
..."Jangan banyak insecure, ayo bersyukur." -Nana...
...…...
Tiga bulan kemudian
Kandungan Lea sudah memasuki bulan ke delapan, yang berarti bulan depan akan segera lahiran.
Dan semakin ke sini, ngidam Lea semakin aneh, entah meminta Al membawa bapak tukang siomay ke rumah.
Lalu menyuruh Al untuk mengelus tompel bapak siomay, kan aneh gitu. Tak hanya itu, pernah saat mereka ingin keluar ke supermarket Lea menyuruh Al untuk memakai daster.
"Demi istri gue seneng, gue iklhas. Sampai pakai daster begini, ya Allah nak besok-besok kalau mau ngidam, ngidam yang bener nak" Batin Al, sungguh dirinya tertekan apalagi setelah kemarin kepada pak Siomay.
"Berdasarkan keputusan yang berada, dengan pasal-pasal yang tertulis. Menjatuhkan hukuman penjara kepada Bara Keinard, umur 20 tahun. Dinyatakan bersalah dan dijatuhkan hukuman 20 tahun penjara dengan denda uang sebesar dua ratus lima puluh juta"
tok.. tok.. tok
Lea, Al, serta inti Alvarebos dan juga kedua orang tua Al dan Lea, bernafas lega. Mereka cukup puas dengan tuntutan yang diberikan oleh Bara. Walaupun sebenarnya masih kurang bagi Al.
Ini belum seberapa, dengan perbuatan Bara. Yaitu tentang pembunuhan, membuat nyawa orang melayang, melakukan kekerasan, dan jangan lupakan pengedar narkoba.
Padahal di umur Bara yang saat ini ada umur dimana menikmati kerja keras mereka, menikmati masa pendewasaan diri. Tapi tak bagi Bara karena dendamnya ia harus membunuh seseorang sebagai pelampiasan.
Hal ini juga sebagai kepergian dari kartal, Al dia berhasil membuat kartal tunduk.
"Wah gila sih, dua puluh tahun man" decak Thony.
"Ya, itu bayaran dari semuanya"
Al tersenyum kemenangan melihat Bara yang menatapnya dengan sorotan tajam. Hati Al cukup berat, apalagi Bara sempat menjadi temannya, ralat mantan temannya dulu.
Tapi, hukum tetap hukum Keadilan harus ditegakkan.
Semuanya berjalan keluar tempat pengadilan. Tangan Al tak terlepas menggandeng Lea.
"Selamat ya atas kerja keras kalian" ucap Amel.
"Makasih ma"
"Al, Lea kita pamit ya ada hal yang harus kita urus" pamit Rika.
Al mengangguk setuju, dirinya paham dengan pekerjaan orang tua mereka. Perusahaan mereka sedang naik daunnya sekarang. Salahkan lah pada Al, karena dia tak ingin membantu di perusahaan.
Katanya malas, Al masih belum mau mengurus berkas-berkas yang setiap hari menumpuk itu. Jadi nanti Al akan mengurus semuanya ketika anaknya lahir, gitu sih katanya.
__ADS_1
"Iya Bun, gapapa"
Ardit, Arko, Rika dan Amel pamit undur diri. Hanya tersisa Al, Lea dan inti alvarebos.
"Kita pamit bro, biasa bokap nelpon suruh bantu jualan" pamit Jojo.
"Iya Al gue juga, Acha mau ngajak ketemuan soalnya"
"Ya Allah temen gue yang udah buchen-buchen semua dah. Lha gue kapan anjir" celetuk Jojo.
"Itu kan lo bukan gue" ucap Thony.
"Udahlah Thony kita itu sama, Sama-sama jomblo" Jojo menepuk pundak Thony beberapa kali.
"Sorry, kita beda man. Lo jomblo gue gak" dengan songong nya Thony berucap.
"Hah?"
"Mon maap gua udah laku ye, gak kek situ yang ngejar mantan tapi gak dapet" sindir Thony.
"Lo udah jadian?" tanya Lea.
"Yalah babang Thony yang tamvan ini masa iye gak jadian" Ucap Thony sambil memperbaiki kerah jasnya.
"Jangan bilang lo sama Danish?" Tanya Lea dengan hati-hati.
"Sumpah Demi apa?" Lea sedikit terkejut dengan penuturan Thony.
Pakai pelet apa coba Danish menaklukkan hati sang raja buaya ini. Fix mereka akan mejadi pasangan teraneh yang Lea kenal.
"Demi Thony buat bunting Jesllyn" celetuk Jojo, ngawur.
Buayanya Thony aja punya nama, bagus lagi. Emang Thony gesrek nya mendarah daging.
...…...
Pagi ini Al dan Lea akan berjalan mengelilingi apartemen, jalan pagi. Kata dokter diusia kandungan Lea yang saat ini harus banyak berjalan biar memudahkan nya untuk lahiran nanti.
"Duduk Al, capek" nafas Lea ngos-ngosan. Beneran baru juga satu putaran kaki Lea begitu capek.
"Kita duduk sana" tunjuk Al pada kursi taman.
"Minum dulu" Al memberikan air minum yang baru saja dia beli.
"Makasih Al" Lea menerima botol itu.
__ADS_1
"Al"
"Iya?"
"Aku jelek ya?"
Al menautkan alisnya. "Kok ngomong gitu?"
"Karena aku gendut, akhir-akhir ini juga aku udah jarang ngerawat diri, dan pastinya Al malu" Lea gadis itu menatap kearah depan.
Ucapan Lea barusan, cukup sensitif ditelinga Al. Tapi sebisa mungkin Al cerna secara baik-baik.
"Liat aku" Lea menoleh, menatap Al balik.
"Kamu gendut itu karena kamu sedang bawa nyawa disini" ucap Al mengelus perut Lea yang buncit. "Dan aku gak peduli sama penampilan kamu sekarang, malah aku suka liat kamu yang sekarang, lucu. Gemesin. Udah ya, gak usah denger omongan orang, kamu cantik dimata aku" jelas Al, mengelus kedua pipi Lea yang chubby.
Benar ya istilah, cewek akan menjadi ratu ketika mendapatkan cowok yang tepat, begitupun sebaliknya. Kalau memang cinta. Dia tak akan memandang kalian sebelah mata.
Baginya kelebihan kalian lah yang seharusnya mendapatkan apresiasi, kalau sayang dan cinta itu akan menerima kekurangan kalian, dan akan menyempurnakan kekurangan kalian. Sedangkan untuk kelebihan itu hanyalah bonus.
"Sini" Al menarik lembut Lea kedalam pelukannya.
"Gak usah dengerin omongan orang, kamu cantik dengan cara kamu sendiri. Jangan ubah penampilan kamu karena orang tapi ubahlah penampilanmu karena kamu sendiri. Karena gak setiap saat kita bisa melakukan omongan orang lain" jelas Al.
Lea mengeratkan pelukannya, senyumnya terbit. Kata-kata Al begitu membuatnya tenang.
Walaupun suaminya ini menyebalkan nya akar kuadrat, tapi Al sangat dewasa.
"Makasih, udah terima aku dalam hidup kamu" Lea masih menyandarkan kepalanya pada dada Al.
Al tersenyum tipis. "Makasih udah Terima Al buat menjadi benteng untuk Lea, makasih juga karena kamu udah nerima sifat menyebalkan dari Alvaro Aldebaran"
...…...
alvaroadbr_ nemenin bumil ngidam 👶🏻
.
.
.
Nyengir kau jomblo!
__ADS_1
Gimana baper gak? Sama episode kali ini.