
semua nya menatap ke arah jeny yang baru saja keluar dari ruangan daichi "jeny you ok? " kata nano "iya mata mu terlihat merah" kata yang lain "tidak papa aku cuma sakit mata saja" kata jeny "apa pak daichi sudah ada di ruangan nya? " tanya nano "belum cuma asisten nya saja" kata jeny sambil mengambil tas nya "aku pulang duluan ya" kata jeny "hati Hati jen" kata rekan kerja nya.
"atas nama nona jeny? " supir taxi berdiri di depan jeny "ya aku yang menelpon mu tadi" kata jeny "jeny " jeny menatap dim yang sudah ada di samping nya "kau pulang? " kata dim "iya pekerjaan ku sudah selesai kau ingin sesuatu tanya saja dengan kak nano dia akan jelaskan semua nya aku buru buru" jeny masuk ke dalam taxi dan pergi dim mengepal tangan nya "tidak papa... " kata dim.
__ADS_1
di dalam penjara lisa berdiri menatap kakak nya "persidangan akan di lakukan dua hari lagi " kata daichi "bagaimana dengan jeny kak? bright bilang jeny selalu menangis" kata lisa "aku akan mencoba meminta mama menenangkan nya" kata daichi "aku mencemaskan nya" kata lisa "jangan kawatir kan ada aku" kata daichi "aku yakin berita nya sudah menyebar papa butuh bantuan " kata lisa "aku sudah mengatasi nya " kata daichi "terimakasih kak" kata lisa "kak?? " daichi menoleh "jeny" kata lisa "apa yang baru ku dengar? " kata jeny "hum... jeny aku.. aku " kata lisa "aku kakak lisa" kata daichi "oh.. jadi" kata jeny "sebenarnya aku ingin mengatakan tapi aku menahan nya" kata lisa "apa lagi yang kau sembunyikan dari ku? " kata jeny "tidak ada " kata lisa "kemari lah" kata lisa jeny mendekat "apa dia mantan kekasih mu? " kata jeny "siapa? " kata lisa "wanita yang di beritakan dengan mu" kata jeny "dia bukan mantan ku sungguh" kata lisa "aku tidak ingin ada kebohongan" kata jeny "atau rahasia apapun yang tersembunyi dalam sebuah hubungan" kata jeny "jeny aku tidak menyembunyikan apapun sungguh aku ingin kau tidak canggung dalam berkerja maka dari itu aku menahan diriku untuk mengatakan bahwa bos mu adalah kakak ku" kata lisa "itu benar dan aku juga ingin mengatakan nya pada mu bahwa lisa adalah adik ku namun aku merasa ini belum tepat" kata daichi jeny mengeluarkan ponsel nya "aku memiliki bukti rekaman kami masa dulu saat kami masih memiliki hubungan" lisa melihat video yang di putar jeny "jeny" kata daichi ketika jeny pergi "jeny" kata daichi "kak bagaimana ini" kata lisa "aku akan mengejar nya" kata daichi.
jeny berjalan tanpa berbalik meskipun daichi memanggilnya "jeny.. jeny hei" daichi menahan tangan jeny "jeny.. ini salah paham" kata daichi "aku yang melarang lisa untuk memberitahu kalau aku kakak nya " kata daichi "lalu " kata jeny "adik ku begitu mencintai mu " kata daichi "dan kau akan membela nya apapun yang terjadi? ku yakin itu akan kau lakukan kau akan mendukung nya walaupun itu salah" kata jeny "percayalah aku tidak akan mendukung siapa pun aku tidak akan membela adik ku jika dia salah" kata daichi "tenang lah.. maafkan aku.. " kata daichi "soal kasus pelecehan ini semua nya palsu" kata daichi "aku juga berharap begitu namun bukti bukti yang wanita itu bawa terlihat begitu jelas kalau dia benar-benar memiliki hubungan dengan lisa aku tidak ingin mempercayai da--" kata jeny "dengar.. dengar aku" kata daichi "ini yang di namakan ujian dalam hubungan kau akan mengalami berbagai masalah yang bisa memicu hubungan kalian berakhir kalian harus saling percaya" kata daichi "kita harus percaya satu sama lain" kata daichi "aku sendiri yang akan turun tangan jika lisa berani melukai atau berbuat buruk pada mu" daichi mengusap wajah jeny "aku akan menjaga mu" kata daichi "kau harus percaya pada ku dan lisa" kata daichi "hum" jeny mengangguk "jangan menangis.. kau akan lihat kebenarannya saat di persidangan bagaimana kalau kau ikut aku pulang karena lisa masih di tahan ikut lah dengan ku mama akan sangat senang melihat menantu nya" kata daichi "aku malu" kata jeny "kenapa malu.. kami sudah mengetahui nya sejak lama ayo" kata daichi.
__ADS_1
jeny turun dari mobil bodyguard daichi langsung membawa barang barang milik jeny "ayo masuk" kata daichi "apa ini tidak papa? " kata jeny "tidak papa jangan sungkan ini akan jadi keluarga mu kedepan nya" kata daichi pintu di buka "ma.. lihat siapa yang datang" kata daichi "jeny" alfie "aduh sayang sekali hiko tidak di rumah" kata alfie "kenapa diam saja? " kata alfie "ayo ayo kau ma langsung ke kamar lisa atau mau sesuatu? " kata alfie "hum... tidak mengapa hum.. aku ingin ke kamar" kata jeny "ah.. tidak masalah aku akan mengantar mu" kata daichi "tidak papa mama saja yang mengantar nya kau sana bikin minum adik ipar mu pasti haus" kata alfie.
"nona lisa" seorang polisi datang "ada yang ingin bertemu dengan mu" kata polisi itu "oke" kata lisa tak lama kemudian lisa melihat bodyguard kakak nya datang "tuan menginginkan saya mengantar selimut untuk anda " lisa menatap selimut di depan nya "tapi kenapa? hum.. gak mungkin dia tidak tau peraturan di sini, di sini di larang membawa apapun" kata lisa "ini karena tuan daichi kawatir pada mu jadi tuan daichi mengirim kan selimut ke sini dan juga agar nona jeny tenang dan tidak mencemaskan mu" kata bodyguard itu.
__ADS_1
jeny duduk sambil memeluk foto lisa "meskipun aku sekarang masih di ambang keraguan tapi.. tapi aku tidak bisa bohong lisa.. aku merindukan mu" kata jeny "aku merindukan mu lisa... aku ingin kau memeluk ku seperti biasa nya.. " kata jeny.
"aku merindukan mu jen.. aku ingin cepat cepat keluar dari sini dan memeluk mu... aku benar benar hampir gila tanpa mu" kata lisa "tunggu aku jen" kata lisa "cepat kembali lisa.. jangan membuat ku menunggu lebih lama" kata jeny sambil mengusap air mata nya "aku mencintaimu jen" kata lisa.
__ADS_1