
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...-------------...
"maksudnya?" tanya Amel bingung.
"ya gitu, males gue ceritanya"
"ya elah, tapi gimana lo tau kalau dia masa lalu Ardit?"
Rika menghela napas kasar, menutup mata dan membuka kembali menghadap ke Amel "nanti gue ceritain, sekarang jalan. Liat noh di belakang ngelakson mulu" menghadap kembali ke depan.
Amel pun melajukan mobil kembali menuju ke mall.
Sepuluh menit mereka berdua sudah sampai di depan mall. Memarkirkan mobil dan masuk ke dalam. Banyak sekali orang yang sedang belanja, padahal. mall baru di buka.
"kemana dulu?" tanya Rika.
"shopping dong"
Rika dan Amel menuju ke tempat baju, membeli beberapa pakaian. Rika mengambil pakaian kaos putih serta celana legging berwarna hitam dan juga sepatu sandal. Sedangkan Amel mengambil dress dan juga tas.
Selesai mencoba semuanya, mereka menuju ke kasir, belum juga sampai kasir Rika memberhentikan Amel. Katanya dompetnya ketinggalan dan saldo di HP nya tak cukup jadi mau tak mau Rika meminta Ardit.
"entar"
"kenapa?"
"bawain dulu, dompet gue ketinggalan" sambil mengeledah tasnya.
"terus?"
"ya terpaksa gue telephon suami gue, saldo gue gak cukup"
"njir kebiasaan lo!"
"udah, sono bawain" meninggalkan Amel dan menelphone Ardit.
tutt. tutt panggilan tersambung.
"assalamualaikum sayang"
"waalaikumsalam by, bisa minta tolong?"
"kenapa?"
__ADS_1
"kirim uang dong, dompet ku ketinggalan dan saldo di HP ku gak cukup bisa kirimin gak"
"oke, aku kirim. Kamu sama Amel kan?"
"iya by aku sama Mel"
"udah aku kirim coba kamu cek"
Ting
Rika pun langsung membuka notifikasi tersebut dan banyak banget yang di kirim Ardit. Padahal dirinya hanya perlu sedikit.
"by ini kebanyakan aku cuma butuh dua juta aja"
"gapapa buat besok-besok, ya udah ya aku mau lanjut mau ada meeting"
"iya by, makasih ya assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Rika mematikan panggilan dan berjalan menuju ke Amel.
"gimana?"
"udah yuk bayar"
Tanpa mereka sadari, dari tadi ada beberapa mata yang memperhatikan gerak-gerik mereka dari jarak yang cukup jauh.
Amel yang peka pun memberitahukan ke Rika. Sedangkan Rika dirinya sudah tau tapi bodo amat! ngapain ngurus gituan gak ada kerjaan lain apa? sampai ngikutin orang.
"Rik, kayaknya ada yang ngikutin kita" bisik Mel.
"gue juga ngerasa dari tadi, udah gak usah di pikirin lanjut belanja aja. Gue tau siapa orangnya"
Amel mengangguk dan melanjutkan mencari buku yang dia perlukan begitu pun dengan Rika.
Setelah membeli buku, Rika dan Amel menuju ke kafe. Amel sudah lapar, Ayolah padahal makan siang masih lama lagi, masa lapar bukannya tadi udah makan 2 kali ya? entahlah Rika bingung perut Amel terbuat dari apa.
Amel dan Rika mengambil tempat duduk yang paling pojok dekat jendela. Gak begitu rame dan bising. Rika memesan milkshake green tea kesukaannya, sedangkan Amel memesan kopi cappucino dan beberapa cup cake serta donat.
Menunggu pesanan mereka. Amel meminta penjelasan Rika yang tadi di mobil. Mau tak mau Rika cerita.
"Rik, lanjutin cerita lo tadi dong gue penasaran, kenapa lo bisa kenal sama Zabrina Chloe" menatap Rika dengan penasaran.
"entar gue mau tanya kak Arko kenapa masih kerja di perusahaan suami gue bukan seharusnya dia jalanin perusahaan bokap lo?"
"ck, jangan ubah topik napa sih! ya lo tau ndiri gimana Arko nya dia masih pingin kerja di kantor Ardit gak tau kenapa, katanya sampai bosen aja gitu, aneh emang"
__ADS_1
"oke-oke, gue gak tau yang dia omongin beneran apa gak? karena kak Ardit gak cerita apa-apa sama gue. Tapi kayaknya bener sih soalnya bokap nya bilang kejadian waktu itu tentang Ardit sama Zabrina" dan dapat anggukan dari Amel.
Rika menceritakan semua gak semua hanya tentang Zabrina untuk tentang rencana Rika tak mau Amel mengetahui nya.
"OMG! gue gak nyangka kalau Ardit punya mantan. Dan gue gak percaya aja ternyata mantannya Zabrina Chloe, cantik juga"
Rika hanya memutar bola mata, malas menanggapi. Akhirnya pesanan mereka datang juga, Amel dan Rika langsung menyantap pesanan mereka.
Tanpa terasa waktu sudah hampir sore, Rika dan Amel keluar mall dengan menenteng beberapa papper bag menuju ke parkiran.
Kali ini Rika yang menyetir karena Amel mau pulang. Selesai mengantar Amel Rika menjalankan mobilnya menuju ke apartemen.
Sampai Apartemen Rika langsung memencet sandi dan masuk ke dalam, membersihkan diri dan melaksanakan shalat ashar.
Selesai shalat Rika turun ke bawah menyapu beberapa ruangan sambil menunggu kedatangan Ardit.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan Ardit dengan senyum manisnya. Rika menghampiri Ardit menyaliminya dan mengambil alih tas kantornya. Mengajak Ardit duduk.
"duduk dulu, aku ambil minum dulu buat kamu"
Belum juga jalan pergelangan Rika di tarik Ardit yang membuatnya duduk di atas pangkuan Ardit memeluk erat dan mencium aroma tubuh Ardit yang membuat dirinya candu.
"gini sebentar" dan dapat anggukan dari Rika.
Rika mengelus rambut Ardit dari samping, membiarkan apa yang di lakukan Ardit. Rika tau kalau Ardit sedang kecapean.
"mau mandi sekarang?" dapat anggukan dari Ardit.
"mandi bareng"
"iya yuk" menarik tangan Ardit menuju ke atas.
Tak apalah mandi lagi bahagian suami biar dapat pahala. Rika membantu membuka jas Ardit. Mereka pun menuju ke kamar mandi. Selanjutnya hanya mereka dua dan yang di atas yang tau.
... ----------------------------------------...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!
.
.
.
Belum di revisi
__ADS_1