
Berjalan kembali menuju kelas, menjawab sapaan dari adik kelas. Melewati ruang BK yang membuat Lea menghentikan langkahnya. Menatap 4 orang yang berdiri menghadap Pak Cipto (guru BK kelas 12).
"Kok gue kenal ya sama tuh cowok" Batin Lea yang menatap keempat cowok tersebut.
Detik berikutnya Lea tersadar, siapa lagi kalau bukan Al dkk. Gak ada hentinya buat gak bikin masalah mereka. Kalau gak jahil sama anak orang, atau buat masalah. Padahal baru tadi pagi dibilangin sekarang udah berulah.
"Lea"
"Kenapa?"
"Kenapa-kenapa lo kenapa sih kok liat ruang BK mulu?" Tanya Ghea.
Lea menunjuk dengan dagunya ke ruang BK Acha, Danish serta Ghea menatap ke sana. Mereka hanya bisa menggelengkan kepala.
"Udah yuk, balik aja" Ajak Lea.
Melanjutkan kembali langkah mereka menuju ke kelas. Bel masuk berbunyi, membuat mereka semua masuk kedalam kelas mereka masing-masing.
...…...
"Udah kalian aja yang pulang duluan, gue mau lanjut tulis materinya" Ucap Lea.
"Seriusan? Udah sepi lho le?"
"gapapa, kalian balik aja"
Lea melanjutkan kembali menulis rangkumannya, sedangkan mereka bertiga masih saja menunggu, hingga akhirnya Al masuk.
"Lama banget lo"
Lea menoleh kearah pintu "sabar kali"
"Udah guys kalian balik aja, tuh udah ada si Al" Ucap Lea.
"Oke kita balik ya, bye!"
"Bye ati-ati"
Al menghampiri Lea dan duduk di sampingnya, menatap ke papan tulis lalu ke arah Lea. Dengan malas Al menidurkan kepalanya pada meja sambil menatap Lea yang serius mencatatkan materi.
"Le" Panggil Al.
"Apa?" Tanya Lea yang melirik Al sekilas.
"Lo cantik"
"Emang gue cantik, entar kayaknya lo ada maunya nih? Lo mau apa?" Tanya Pea yang mengerti dengan omongan Al.
Karena Lea tau Al gak akan cuma-cuma buat gombal cewek ataupun kasih dia pujian kecuali ada maunya.
"Gak ada"
"Apa? Lo pikir gue gak tau akal busuk lo. Lo gak bakal puji orang kalau lo gak ada maunya" Ucap Lea.
__ADS_1
"Gak ada Lea, Gue cuma-"
"Cuma apa sih? Udah lah diam lo! Gue mau lanjut nulis"
"Ngapain sih lo capek-capek buat nulis? Buang-buang buku" Ucap Al.
"Bodo! Masih mending gue nulis daripada lo bawa buku bukannya nulis malah gambar gak jelas"
"Ya kan itu hobi gue buat gambar"
"Iya gambar, gambar anak lidi"
"Serah kau lah Le males debat gue" Ucap Al langsung menutup kepalanya dengan kedua lengan.
"Bilang aja lo kalah debat haha"
Lea melanjutkan kembali menulisnya kembali, Al sesekali melirik kearah Lea. Karena menunggu Lea yang sangat lama menulis membuat Al menutup kedua matanya.
"Al" Panggil Lea tapi tak ada sautan dari Al.
"Dia tidur?" Batin Lea.
"Al" Panggil Lea sekali lagi.
"Apa gue kelamaan ya nulisnya sampai bikin nih cowok ketiduran" Batin Lea kembali.
Dengan cepat Lea menulis, entahlah rapi atau gak yang penting bisa dibaca. Selesai menulis Lea melirik kearah Al yang masih terlelap dengan tidurnya.
Memasukkan semua peralatan kedalam tasnya, Lea menoleh kearah Al. Tampan satu kata yang menggambarkan wajah Al.
"Al" Panggil Lea dengan lembut.
Menepuk lengan Al pell dengan pelan, yang membuat Al terusik, membuka matanya perlahan lalu menatap kearah Lea.
"Udah selesai?" Dan dapat anggukan dari Lea.
"ya udah pulang yuk gue ngantuk" Ucap Lea lalu bangkit dari kursi.
Lea jalan terlebih dahulu, belum langkahnya keluar kelas suara Al menghentikan langkahnya terhenti. Lea menoleh ke arah Al sambil mengangkat satu alisnya.
"Kenapa?" Tanya Lea.
"Lo mens?" Tanya Al.
Lea melihat belakang rok nya, benar saja ada noda merah yang menembus, Al menghampiri Lea, melepaskan jaket kebanggaannya dan melingkarkan pada pinggang Lea untuk menutupi rok nya.
"Makasih"
"Yuk pulang" Ajak Al sambil menggandeng tangan Lea.
Lea tak menolah gandengan tersebut, toh tak masalah juga. Untung sekolah tak begitu ramai hanya ada beberapa anak saja yang menunggu jemputan atau akan melakukan kerja kelompok, mungkin.
Sampai parkiran, Al memasangkan helm pada Lea dan menaiki motor kesayangannya. Memegang bahu Al untuk pegangan.
__ADS_1
...…...
"Al" Panggil Lea dengan sedikit teriak.
Mereka sedang berada di jalan raya, mereka masih menunggu lampu hijau menyala.
"Apa?"
"Lo buat masalah apa lagi sampai masuk BK?"
"Gak cuma bikin anak orang masuk UKS" Ucap Al.
Apa tadi, cuma? Emang Al kalau bikin anak orang luka gak tangung-tangung sampai masuk UKS lho. Lea yang mendengarkan ucapan Al barusan hanya bisa menggelengkan kepala.
"Cuma-cuma, anak orang yang lo lukai Al kalau orang tua nya gak terima gimana?" Tanya Lea.
"Tinggal tanggung jawab"
"Serah lo lah"
"Al mampir sementara ke supermarket ya"
"Buat apa?"
"Pembalut gue abis, gue mau beli"
Al mengangguk dan menghentikan motor di depan supermarket. Menatap Lea yang masih duduk membuat Al bingung. Bukannya tadi minta ke sini kenapa masih diem aja?.
"Jadi beli gak?" Dapat anggukan dari Lea.
"Terus ngapain lo masih duduk Lea?"
"Lo yang beliin, please" Ucap Lea dengan puppy eyes andalannya.
"Kayak gini, yang sayap jangan lupa" Ucap Lea menunjukan produk yang biasanya dia pakai.
Al mengangguk masuk kedalam, menuju ke tempat rak yang berisi berbagai merk pembalut. Untung keadaan supermarket tak ramai hanya ada beberapa orang saja.
Mata Al menelusuri setiap produk hingga matanya menemukan produk yang Lea sebutkan tadi, dengan bingung Al mengambil salah satu.
"Ini mana yang sayap, mana yang biasa sih" Batin Al dengan bertanya-tanya.
Mengambil salah satu dari dua produk, Al langsung menuju ke kasir, dengan muka datarnya. Karyawan di sana banyak yang menatap Al.
Memberikan produk pembalut kepada mbak-mbak kasir yang membuat senyum mbak-mbak kasir tersebut pudar.
"Yah udah punya cewek" Batin mbak kasir tersebut.
Dengan cepat Al mengeluarkan uang di dalam dompet dan membayarnya, meninggalkan kembalian.
"Nih" Ucap Al memberikan kresek berisi pembalut Lea.
"Makasih suami"
__ADS_1
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤