
...Hai Hai semua...
...Selamat malam! kita mulai dengan seneng-seneng yuk!...
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...------------...
Jam sudah menunjukan pukul 17.00 yang lain telah pulang ke rumah masing-masing.
Rika masih tak menyangka bahwa hari ini adalah hari bahagianya. Rika sedang berdiri di balkon menatap ke kolam, rasanya sangat tenang.
"sayang" memeluk Rika dari belakang dan menaruh dagunya pada bahu Rika.
"makasih ya by"
"untuk?"
"untuk semuanya, kamu selalu bahagiain aku walaupun sederhana" sambil mengelus tangan Ardit.
"Sama-sama sayang, kamu seneng aku juga seneng" membalikkan tubuh Rika dan mengecup kening Rika.
"masuk yuk sebentar lagi maghrib" menggandeng tangan Rika.
Ardit dan Rika akan tidur di sini untuk malam ini, untuk baju Ardit sudah menyiapkan semuanya. Terdengar suara adzan maghrib mereka pun langsung mengambil wudhu dan melaksanakan shalat berjamaah.
... ---------------------------...
Rika dan Ardit sedang santai di kasur, Rika sedang manja-manjanya sekarang. Ardit tak berhenti untuk mencium pucuk Rika mengelus rambutnya yang wangi seperti bayi.
Rika pun langsung kepikiran untuk memberitahu Ardit, mumpung masih di hari anniversary. Rika meminta tolong Ardit untuk mengambil kotak yang berada di dalam tote bag nya.
"by bisa minta tolong, ambil kotak hitam yang ada di tote bag ku"
Ardit pun berdiri mengambilkan apa yang Rika maksud dan mengambil kotak yang Rika suruh, Rika menyandarkan punggungnya pada sandaran kepala melihat Ardit yang membawa kotak.
Ardit memberikan kepada Rika, tapi Rika malah mengembalikkan kepada Ardit yang membuat dirinya bingung.
"buat hubby" memberikan kotak tersebut.
"ini apa?"
"buka aja, maaf ya by cuma bisa kasih kado itu aja"
Ardit tersenyum dan perlahan membuka kotak tersebut. Perlahan tapi pasti, Ardit terdiam di saat tau isi kotak tersebut dan menatap Rika yang menatapnya Rika tak percaya.
__ADS_1
"sayang ini maksudnya?" sambil memegang dua testpack.
"ka-kamu hamil?"
Flashback On
Siang ini tiba-tiba perut Rika terasa mual yang membuat nya berlari ke kamar mandi. Rika memuntahkan semuanya hingga tersisa cairan putih.
Rika duduk di di atas kasur, dirinya terdiam tiba-tiba dirinya teringat bahwa dirinya bulan ini telat datang bulan. Rika pun mengambil barang yang sudah dia siapkan di lain hari.
Membawa alat tersebut ke kamar mandi. Rika menunggu hasil dari alat tersebut. Mondar-mandir sambil mengigit ibu jari.
Rik pun membuka perlahan alat tersebut. Dan....
Dua garis
Rika mengembangkan senyum nya menatap benda tersenyum terharu bahwa dirinya akan menjadi ibu. Hingga Rika mencoba kedua kalinya di hari besoknya dan hasilnya sama. Dua garis.
Flashback Off
Rika mengangguk mantab, Ardit langsung bersujud syukur, dan langsung memeluk Rika. Dirinya masih tak menyangka bahwa akan ada seseorang yang ada di dalam perut Rika.
"alhamdullilah"
"makasih sayang, makasih" mengecup pucuk Rika.
Ardit menakup wajah Rika "gak ini kado terbaik yang hubby dapet dari kamu, ini kado spesial yang hubby dapet. Hubby akan jaga kalian berdua, hubby gak mau ke jadian dulu ke ulang lagi"
"udah berapa lama?"
"satu bulan yang lalu, maunya sih di bilang waktu itu juga tapi kepikiran kalau bentar lagi kita anniversary jadi sekalian"
Ardit tak berhenti mengucap syukur, semua perjuangan dan usaha mereka berdua berbuah hasil, terdapat benih kecil yang akan membesar nantinya. Ardit meneteskan mata rasanya semuanya mimpi.
Mungkin ini yang dikasih Tuhan untuk mereka. Dimulai dari dirinya dan Rika yang mengalami keguguran dan kehilangan hingga Tuhan mengasih yang lebih baik untuk Rika dan Ardit.
"ya udah gimana kalau keluar? hm"
"mau, emang boleh?" tanya Rika.
"boleh, kamu mau kemana buat ibu negara apa pun yang kamu mau hubby turutin"
Rika tersenyum senang "ke pasar malam udah lama gak ke sana boleh gak?"
"boleh dong apa sih yang gak buat kesayangan hubby" mengacak rambut Rika dengan gemas.
"sekarang ganti oke?"
Tiba-tiba Ardit menarik pergelangan tangan Rika "tunggu hubby mau bicara sebentar sama Ditya junior"
__ADS_1
Ardit pun berjongkok mengelus perut datar Rika "assalamualaikum anak papa"
"waalaikumsalam papa" ucap Rika yang menirukan suara anak kecil.
Mengelus rambut Ardit "sayang sehat-sehat ya di sana? jangan susahin bunda, jangan nakal di sana. Bunda sama Papa tunggu kamu di sini sehat-sehat ya nak" mengecup perut datar milik Rika.
"iya Papa siap"
Mereka berdua sama-sama tertawa. Rika pun mengganti pakaian dengan pakaian santainya.
Rika menghampiri Ardit yang sedang duduk di sofa menunggu Rika, Ardit berdiri dan menggandeng Rika memasukkan kedalam saku hoddie yang dia pakai.
... --------------------...
Berkeliling di pasar malam sangat menyenangkan apa lagi di temani oleh orang yang tersayang.
Rika dan Ardit sudah sampai di pasar malam. Rika tak ingin membeli apa-apa dirinya hanya ingin berkeliling hingga matanya bertemu dengan es krim.
"by, mau itu boleh ya?" menunjuk gerobak es krim.
"boleh dong" menggandeng tangan Rika dan menuju ke gerobak es krim.
Rika duduk di kursi sedangkan Ardit memesan es krim. Tak lama kemudian Ardit datang dengan dua cup es krim satu rasa Taro untuk Rika dan Vanila untuk dirinya sendiri.
"makasih by" menerima cup es krim tersebut.
Hari ini benar-benar hari spesial dan hari paling bahagia untuk mereka berdua. Di hari jadi pernikahan mereka Tuhan memberikan kado yang sangat di nantikan oleh semua pasangan.
Melanjutkan berkeliling di pasar malam. Menikmati malam minggu yang begitu senang, Rika membeli beberapa jajan di sana. Ardit akan menuruti semua kemauan Rika.
... ---------------------...
Pagi pun tiba, tapi tidak dengan kedua sejoli ini mereka masih nyaman tidur dan bertemu dengan mimpi mereka. Padahal jam weker dari tadi sudah berbunyi entah berapa kali.
Dan matahari mulai naik ke atas untuk menerangi bumi dan alam semesta. Setelah shalat subuh mereka berdua kembali tidur.
Ardit mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya. Menatap kesamping mendapatkan Rika yang masih nyenyak dengan tidurnya.
Mengecup singkat kening Rika dan menuju ke kemarin mengambil pakaian dan menuju ke kamar mandi.
... --------------------------...
Siapa nih yang nungguin Rika bunting?
Akhirnya perjuangan mereka berbuah hasil, gimana-gimana nih senang gak? seneng dong pastinya.
Satu kata buat episode ini?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!
__ADS_1