Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
di landa keragu-raguan


__ADS_3

jeny membuka matanya dia merasakan tangan lisa masih memeluk nya "kau sudah bangun" bisik lisa jeny berbalik menatap lisa "selamat pagi" kata lisa "apa kau masih takut? " tanya lisa "kenapa kau masih memeluk ku? " tanya jeny "kenapa" kata lisa "semalaman kau tidur dengan tangan ku di bawah kepala mu mau gak mau aku harus memiringkan tubuh ku dan memeluk mu" kata lisa "apa? " jeny duduk terlihat dia benar benar memakai tangan lisa sebagai bantal "oh.. " jeny melihat lisa tersenyum "aduh duh.. shh.. tangan ku rasa nya kaku" kata lisa "kenapa kau tidak membangun kan ku? " kata jeny "aku suka memeluk mu" kata lisa "apa tangan mu sakit? " kata jeny "ya sedikit" kata lisa "tapi tidak papa nanti juga membaik" kata lisa ponsel jeny berbunyi "halo boy" kata jeny "kau ada di mana? " tanya boy "aku akan mandi dulu" kata lisa sambil pergi ke kamar mandi "kau bersama lisa? " tanya boy "iya aku tidur di sini beberapa hari" kata jeny "apaaaaaa!!! " seru boy "rumah ku bermasalah jadi harus di renovasi beberapa minggu kedepan jadi untuk sementara aku harus di sini, oh ya kau sudah kembali aku dengar kau sedang pergi dengan bos mu" kata jeny "iya aku kemarin lalu pergi dengan bos ku tapi sekarang aku sudah kembali" kata boy "jeny.. jeny.. " kata lisa "apa? " kata jeny "bisakah kau mengambil kan jubah mandi ku aku meninggalkan nya di meja" kata lisa "menyusahkan" kata jeny "boy sebentar ya" kata jeny sambil berdiri mengambil jubah mandi milik lisa "buka cepat ini jubah mandi mu" kata jeny "griit" jeny memejam kan mata nya lisa tersenyum melihat wajah jeny "ambil lah" kata jeny "terimakasih" kata lisa sambil terkekeh lalu dia menutup pintu "boy " kata jeny "hm.. kau tidur dengan lisa? " kata boy "iya aku tidur di kamar nya" kata jeny "apa saja yang lisa lakukan? " kata boy "dia akan pergi kerja dan pulang malam itu saja" kata jeny "aku dua hari lalu ingin ke rumah mu dan bertemu dengan kak riki di jalan oh ya aku matikan telpon nya aku mau menemui jin dulu dia sedang tidak enak badan" kata boy "oke" kata jeny.


"kau tidak mandi? " tanya lisa "aku akan mandi sebentar lagi" kata jeny "halo ma" kata lisa "apa!!! " lisa menatap jeny "ada apa? " kata jeny "mama sudah di bawah dia bilang sudah ada janji dengan mu untuk belanja bersama" kata lisa "haah!! " jeny terkejut "cepat mandi" kata lisa "lisa" jeny memegang tangan lisa "ada apa? " kata lisa "aku.. aku tid-" kata jeny "kau takut dengan mama ku? " kata lisa "aku.. aku sedikit" kata lisa "jangan kawatir.. " lisa memegang wajah jeny "kau mandi lah.. aku akan menunggu mu di sini" kata lisa "oke.. " kata jeny.


"tap tap tap tap tap tap" lisa dan jeny turun dari tangga "dia menantu yang sangat lembut" kata hiko "Hai nak" kata alfie jeje tersenyum canggung "ma.. kenapa pagi pagi sekali" kata lisa "apa aku mengganggu kalian" kata Alfie "tidak tan" kata jeny "ayolah kenapa masih tante " kata alfie "ma- ma ayo coba katakan" kata alfie jeny menatap lisa "ma.. jangan memaksa" kata lisa "ayolah sarapan dulu" lisa menarik jeny "iya kau terburu buru lihat tatapan jeny seperti nya dia canggung" kata hiko "baik lah" kata alfie "aku akan pergi ke kantor telpon aku kalau ada apa apa" kata hiko "baik" kata alfie.


"tidak nyaman ya? " tanya lisa jeny menatap nya "sedikit" kata jeny "aku akan bicara pada mama ku nanti" kata lisa sambil mengambil sepotong daging untuk jeny "ayo makan" kata lisa alfie duduk "kemana papa? " tanya lisa "dia langsung pergi ke kantor" kata alfie "ayo makan ma" kata lisa.

__ADS_1


di rumah danmi


"aahhh" amin jatuh dari kursi "aduhh.. kepala ku pusing" kata riki "ahh.. ayam bakar" kata pam "riki.. riki" kata fudo "hm.. aku bilang tidak boleh" kata riki "mereka sudah mabuk" kata endo "riki ayo aku antar ke kamar" kata fudo "ahh.. " kata riki fudo memapah riki "endo bantu yang lain" kata fudo "oke" kata endo. fudo menendang pintu dengan kaki nya "ayo" kata fudo "aku tidak akan meninggalkan adik ku" kata riki "ya ya" fudo meletakkan riki ke atas ranjang "kak" kata riki "akhh hei kau menarik leher ku awas riki" kata fudo "kak jeny.. sudah.. be.. sar" kata riki "sial.. endo!! endo!! " seru fudo endo datang "astaga kalian?? " kata endo "ku patahkan kakimu jika berfikir macam macam cepat tolong leher ku.. gelang riki tersangkut di kalung ku" kata fudo "baik baik jujur aku deg deg melihat kalian begini" kata endo sambil mencoba melepaskan gelang riki "ini sulit fudo" kata endo "sial lepas kalung nya saja.. tangan ku sudah pegal menahan nya" kata fudo "bentar" kata endo "oke sudah" kata endo "sial brengsek" fudo berdiri meraba leher nya "aku tercekik sesaat , ayo bantu yang lain" kata fudo "oke" kata endo.


di sebuah tempat..


di restoran..

__ADS_1


alfie mengusap rambut jeny "kenapa kau sangat manis sekali, oh ya aku Hampir lupa ini pegang" kata alfie "tante" kata jeny "ini black card dari papa lisa yang akan menjadi papa mu" kata Alfie "tante tidak perlu aku aku buk--" kata jeny "Hai nyonya alfie siapa gadis yang bersama mu apa itu adik lisa? " tanya seorang wanita "bukan bukan lisa tidak memiliki seorang adik dia jeny menantu ku" kata alfie "oh.. menantu mu seorang wanita? " kata wanita itu "iya dia cantik kan? " kata alfie "iya.. kalau begitu aku pergi dulu" jeny menatap lisa "aku akan coba katakan pada mama ku kalau kita tidak pacaran" kata lisa "iya" kata jeny "ayo makan lagi" kata lisa.


di toko perhiasan...


bermacam macam perhiasan di letakan ke atas meja alfie memperhatikan nya "kau tau mamaku punya banyak perhiasan namun tidak memakainya sudah beberapa tahun dia tidak pernah mau membeli perhiasan lagi tapi sekarang dia berubah drastis lihat itu dia tersenyum" kata lisa "mungkin karena kau tidak ada waktu untuk nya maka nya dia tidak membeli perhiasan" kata jeny "jeny kemari lah ayo, astaga masih saja berpegangan tangan. ayo sini" kata alfie "coba lihat mana yang kau suka? " kata alfie "aku .. " kata jeny "iya pilih lah kau tau ini adalah momen langka " kata alfie "benarkah? " kata jeny "iya kau kan tau lisa dulu tidak se ceria ini membuat ku selalu cemas dan sekarang sejak ada kau dia ceria sekali aku juga menjadi ikut senang dan tidak perlu kawatir lagi maka dari itu untuk merayakan nya aku mengajak mu berbelanja" kata alfie "aku juga pernah dengar lisa itu dingin" kata jeny "iya dulu dia sangat dingin tapi sekarang lihat lah berapa hangat nya dia" kata alfie "ayolah jangan bahas dia cepat pilih" kata alfie "lisa kau tidak memilih nya? " kata jeny "dia tidak bisa memilih" kata alfie "ya ya pilihan ku selalu buruk" kata lisa "dengar tuh" kata Alfie "tapi tante aku tidak bisa memilih " kata jeny "kenapa kau tidak suka? " kata Alfie "aku suka aku suka tapi aku tidak bisa memilih nya " kata jeny "jika begitu kita pilih yang ini yang bagian ruangan ini di sini banyak hiasan berlian" kata Alfie "oh.. yang ini saja yang ini" kata jeny "aku akan memilih saja di sini" kata jeny "baik lah" kata Alfie "aku harus pilih yang baik nih" kata jeny dalam hati "yang ini bagus sama yang ini" kata jeny "baik lah bungkus ini untuk menantu ku" kata alfie "apa?! ini bukan untuk mu? " kata jeny "bukan aku akan pilih yang kan yang ini untuk mu" kata alfie "tidak tidak aku tidak ingin" kata jeny "ayolah aku juga akan beli" kata alfie "tolong berikan yang sama seperti milik nya" kata alfie "lisa" kata jeny "itu hadiah aku gak mungkin melarang mama ku memberikan hadiah pada mu" kata lisa.


di rumah lisa..

__ADS_1


pelayan membuat minuman untuk nona nya "tante" kata jeny "iya" kata alfie lisa yang sedang membuka jas nya melihat ke arah jeny "tante aku akan katakan sesuatu" kata jeny "iya katakan saja" kata alfie sambil menarik jeny untuk duduk di dekat nya "katakan lah nak" kata Alfie "tente.. hum.. aku.. aku bukan.. hum.. " kata jeny "sial kenapa aku gugup" fikir jeny "ada apa? apa lisa berbuat sesuatu? " tanya alfie "aku.. aku dan lisa.. aku bukan.. hum aku bukan me--" ponsel alfie bunyi "bentar ya" kata alfie "halo suami ku.. aku sudah berbelanja iya dia saja masih ada di dekat ku " kata Alfie "oh kau terdengar begitu ceria kali ini sama seperti lisa ya.. kalian berdua semakin bahagia ini lah yang aku tunggu tunggu dari dulu" kata hiko "bagaimana aku tidak bahagia lisa sekarang sudah kembali anak kita yang dulu sudah kembali sekarang dia sudah ceria dan bahkan memanggil ku dengan manja ma.... begitu tadi aku sudah lama tidak mendengar nya memanggilku begitu aku sangat bahagia suami ku" kata alfie jeny menunduk mendengar alfie bicara "aku jadi bimbang" kata jeny dalam hati "iya baik lah jemput aku ya aku gak mau mengganggu mereka" kata alfie "oke" Alfie menatap jeny "nak.. kau tadi ingin mengatakan apa? " tanya Alfie "a.. " jeny berfikir keras "kenapa? " kata alfie "aku lupa tadi ingin bicara apa pada mu" kata jeny "ya ampun.. kau ini lucu sekali boleh aku memeluk mu? " kata alfie "tentu" kata jeny alfie tersenyum sambil memeluk jeny "terimakasih sudah hadir dalam kehidupan keluarga kami" kata alfie lisa tersenyum melihat jeny di peluk mama nya.


__ADS_2