Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʀᴜᴍᴀʜ sᴀᴋɪᴛ


__ADS_3

Dorr!


"akhhhh..."


Polisi langsung menarik Sania dan membawanya pergi, semuanya telah turun di bawah melihat dimana tertangkapnya kedua dalang. Bobby bersujud memohon ke Rika agar tak di masukan dipenjara.


"Rik gu-gue mohon ini salah Sania bukan gue"


Sania yang berjalan tertatih karena terkena peluru pun tak Terima, orang jelas-jelas Bobby yang salah mau aja dia ikut.


"bob! maksud lo apa? lo yang bodoh ngapain juga mau ikutan!"


"udah lah pak bawa aja nih dua orang biar gak meresahkan orang aja kerjaannya kalau bisa penjarain seumur hidup"


"baik kalau begitu, untuk selanjutnya saya mohon untuk datang ketika sidang tiba"


"baik Pak! Terima kasih atas bantuannya"


"Sama-sama Pak, kalau begitu saya permisi dulu"


Akhirnya Sania dan Bobby pun di bawa pergi oleh polisi, sekarang tinggallah Rika, Ardit, Amel dan Arko.


"ini mah di namakan menjebak tapi terjebak haha"


"shut Mel!"


Ucapan Rika membuat Amel cengengesan, Rika masih memegang lehernya yang terasa perih.


"sstt, aw"


"mana yang sakit? kita ke rumah sakit ya"

__ADS_1


"gak usah by, pu-"


Belum sempat Rika melanjutkan omongannya, tapi Amel sudah memotongnya yang membuat Rika menatap tajam Amel.


"pacarannn teroosssss"


Wah bener-bener sih Amel, gak seneng banget liat sahabatnya seneng. Selalu aja ganggu dimana pun dan kapan pun.


"makanya nikah"


"iya pasti.. kalau ada"


"pft, ngapain jauh-jauh sebelah lu jomblo"


Ucapan Rika tersebut membuat dua sejoli yang masih PDKT merasa salting, sedangkan Rika merasa menang akhirnya bisa buat Amel salting.


"udah lah, gue mau balik, dari pada jadi nyamuk di sini bhay gue balik Assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


Sampai di rumah sakit ternyata di sana sudah ada seorang suster yang menunggu kedatangan mereka berdua.


"dengan nona Rika?"


"iya sus saya"


"baik mari ikut saya sudah ditunggu di dalam"


Rika dan Ardit pun mengikuti suster tersebut, dan mereka pun sampai di depan ruangan. Mereka berdua masuk di sana sudah ada pria paru baya yang sama dengan Ardi, dokter tersebut memberi senyum manisnya dan menangani Rika.


"lukanya gak terlalu parah, nanti om kasih resepnya"

__ADS_1


"makasih om Bram"


Iya, dia adalah om Bram, adik dari Ardi. Seorang dokter spesialis penyakit dalam dan sekaligus dokter pribadi keluarga Aldebaran, om Bram pun memberikan salep untuk luka Rika.


"dipakai pagi sama malam, usahakan jangan terkena air terlebih dahulu"


"iya om, makasih udah bantu kalau gitu Ardit sama Rika pamit. Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Setelah itu Rika dan Ardit pun pulang ke apartemen, lima belas menit akhirnya mereka berdua sampai di apartemen Ardit mereka turun dan menuju ke kamar. Rika dan Ardit membersihkan diri dan melaksanakan shalat maghrib. Selesai shalat Rika turun ke bawah dan mencari makanan untuk di buatnya makan malam.


"sayangg"


"iya by aku di dapur!"


"ya ampun Rik, udah ya kamu istirahat aja kita beli aja tuh leher kamu nanti gak kering-kering"


"gapapa by, lagian gak parah juga kok lukanya. Sekarang kamu duduk dan diem aku mau masak!"


Ardit hanya menggelengkan kepala sambil meninggalkan Rika yang berkutat dengan dapurnya, adzan isya berkumandang tepat makanan telah siap. Mereka berdua melaksanakan kewajiban mereka setelah itu di lanjut dengan makan malam.


Menu hari ini ayam goreng, cah kangkung, tahu tempe dan tak lupa sambal. Setelah selesai makan Rika menata piring dan membawanya ke wastafel dibantu dengan Ardit, setelah mencuci mereka berdua naik ke kamar. Sampai kamar Rika langsung mendudukkan dirinya dan menatap laptopnya.


Iya Rika sedang mengerjakan tugas skripsinya ya walaupun masih di cicil, setelah kemarin ujian dan libur semester akhirnya hari yang tak Rika suka datang. Ya mau gimana lagi syarat kelulusan ada pada skripsi, Rika mengerjakan hingga pukul 23.05 WIB dari tadi Ardit sudah menyuruhnya beristirahat tapi Rika keras kepala dan masih mau mengerjakan kembali.


"Rik udah dong, sekarang udah malam yuk tidur besok kamu kampus pagi kan? sekarang tidur ya"


"nanti aja by, sayang masih banyak entaran aja"


Ardit pun terpaksa langsung merampas laptop yang membuat Rika cemberut, ya mau tak mau dia menuruti Ardit karena memang dirinya juga sudah mengantuk. Mereka berdua pun akhirnya beristirahat dan tak lupa saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2