
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...----------------------------...
Ardi langsung memberi kabar Ardit. Untung saja Ardit masih melakukan chek-in. Mendapatkan info dari sang ayah Ardit dengan buru-buru meninggalkan bandara menggunakan taksi dan menuju ke rumah sakit wisma utama.
"kenapa Dit?" tanya Clara dan Arko bersamaan.
"Rika mau lahiran, gue titip ke kalian ya kalau emang gak bisa kalian pakai cara lain. Gue mau balik sekarang" ucap Ardit dengan muka yang khawatir.
Mereka berdua mengangguk, mempersilahkan Ardit untuk balik "ya udah gapapa kok, tenang aja sekarang buruan balik, Rika lebih butuh lo sekarang"
...------------------------------...
Di perjalanan, Bunda mengelus punggung Rika untuk mengurangi rasa sakit. Rika dari tadi menggenggam kuat tangan Veni.
Ayah berada di depan samping supir, Ardi telah mengasih kabar kepada besannya tersebut dan mereka akan ketemuan di rumah sakit.
...----------------------------...
Sampai rumah sakit Rika langsung di duduk kan pada kursi roda. Dokter langsung membawa Rika keruang persalinan.
Di sana ternyata sudah ada Rusdy dan Santi, mereka berdua langsung membatalkan aktivitas mereka hari ini juga demi menemani putri mereka.
"Rika yang kuat sayang demi anak kalian" mengecup kening Rika dan menyemangati Rika.
Rika mengangguk dan meminta doa kepada yang lainnya. Dokter pun langsung memasukkan Rika kedalam ruang persalinan.
Beberapa menit kemudian, Ardit datang dengan langkah tergesa-gesa.
"assalamualaikum" ucap Ardit dengan nafas yang ngos-ngosan.
"waalaikumsalam akhirnya datang juga kamu Dit" ucap Bunda yang membuat mereka bernapas lega.
__ADS_1
"Rika dimana?"
"Rika di dalam, kamu temenin dia ya dia sudah nungguin kamu"
Ardit mengangguk masuk ke dalam. Pintu terbuka Ardit melihat Rika yang tersenyum kepadanya.
Ardit menghampiri Rika, menggenggam kuat tangan Rika "kamu kuat! kamu pasti bisa! demi anak kita" bisik Ardit lalu mengecup kening Rika.
...--------------------------...
Akhirnya setelah menunggu beberapa jam bukaan sempurna tiba. Membuat Rika merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Melihat Rika yang berjuang demi anak mereka Ardit tak bisa menahan air matanya.
Menggenggam kuat tangan Rika yang bisa Ardit lakukan sekarang hanyalah menyemangati Rika dan berdoa.
"ya allah lancarkan lah persalinan istri hamba. Beri dia kekuatan" batin Ardit.
"ayo nona sedikit lagi" instruksi dokter.
Santi tak bisa menahan air mata, ya putri satu-satunya akan menjadi seorang ibu.
...--------------------------------...
Ujung kepala sudah terlihat. Rika kehabisan napas. Walupun sedikit, Ardit memberikan semangat ke Rika
"sayang ayo sedikit lagi, kamu bisa kamu pasti kuat" semangat Ardit menggenggam tangan Rika.
"I Love You Bunda" bisik Ardit.
Bisikan Ardit seakan membuat Rika kembali bersemangat, Rika tersenyum. Rika kembali mengenjan kuat.
Rika menarik napas panjang, membuang perlahan dengan semangat empat lima Rika kembali mengenjan. Hingga akhirnya terdengar suara tangisan.
oooeekkk.. oooeekkkk.. ooooeekkk
__ADS_1
Tangisan tersebut membuat semua bernapas lega dan terharu. Ardit tak berhenti mengucapkan syukur. Air mata Rika sudah mengalir deras.
Rasa sakit yang ia alami terbalaskan oleh suara tangisan anak mereka.
"selamat tuan nona, anak kalian laki-laki sehat, tak ada kekurangan apapun" ucap dokter tersebut memberikan bayi mereka ke Ardit dan Rika.
"makasih Bunda" bisik Ardit.
"Sama-sama papa" bisik Rika pelan.
Dokter memberikan bayi tersebut kepada Rika menaruhnya di atas dada Rika.
Setelah itu, Dokter mengambil alih kembali, membersihkan bayi mungil mereka.
Setelah selesai dokter menyuruh Ardit untuk mengadzani.
Rika tersenyum melihat sang buah hati merasa tenang mendengarkan suara adzan dari Ardit
Selesai mengadzani, Ardit memberikan kepada Rika menyuruh Rika untuk memberikan asi nya. Air mata Rika kembali menetes deras, melihat Rika menyusui anak mereka Ardit mengecup kening Rika.
Anak mereka sangat tampan perpaduan antara Ardit dan Rika. Kehidupan Ardit dan juga Rika akan berubah kembali. Begitu pun dengan kedua keluarga.
Ardit pamit keluar, untuk memberitahukan kepada yang lainnya "sayang aku keluar ya" Rika mengangguk sambil tersenyum.
Ardit keluar, memberitahukan bahwa Rika tak baik-baik saja.
"Dit gimana keadaan Rika?" tanya Santi dengan khawatir.
"Rika baik-baik aja Ma, dan bayi kita lahir dengan selamat tanpa kekurangan apa pun" jelas Ardit.
"alhamdullilah" ucap mereka serempak.
...------------------------------...
Oh iya guys yang mau kasih nama buat anak mereka boleh komen di bawah 😁
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!