Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
bangkit nya seorang jeny


__ADS_3

Seorang pria berjas hitam sedang memperhatikan seorang wanita berambut pendek sedang berjalan ke sana ke mari "yang ini juga sedikit kurang bagus jadi kita harus mengganginya sedikit pada bagian lihat lah, ya kan nah..ayo ganti dulu nanti saya cek" lalu wanita itu menghampiri yang lainnya "oh ya, yang ini juga harus di copy karena tuan reno meminta file ini untuk di copy"kata wanita itu. "oh ya yang ini tolong warna agak sedikit di ubah ya ini terlihat kurang bagus"kata wanita itu tiba tiba wanita itu berhenti saat melihat pria berjas hitam itu "kau sangat bersemangat sekali putriku"kata pria itu chio "ah papa, apa kau baru menyadari nya bahwa putrimu memang selalu bersemangat"kata wanita itu "papa belum pernah melihat mu begini sekarang katakan apa yang membuat mu bahagia dan semangat"kata chio "tidak ada aih. Sudah lah papa aku harus pergi meeting bye pa"wanita itu pergi "aku yakin ada sesuatu yang di sembunyikan putriku lisa"kata chio.


"tuan anda belum ada makan dari semalam, katakan lah sesuatu agar saya bisa mengerti keinginan anda "kata rely sambil menatap pria berbaju coklat yang duduk bersandar di sofa "tuan anda ingin sesuatu?"tanya kibo pria itu masih diam perlahan menarik nafas panjang "tuan ada yang ingin menemui anda"kata fong "aku tidak ingin bertemu siapa pun"kata john "tapi kakak anda memaksa ingin ber--"belum selesai fong bicara ada seorang pria berjas merah maron datang "kenapa sulit sekali menghungi mu john ada apa dengan mu?"kata pria itu tidak lain kakak ke dua john yang bernama fareed satu satunya kakak john yang masih hidup. "bukan urusanmu"kata john "ayah memanggil mu untuk datang ke rumah utama. Investor dari luar negri akan datang untuk membeli senjata pada kita"kata fareed "jika kalian bisa menanganinya pergi saja kenapa harus aku"kata john "kau harus menggantikan posisi kak arius"ucap fareed "aku kan sudah bilang aku tidak akan datang jika paman ada di sana!!"kata john "aku tau kau mencurigai paman tapi bukan hanya kau, aku juga apa kau tidak lihat berita raju dan dewa rekan kerja paman dan ayah tewas "kata fareed "sudah pasti mereka terlibat juga kak, mereka juga pasti berkerjasama dengan paman sehingga sebelum gedung hancur. Mereka pergi lari duluan"kata john "aku juga berfikir seperti itu, tapi aku juga tidak bodoh dan hanya diam saja seperti mu aku akan terus maju untuk membalas dendam ke paman demi ibu"kata fareed "zach siapkan semua kita berangkat"kata john setelah lama hening.


"lihat kan aku kalian larang keluar lihat!! Raju dan dewa tewas sama seperti teman kita yang lain"kata joni "ini aneh"kata dev "teman teman kita perlahan tewas satu persatu ini pasti ada yang tidak beres"kata raja "sepertinya ada yang mengincar nyawa kita, bukan apa apa di lihat dari yang terjadi dari beberapa bulan lalu bahkan sampai aziz juga"kata abdian "tapi dewa tewas tidak wajar dia di bunuh sedangkan raju dia overdosis obatan terlarang nya ku rasa itu wajar"kata zeky "kenapa?"kata joni "orang yang memakai obat obatan seperti itu otak nya pasti tidak waras jangan kan keluarga teman mu bisa di habisi"kata zeky "jadi menurutmu dewa di bunuh raju"kata dev zeky mengangguk yakin.

__ADS_1


"aduh..capai juga ya"kata pam sambil membuka pintu "iya..apa lagi cuaca nya panas banget"kata jeny "kenapa kalian lama sekali"kata riki yang duduk di sofa "hei kau tidak?"jeny menghampiri riki "tidak"riki melihat adiknya senyum senyum "tentu saja kau tidak tau, karena aku belum memberitau mu haha"jeny duduk di dekat riki "ini mirip jeny ku"fikir riki dia baru saja terkejut dengan apa yang di katakan jeny barusan membuat dia teringat masa lalu "jangan diam saja dengar ya tadi saat kami berdua pulang dari main sketboard kak pam dan aku melihat gadis berambut pirang"kata jeny "aw jen jangan di ceritakan"wajah pam merah "jadi aku menyuruh kak pam menyapa nya "kata jeny "lalu"kata riki "dia juga mulai cerewet, dan beberapa malam ini dia juga tidak berteriak di malam hari apa tuhan sudah mengembalikan adikku"fikir riki "lalu gadis nya di sapa dan saat berbalik ternyata dia seorang pria hyahahaha dia bukan gadis hyahaha kau tau muka kak pam langsung berubah hyahaha"jeny tertawa keras "haduhh... Aku malu"kata pam "huahaha lucu sekali , kau juga mengapa menyuruh pam menyapa nya"kata riki "dari belakang dia terlihat seperti gadis kak, rambut nya waw deh tapi dia seorang pemuda hyahaha"jeny terus tertawa "adikmu sangat sangat mengerjaiku hari ini kau tau dia juga mengerjai orang di jalan dan aku yang di ceramahi"kata pam "kau mengerjai orang jen?"tanya riki "sedikit kok tiba tiba aku ingin saja melakukannya"kata jeny "aku senang bisa mendengar mu tertawa keras jen"jeny menoleh ke sumber suara "cika datang di saat kalian berangkat"kata riki "kau yang menelponnya?"bisik jeny "tidak, dia hanya mampir"kata riki "aku mau mandi dulu oh ya"jeny menatap cika "aku akan menendangmu jika kau dekati kakak ku dua duanya"jeny pergi "waw aku terkejut"kata cika "aku juga"kata riki "apa kenapa kalian terjejut?ayo katakan"pam menatap riki dan cika dengan wajah bingung.


"tuhan"boy terkejut saat membuka pintu rumah nya "apa aku halusinasi lagi, aku barusan seakan melihat orang duduk di ruang tamu"fikir boy "ku bilang juga apa. Jangan dudu di sana"bisik emi "aku terlalu haus"bisik abi "pergilah kau syaitan"bisik boy sambil masuk ke dalam rumah nya sambil membawa barang belanjaan .


Malam hari boy bekerja seperti biasa "boyyyy!!"jeny datang "kau ngapain ke sini?"kata boy "halo jen"sapa jin "halo juga"kata jeny "aku sedang melihatmu aku juga bawa kedua kakakku"kata jeny "kau punya dua kakak?"ucap jack "iya aku dapat satu kakak baru"kata jeny "aku curiga dia bukan jeny"bisik jack "dia terlihat jauh lebih cerewet beda dengan jeny sebelumnya yang bersikap dingin dan cuek"bisik jin "kalian bicara apa kok bisik bisik"kata jeny "ahh aa tidak ada aku mengantar pesanan dulu"kata jin "hai boy apa kabar?"kata riki "aih kak riki aku baik baik saja . Bagaimana dengan mu?"kata boy "seperti yang kau lihat"kata boy "halo aku mau whisky satu"kata pam "baik"kata jack "kau lama tidak terlihat jen"kata jack sambil memberikan whisky ke pam "aku sibuk sekarang dan aku tidak mau minum akohol"kata jeny jack dan boy terkejut "berikan aku mocktail dua"kata riki "hai gadis mau minum bersama ku"ada seorang pria menghampiri jeny "hei..tuan dia miliku"kata riki "ooh"pria itu pergi pam tertawa "kau terlihat kesal adikmu di goda orang"kata pam "kesal lah, dia pasti pria yang buruk"kata riki "aku bawa snack untuk mu boy nih"kata jeny "kau tidak minum wine,gin atau tequilla yang biasa kau minta"kata jack "dan biasanya juga cocktail"kata jack "hei"riki menatap jack "aku lupa maaf"kata jack "aku tidak minum yang begitu, tuan son akan marah jika tau"kata jeny "nah betul tuh"kata riki "kenapa di sini darahmu cepat naik haha"kata pam "bukan urusanmu"kata riki sambil cemberut "eh..jeny"dia tidak melihat jeny di sisi nya "nona dua pria di sana ingin berkenalan dengan mu"kata jeny empat wanita bertubuh sexy pun tersenyum.

__ADS_1


"hai"ada wanita memakai dress hitam menghapiri riki "hai tampan"yang lain menghampiri pam "mau kah kau menari dengan ku"kata seorang wanita berambut biru di dekat riki "tidak tidak minggir"riki berdiri "kalian mau menari ya?"jeny datang "dari mana kau "kata riki sambil menyingkirkan tangan wanita wanita yang mencoba menggodanya "kakak kau tidak mau dengan wanita ini?"kata jeny "ini ulah mu ya"kata riki "ahh tidak"kata jeny "jenyyy"riki terlihat geram dengan adiknya.


Keesokannya ..


"yohuuu"jeny berjalan ke meja makan "pagi jen"sapa lisa "hei..siapa menyuruhmu datang?"kata jeny "dia mengundang kita makan malam jen"ucap riki "makan malam, tapi ini kan pagi"kata jeny "adikmu tidak waras"kata pam "nanti malam kita ke rumah lisa untuk makan malam"kata riki "tapi rumahnya jauh kita naik taxi pas berangkat lalu pas pulang"kata jeny "aku kan ada mobil"kata pam "kalian bisa di jemput"kata lisa "aih..tidak perlu repot repot"kata riki "kami pasti datang"kata riki "sarapan sudah siap"kata rita "ayo lisa sarapan"kata riki "lisa ya....oh ya aku lupa lisa kan adikmu"kata jeny riki tertawa "kau juga adikku kok ayo jeny makan"kata riki "telat!!"ucap jeny riki semakin tertawa "waw bibi makanan pagi ini banyak sekali"kata jeny "temanmu juga membawa beberapa makanan"kata pam jeny menatap lisa dengan curiga "ayo sarapan duduk jen"kata riki "kak aku curiga pada nya"bisik jeny "kenapa?"kata riki "dia kaya nya naksir sama teman mu deh makanya dia jadi baik"bisik jeny "huffk uhuk uhuk"riki tersedak "astaga minum minum"lisa mengambil air putih "dasar adik bodoh"guman riki sambil masih terbatuk batuk "dasar kakak bodoh makan kok ---aduh..kenapa kau menjitak ku?"ucap jeny "karena kau bicara sembarangan aku jadi tersedak"kata riki "sudah sudah makan dulu"kata pam sambil menahan tawa lisa memperhatikan gadis di depan nya yang sedang bicara dengan riki yang masih terbatuk batuk.

__ADS_1


__ADS_2