
Setelah kurang lebih tiga puluh menit akhirnya mereka berdua sampai di Bandung, setelah selesai mengecek semua mereka berdua jalan di parkiran, di sana sudah ada pak Yanto (supir yang diutus Ardi) untuk membantu mengantar.ereka sekaligus membantu mereka.
"perkenalkan saya pak Yanto, saya diutus pak Ardi untuk mengantar kalian" ucap pak Yanto memperkenalkan diri.
"saya Ardit pak dan ini istri saya Rika" ucap Ardit.
"sini den, non biar bapak aja yang bawakan" ucap Pak Yanto.
"iya makasih pak" ucap Ardit memberikan koper kecilnya.
Setelah memasukan koper pak Yanto menjalankan mobil, Ardit dan Rika menikmati perjalanan mereka terlihat padatnya jalan dan tempat-tempat yang menarik mata.
"oh iya Pak Yanto di sini sendiri?" tanya Rika.
"saya sama istri non tinggal di sini" ucap pak Yanto.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di vila, yap Ardit memilih vila karena keinginan Rika juga dia tak ingin ke hotel, karena menurutnya lebih seru dan nyaman di vila.
Mereka bertiga turun, di sana sudah berdiri wanita paru baya yang seumuran dengan Santi ataupun Veni dengan senyum ramahnya.
"sore non, den" ucap nya.
"oh iya kenalin ini istri saya namanya Jum" ucap pak Yanto.
"sore bi" ucap Ardit dan Rika.
__ADS_1
mereka semua pun masuk kedalam, Rika dan Ardit menuju ke kamar utama, karena waktu ashar sebentar lagi Rika dan Ardit membereskan semuanya dan membersihkan diri mereka setelah itu dilanjut dengan shalat ashar.
"mau keluar sekarang atau nanti?" tanya Ardit sambil mengelus kepala Rika.
"em nanti aja Rika ngantuk hoam" ucap Rika sambil menguap.
"ya udah tidur, aku gak mau kamu kecapean" ucap Ardit.
"iya by" ucap Rika.
Akhirnya Rika pun tidur, sedangkan Ardit keluar kamar dan berkeliling sekitar vila untuk melihat-lihat saja, cuaca bandung cukup dingin hari ini. Ardit duduk dipinggir kolam renang sambil menatap ke depan.
Ternyata perjuangannya tak sia-sia, kesabarannya dan ketekunannya untuk sifat Rika terbalaskan oleh kebahagiaan sekarang. Semoga saja itu lebih jika memang Rika dan Ardit dititipkan seorang bayi mungil yang lucu pasti akan lebih bahagia.
Setelah merenung hampir satu jam Ardit kembali ke kamar dan melihat Rika yang tak ada di kasur, Ardit mencari ke penjuru kamar pandangannya tertuju ke balkon, Ardit menghampiri Rika dan memeluknya dari belakang menaruh dagunya ke pundak Rika.
"udah gak ngantuk lagi by" ucap Rika.
"udaranya enak ya seger" ucap Rika menatap ke depan.
"mau pindah sini?" tanya Ardit.
"mau tapi masih kuliah, masih lama juga" ucap Rika.
"lho kan cepet tinggal ujian semester terus nanti skripsi'' ucap Ardit.
__ADS_1
"ish kok malah ngomong skripsi, kan beluma ada ide lagian kenapa sih pake skripsi-skripsi segala" kesal Rika yang membuat Ardit tertawa kecil.
"kalau gak skripsi berarti gak lulus dong" ucap Ardit.
"i-iya juga sih" ucap Rika.
Hening, mereka sama-sama menikmati hembusan angin yang menerka muka mereka, masih dengan posisi yang sama. Rika menatap sekeliling dedaunan yang berhamburan ke bawah, dengan warna yang segar. Yap Rika memang suka dengan warna yang hijau menurutnya itu adalah warna yang indah, warna yang menyejukkan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Setelah selesai dengan pikiran mereka masing-masing mereka berdua kembali masuk ke dalam.
"byyy" ucap Rika.
"kenapa sayang?" tanya Ardit.
"laper hehe" ucap Rika cengengesan.
"oke mau makan apa emang? atau mau dibikinin sama bu Jum?" tanya Ardit.
"eh gak usah pesan online aja kak, aku mau siomay Bandung, sekalian pesenin buat yang lain" ucap Rika yang membuat Ardit tersenyum.
Rika tak hanya memikirkan dirinya sendiri, dia juga memikirkan yang lain. Dan Rika bisa melihat mana yang baik, dan mana yang hanya omong kosong saja.
Ardit pun memesan makanan, merek berdua menunggu dan Ardit tak lupa memberi tau bu Jum untuk menerima pesanan dari luar.
"ya udah sayang aku kasih tau bu Jum ya, biar nanti gak bingung kamu tunggu sini aja nanti aku balik" ucap Ardit yang dapat anggukan dari Rika.
"bu, nanti kalau ada yang kirim makanan Terima aja, tadi Ardit udah pesen makanan dan udah bayar lewat aplikasi jadi ibu tinggal Terima aja" ucap Ardit.
__ADS_1
"iya den nanti ibu Terima" ucap bu Jum.