
Hari ini hari sabtu dimana Al dan Lea libur sekolah. Mereka berdua sedang bersiap-siap, pagi ini mereka akan pergi ke rumah Bunda dan Papa, rencananya akan menginap di sana.
Bunda memberi kabar bahwa di sana ada oma, opa, eyang dan uti mereka. Jadi bakal ramai nantinya. Mereka sudah lama tak bermain ke sana mungkin hampir tiga minggu.
"Udah semua belum?" Tanya Al.
"Udah nih udah gue masukin semua" Al mengangguk mengambil alih tas ransel yang berisi pakaian mereka berdua.
Bukan mereka berdua cuma baju Lea saja, karena masih ada beberapa baju yang Al tinggal di rumah jadi Al tak perlu membawa banyak-banyak.
...…...
"Assalamu'alaikum" Ucap Al dan Lea yang memasuki rumah Aldebaran.
"Waalaikumsalam"
"Mantu Bunda, sini sayang" Ucap Rika menyuruh duduk mantunya di samping Rika.
Baru juga beberapa bulan Al udah tersingkir oleh keberadaan Lea. Walaupun emang udah lama juga selalu Lea yang kena dulu, ini anaknya siapa sih Lea apa Al?.
Al menatap tajam Lea "Awas aja lo" Ucap Al dengan gerakan matanya.
"Bodo amat" Ucap Lea yang tak kalah sengit.
Tiba-tiba Lea memiliki ide agar Al kena semprot Bunda.
"Bunda, Al jahat sama Lea tuh lihat Lea dari tadi di pelototin" Adu Lea bersembunyi di belakang Bunda.
"Sialan nih cewek" Batin Al.
"Al" Ucap Rika yang tak kalah tajam menatap anak semata wayangnya tersebut.
Dengan senyum manisnya Al menoleh kearah Bunda "Iya bun?"
"Kamu ya? Awas aja kalau kamu sakitin mantu Bunda" Ucap Bunda.
"Gak kok bun, ngapain juga Al nyakitin Lea. Mending bunuh aja" Ucap Al dengan santai.
"Kamu!"
"Tuh kan bun, Al jahat sama Lea. Kemarin juga gitu mau ancam Lea buat bunuh Lea" Ucap Lea yang mendramatisir.
Lumayan buat hiburan, Rika pun langsung menghampiri Al dan mencubit paha Al dengan sekali cubitan yang membuat Al menggeliat kesakitan.
"Mulut lo gue sumpel ya lama-lama" Ucap sambil mengelus pahanya yang kena cubit.
Lea tertawa senang, kapan lagi coba suaminya kayak gini? Mumpung gratis kenapa gak?.
"Haha dosa banget gue jadi istri, tapi kapan lagi coba bisa liat Al kesakitan seperti ini?" Batin Lea sambil menahan tawanya.
"Eh ada cucu uti di sini" Ucap Santi memeluk kedua cucunya.
"Lea gimana Al jahat gak?" Tanya Veni.
"Lumayan sih oma, kemarin Al mau siap-siap buat bunuh Lea" Adu Lea.
"Apa lo! Gak usah fitnah ya, Lama-lama gue sumpel tuh mulut. Kalau emang gue mau bunuh lo kenapa gak dari kemarin aja" Ucap Al yang tak terima.
__ADS_1
Semuanya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka yang tak pernah akur sama sekali. Biasalah! Gak akur gak seru.
"Udah-udah, yuk Le bantu Bunda buat masak"
Para istri pergi ke dapur untuk memasak makan siang, sedangkan para lelaki mengobrol di ruang keluarga biasa membahas perusahaan.
Al hanya mendengarkan saja, menganggapi jika emang ditanya. Al malas membahas soal perusahaan menurutnya itu sangat ribet harus ini dan harus itu.
Tau sendiri kalau Al sangat malas untuk di atur. Padahal kan Al juga yang akan menjadi penerus Aldebaran serta Winata, apalagi tambahan dari Louis udah deh KO.
"Al gimana udah siap belum?" Tanya eyang Rusdy.
"Gak" Ucap Al dengan singkat, padat dan jelas.
"Oh iya gimana udah ada pikiran untuk buka pernikahan kalian?" Tanya Papa.
"Gak tau"
"Kok gak tau?"
"Al mah ayo-ayo aja, tunggu si Lea dia nya mau apa gak. Lea masih belum mau pernikahannya ke bongkar. Tau sendiri Lea paling males soal tanggapi hal kayak gitu" Ucap Al.
Mereka pun melanjutkan obrolan ringan mereka, hingga suara bel pintu membuat para lelaki menoleh ke arah Lampu. Ardit bangkit berjalan menuju ke pintu dan membukanya.
Ternyata Amel dan Arko yang datang, Ardit mempersilahkan mereka masuk. Amel pamit ke dapur untuk membantu para istri-istri, sedangkan Arko gabung dengan para suami.
...…...
Sekarang Al dan Lea sudah berada di kamar setelah makan siang mereka berdua pamit ke atas untuk membersihkan diri.
"Al"
"Al"
"Alvaro!"
Sudah tiga kali Lea memanggil Al tapi yang punya nama hanya diam, ini anak kenapa lagi sih? Perasaan tadi baik-baik aja kenapa sekarang jadi diem gini?.
"Al lo kenapa sih?" Tanya Lea dengan bingung.
"Lo marah sama gue? Iya? Oh lo marah karena tadi? Al jawab dong" Tanya Lea sambil menggoyangkan badan Al.
Tapi masih aja tak ada jawaban dari Al "Ih Al suer gue tadi becanda, lo beneran marah nih? Jangan marah dong entar ganteng lo ilang. Al tadi suer gue cuma becanda aja"
"Al jawab kek jahat banget lo. Alvaro!" Teriak Lea.
"Berisik setan"
"Ya makanya lo ngomong! Gue gak tau kalau lo diem gini kenapa?"
Al memutar badan menghadap Lea "lo mau gak rasain gimana cubitan bunda?"
Lea menggeleng dengan cepat, oh pastinya Lea tau seberapa sakit cubitan mertuanya tersebut. Kalau enggak pun ngapain Al menggeliat seperti cacing kepanasan.
"Gak mau!" Tolak Lea dengan cepat.
Melihat muka Lea yang takut, membuat ide Al muncul seketika, berjalan maju menghampiri Lea yang membuat Lea mundur kebelakang. Hingga kaki Lea tersandung yang membuat Lea terjatuh ke belakang.
__ADS_1
"Akhh!"
Membuka mata perlahan, mendapatkan Al yang berada di atasnya, kedua tangan Al sebagai tumpuannya. Jarak antara mereka berdua tak begitu jauh.
Hembusan nafas Al yang beraroma mint menerpa wajah cantik Lea, mereka berdua sama-sama diam menatap satu sama lain.
"Tampan" Batin Lea.
"Cantik" Batin Al.
"Gak! Gak sekarang bukan sekarang waktunya! Tahan Al tahan" Batin Al.
Al mendekatkan wajahnya, membuat Lea memejamkan matanya. Al menatap setiap inci wajah Lea, begitu sempurna dengan muka yang putih bersih, bibir merah alami, bulu mata yang lentik.
Hingga pintu terbuka membuat mereka berdua menoleh kearah pintu dan kaget.
Ceklek
"Astagfirullah maaf-maaf Bunda ganggu" Ucap Rika yang langsung menutup pintu.
Al dan Lea menatap satu sama lain, hingga Lea tersadar dengan cepat mendorong tubuh Al yang membuat dirinya terjatuh ke lantai.
"Akhh! Lo mau ngapain" Mendorong Al hingga terjatuh.
Dug!
"Sakit bego!" Ringis Al mengelus pantatnya.
"Eh-eh sorry-sorry gak sengaja" Ucap Lea membantu Al berdiri dan membawanya duduk di atas kasur.
"Sakit gak?"
"Sakit lah masih nanya lagi!" Ucap Al mengelus pantatnya.
"Sumpah lo jadi istri gak ada kalem-kalemnya dikit"
"Ya maaf, tadi gue refleks"
"Sial bener gue hari ini, udah gak dianggap tadi di cubit sama Bunda sekarang lo dorong"
"Iya, gue salah, tunggu" Ucap Al yang bangkit dari kasur.
Mengambil minyak pijit, Lea menghampiri Al yang menatapnya bingung.
"Ngapain?"
"ya gue pijit, biar gak sakit lagi"
"Gak usah! Gue mau tidur" Ucap Al yang siap-siap untuk tidur.
"Yakin"
"Iya udah sana gue mau tidur, nanti bangunin gue waktu ashar" Ucap Al menarik selimutnya sebatas dada dan memejamkan matanya.
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤
__ADS_1