Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʜᴀᴘᴘʏ ᴡᴇᴅᴅɪɴɢ ᴀᴍᴇʟ ᴀʀᴋᴏ


__ADS_3

...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...--------...


Hari ini Rika dan Ardit sedang bersiap-siap, selesai sarapan mereka berdua langsung naik ke atas dan mengganti pakaian mereka. Benar, sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk datang ke acara akad nikah Amel dan Arko.


Ardit dengan setelan jas hitam dengan sepatu pantofel yang mengkilap dan tak lupa dasi yang sudah terpasang di lehernya. Sedangkan Rika, dia hanya memakai dress putih dengan rambut yang diurai.


...-------...


Di kediaman keluarga Wijaya sedang diadakan sebuah acara. Tak lain tak bukan hari ini dimana Amel akan melepaskan masa jomblonya.


Tepat pukul 08.00 wib Arko mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan napas. Dan semua orang yang berada di rumah Amel mengucapkan kata sah yang berarti Amel telah resmi menjadi istri Arko.


Tak menyangka memang, berawal dari pertemuan yang tak sengaja dan berakhir dengan bahagia.


Dimulai dari tak terima menjadi terima. Kita tak tau apa yang dikasih oleh Tuhan kita hanya perlu berencana tapi Tuhan yang menentukan semuanya.


Amel terlihat sangat cantik hari ini, dengan riasan yang natural dan pakaian adat Jawa yang melekat di dirinya semakin menambah kecantikan Amel. Begitu pun dengan Arko memakai pakaian adat Jawa. Amel dan Rika sama sama orang Jawa mereka dibesarkan dari Surabaya jadi tak heran jika pernikahan mereka menggambil ada dari sana.


Sekarang Amel dan Arko sedang bertukar cincin dan menandatangani buku nikah.


Setelah selesai, Arko dan Amel menghampiri Rika dan Ardit mereka akan berfoto-foto bersama orang tua Amel dan Arko.


"selamat Mel akhirnya nikah juga haha" memeluk Amel, Amel pun membalasnya.


"makasih, kok lo dateng sih, kan lo masih sakit"


"ya kali sahabat gue nikah gue gak dateng jahat banget dong gue, gak gue gapapa kok tenang aja"


"kak selamat ya sabar-sabar sama kelakuan Amel" bisik Rika, sedangkan Amel menatap tajam Rika.

__ADS_1


"selamat Mel, Ar semoga samawa" menepuk bahu Arko.


"makasih, lho repot-repot kalian. Gimana Rik?"


"udah mendingan kok kak"


"eh sekarang foto-foto yuk"


Mereka pun menggambil pose dengan Amel dan Rika di tengah sedangkan Arko dan Ardit di samping mereka berdua. Pose pertama normal, kedua senyum pepsodent dan ketiga gaya bebas. Selesai foto Ardit dan Rika pamit pulang mereka hanya tiga puluh menit saja. Ardit tak mau ambil resiko nantinya.


"Mel, Ar kita pamit ya, gue gak mau ambil resiko buat Rika"


Ya udah dari kemarin Ardit merubah panggilan, karena suruhan dari Amel, Rika dan Arko. Mereka minta biar gak terlalu sopan-sopan amat, biar seru gitu. Ardit yang tak bisa menolak pun akhirnya merubah. Karena sebenarnya juga sedikit aneh padahal mah dulu gak.


"lho pulang? yah ya udah deh gapapa lo jangan banyak aktivitas biar cepet sembuh sorry ya cuma ini doang hidangannya"


"ya ampun Mel gapapa kali malah kita makasih, ya udah gue sama Rika pamit, samawa buat kalian"


"Siap-siap mau berapa haha, lo juga semoga cepet dapet"


"aamiin aamiin makasih kita duluan!" pamit Rika dan melepas pelukan.


"iya makasih, jangan ngebut-ngebut!"


Ardit dan Arko pun balik tak lupa juga sebelum itu mereka juga pamit ke orang tua Amel dan Arko. Sekarang mereka sedang perjalanan pulang ke rumah. Tiba-tiba handphonenya berdering, Ardit pun membuka dan membaca pesan tersebut.


drtt.. drtt


Dokter Mita


Ardit, lusa bisa ada waktu buat kemoterapi? Jika bisa nanti lusa saya akan ke sana untuk kemo Rika.


Ardit Pamunggal

__ADS_1


Baik dok saya tunggu kedatangannya


"siapa by?"


"dokter Mita sayang, lusa kita kemo di rumah dokter Mita akan dateng"


"by"


"iya?"


"mau es krim" dengan muka polosnya yang membuat Ardit mencubit pipi Rika dengan gemas.


"oke, kita beli sekarang"


Dengan giring Rika mengangkat kedua tangannya "let's Go!" teriak Rika semangat empat lima. Ardit pun membelokkan mobilnya menuju ke supermarket terdekat. Sampai supermarket Ardit turun dan masuk kedalam memiliki beberapa es krim dan membawa ke kasir.


"totalnya lima puluh ribu mas"


Ardit memberikan uang satu lembar berwarna biru kepada kasir lalu pergi keluar menghampiri Rika yang sedang menunggu di dalam. Melihat Ardit membawa kresek yang berisi es krim dan memberikan kepadanya, dengan mata berbinar-binar Rika membuka dan langsung memakan es krim tersebut.


"pelan-pelan sayang"


...----------...


Rika



Ardit



Belum di revisi

__ADS_1


__ADS_2