Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
sᴇᴘɪʀɪɴɢ ʙᴇʀᴅᴜᴀ


__ADS_3

...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...--------...


Keesokan harinya, Rika dan Ardit sudah selesai membereskan barang-barang, mereka udah siap untuk kembali lagi ke apartemen.


Sebenernya bisa aja sih buat ke rumah baru mereka tapi karena Rika menolak dengan alasan apartemen masih bisa di pakai dan muat buat mereka.


Jadi mereka gak pindah ke rumah baru melainkan di apartemen lagian Rika juga udah nyaman tinggal di sana. Sekarang Rika dan Ardit sedang memasukan koper ke dalam mobil di bantu juga dengan Ayah Ardi dan pak Joni.


Waktu saat mau lanjut masukin ke mobil tiba-tiba handphone Rika berdering. Rika pun melihat nama kontak tersebut dan tertulis 'mama ❤' dan langsung mengangkatnya.


"halo Ma Assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam Rik, kamu jadi beneran balik lagi ke apartemen?"


"iya Ma, ini lagi masukin koper ke mobil. Kenapa Ma?"


"gak sayang mama khawatir aja, kamu udah gapapa kan? Mama gak mau kamu kenapa-napa" ucap Santi dengan khawatir.


"gapapa Ma, Mama tenang aja! Rika gak mau repotin Mama, Papa, Bunda sama Ayah terus"


"udah dibilangin gak sama sekali, ya udah kalau gitu kalau udah sampai jangan lupa kasih kabar ke Mama ya. Mama tutup ya sayang Mama mau siapin pakaian papa buat ke kantor, assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


tutt. tutt


Rika menutup panggilan dan melanjutkan memasukan barang-barang ke dalam mobil. Selesai memasukan semuanya Rika dan Ardit pamit ke Veni dan Ardi.


"bunda Rika pamit ya" memeluk bunda dengan erat.


"iya Rik ati-ati ya, kalau ada apa-apa bunda, ayah, papa sama mama siap bantu kalian" membalas pelukan Rika dan mengecup pucuk kepala Rika.


"bun Ardit pamit, makasih udah bantu Ardit buat rawat Rika" memeluk bunda.


"iya Dit sama-sama kalau udah sampai kabarin ya?" membalas pelukan.


"iya bun pasti!" melepaskan pelukan.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil setelah selesai pamit ke ayah, bunda dan yang lainnya. Ardit menyalakan mobil dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.


Sebelum menuju ke apartemen Rika mengajak Ardit untuk mampir ke supermarket karena terakhir kali di apartemen bahan makanan sudah kosong.


"by ke supermarket sebentar ya, bahan makanan udah abis"


"siap nyonya" ucap Ardit diakhiri kekehan.


Ardit melajukan mobil menuju ke supermarket terdekat. Sampai supermarket, Ardit mencari tempat perkiraan, setelah ketemu Ardit turun dan balik kiri untuk membuka pintu.


"makasih by"


Tak lupa menggenggam tangan kecil Rika, mereka masuk ke dalam menggambil troli dan memilih bahan makanan. Makan siang kali ini Rika berencana mau membuat ayam teriyaki, setelah berkeliling mencari semua bahan mereka berdua menuju ke kasir dan membayar semuanya.


Membawa dua kresek besar berisikan belanjaan mereka memasukan kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke apartemen. Sepuluh menit kemudian akhirnya mereka pun sampai di apartemen, Rika memencet sandi, masuk dan mendudukkan diri di sofa.


"capek?" dijawab anggukan oleh Ardit.


Ardit menghampiri Rika dan duduk di sampingnya menarik kedua kaki dan menaruhnya di atas paha Ardit.


Memijat perlahan kaki Rika. Rika pun tak menolak karena emang kakinya terasa pegal sekali.


"udah by, nanti kamu yang malah capek" menarik kembali kakinya " sekarang naik yuk sekalian beres-beres sama mandi gerah tau" mengibaskan bajunya.


Menata pakaian dan memasukan kedalam lemari, hampir sepuluh menit sudah setengah pakaian sudah tertata rapi di dalam lemari.


Ardit telah selesai dengan sholatnya, cowok tersebut menghampiri Rika dan duduk di sampingnya. Membantu memasukan pakaian dan melipat kembali.


"biar aku lanjutin kamu mandi aja dulu katanya gerah" ucap Ardit sambil memasukan pakaian kedalam lemari.


Rika pun beranjak dari duduknya dan menggambil pakaian serta handuk lalu ke kamar mandi, lima belas menit sudah akhirnya Rika selesai dengan ritual mandinya.


"by aku ke bawah ya mau buat makan siang!"


Setelah mendapatkan jawaban dari Ardit. Rika menuruni satu persatu anak tangga, berlari kecil menuju ke dapur.


Sudah lama dirinya tak membuat makanan untuk suami tercinta, dengan semangat empat lima Rika membuka belanjaan memakai celemek dan memulai bertempur dengan dapur.


Di mulai dengan memasak nasi. Membumbui ayam dan menggorengnya, setengah jam sudah akhirnya masakan buatan Rika telah selesai.


Menyajikan kedalam piring, memasukan nasi kedalam piring besar dan menaruh kedalam meja.

__ADS_1


"by! buruan turun makan dulu!"


"iya sayangg!" sahut Ardit sambil menuruni satu persatu anak tangga.


Rika tersenyum ketika Ardit memberikan senyumannya. Menghampiri Rika di meja makan, menarik kursi dan mendudukkan bokongnya ke kursi.


"hem bau nya enak banget" menghirup aroma masakan.


"ini nasinya pas?" menggambil beberapa sendok nasi. Dan dapat anggukan dari Ardit.


Rika pun menaruh lauk kedalam piring Ardit. Pas ingin menggambil nasi untuk dirinya tiba-tiba tangan Ardit menghentikan tangan Rika untuk menggambil nasi. Ardit mengajak Rika untuk makan sepiring berdua.


"kenapa by?" tanya Rika bingung.


"kita makan sepiring berdua" dengan mengangkat satu alisnya.


Pipi Rika terasa panas, bener-bener Ardit mah. Padahal udah hampir satu tahun mereka nikah tapi gak tau kenapa Rika di buat deg-deg an oleh Ardit.


Rika menuruti kemauan Ardit mendudukkan bokongnya di samping kursi Ardit.


Tiba-tiba tangan Ardit menarik kursi Rika yang membuat dirinya menempel.


Tak ada celah diantara mereka. Rika di buat kaku oleh Ardit, gak tau kenapa dengan Ardit Rika juga bingung. Ardit mempunyai 1001 cara yang tiba-tiba berubah.


"gak usah kaku gitu dong, aku gak gigit sayang" bisik Ardit tepat ditelinga Rika.


"apaan sih!" kesal Rika dan dapat kekehan dari Ardit.


"udah-udah makan"


Mereka pun makan sepiring berdua, saling suap-suapan satu sama lain. Begitu pun dengan minum segelas berdua, ya walupun sebenernya gak kenyang tapi bahagianya..


...--------------------...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!.


.


.


.

__ADS_1


Belum di revisi


__ADS_2