisa maka dia akan melukai orang yang dekat dengan lisa jadi.. " kata joe "apa? " kata boy "jangan tinggalkan jeny sendirian" kata joe.


jeny memakai sepatu lalu membuka pintu "Hai jen" kata lisa "humm.. seperti nya kau mau pergi" kata lisa "buat apa kau kemari? " kata jeny "ingin mengajak mu makan bersama yang lain" ujar lisa "aku tidak mau" kata jeny sambil menutup pintu "oh.. gimana dengan makan icecream? " kata lisa "ke toko coklat? " kata lisa jeny menatap lisa "sebenarnya kau atau mereka yang ingin mengajak ku? " kata jeny "me.. mereka " kata lisa jeny langsung pergi keluar gerbang lisa menarik nafas dalam dalam "bright ayo kita ikut dengan nya" kata lisa jeny naik ke dalam taxi.


"sebenarnya dia mau kemana sih? " fikir lisa jeny melihat ke belakang "dia mengikuti ku" kata jeny "pak berhenti" kata jeny lalu dia membayar taxi dan pergi turun, "pelan pelan bright" kata lisa "nona jeny menelpon" kata bright "angkat saja" kata lisa "kenapa dia harus menelpon bright dan kenapa bukan aku" kata lisa dalam hati "besarin volume nya" kata lisa "ya halo nona jeny" kata bright "buka kaca mobil nya" kata jeny "kaca? " lisa terkejut melihat jeny sudah berdiri di samping mobilnya lisa membuka pintu "kanapa kau mengikuti ku ? " kata jeny "siapa yang mengikuti mu aku memang sedang menunggu seseorang" kata lisa "oh.. ya benar bright? " kata jeny "hum.. ya menunggu rekan bisnis" kata bright jeny pun langsung pergi "ayo ayo turun" kata lisa.

__ADS_1


jeny melihat sekitar nya "hei aku gak bisa menemui mu sekarang, ada seseorang yang mungkin mengikuti ku" kata jeny "oke lain kali juga gak papa, kau sudah bisa bukan jadi kita bisa lanjutkan kapan saja " terdengar suara seorang pria di sebrang telpon "aku juga tadi melihat mu kok" kata pria itu "oke lah" jeny langsung mematikan ponsel nya. dan melihat kemeja yang beragam di dalam toko pakaian yang dia datangi "sekalian cari baju buat kakak" kata jeny dalam hati "pelayan aku mau yang ini ukuran s dan xl warna nya yang sama ya" kata jeny.


adsila keluar dari ruang ganti "bungkus yang tiga ini ya" kata adsila "eh.. i. itu kan lisa" kata adsila "haah.. dia ternyata membeli kemeja ku fik--" lisa melihat adsila tak jauh dari tempat nya "lisa" kata adsila lisa langsung menghindar tapi adsila langsung menarik tangan lisa "lisa kau lihat aku sudah tidak di penjara apa kau senang? " kata adsila "aku harus pura pura baik lalu aku akan membalas kan rasa sakit ku pada mu" kata adsila dalam hati "lepas! " kata lisa "cukup ya!! kita bukan siapa siapa rasa nya muak melihat mu pergilah dan jangan ganggu aku sebelum aku panggil security " kata lisa "apa aku semenjijikkan itu? " kata adsila "sangat jijik melihat orang bermuka lebih dari satu" kata lisa "bright! " kata lisa "tolong lisa.. aku sudah berubah" kata adsila "nona jeny" kata bright. jeny diam mematung "rekan bisnis" guman jeny adsila langsung memeluk lisa "awas lepas kan aku! " kata lisa "sayang mau jangan kasar pada ku" kata adsila "jen!! " kata lisa jeny langsung berbalik dan pergi "jeny!! " kata lisa lalu dia mendorong adsila "puas? puas? " kata lisa "jika aku tidak bisa memiliki mu kembali maka orang lain juga tidak bisa" kata adsila "dasar Brengsek" lisa langsung lari "aduhhh" lisa menabrak seseorang "lisa? " ujar Daichi "kakak.. kakak.. gimana ini" kata lisa "apa? " kata Daichi "jeny pasti membenci mu gara gara adsila " kata lisa "kenapa? " kata Daichi "hum.. nanti ku cerita kan aku kejar jeny dulu" kata lisa Daichi mengangguk "adsila! " Daichi langsung masuk "grebb!! " adsila terkejut ada empat orang menangkap nya "apa apaan ini? " kata adsila "apa kau belum puas menghancurkan adik ku? " kata Daichi "ka.. kak Daichi" ucap adsila "tolong tolong!! tolong aku di aniaya" kata adsila "berteriak lah bodyguard ku akan semakin banyak datang" kata Daichi adsila melihat sekeliling nya pria berjas hitam terlihat lebih dari sepuluh "ka Daichi kau salah paham" kata adsila "jangan jelaskan pada ku, kau sudah membuat kekacauan di tempat ku jelaskan saja nanti di pengadilan" kata Daichi "i.. ini.. toko besar ini milik mu? " kata adsila "bawa dia" kata Daichi "kak Daichi tolong kak" kata adsila "hei tunggu! " kata Daichi "pasti aku di ampuni " fikir adsila "tolong panggil aku tuan Daichi bukan kak! kau bukan siapa siapa ku" kata Daichi adsila terkejut mendengar itu.


lisa mengetuk pintu jeny namun tidak ada jawaban pintu nya juga terkunci "mati aku.. mati aku... habis lah" kata lisa lalu dia kembali ke dalam mobil sambil menelpon yang lain "kami tidak tau lisa kami belum ke apartemen kami masih di rumah makan " kata bob dan Agnes ."oh.. boy boy"lisa langsung pergi ke rumah boy "kenapa kau mencari jeny di sini dia tidak di sini lihat sana aku sendirian" kata boy "boy.. boy.. tolong telpon dia boy.. mati aku boy" kata lisa "kenapa? " kata boy lisa pun menceritakan kejadiannya "ku yakin dia pasti mengira aku sudah punya pacar" kata lisa "oke oke" kata boy sambil mengambil ponsel nya.

__ADS_1


riki melihat layar ponsel nya "adikku.. adikku minta alamat " kata riki "apa?? gawat dia mau apa? " kata pam "aku telpon dia ya" kata riki "halo.. " kata riki "kakak aku baru saja membelikan mu baju dan aku mau mengirim nya bisa beri alamat mu" kata jeny "oke.. hum.. bentar" riki menjauhkan ponsel nya meminta solusi fudo pun langsung berbisik "oh.. alamat nya jalan kera sakti nomor 33" kata riki "adik ku kenapa kau repot repot? " kata riki "aku melihat kemeja bagus " kata jeny "aku.. aku merindukan kakak" kata jeny riki terdiam "kakak juga merindukan mu" kata riki namun tidak ada jawaban dari jeny "jeny.. kau baik baik saja" kata riki jeny masih diam "kenapa dia? " bisik pam "kakak.. aku beli beberapa kemeja kalau sudah sampai pakai dan berfoto lah kirim foto nya pada ku" kata jeny "kenapa kau lama sekali bicara kenapa tadi diam saja? " tanya riki "di sini ramai suara nya tidak terlalu terdengar aku matikan ya panggilan nya aku ingin pulang" kata jeny "oh.. tapi kau baik baik saja kan? " tanya riki "iya" kata jeny "yang lain juga baik kan boy, lisa? " kata riki "apa boy atau yang lain mengunjungi mu atau lisa" kata riki "jangan sebut lisa kak, nanti ada yang marah. boy sering datang ke rumah" kata jeny "oke oke.. pergilah pulang hati hati eh tunggu" kata riki "kenapa ada yang marah kalau aku menyebut lisa" kata riki "nanti pacar nya salah paham jadi jangan sebut lisa lagi" kata jeny "oh.. oke oke siap .. bye bye adikku sayang" kata riki.


lisa terlihat frustasi bingung harus mencari jeny kemana lagi boy mencoba menenangkan nya "sungguh boy.. bunuh saja aku.. gimana ini" kata lisa "telpon nya tidak aktif.. gini saja ada saksi yang lihat tidak? " kata boy "gak boy.. masalah nya bright tadi di awal juga berbohong kami bilang mau menemui rekan bisnis gimana jeny mau percaya" kata lisa "kita cari saja adsila untuk mengatakan hal sebenarnya" kata boy "iya juga.. tapi.. boooy.. adsila itu licik gimana kalau dia malah bicara tidak tidak" kata lisa "oh.. jeny... di mana kau jen... " kata lisa sambil mengusap rambut pendek nya dengan frustasi.


__ADS_2