
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...-----------------...
"siapa Zabrina?"
Ardit langsung menghentikan elusan pada Rika. Rasanya sekarang Ardit harus menceritakan ke Rika. Ardit tak mau ada salah paham untuk kedepannya.
"dia.. "
"masa lalu aku"
Flashback on
Zabrina dan Ardit sudah berteman sejak SMA, mereka hanya sebatas teman hingga akhirnya benih-benih cinta tumbuh di mereka.
Lulus S2 di Universitas yang sama. Ardit mengajak Zabrina menuju salah satu cafe yang tak jauh dari kampus.
Ardit ingin mengobrol serius dengan Zabrina. Sampai cafe mereka memesan minuman dan juga cemilan.
"mau bicara apa? kayaknya penting" ucap Zabrina, sambil menyeruput minuman pesanannya.
Ardit menarik nafas dan menghembuskan perlahan "setelah pulang dari sini aku mau ke rumah kamu. Aku mau ngelamar kamu jadi istri aku"
Zabrina yang mendengarkan omongan Ardit kaget. Ardit beneran melamar dirinya?.
"kamu serius Dit?"
"iya, gak tau sejak kapan rasa ini muncul yang pasti setelah pulang dari sini aku akan melamar kamu"
Benar saja, sampai di Indonesia Ardit memberitahukan kepada Ardi dan Veni. Awalnya Veni tak setuju begitu pun dengan Ardi tapi karena melihat keseriusan Ardit mereka menurutinya.
Setelah setuju Lusanya Ardit, Veni dan Ardi menuju kerumahnya Zabrina.
Ardit sudah memberitahu Zabrina. Keluarga Zabrina, Leo -daddy Zabrina pun menerima lamaran dari Ardit mereka tau kalau Ardit baik untuk Zabrina nanti.
Hingga suatu ketika, semuanya telah siap. Tempat akad, resepsi, pakaian serta untuk bulan madu semuanya telah di siapkan.
Tapi tiba-tiba satu minggu sebelum mereka menikah Zabrina tak ada kabar sama sekali padahal Ardit ingin mengajak Zabrina untuk mencari tempat tinggal tapi Zabrina tak ada kabar.
Ardit serta yang lain sudah mencari Zabrina dan keluarganya tapi tak menemukan. Bahkan Ardit sudah mencari di perusahan tapi tak ada satupun orang yang tau sama sekali.
__ADS_1
Tak hanya itu, saudara terdekatnya pun tak ada yang tau kemana perginya mereka.
Entah lah Zabrina hilang seperti di telan bumi waktu itu.
Untung saja masih keluarga dekat saja yang tau, Ardit dan Zabrina belum menyebarkan undangan kepada yang lain.
Tuhan berkehendak lain, semuanya gagal total mungkin Zabrina bukan jodoh terbaik buat Ardit. Saat berita Zabrina tak ada kabar bunda sangat marah, dirinya kecewa kenapa Zabrina tak memberikan alasan yang jelas terlebih dahulu.
Kenapa? tapi semuanya sudah terjadi. Kita tak bisa melakukan apapun kecuali berdoa. Hingga Ardit memutuskan menguruskan perusahaan sangat Ayah.
Di situ, dirinya perlahan melupakan kejadian tersebut cukup sulit memang tapi Ardit hebat sangat cepat dirinya bisa melupakan Zabrina hingga dirinya di pertemukan oleh Rika.
Flashback off
"oh pantesan"
"maksudnya? Zabrina ngancem kamu?" tanya Ardit.
"ya gitu, mau ajak main. Tapi gak tau main apa dia gak ngomong jelas"
"udah gak usah dengerin, maaf ya aku baru cerita sekarang ke kamu maunya sih tunggu waktu yang tepat dan secepatnya tapi Zabrina keburu dateng"
"gapapa by, aku ngerti aku paham juga kok"
"gak usah dipikirin ya?" dan dapat anggukan dari Rika.
"by, keluar yuk bosen tau di rumah mulu gak ngapa-ngapain" ajak Rika sambil memainkan pakaian Ardit.
"gak sayang, kamu masih sakit, kamu masih demam"
"ih orang udah gak kok, keluar ya?" dapat gelengan dari Ardit.
"oke deh, tapi ajak Amel ke sini boleh kan? aku mau main"
"boleh, nanti aku bilang ke Mel buat ke sini, yang penting kamu sehat dulu ya?"
"ya udah sekarang kita naik, kita istirahat bobok siang"
Mereka naik ke atas untuk istirahat.
... ----------------------------------------...
Dengan helaan napas kasar, Ardit menuruti perintah Rika untuk ke kantor. Keadaan Rika sudah membaik sekarang.Ardit mengganti baju santai menjadi baju kerja, Rika membantu memakaikan jas serta dasi.
__ADS_1
"yakin gapapa?" tanya Ardit, entah sudah berapa kali Ardit menanyakan pertanyaan tersebut.
"iya by, aku gapapa lagian kan ada Mel nanti ke sini buat temenin aku. Jadi kamu tenang aja kasian tau masa Kak Arko sama Kak Clara doang" merapikan kerah Ardit.
"oke, aku ke kantor tapi kalau kamu ada apa-apa kamu bilang ya?"
"iya by nanti aku bilang ke kamu, ya udah sarapan yuk udah siap tuh" menarik tangan Ardit menuju ke lantai bawah untuk sarapan.
Sambil menunggu Mel dan Arko datang untuk mengantar Mel, mereka berdua mengobrol sejenak. Hingga suara bel menghentikan obrolan mereka.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"akhirnya datang juga" mereka berdua pun berpelukan melepas kangen. Padahal beberapa hari yang lalu juga ketemu.
"Mel, jagain Rika ya kalau ada apa-apa langsung telephon"
"tenang aja, kalian berangkat aja biar gue yang jaga Rika"
Ardit pun mengangguk pamit ke Rika "aku berangkat, jangan kemana-mana dulu kalau ada apa-apa langsung kabari" dan Rika mengangguk sebagai jawabannya.
Arko dan Ardit pun akhirnya berangkat ke kantor, Mel dan Rika sudah ada di ruang tamu sekarang.
"lo kok bisa sakit sih?" tanya Amel, sedangkan Rika mengangkat bahu acuh.
"atau jangan-jangan lo sakit gara-gara mikirin Zabrina? hayo ngaku" menunjuk Rika.
"apaan sih ngapain juga gue mikirin tuh cewek, kurang kerjaan aja. Kemarin itu cuma stress aja sama maag gue kambuh lagi"
"ya kali aja gitu lo mikirin, terus lo sakit"
"haha becanda lo, ngapain mikirin tuh orang buang-buang waktu gue aja" ucapnya diakhiri kekehan kecil.
"eh by the way kemarin gue ngelihat Zabrina sih" Rika pun langsung menoleh ke arah Mel dengan tatapan yang aneh "tapi, anehnya dia jalan ama cowok, cowoknya se bokap lo, iya segitu sama om-om belang. Atau jangan-jangan Zabrina..."
Rika langsung melempar bantal yang ada di kepada Amel "gak usah ngadi-ngadi, gini nih kerjaannya cuma gosip mulu. Bisa jadi dia bokap nya atau gak pamannya gak usah negatif thingking dulu"
"ya maap tapi jangan di pukul lah woy sakit nih!" ucap Amel sambil menggosok tangannya.
Rika hanya mengangkat bahu acuh. Bodo amat, salah sendiri gosip mulu.
... ---------------------------------------------------...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!
Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang pas aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!