
cahaya matahari langsung masuk saat tirai jendela di buka oleh pam kemudian dia langsung berjalan ke ke kamar teman teman nya "guys.. udah pagi guys yuk bangun kita akan pergi ke acara lelang" kata pam "hum" kata amin sambil bangkit dari tempat tidur nya "fudo" kata amin sambil mengetuk pintu kamar fudo "fudo bangun" kata amin "aku akan membunuh mu" terdengar suara dari dalam kamar fudo "pagi guys" riki keluar dari kamar nya "bangunkan fudo ini udah jam setengah tuju" kata endo "aku akan masak hari ini " kata amin "oke" riki berjalan ke kamar fudo "kau sedang apa? " tanya amin "membuat susu untuk jeny" kata pam riki berhenti di depan kamar fudo "fudo.. " kata riki sambil mengetuk pintu kamar fudo "fudo sudah pagi" kata riki "ya" fudo membuka pintu "cepat bersiap jangan sampai tuan fang menunggu kita" kata riki "oke aku akan mandi" kata fudo "oke " riki pergi "hei jeny sudah bangun? " tanya fudo "belum " kata riki sambil pergi ke kamar nya untuk bersiap dia menatap jeny yang masih terlelap "dia seperti nya kelelahan nanti saja deh aku bangunin" kata riki sambil mengambil jubah mandi.
beberapa orang melihat lisa yang menempel kan pengumuman di dinding "itu kan sweet" kata orang orang itu.
"iya mirip sweet"
"bukan lihat nama nya tuh, jeny bukan sweet"
"hum" lisa menatap orang orang itu "hum.. ya ini sweet apa kalian ada melihat nya? " tanya lisa "ohh.. ini sweet" kata mereka "hei aku ada melihat sweet di Bandara" kata seorang pria dengan seragam basket "bandara? " kata lisa "iya" kata pria itu "te.. terimakasih" lisa langsung masuk ke dalam mobil "kita ke bandara segera" kata lisa.
boy meletakkan kertas yang dia pegang ke dalam mobil "halo.. halo.. joe joe aku dapat kabar jeny ada di bandara kita harus kesana" kata boy.
"JENY... JENY.... JENY.... " lisa berlari ke sana ke mari seperti orang gila "jeny.... jeny.. " seru lisa tidak perlu apapun di depan nya semuanya di tabrak oleh nya "uhh!! " lisa terjatuh kertas yang dia bawa berserakan di udara "maaf maaf" kata lisa sambil berdiri dia mengusap air mata nya yang terus mengalir beberapa orang mengambil kertas itu "nona anda baik baik saja? " tanya sai "bereskan ini aku akan ke sana" kata lisa dia kembali berlari "permisi geser geser uhm.. Hai aku lisa aku mencari seseorang bernama jeny hum.. seperti ini" lisa menunjukkan foto jeny ke petugas yang berkerja di Bandara mereka semua saling tatap "maaf nona mohon menunggu kami akan periksa nama penumpang hari ini" kata mereka "iya iya cepat ya" kata lisa.
di dalam kamar fudo menghampiri jeny yang masih tidur "hei.. " kata fudo "um? " jeny membuka matanya "selamat pagi sayang" dia terdiam melihat lisa berbaring di samping nya membuat dia reflek langsung duduk "jeny you ok? " kata fudo jeny menatap fudo "ada apa? " kata fudo "kakak.. aku.. aku kaget" kata jeny "aku kesiangan ya? " kata jeny "tidak masalah kau istirahat saja kami mau pergi kerja sebentar lagi, kau mau ikut sarapan atau mau sarapan nanti? " kata fudo "aku.. kalian duluan saja aku mau mandi dulu" kata jeny "oke" fudo melangkah ke pintu "oh ya" fudo kembali berbalik "kau kelihatan nya sedang sedih? ada apa? " kata fudo "ah.. kakak siapa yang sedang sedih aku akan mandi dan segera ke meja makan" kata jeny "oke lah kakak menunggu mu" kata fudo.
di ruang makan
"hari ini adalah hari yang langka aku melihat ada berbagai puding di sini dan kue dan susu" kata amin "aku membuat nya untuk adik ku" kata endo "aku kan sudah masak udang untuk nya" kata amin "dia akan makan masakan ku hari ini" kata endo "tidak bisa dia hanya boleh makan makanan ku" kata amin "diam lah kalian jeny bisa makan apa saja yang dia mau" kata pam "jangan ikut campur" kata amin "masakan mu tidak baik untuk jeny" kata endo "masakan mu buruk terlalu manis" kata endo "hentikan semuanya" kata riki "astaga kalian tidak malu bertingkah seperti anak kecil" kata pam "ayolah akui saja aku lebih baik dari pada mu" kata amin "harus nya aku yang berkata begitu" kata endo "aku rasa nya mau membunuh kalian berdua" fudo datang "kau lagi" kata amin "diam lah dia yang akan memilih nanti" kata pam "kemari fudo" kata riki fudo berjalan ke arah kursi di samping riki semua nya menatap riki "meskipun kita bukan polisi sungguhan tapi jangan memakai baju seragam berantakan seperti preman" riki merapikan kerah baju fudo "kaya gak tau fudo aja" kata amin "aku mendengar mu amin" kata fudo sambil menatap tajam ke arah amin "sudah, duduk lah kau sudah membangun kan jeny kan? " kata riki "sudah dia sedang mandi" kata fudo sambil mengambil makanan yang dia mau "aku merasa kalian ini seperti suami istri" kata endo "siapa? " kata pam "riki dan fudo" kata amin "uhuk" riki langsung tersedak "kalian bicara apa? " kata riki "kakak" jeny datang "hum.. sini" kata fudo jeny langsung duduk di dengan fudo "kalian terlihat berbeda kalau memakai seragam seperti ini" kata jeny "aku kelihatan tampan kan? " kata pam "iya jauh lebih maskulin" kata jeny "ini makan makanan manis mood mu akan jauh lebih baik ketika makan makanan manis" kata fudo "makan makanan yang ku buat juga rasa nya enak seperti makanan artis" kata amin jeny tersenyum "aku akan makan semuanya" kata jeny "baiklah selama makan" kata riki.
seorang pria datang menghampiri lisa yang sedang berdiri "nona lisa" kata pria itu "ya.ya aku.. hum.. bagaimana ada? " kata lisa "ada tiga orang yang bernama jeny hari ini anda mau melihat nya mereka sudah ada di dalam pesawat" kata pria itu "oke aku mau lihat" kata lisa "kalau begitu mari" kata pria itu.
di dalam pesawat lisa memperhatikan semua penumpang "ini yang bernama jeny " kata pria itu lisa terdiam sambil menggelengkan kepala nya tak lama kemudian dia keluar dari pesawat dengan muka sedih "lisa" kata boy saat lisa menjatuhkan lututnya ke tanah semua orang menatap ke arah lisa "lisa lisa.. hei tenang lah" kata joe "itu bukan jeny ku.. dimana jeny ku" kata lisa.
riki menundukkan kepalanya "tuan mohon maaf sebelum nya " kata riki "kalian memakai seragam polisi? " kata fang "ada sesuatu yang terjadi yang tak terduga, adik saya datang dan akan tinggal beberapa hari, saya terpaksa menggunakan seragam polisi karena dia belum tau kala saya sudah tidak jadi polisi lagi, saya.. saya mohon maaf tuan ta--" kata riki "aku mengerti" kata fang.
__ADS_1
di dalam kamar jeny duduk di dekat jendela menatap pemandangan di luar jendela sambil memeluk lutut nya, dengan lembut angin membelai rambut jeny. semua masa masa bersama lisa kembali berputar di ingatan nya air mata nya perlahan menetes di wajah nya "kau menyakiti ku lisa" kata jeny.
"aku tidak menyakiti mu jen tidak ada niatan di hati ku untuk melakukan sesuatu yang menyakitimu" kata lisa dalam hati hujan turun lisa menatap butiran hujan di kaca mobil air mata nya kembali menetes "kembali lah jen atau aku akan mati" kata lisa dalam hati.
beberapa hari kemudian...
"panggil riki dan fudo sekarang" kata fang "siap tuan" kata dua orang pria di depan fang "kita akan mengadakan pertemuan di Singapura pastikan semua nya aman" kata bodyguard fang "hari ini ku minta kau bertemu dengan salah satu client ku Karena aku harus ke Singapura" kata fang .
"sial amin cepat buka pintu" kata fudo "iya iya bentar" kata amin jeny berjalan ke arah pintu "kau siapa? " tanya dua pria di depan jeny "gawat" riki menarik jeny "bantu kak fudo aku akan bicara dengan pria ini" kata riki "oke" kata jeny sambil berbalik dan pergi "kakak aku akan bantu dirimu" kata jeny "jangan merepotkan dirimu duduk lah" kata fudo "kakak ada dua pria datang mereka siapa? " tanya jeny sambil duduk memakan oreo "mungkin rekan kerja" kata fudo.
dokter keluar dari kamar lisa, dokter menatap ke arah Daichi "adik mu belum mau makan ya? " kata dokter "belum dokter" kata Daichi "kakak" lisa keluar dari kamar "lisa lisa.. tunggu kau mau kemana? " kata Daichi "mencari jeny" kata lisa "kau bisa makan dulu ini sudah beberapa hati kau tidak makan lisa.. mama dan papa kawatir" kata Daichi "aku tidak lapar" lisa pergi "lisa" boy mengejar lisa "maka buah bagaimana? " tanya boy "tidak boy" kata lisa .
makanan di letakan ke atas piring "oh ya jen bagaimana dengan lisa dan yang lain, kenapa kau datang sendiri" kata pam "dia merindukan riki pasti nya" kata endo "aku.. aku" kata jeny "biasa nya lisa selalu mengantar jeny dan siapa ya nama pria itu oh ya boy si boy" kata pam "kakak sudah lama tidak pulang maka nya aku ke sini sekalian melihat keadaan nya , mereka semua sibuk jadi nya aku tidak mengajak mereka" kata jeny "makanan sudah siap ayo" kata amin "makan yang banyak" riki mengambilkan jeny beberapa lauk "kau juga, aku melihat kantor polisi yang agak jauh dari sini apa kalian kerja di situ? " tanya jeny "uhm.. " amin menatap yang lain "iya iya kami kerja di situ" kata endo "wah... keren" kata jeny "jangan bicara makan saja" kata fudo "baik" kata jeny tapi baru saja mau melahap makanan nya jeny terdiam "aku.. aku ke kamar mandi sebentar" kata jeny sambil pergi.
di dalam kamar mandi
"ini makan yang banyak ya"
"hum.. tidak ada yang salah kok aku.. aku suka melihat kau makan banyak"
"makan lah nasi dulu baru makan coklat"
jeny menutup telinga nya "lisa" kata jeny.
lisa berhenti melangkah dia melihat sekitar nya "itu suara jeny.. jeny memanggil ku" kata lisa "jeny... jeny... " lisa memperhatikan sekitar nya.
__ADS_1
endo menuang jus ke dalam gelas nya "kenapa jeny lama sekali" kata pam "iya ya" kata amin "mungkin dia sakit perut" kata pam "biar aku cek" kata riki "tidak aku saja " fudo pergi "dia kan adik ku" kata riki "tutup mulut mu" kata fudo.
"makanan ku terasa hambar " kata jeny "aku ingin berhenti mencintaimu tapi kenapa aku selalu melihat mu dimana pun" kata jeny "kau mengganggu ku" kata jeny "aku pergi jauh agar aku tidak melihat mu tapi kau selalu muncul di mana aku memandang" kata jeny "jeny"jeny terdiam mendengar suara fudo " iya kak bentar aku aku sakit perut "kata jeny " oh.. baik lah "kata fudo.
setelah selesai sarapan jeny mengantar kakak nya ke depan pintu " jangan kemana mana ok"kata riki "oke" kata jeny "aku akan pulang malam telpon aku jika da sesuatu tapi jangan kemana mana" kata riki "iya kakak" kata jeny "bagus kami berangkat ya" kata riki "iya" kata jeny.
di tempat lain..
reno berdiri di depan sambil menjelaskan sesuatu kepada orang orang yang ada di depan nya "jadi terimakasih atas kerja sama semuanya" kata reno yang lain langsung bertepuk tangan setelah rapat selesai reno duduk sendirian melihat layar ponsel nya "tumben sekali jeny tidak membalas pesan ku, dia biasanya mengirimkan beberapa pesan untuk ku sekarang kenapa tidak? " kata reno.
malam hari nya..
di ruang tamu jeny duduk sendirian sambil menunggu kakak kakak nya "aku mau menelpon boy tapi aku tau nanti boy pasti memberi lisa kalau aku ada dengan kakak" kata jeny "aku tau kalian cemas tidak menemukan ku tapi.. maafkan aku.. aku benar benar butuh waktu untuk menerima keadaan yang sebenarnya" kata jeny "tok tok tok" jeny mengusap air matanya dan berjalan ke arah pintu "hei kalian sudah pulang" kata seseorang dari luar "gawat ada orang aku buka tidak ya" jeny pergi ke kamar nya mencari ponsel nya "mana ya di sini kaya nya deh" kaya jeny "klik" tangan nya gak sengaja menyentuh sesuatu "zraak"meja di samping ranjang riki bergerak jeny terkejut " tok tok tok tok "jeny langsung berlari keluar " bentar"kata jeny pintu di buka terlihat seorang pria berdiri sambil memegang ponsel nya "oh akhirnya masih ada yang tersisa ku fikir kalian pergi dengan kakak ku ter--" pria itu terdiam setelah menatap jeny begitu juga dengan jeny
"jeny"
"kak danmi? "
danmi langsung memeluk jeny dengan erat "astaga jeny kau kemana saja kami mencari mu" kata danmi sambil melepaskan pelukan nya "kakak.. aku" kata jeny "aku tau.. aku tau waktu itu kau sedang marah tapi biarkan aku memberi tau mu beberapa hal" danmi menutup pintu "kakak kenapa kau ada di sini dari mana kau tau kalau aku ada di sini kau sendirian kan? atau kau? " kata jeny "aku sendirian aku datang dua hari yang lalu karena kakak meminta ku menemui client nya karena dia akan ada jadwal lain" kata danmi "ku fikir masih ada bodyguard kakak yang ti--" danmi terdiam "gawat aku keceplosan" kata danmi dalam hati "tunggu kau mengatakan apa barusan" kata jeny "nanti aku katakan yang terpenting sekarang kau harus tau kebenarannya kau harus pulang bersama ku besok" kata danmi "tidak aku tidak ingin pulang" kata jeny sambil berdiri "dengar jeny lisa sekarat dia membutuhkan mu" kata danmi jeny tertawa kecil "kau bicara apa? lisa sekarat? yang benar saja dia tidak akan sekarat mungkin sekarang dia sedang party di bar jangan coba menipu ku kak danmi" kata jeny "fakta sebenarnya lisa tidak salah dalam kejadian waktu itu" kata danmi jeny tertawa "ya.. mungkin aku yang salah.. tidak tidak aku memang salah" air mata jeny keluar "aku sangat salah, salah karena mengenal lisa, salah mau menjalin hubungan dengan nya, salah karena aku memaafkan nya, salah karena aku begitu mencintai, salah karena aku datang waktu itu, salah karena aku melihat kebenarannya aku salah kak danmi aku salah!! " kata jeny "jeny.. " danmi hendak menyentuh tangan jeny tapi jeny langsung menyingkirkan tangan nya ke belakang "kau datang hanya untuk itu? kau datang untuk membela nya kau tau apa yang ku rasakan saat ini. aku menderita kak danmi.. aku kesakitan.. kenapa percintaan ku selalu gagal dan menyakiti diri ku" kata jeny "tenang lah tenang" kata danmi "jangan katakan pada nya kalau aku di sini, aku tidak ingin melihat nya kak danmi" kata jeny "aku tau kau membenci nya tapi.. lisa sekarat dia ada di ruang UGD sekarang" kata danmi "dia tidak mau makan ataupun minum dia memanggil nama mu setiap menit dia mencari mu kemana mana" kata danmi "tidak masalah jika kau belum mau pulang " kata danmi jeny mengusap air matanya kau menipuku kan? "kata jeny.
pintu di ketuk dengan keras membuat boy langsung lari membuka pintu " boy boy... aku baru kepikiran kemana jeny akan pergi"kata joe "dimana dimana jeny? " kata boy "dia pasti menemui kak riki kau ingat saat jeny menangis dia menyebut nama kak riki dia pasti ada di sana" kata joe "kau benar juga" kata boy "kita akan ke sana besok " kata joe "ya aku harus ke rumah sakit mengantar mama Alfie lisa sedang di rawat di rumah sakit mutiara" kata boy "oke" kata joe.
danmi memegang bahu jeny "aku tau apa yang kau rasa kan " kata danmi "kakak.. rasa sakit nya masih terasa" kata jeny "iya aku tau maafkan aku" danmi memeluk jeny "kakak aku sedang ingin ketenangan tapi lisa mengacaukan semuanya aku pergi jauh dari nya tapi wajahnya ada dimana mana" kata jeny "itu karena kau masih mencintai nya" kata danmi "ponsel ada suara ponsel" kata danmi "bentar" jeny pergi ke dalam kamar namun dia berhenti saat melihat lemari besar berisi senjata yang sangat lengkap "jen kau baik baik sa--" danmi terdiam melihat jeny mematung "bentar" jeny menatap danmi "saat datang kau tadi kau mengatakan bodyguard" kata jeny "hum.. aku" kata danmi "apa maksudnya? kakak ku seorang polisi tidak ada yang menjadi bodyguard" kata jeny "aku.. " kata danmi "kak danmi katakan sesuatu, ah.. aku cari kakak saja " kata jeny "hei jen, jangan" kata danmi.
di tengah malam..
__ADS_1
riki membuka seragam nya lalu membuang nya dan langsung berlutut di depan adik nya "aku di keluar kan dari kepolisian sudah beberapa tahun lalu, karena aku ingin menuntut keluarga Hayashi yang sudah mengacaukan keluarga kita dan juga membuat mu harus di rawat tiga tahun di rumah sakit" kata riki "aku berbohong kepada mu menyembunyikan semua nya" kata riki "aku juga bukan seorang polisi" amin melempar seragam nya "semua nya seorang bodyguard yang berkerja untuk tuan fang" fudo duduk di hadapan jeny "kakak mu seorang pembunuh sekarang kakak mu bukan orang baik sekarang adik ku" riki mengeluarkan air mata "aku sebenarnya tidak ingin kau tau agar kau tidak menjadi seperti aku, aku mau kau tetap menjadi adik ku menjadi jeny ku bukan menjadi orang seperti diriku aku membunuh orang orang yang membunuh keluarga kita aku seorang pembunuh jeny.. " kata riki "maaf maaf maafkan aku maaf" riki menunduk "hari ini kau bebas marah pada ku aku sudah menipu mu kan, bukan hanya itu aku juga membunuh orang orang yang mencoba melukai tuan fang. saat aku sekarat aku sendirian tuan fang datang menolong ku membantu ku jeny di saat aku berjuang untuk keadilan keluarga kita polisi tidak bisa berbuat apa apa jika berhadapan dengan para pembantai keluarga kita tuan fang yang menyemangati ku maka nya sekarang aku berkerja pada nya dia seperti ayah ku sendiri " kata riki "kakak" kata jeny "maafkan aku juga jeny" kata fudo "kakak aku juga pernah berbohong pada mu" kata jeny "ku rasa kita sama" kata jeny "aku.. aku ingat semua saat kecelakaan onnie tapi aku aku.. aku tidak mengatakan nya pada mu, kak cika kak cika.. tidak salah dia merawat ku dengan baik" kata jeny "aku membenci nya karena aku takut.. aku takut kau akan meninggal kan ku dan pergi dengan kak cika " kata jeny "aku.. aku berlatih dengan kak danmi untuk membunuh keluarga John tanpa memberitahu mu karena aku takut kau akan melarang ku" kata jeny "kakak maafkan aku juga" kata jeny "aku.. " kata jeny riki langsung memeluk jeny "entah mengapa aku tiba-tiba merasa sakit jadi aku datang mencari mu" kata jeny "apa ada seseorang yang melukai mu? " tanya riki "jangan tanya lagi peluk aku" kata jeny "kalian diam gak meluk aku.. katanya kalian kakak ku" kata jeny fudo langsung memeluk jeny begitu juga dengan yang lain nya.
jam menunjukkan pukul dua pagi fudo terbangun ketika mendengar suara dia segera pergi "jeny" kata fudo saat melihat jeny duduk di teras "kakak" jeny menatap fudo "kenapa kau masih menangis" kata fudo "aku.. aku tidak tau air mata nya keluar terus" kata jeny fudo langsung memeluk jeny "tidak papa" kata fudo "lisa aku merindukan mu" kata jeny dalam hati .