
Sekarang semuanya telah berkumpul di meja makan, tadi setelah maaf-maaf an mereka berdua turun, padahal Santi ingin mengantarkan makan siang untuk mereka berdua tapi karena Rika dan Ardit yang sudah turun akhirnya tak jadi untuk diantar.
Keadaan hening menyelimuti ruang makan hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu. Selesai makan semuanya menuju ke ruang keluarga.
Akhirnya sekian lama mereka tak berkumpul bersama sekarang mereka bisa berkumpul. Ya mungkin ini yang sudah direncakan oleh tuhan, mungkin dengan kecelakaan kemarin ada pelajaran yang bisa diambil.
"Rik, gimana soal skripsi kemarin?" tanya Santi penasaran.
Kemarin setelah Rika sadar dia tak menceritakan apa-apa, dan Amel pun tak memberitahukan bahwa mereka sudah lulus.
"ya gitulah"
"gitulah gimana? Mama gak tau Rik, ngomong ya bener dong" kesal Santi.
"yaaa... mau tau apa mau tau banget?" goda Rika yang langsung dapat tatapan tajam dari sang Mama.
Bener-bener Rika mah bikin darah tinggi lama-lama, orang penasaran juga malah becanda.
"Rik Mama serius, gimana hasilnya? soalnya kemarin Amel gak cerita ke Mama"
"kepo!"
"Mama tuh gak kepo ya" ucap Santi.
"lha terus?"
__ADS_1
"cuma penasaran aja gimana hasilnya" ucap Santi yang membuat Rika memutar bola mata malas.
"sama aja Mama, untung nyokap ndiri kalau bukan gua cekik nih lama-lama"
"kamu ngomongin Mama ya?"
Lha tau darimana coba? wah kayaknya Mama nih paranormal bisa baca pikiran orang.
Tapi ya kali punya kalau punya pun berarti udah tau dong kalau Rika sering bohong ke Mama, ups. Jangan sampai deh jangan sampai.
"gak ada! siapa juga yang ngomongin Mama? kepedean!"
"hih, udah udah kok malah ngomong ini. Gimana hasilnya? jangan bikin Mama kesel ya kamu"
Santi pun mendengarkan dengan seksama, tapi tak berlangsung lama karena Rika malah becanda mulu yang langsung dapat cubitan dari Santi karena kesal. Gak malah cerita malah becandaan mulu kan kesal jadinya.
"ya gitu"
"aw, sakit ma ih kok di cubit sih ah"
"ya kamu, orang Mama serius dengerinnya kamu malah becandaan mulu!"
"ya gapapa lah, biar seru" ucap Rika dengan senyum pepsodent, yang langsung mendapatkan tatapan tajam.
Rika yang melihat muka Mama nya bete pun mengangkat tangannya membetuk huruf 'V' dengan senyum manisnya biar gak marah. Tapi ya salah Rika juga sih orang dari tadi Mama nya minta buat jelasin gimana lulus atau gak malah becanda.
__ADS_1
"ya jadi Rika lulus skripsi, udah kan"
"beneran? kok Mama gak yakin ya kamu lulus skripsi"
Astaga demi apa sih? tadi minta suruh kasih tau lulus apa gak? sekarang malah gak percaya. Pingin cekik aja untung Mama sendiri, sabar, sabar orang sabar kuburannya lebar.
"au ah Ma gelap!" kesal Rika sambil menutup mata, sedangkan sang Mama dan yang lain hanya sebagai pendengar pun tertawa melihat muka Rika yang kesal.
"ya diterangi dong, apa kurang terang lampunya?"
"gak usah gak usah udah terang kok lampunya terang bangetttt malah" kesal Rika.
"udah-udah kalian ini ya berantem terus" lerai Rusdy.
"tuh mama"
"heh kok Mama?"
"iya deh iya, Rika yang salah!"
"ih ngambek"
"bodo!"
Ya itulah mereka berdua, rasanya kalau gak berantem gak seru gitu kayak ada yang kurang. Kayak sambel yang gak dikasih garam gak sedap rasanya. Tapi walaupun berantem Rika tetap sayang sama sang Mama begitu pun sebaliknya.
__ADS_1