
shin menghentikan mobil lisa menurunkan kaca mobil terlihat jeny keluar dari sebuah toko sendirian "tunggu dulu ya" lisa membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri jeny "hei jen" kata lisa jeny melihat lisa di depan nya "kenapa di mana aku pergi dia selalu muncul" fikir jeny "biar aku bantu" kata lisa "tidak! aku sudah pesan taxi" kata jeny "tidak papa kita bisa bareng kebetulan aku lewat jalan yang melewati rumah mu" kata lisa sambil mengambil peper bag dari tangan jeny "ayo" kata lisa "aku masih harus ke sana" kata jeny "aku antar" kata lisa tapi jeny malah jalan duluan menuju ke toko lain lisa memberikan peper bag itu ke bright lalu dia mengikuti jeny "oh.. jeny ini pesanan mu" kata seorang pria sambil memberi jeny sesuatu yang di bungkus "ya" jeny membayar jeny berbalik melihat lisa sedang bicara dengan seorang pria "ya ya antar ke rumah ya.. kulkas ku kosong" kata lisa "ngapain sih dia? " fikir jeny "huuh... ngapain juga aku ingin tau dia tidak penting" kata jeny sambil berjalan "tap" lisa memegang tangan jeny "kau kau bersama teman mu? " kata pria itu "bukan" kata jeny lisa hanya tersenyum "jangan lupa ya" kata lisa lalu dia melihat jeny "awas tangan mu" jeny menarik tangannya "dia pacar mu kan? pergi aja sana" kata jeny baru dia pergi lisa kebingungan "pacar?? kok pacar sih" fikir lisa "hei.. jen aku antar kau pulang" kata lisa sambil berlari mengejar jeny.
adsila memberikan sebuah foto ke wanita di depan nya "yakin ini orang nya? " tanya wanita bertubuh tinggi dan juga besar "iya ara ini orang yang namanya jeny" kata cary "baik " kata ara "aku mau dia hancur dan menderita" kata adsila "jadi aku bebas melakukan apa saja? " tanya ara "apa saja" kata adsila ara tersenyum "oke" lalu dia pergi "kenapa kau kenal dia? " tanya adsila "siapa? " kata cary "jeny" kata adsila "dia pernah menyewa ku sebagai pacar bayaran" kata cary "lalu orang tadi" kata adsila "ara itu teman lama ku meskipun dia wanita dia kuat dua kali lipat dari pria pada umumnya" kata cary "matilah kau jeny" kata adsila.
lisa membuka pintu mobil jeny keluar dari mobil "terimakasih bright" jeny pergi setelah mengambil peper bag nya dari bright "kenapa dia terlihat kesal pada ku? " fikir lisa sambil melihat jeny berjalan masuk ke dalam rumah "jeny aku pulang dulu ya bye bye!! " seru lisa tapi tidak ada balasan lisa langsung masuk ke dalam mobil nya.
keesokannya..
__ADS_1
boy datang ke rumah jeny "jeny!! " kata boy "dia masih di atas" kata rita "wah.. bibi masak apa? wangi sekali aku jadi lapar" kata boy "kalau begitu tunggu sebentar lagi agar kau bisa sarapan" kata rita "baik lah.. tapi ada yang bisa ku bantu tidak? " tanya boy "kau duduk saja, ini juga udah mau selesai atau kau panggil jeny" kata rita "siap" boy pergi menaiki tangga "jeny!! oh jeny" boy mengetuk pintu kamar jeny tapi tidak ada jawaban "jeny.. " kata boy "hum! " salah satu pintu terbuka "hei kau sedang apa? " tanya boy "tidak ada" kata jeny "kau habis olahraga ya? " tanya boy dia melihat jeny dengan kaos lengan pendek dan celana legging "sedikit" kata jeny "ayo sarapan bibi sudah menunggu" kata boy "hum aku mandi sebentar" kata jeny "oke" boy pergi "tumben dia olahraga" fikir boy "mana dia? " tanya rita "dia sedang mandi bi" kata boy "ehh itu pasti lisa" kata rita ketika melihat ada mobil yang datang "dia sering ke sini ya bi? " tanya boy "ya dia kan memang sering ke sini cuma terkadang dia tidak bertemu dengan jeny kadang jeny pagi pagi sudah pergi" kata rita "kemana bi? " tanya boy "menemui temannya" kata rita "halo" lisa membuka pintu "halo anak baik " kata rita "halo bibi aku membawa sesuatu" kata lisa "apa itu? " kata rita "sup sarang burung sama caviar yang ini buat bibi" kata lisa "aduuh.. ini makanan mahal" kata rita "tidak kok bi" kata lisa "hei jen" sapa boy jeny berdiri di tangga "kemari lah jen sarapan sudah siap" kata rita jeny menatap lisa "Hai" kata lisa jeny berjalan dan duduk di dekat boy "kau membawa nya? " jeny menatap boy "apa? lisa? tidak dia baru datang jadi aku mengajak nya sarapan" kata boy "ayo cepat makan nanti ke buru dingin" kata rita "makan jen" boy mengambil beberapa menu untuk jeny "coba lah sup ini" kata boy sambil menyendok sup di depan nya lalu mengarahkan nya ke jeny "ini enak" kata boy jeny mencoba sup yang ada di sendok boy lalu mengangguk "gak suka" kata jeny "oh.. kalau begitu coba yang lain" kata boy "coba ini lisa" boy meletakkan sepotong cumi-cumi ke piring lisa "kau mau jalan jalan nanti? " boy menatap jeny "tidak" kata jeny "hum.. semuanya" lisa terlihat sudah selesai "aku pamit dulu ya" kata lisa "kau mau kemana? " tanya boy "ke kantor" kata lisa "pergilah hati hati" kata boy lisa menatap jeny yang sedang terlihat santai sambil mengunyah makanan "bye jen" lisa pergi boy menatap jeny "ada apa? " tanya jeny "lisa bicara padamu" kata boy "lalu" kata jeny "hum.. tidak jadi" kata boy "aku mau pergi" kata jeny "kemana? " tanya boy "aku bosan di rumah " kata jeny "oh.. gimana kita jalan jalan ih ya malam ini ada kau harus ikut aku " kata boy "hum? " jeny menatap boy "aku ingin menunjukkan tempat yang bagus" kata boy "kau gak kerja? " tanya jeny "hari ini aku tidak kerja" kata boy jeny mengangguk.
"manisan manisan" "pencake nya.. " "buah nya buah kering" boy melihat aneka makanan yang ada di pinggir jalan lalu dia melihat jeny yang sedari tadi diam saja "kau tidak mau gulali? " tanya boy "tidak" kata jeny "oh ya jeny lihat di sana ada banyak pria tampan jika kira kira mereka mengungkapkan perasaan nya padamu kau akan berkata apa? " tanya boy "apa kau menyukai mereka? " tanya jeny "oh.. tidak tidak.. aku tidak menyukai pria" kata boy "kok malah jadi aku sih" fikir boy "Hai gadis" sapa seorang pria "boleh kenalan? " tanya pria itu jeny menatap boy "kenapa kau melihat ku? " tanya boy "bukan kah kau baru saja mengharapkan mereka" kata jeny "ah tidak, hei dengar ya bang teman ku ini sudah punya pacar" kata boy jeny mengangguk "ah.. pacar mu kan gak lihat" kata pria itu "ayolah gadis manis" kata pria itu "tapi aku suka pria" kata jeny raut muka pria itu langsung berubah "dia masih menggunakan trik yang sama" kata boy dalam hati pria itu langsung pergi "ku fikir kau lupa dengan trik ini" kata boy jeny hanya diam saja dan lanjut berjalan jeny menatap sekumpulan anak muda yang duduk sambil menikmati kelapa muda dan juga makanan "kelapa muda mu" jeny teringat dea "ayo makan semuanya" boy menyadari jeny melihat sekumpulan orang di dekat nya boy langsung mengulurkan tangannya memegang bahu jeny "di sana ada yang jual kelapa thailand ayo kita coba" kata boy jeny mengangguk "boy selalu ada kapan pun dan di mana pun" kata jeny dalam hati.
malam hari....
jeny keluar dari mobil dia melihat gedung di depan nya yang penuh dengan hiasan "ayo masuk" kata boy "tempat apa ini? " tanya jeny "tempat hiburan terbaru ini hanya ada setahun sekali" kata boy sambil memegang tangan jeny "jeny datang" kata Agnes "sembunyi sana" kata bob "kalian? " jeny melihat teman teman nya "Hai jen" sapa joe "pegang" Agnes memberikan segelas minuman ke jeny suara musik terdengar semakin keras beberapa orang mulai menarik dengan riang jeny memperhatikan sekitar nya banyak bunga, dan coklat serta hiasan lainya "Hai jeny" sapa jin "hm" kata jeny "kau cantik sekali jen" kata Jack "kalian juga di sini? " kata jeny "iya " kata Jack.
__ADS_1
ara berjalan mendekati mobil milik jin lalu menatap ke arah gedung di depan nya "sayang sekali jika gadis cantik seperti nya tidak di mainkan terlebih dahulu" kata ara.
semuanya menarik dengan semangat lampu tiba tiba redup musik juga perlahan mengecil "ada apa ini? " kata orang orang "boy" kata jeny "aku di dekat mu" kata boy "tap.. tap.. tap" ada suara langkah terlihat lampu tersorot ke depan terlihat lisa memegang microphone "selamat malam semuanya" sapa lisa "malam" kata beberapa orang "hari ini di malam ini aku ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting" kata lisa "ayo lisa semangat" kata Agnes dalam hati "aku ingin mengatakan pada seseorang dia ada di sini, halo.. kau adalah orang yang ku sukai, aku tidak pernah menyukai seseorang sedalam ini. aku selalu berharap di saat aku bangun dari tidur ku kau adalah orang yang ada di samping ku. mungkin cinta ku berbeda dengan yang lainnya banyak yang berfikir ini cinta yang tidak benar tapi cinta tidak pernah salah, aku selalu ingin berada di dekat mu menghabiskan waktu bersama mu, cinta tidak selama nya tentang kepemilikan tapi tentang bagaimana caranya menerima dengan lapang dada apapun kekurangan yang ada jangan perdulikan masa yang telah berlalu, bersama ku kita membangun masa depan. mimpi ku menjadi kenyataan sekarang karena aku melihat mu setiap saat " tiba tiba ada lampu yang menyoroti jeny "jeny" kata lisa "aku mencintaimu, mungkin ini terlalu tiba tiba aku juga tidak menduga nya. cinta datang tiba tiba di saat aku pertama kali aku melihat mu. aku langsung menemukan semangat baru dalam hidup ku, kau menjadi penghangat sekaligus penyemangat ku. aku menjadi gila dalam seketika kau membuat ku benar-benar jatuh cinta, kau menarik ku dari segala hal yang membuat ku menderita, aku melupakan kehancuran ku dan membuang fikiran buruk yang menghantui ku, kau muncul tiba tiba membuat aku ingin menceritakan semuanya tentang ku padamu, aku takut tidak bisa merasakan momen indah ini. jeny aku mencintaimu mu hari ini di depan banyak orang mau kah kau menjadi kekasih ku" kata lisa sambil berjalan perlahan menuju jeny "perasaan dialog nya gak gini deh, ini terlalu panjang" kata bob dalam hati lisa membawa buket bunga menghampiri jeny yang mematung "gluk" jeny kembali teringat saat saat lisa bersama nya "ciuman saat dia mabuk itu berarti? " fikir jeny "tidak.. lisa sudah punya pacar.. dia waktu itu juga patah hati" kata jeny dalam hati "aku ingin kau menjadi kekasih ku" ujar lisa sambil menatap jeny "jeny" lisa terkejut di saat dia ingin memegang wajah jeny tangan jeny langsung menepis nya dengan kasar "apa mencoba mempermainkan ku? " kata jeny "aku benar benar mencintai mu" kata lisa "tidak jeny!! tidak!! " kata jeny dalam hati "apa maksud mu melakukan ini? kau fikir ini bagus? " tanya jeny lisa terlihat kebingungan "simpan saja cinta mu! aku tidak suka melihat mu" jeny pergi boy menghampiri lisa buket bunga yang di tangan lisa terjatuh "kejar lah dia" kata boy "dia mungkin belum mengerti" kata boy lisa mengusap air matanya lalu pergi keluar, "mana taxi!! kenapa tidak ada" kata jeny lalu ada mobil berhenti "taxi nona" ara keluar dari mobil "hum.. iya" kata jeny ara membuka pintu "kemana jeny larinya? " kata lisa "hum.. tuan ada banyak tas di dalam nya" kata jeny "oh.. itu tas penumpang yang ketinggalan singkirkan saja ke bawah" kata ara "oke" jeny membungkuk masuk ke dalam mobil menyingkirkan tas yang ada di kursi penumpang namun belum selesai tiba tiba ara menyerang nya "hoi... hei..sial " jeny terkejut ara mendorong jeny masuk ke dalam mobil kaki jeny di ikat dengan sabuk pengaman "ahhk.. apa yang kau lakukan" ara mendorong tubuh jeny "kau terlalu indah untuk di lewat kan" kata ara "ahh... tolong!! lepaskan aku" seru jeny ara menarik baju jeny sampai robek "ahhhkk... " jeny kesakitan di saat ara memukul wajahnya dia mencoba melawan tapi tenaga ara jauh lebih kuat dan jeny baru menyadari orang di atasnya adalah seorang wanita "hei.. aku tidak membawa uang!! awas... lepas kan aku!!! ahhhh kk" seru jeny ara melepas bajunya sendiri dan melemparkan nya keluar mobil "lepas kan!!! lepas!!! " seru jeny "HEI!! " lisa membuka pintu dan langsung menarik ara dan memukul nya "dasar brengsek!!! "kata lisa " oh.. jadi kau lisa"kata ara "iya aku lisa beraninya kau nyentuh nya!! " lisa marah dia menyerang ara para bodyguard datang "biar kami saja nona" kata shin lisa mengangguk dan membuka pintu mobil terlihat jeny dengan hidung berdarah "jeny.. jeny" lisa melepas ikatan di kaki jeny lalu membuka bajunya untuk menutupi tubuh jeny yang hanya di balut kaos dalam, tubuh jeny terlihat kehilangan banyak tenaga sampai tubuh jeny benar-benar lemas"jeny" lisa mengangkat tubuh jeny keluar dari dalam mobil "dorr!! " hisao melepaskan tembakan ke ara berkali kali sampai ara terjatuh rai langsung mengikat ara bright maju "habisi dia" kata bright.
tubuh jeny di baringkan "ambil air" kata lisa "baik nona" kata sai "jeny.. hei... kau masih dengar aku" kata lisa "panggil dokter" kata lisa.
boy dan yang lain datang ke rumah lisa setelah mendengar kabar jeny di serang dokter ke luar dari kamar lisa langsung menghampiri nya "gimana dokter" kata lisa "nona dia hanya mengalami sedikit shock dan juga dia mengalami luka di bagian kepala dan wajah mungkin orang yang menyerah nya ingin menganiaya nya terlebih dahulu " kata dokter "dia sedang tertidur karena benar benar kehabisan tenaga, dan juga tangan nya mengalami cedera ringan" kata dokter "terimakasih" kata lisa dia langsung masuk ke dalam kamar melihat jeny sudah terlelap "maafkan aku" kata lisa "kalian pulang saja biar aku yang di sini" kata boy "tapi aku ingin menunggu jeny" kata Agnes "kamar kalian ada di lantai tiga nona lisa sudah menyiapkan kamar untuk kalian" kata sai boy masuk ke dalam kamar melihat lisa menciumi tangan jeny sambil menangis "sudah lah.. dia akn membaik kau pergilah istirahat hari sudah semakin larut" setelah selesai bicara boy pergi keluar kamar sementara lisa masih menatap gadis yang sedang tertidur di dekat nya dengan wajah penuh memar dan luka.
__ADS_1