Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
cinta segitiga


__ADS_3

"kau tidak bangun? hei... " kata lisa sambil mengusap rambut jeny dengan penuh kasih sayang "kau akan berangkat kerja? " jeny membuka matanya dan berbalik menatap lisa "tentu, kau akan berangkat juga kan? " kata lisa "tapi aku masih tidak ingin melepaskan mu" kata jeny "hum.. benarkah" lisa mempererat pelukan nya "kau masih memikirkan kejadian semalam? " kata lisa "hum.. ya dan itu masih mengacaukan fikiran ku" kata jeny "lisa... " kata jeny "hum.. ada apa? " kata lisa "tidak ada lagi kan yang kau sembunyikan dari ku" kata jeny "tidak ada sayang.. aku akan katakan pada agar kau tenang aku hanya memiliki hubungan dengan adsila dan itu yang terakhir dan sekarang aku bersama mu kita selama nya ya kan? apa kau meragukan ku? " kata lisa "huf.. gini deh aku akan mengatakan apa saja kegiatan yang akan ku lakukan, dan dengan siapa saja aku akan kerja dan berinteraksi dengan siapa pun.. aku tidak mau ada keraguan di hati mu.. aku benar-benar mencintaimu mu" kata lisa "kau akan melakukan itu untuk ku? " kata jeny "tentu... aku tidak mau ada keraguan di dalam hubungan kita" kata lisa sambil mencium jeny "ayo bersiap Nanti kita terlambat" kata lisa "bisakah beri aku satu ciuman lagi? " kata jeny lisa langsung tersenyum lebar dan langsung mencium jeny "jangan kan satu berapa pun aku siap" kata lisa "sudah sudah.. aku mau mandi" kata jeny "mandi bersama yuk biar lebih cepat" kata lisa "hum.. ku rasa tidak" kata jeny lisa langsung mengangkat tubuh jeny "ahh.. tidak.. tidak tidak mau" kata jeny "tidak ada penolakan hari ini" kata lisa sambil menutup pintu dengan kaki nya.


dengan membawa nampan kosong Agnes menatap joe "kenapa? ada pesanan yang sulit? " kata joe "tidak.. kok" kata Agnes "guys lisa mengirim pesan dia bertanya di mana dia bisa mendapatkan lampu lampu yang estetis" kata bob "lampu macam apa itu? " kata joe "lampu yang estetik seperti ini bentar" Agnes memperlihatkan gambar di ponsel nya "hah? buat apaan? " kata joe "iya ya buat apa" kata bob "kalian ga tau ya lampu seperti itu bagus tau " kata Agnes "aku dulu sempat mengoleksi nya" kata Agnes "cewek itu suka barang barang aneh ya" kata joe.


di ruang rapat terlihat jeny berdiri di depan menjelaskan tentang desain yang akan di gunakan kedepan nya "jadi ada bagaimana yang ini ok ini kepala kucing yang akan ada di atas nya" kata jeny yang lain langsung memberi jeny tepuk tangan "itu sangat bagus jeny" kata daichi "luar biasa" kata yang lain "terimakasih atas kerja sama kalian" kata jeny sambil membungkuk "bagaimana nona dim dengan desain yang akan kita gunakan untuk produk bersama kita? " kata daichi "aku sangat menyukai nya" kata dim sambil menatap jeny tak lama kemudian rapat selesai jeny berjalan di samping nano "jam segini enak nya makan apa ya? " kata nano "jeny" dim menghampiri jeny "iya kak dim" kata jeny "bisa kau ikut dengan ku sebentar aku butuh bantuan mu" kata dim "oh.. baik lah" kata jeny.

__ADS_1


jeny mengikuti dim masuk ke dalam sebuah mobil "kita akan kemana? " kata jeny "kita akan menemui seseorang yang sangat penting " kata dim "apa bos ku sudah tau? " kata jeny "sudah " kata dim "uhuk.. uhuk" jeny menatap dim "you ok? "kata jeny " uhuk.. uhuk "dim kembali batuk " tolong tisu "kata dim " oke"kata jeny sambil mengeluarkan tisu dan memberikan nya ke dim "aih.. kak dim kau sakit? tisu nya ada darah" kata jeny "oh.. aku aku sedikit merasa sakit.. obat ku ada di apartemen ku" kata dim "oh.. hum.. oke bagaimana kita ambil obat dulu " kata jeny "bagaimana jika dia mati saat bersama ku? " fikir jeny "tapi.. bagaimana kalau kita terlambat" kata dim "ha.. tapi aku takut kau tidak kuat apa apartemen mu jauh? " tanya jeny "uhuk" darah keluar dari mulut dim "aih.. sial" kata jeny.


sesampainya di apartemen dim jeny segera mengambil segelas air "di mana obat mu? " kata jeny "di kamar" kata dim "bentar ya aku akan cari " kata jeny sambil pergi membuka kamar dim perlahan dim tersenyum "darah palsu ini juga gak begitu buruk " kata dim "kak dim apa yang ada di laci dekat lemari ini obat mu? " seru jeny "ya" kata dim.


"terimakasih" lisa berjabat tangan dengan seseorang lalu pergi keluar dari ruangan pertemuan "padahal aku mau menelpon nya tapi dia sudah menelpon ku" lisa mengeluarkan ponsel nya "siapa ini? " lisa melihat nomor asing di ponsel nya "halo siapa? " kata lisa "ya.. apa kau tau dimana jeny sekarang? " kata dim "dia ada bersama ku di dalam kamar" kata dim "hei jangan coba menipu ku" kata lisa "kau pasti dim kan!! " kata lisa "aku membawa jeny ke tempat ku ya ya ku tau kau tidak akan percaya tapi kau bisa tanya kan pada nya nanti" dim mematikan telpon "gak mungkin jeny gak mungkin ada di kamar dim, aku harus ke kantor kakak" kata lisa.

__ADS_1


lisa membuka pintu ruangan daichi terlihat daichi sedang duduk di depan laptop nya "lisa? " daichi melihat adik nya menghampiri nya "dimana jeny? kenapa aku tidak menemukan nya? " kata lisa "oh.. jeny sedang pergi dengan nona dim menemui seseorang" kata daichi "dim? sial"lisa terlihat kesal " kenapa kau membiarkan jeny pergi dengan nya.. kau masih punya banyak karyawan kenapa harus jeny"kata lisa "ada apa dengan mu? " kata daichi "kakak.. ah.. dim bukan orang baik.. dia mengincar jeny... ah.. shhh.. katakan katakan pada ku dimana lokasi pertemuan nya" kata lisa "tunggu cerita kan dulu pada ku apa yang terjadi" kata daichi "nanti saja.. sebelum terlambat" kata lisa.


"baiklah kalau begitu kami pamit dulu terimakasih nona dim nona jeny" kata pria berhasil putih "iya sama sama tuan" kata dim sambil menatap pria itu pergi "ku fikir kita akan terlambat" kata jeny "semua nya aman sekarang" kata dim "bagaimana kalau kita lanjut makan dulu ini masih banyak" kata dim "ah.. hum kurasa kita langsung pergi saja kak dim, lisa pasti sudah menunggu ku" kata jeny "oh.. lisa? pacar mu? " kata dim "iya.ya dia dia pacar ku" kata jeny "aku pacar nya" lisa merangkul jeny dan mencium jeny "lisa" kata jeny "kebetulan sekali bukan? " kata lisa "kau juga di sini? " kata jeny "iya oh ya kau sudah selesai? " kata lisa "sudah aku baru saja selesai dan ingin kembali kalau begitu aku bersama mu ya" kata jeny "hum.. oh ya bisa kau pergi ke mobil sebentar aku ada yang perlu di bicarakan dengan nona dim soal bisnis dengan kakak" kata lisa "oke jangan lama lama ya" kata jeny sambil pergi menjauh "karena takut kau sampai sampai datang ke sini" kata dim "ku peringat kan pada mu untuk menjauh dari pacar ku" kata lisa "ku katakan pada mu, dia sekarang pacar mu tapi kedepan nya milik ku" kata dim "itu tidak akan terjadi karena ada aku di sisi nya ku harap kau mundur sebelum terlambat" kata lisa dim tersenyum "ouh" kata dim "lisa " jeny datang "kenapa kau kembali" kata lisa "kau lama sekali apa sudah selesai? " kata jeny "kak dim? " jeny melihat dim memegang wajah nya "apa yang terjadi? " kata jeny "tidak papa jeny aku salah karena membawa mu tanpa izin nya ke apartemen ku" kata dim "kau memukul kak dim? " kata jeny "tidak tidak tidak ini ini salah ku tidak papa" kata dim "tidak jeny dia berbohong aku tidak memukul nya" kata lisa "tapi kenapa bibir kak berdarah lagi? " kata jeny "tidak papa jeny maaf kan aku" kata dim "hei kau jangan coba coba menuduh ku di depan nya" lisa menarik kerah dim "lisa lisa" kata jeny "lisa kau ini apa apaan aku memang ke apartemen kak dim tapi untuk mengambil obat aku tidak melakukan apapun " kata jeny "ada apa dengan mu? " kata jeny dim tersenyum sambil menatap lisa "jen dengar aku tidak memukul nya" kata lisa "tapi kau baru saja melakukan nya" kata jeny "tidak papa jeny jangan bertengkar dengan nya" kata dim "diam kak dim dia melakukan kesalahan mungkin dia berfikir aku melakukan sesuatu dengan mu, kita tidak melakukan apapun, kau berfikir aku melakukan sesuatu dengan kak dim? kau berfikir buruk tentang ku? " kata jeny "oke oke aku salah" kata lisa "jangan begitu cepat minta maaf" kata jeny "maaf, maafkan aku jen" kata lisa "bukan pada ku tapi pada kak dim" kata jeny lisa menghela nafas panjang "nona dik maafkan aku mungkin aku terlalu cemburu" kata lisa "tidak papa nona lisa" kata dim "tidak bersalaman? " kata jeny "maafkan aku ya" lisa mengulurkan tangan nya "maafkan aku juga ya lain kali aku akan izin saat membawa jeny" kata dim "maaf ya dim " kata jeny "ayo kita pulang" jeny berbalik lalu pergi.


sesampainya di rumah jeny langsung mandi membersihkan tubuh nya semetara lisa duduk di atas ranjang terlihat seperti orang yang frustasi "lisa" jeny duduk di dekat lisa setelah selesai mandi "kau marah pada ku? " kata jeny "aku tidak marah" lisa tersenyum sambil menatap jeny "aku ingin makan siang dengan kak nano tapi kak dim datang mengajak ku bertemu dengan seseorang atas perintah kakak, namun saat dalam perjalanan kak dim muntah darah dia sakit dan obat nya ada di apartemen nya aku hanya ingin menolong nya itu saja tapi aku tidak melakukan apapun aku juga menolak makan di apartemen nya karena aku tau kau akan mengantar makanan untuk ku" kata jeny "aku tau itu" kata lisa "namun jika ka cemburu aku tidak akan dekat dengan kak dim aku akan bicara pada kakak" kata jeny "aku cuma kawatir sesuatu terjadi pada mu" kata lisa "aku bisa menjaga diriku, hum.. kau bisa mandi aku akan menyiapkan makanan di bawah" kata jeny "kau bisa masak? " kata lisa "bisa sedikit aku akan memasak sesuatu untuk mu" kata jeny "ha.. baik lah hati hati dengan minyak panas" kata lisa "boleh aku mencium mu sebelum pergi" kata jeny lisa tersenyum dia langsung mencium jeny "aku menunggu mu" jeny pergi keluar kamar lisa langsung mengambil ponsel nya "kakak aku perlu bicara " kata lisa "besok di kantor mu" kata lisa .

__ADS_1


meja makan sudah penuh dengan beberapa hidangan "hai kemari lah cepat makan" kata jeny "bibi rita kemana? " kata lisa "dia sudah pulang kan ini sudah malam" kata jeny "waw.. banyak sekali" kata lisa "aku tidak ingin kau kelaparan" kata jeny "ah.. padahal aku ingin makan sedikit dan makan banyak di kamar" kata lisa "aih tidak boleh makan di kamar cepat duduk" kata jeny lisa duduk jeny langsung menyiapkan makanan untuk jeny "selamat makan! ".


__ADS_2