Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴀʏᴀᴛ


__ADS_3

Jangan baca malem-malem!!


...…...


Kandungan Lea sudah mau berjalan empat bulan, malam-malam Al selalu keluar untuk membelikan makanan buat bumil yang satu ini.


Mereka berdua udah lulus dan tinggal mengambil ijazah sama berkas-berkas yang lainnya.


Al menatap Lea yang sudah mendengkur yang artinya Lea sudah tidur. Menatap jam, sudah pukul 11 malam. Bangkit dari kasur perlahan, Al menyambar jaket serta kunci motor.


"Aku keluar ya, mau urus masalah kita biar selesai, anak papa, jangan bandel ya di sana. Do'ain papa biar masalah ini cepat selesai. Selamat malam sayang" Bisik Al, mengecup Lea singkat dan keluar kamar.


"Siapin anak-anak buat jaga Lea"


"Oke-oke, ini gue tambah tiga lagi" ucap Jojo di sebrang.


Al langsung keluar dan menjalankan motor menuju ke basecamp, dimana di sana anak-anak sudah berkumpul untuk membahas penangkapan Bara. Bocah itu sampai sekarang belum di temukan.


Dan kemarin yang Kevin bilang kalau berada di ujung desa. Al serta polisi mencari ke sana, tetap saja Bara hilang dan tak ada.


Langkah kaki terdengar, Al masuk kedalam dan duduk menghadap beberapa orang yang ada di depannya termasuk Kevin.


"Udah gue kirim" Al mengangguk.


"Kita bahas sekarang!" Ucap Al, menatap serius.


"Oke, jadi rencana awalnya, gue udah cari sama Revan dimana keberadaan Bara. Sekitar satu jam yang lalu, Bara berada di jalan Melati. Sampai disini titik lokasi tetap sama."


"Ntar gue sama empat orang plus polisi bakal langsung menuju ke tempat lokasi Bara, dan sebagian bakal jaga sini sama menuju ke jalan Pemuda. Di sana adalah lokasi yang cukup sering Kartal tempati atau bisa dibilang basecamp nya. " Jelas cowok berwajah playboy, Jojo.


Semua mendengarkan dengan serius, tak ada yang membuka suara. Jojo, paling pintar dalam mengurus strategi.


"Kita berangkat sekarang!" perintah Al.


"Oke Can, lo bilang ke yang lain buat langsung ke markas, takutnya Bara nyerang balik nantinya"


"Oke udah gue kabari di grup" ucap cowok berkulit sawo itu.


Al, serta inti Alvarebos dan tentunya Kevin langsung meninggalkan basecamp dan menuju ke tempat lokasi Bara.


Lea, terbangun ketika merasakan tenggorokannya kering. Hawa panas menusuk kulitnya, Lea terbangun, keringat bercucuran pada pelipisnya.


Menoleh ke samping tempat dimana Al tidur, "Al mana?"


Tangannya menggapai handphone, menatap chat Al.


Alvaro


Aku ada urusan untuk penangkapan Bara, maaf gak bangunin kamu. Kamu keliatan kecapekan, kalau ada apa-apa jangan lupa langsung telpon aku. Good night babe- ✨


Lea tersenyum simpul, ahh kenapa masalahnya begitu rumit. Lea akui Bara memang hebat kali ini, padahal dia sempet keluar dari kandangnya beberapa hari ini.


Tapi saat polisi ingin menangkapnya, eh dia ilang kek di telen bumi. Langsung gak ada kabar, sekalinya muncul, menyeramkan!


Mengambil gelas, Lea berdecak. Ck, kenapa kosong sih. Udah tau Lea mager, bisa-bisanya kosong.


"Pakai kosong segala lagi, gue kan males turun" Kesal Lea.


"Nak-nak, jangan mager-mager ya? Biar mama gak males buat ngapa-nagapain" Ucap Lea, mengelus perut buncit nya.

__ADS_1


Lea bangkit, sebelum itu dirinya menganti pakaian kembali. Gerah- selesai menganti pakaian dengan kaos oblong. Lea turun kebawah mengambil minum.


"Anjir, kebelet pipis lagi" Lea kembali lagi ke kamar. Menuju ke kamar mandi.


Selesai itu, Lea turun kebawah kembali, belum juga kakinya menginjak tangga, suara ketukan pintu terdengar begitu jelas, bukan lagi ketukan melainkan seperti dobrakan.


dok.. dok.. dok...


dok.. dok.. dok..


Lea terhenti. "Apaan sih? Malem-malem dobrak pintu gak jelas. Siapa lagi yang mau mampir" decak Lea, kesal. Malem-malem begini dobrakan itu terdengar jelas.


Dirinya melangkahkan kaki, dan seketika dobrakan itu terhenti. Tak berapa lama ketukan itu terdengar kencang.


Lea yang awalnya ingin mengambil air, seketika ia urungkan ketika mendengarkan dobrakan itu. Berjalan menuju ke pintu, dirinya ingin mengecek siapa malam-malam buta gini datang tengah malam.


Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


Mengintip melalui layar untuk mengecek siapa orang yang ada di luar (itu lho yang biasanya ada di apartemen)


Deg


...…...


Di tempat Al, dirinya sudah berada di TKP. Di sana tak hanya mereka berlima melainkan ada polisi yang juga ikut untuk menangkap Bara. Setelah berdiskusi sebentar, mereka langsung masuk kedalam.


Bruk


Dobrakan pintu terdengar jelas, membuat beberapa orang di dalam menoleh ke ambang pintu. Mereka berlari, Al serta polisi terlibat dalam kejar-kejaran.


"WOI BERHENTI LO!"


Bugh


"Nah kan ketangkep, lagian pake lari-lari segala lo tong-tong. Nyusahin lo!" decak Jojo.


Tak berapa lama, polisi datang. Langsung saja polisi mengikat mereka, dan mengintrogasi.


"Dimana Bara?" tanya Al, to the point.


"Gak tau"


"Gue tanya sekali lagi, dimana Bara?!" tanya Al, kali ini dengan suara yang lebih tinggi.


"Jawab woi kalau ditanya, diem bae. Tinggal bilang aja susah amat lo" Thony, cowok itu juga ikut-ikutan kesal karena mereka sama-sama diam dan bungkam.


"Kalian dimana keberadaan atasan kalian sekarang!" Ucap pak polisi.


Mereka tak mau menjawab hal itu membuat semuanya murka, polisi langsung saja membawa mereka menuju mobil dan mengintrogasi mereka nanti di kapolsek.


Al serta yang lain menatap mobil itu pergi mereka tak ikut ke sana. Mereka ingin mencari kembali keberadaan makhluk biadap ini.


Badan Lea menegang, matanya membulat, jantungnya berdetak cepat. Pengelihatan nya gak salah, gak mungkin kan kalau yang dia lihat adalah -mayat. Gimana gak syok coba, muka orang yang pucat dengan darah yang mengalir terpampang jelas di layar itu.


"Gue gak salah liat kan?" Batin Lea, kakinya begitu lemas.


Mencoba menatap kembali, sama! Itu sama. Dia mayat.


Tubuh Lea ambruk, tanpa menunggu apapun Lea mengambil handphonenya dan langsung menghubungi Al.

__ADS_1


"Al, ayo angkat please" mengigit bibir bawahnya, menahan gugup. Sambungan langsung terhubung membuat Lea bernafas lega.


"sayang ada apa?"


"A-al, Al hiks" ucap Lea gugup. Tangannya tiba-tiba bergetar hebat.


"Lea! hei kenapa?" tanya Al di sebrang, dengan khawatir.


"Al, b-buruan pulang. Please"


"iya ada apa, kenapa?"


"Ada- akhh" panggilan seketika terputus.


Al yang mendengarkan teriakan Lea, langsung berlari menuju motornya. Di ikuti oleh yang lainnya. Al menjalankan motor di atas rata-rata. Sampai akhirnya dirinya sampai di depan apartemen.


Langsung saja Al berlari meninggalkan yang lain, sekarang yang terpenting adalah Lea!


Mendobrak pintu, mendapatkan Lea yang berjongkok, menyembunyikan kepalanya pada kedua lututnya. Al menghampiri Lea dan memeluknya.


"Lea"


"Gak-gak menjauh, gak!" rancau Lea.


"Le, ini aku Al"


Tak berapa lama yang lain datang menyusul, mereka kaget dong liat keadaan Lea yang nangis ketakutan. Lea mendongak langsung saja dia memeluk erat tubuh Al.


Al dapat merasakan tubuh Lea yang bergetar hebat, dirinya memeluk erat Al. Yang lain saling pandang dan mengangkat batu, tak tau.


"Takut"


"Shut, tenangin dulu. Baru cerita"


Al membawa Lea duduk di sofa, memberikan Lea minum.


"Ada apa?"


"Mayat"


Yang ada didalam kaget mendengarkan jawaban Lea, mayat? Kevin yang ada di sana menatap sekeliling, matanya tertuju pada pecahan kaca yang tak jauh dari mereka.


"Maksudnya paan dah?" Batin Kevin bertanya-tanya.


...…...


Al datang menghampiri yang lainnya, tak berapa lama Lea tertidur. Semuanya sedang berfikir dengan pikiran mereka.


"Gimana Lea?"


"Tidur"


"Kenapa gue ngerasa ada yang janggal ya? Di sana ada pecahan kaca, dan Lea bilang ada mayat. Maksudnya?" Revan, cowok itu mencoba memecahkan tak tik.


"Ada yang gak beres, coba tanya yang lainnya. Yang jaga Lea" Usul Thony.


Revan, Kevin dan Al bangkit. Mereka langsung keluar ke apartemen mencari anggota Alvarebos yang menjaga hari ini. Berkeliling mencari keberadaan mereka.


Hingga mereka menemukan keberadaan yang lain, yang berada di tangga darurat! Semuanya kembali lagi ke apartemen Al, anggota alvarebos sudah sadar. Al menatap mereka berenam untuk mendengarkan kronologinya.

__ADS_1


...…...


Buat Lea yang menatap mayat, itu nana terinspirasi dari cerita gitu guys. Jangan dipikir serius ya, jangan lupa jejaknya guys. Pay-pay 🦋


__ADS_2