
Amel dan Arko duduk santai di ruang keluarga. Melihat sang putri pulang, Amel menyambut sang putri dengan pelukan hangat.
"Sayang udah pulang? Gimana ujian hari ini lancar?" tanya Amel mendudukkan Lea di sampingnya.
Lea mengangguk sebagai jawabannya "kamu kenapa Le?" tanya Arko yang melihat putrinya sedikit berbeda.
Biasanya ya kalau gak teriak ya teriak, tumben banget biasanya ceria lha ini tekuk mulu tuh muka kusut bet kayak baju yang belum di seterika.
"Gapapa Pa, Lea naik ya ke atas. Lea capek" pamit Lea.
"Ya udah istirahat ya, Mama tau kamu capek, naik gih Mama gak mau kamu sakit nantinya"
"Iya Ma, Lea naik ya" mengecup pipi Mel dan naik ke atas.
Lea naik ke atas, bener banget ulangan terakhir ini bener-bener menguras pikirannya. Apalagi sambil mikir hukuman apa yang akan Al kasih ke dirinya? Fix Al meresahkan.
...…...
Malam tiba, Amel naik menuju ke kamar Lea. Amel ingin mengajak Lea ke tempat Rika ada yang ingin dia bicarakan.
Tokk.. Tok..
"Le! Kamu di dalam kan sayang?"
Amel yang selesai mandi, langsung menuju ke pintu. Membuka pintu dan mempersilahkan Amel masuk ke dalam.
"Ada apa Ma?"
"Mama mau ajak kamu ke rumah tante Rika ada yang mau Mama sama tante Rika obrolin untuk kamu" ucap Amel.
"Maksud Mama?" tanya Lea dengan bingung.
"Nanti kamu tau, sekarang ganti ya" meninggalkan Lea dengan pikiran bingungnya.
Tak mau menunggu lama lea menuju ke walk in closet, mengambil kemeja biru muda dan jeans dongker. Serta tak lupa mengoles tipis make up pada wajahnya.
"Selesai" ucap Lea menutup lip tint nya dan mengambil tas tote bag nya.
Lea turun menghampiri Amel dan Arko yang sudah siap dengan pakaian mereka.
"yuk berangkat" ucap Arko.
Mel mengunci pintu dan menuju ke mobil. Padahal jalan pun dekat hanya 1 km juga tapi karena sudah malam juga mereka naik mobil.
...…...
Arko dan keluarga sudah sampai di depan rumah Aldebaran, memencet bel. Hingga akhirnya Ardit datang mempersilahkan mereka masuk.
"Aku panggil Al dulu di atas" ucap Rika dan dapat anggukan dari Ardit.
Tok.. Tok..
"Al"
"Al kamu di dalem kan?"
"Alvaro kamu di dalem kan sayang?" tanya Rika sambil mengetuk pintu.
Pintu terbuka, menampilkan Al yang baru bangun tidur. Dengan rambut yang berantakan. Rika hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa bun?"
"Kamu turun ada tamu"
"Tamu? Sekarang jam setengah sembilan lho bun. Tumben banget"
"Udah kamu ganti, udah shalat kan?" Dapat anggukan dari Al "sekarang kamu ganti, cuci muka jangan lupa bunda tunggu di bawah" menepuk pundak Al dan meninggalkan Al.
Al sedikit bingung ngapain tamu dateng malem-malem gini? Tumben banget. Ada yang gak beres nih.
Al menganti pakaian dengan kaos hitam dan celana panjang joker, mengambil handphone dan turun ke bawah.
"Tante Mel om Arko?" tanya Al sambil mencium tangan mereka berdua.
__ADS_1
"Buset kenapa ada nih cowok sih? Eh entar kan ini rumahnya bego lo Le! T-tapi kalau dia inget hukumannya gimana dong?" batin Lea memalingkan wajahnya.
"Iya Al, ada yang mau kita obrolin"
Al mengangguk, menatap tajam Lea. Hukuman segera di mulai.
...…...
Semuanya berada di ruang keluarga, rumah Aldebaran. Sunyi tak ada yang membuka suara, hingga suara bariton sang papa membuka obrolan.
"Papa mau kamu nikah sama Lea"
"Hah? Nikah!" ucap mereka berdua dengan kaget dan saling tatap.
Apa? Nikah yang bener aja, apa kata orang nanti kita hanya sahabat dan itu gak lebih, di garis bawahi hanya sahabatan.
"Pa, papa gak becanda kan? Kita temenan lho pa masa nikah sih yang bener aja!" Ucap Al yang tak Terima.
"ralat sahabatan maksudnya gimana sih" bisik Lea yang tak Terima.
"Iya om kita cuma sahabatan dan gak lebih, kalian becanda kan haha" dengan tawa yang garing.
"kita serius" ucap mereka berempat bersamaan.
"lagian ya, bunda liat kalian cocok kok kenapa gak nikah aja, ya gak?" tanya Rika -bunda Al kepada yang lain.
"tapi bun, lagian ya kita aja gak cinta gak ada rasa dan bunda tau kalau kita berantem mulu gimana mau nikah coba?"
"lagian siapa juga yang mau nikah sama cewek yang cerewetnya minta ampun kayak nih anak" guman Al tapi masih terdengar oleh Lea.
Lea langsung menatap tajam Al "enak aja gue cerewet! Orang gue kalem gini bilang cerewet, lagian ya siapa juga yang mau nikah sama triplek kayak lo" ucap Lea dengan berkacak pinggang.
Lha terus tadi apa?
"Ma udah lah ngapain sih pakai nikah-nikah segala, kehidupan Lea masih panjang Ma. Lea masih mau nikah Lea masih mau ketemu jodoh Lea nantinya" ucap Lea, kembali duduk.
"gak usah jauh-jauh Le tuh sebelah kamu ada"
"Cih ogah" membuang muka.
Ardit, Arko, Rika dan Amel hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku mereka yang dari dulu sama saja.
"Udah gak ada penolakan, pokoknya kalian minggu depan udah nikah titik! Gak ada bantahan"
"Al Bunda mohon, kali ini aja turutin yang bunda mau ya? Bunda gak minta apa-apa kok dari kamu cuma ini aja. Bunda mohon" ucap Rika memohon dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi Bun-"
"Al Bunda mohon nak, mau ya? Bunda mohon sayang" ucap Rika sambil mengelus tangan Al.
Lea hanya melirik di dalam hati dirinya berdoa semoga Al tak menerima "ya Allah semoga Al gak Terima perjodohan ini, semoga Al menolak mentah-mentah Lea mohon ya Allah, Al please tolak please" batin Lea yang tak berhentinya berdoa.
"Al Papa mohon, Papa juga gak minta apapun dari kamu. Papa cuma mau yang terbaik buat kamu. Papa gak mau kamu salah pergaulan Al, apalagi zaman sekarang kamu tau sendiri kan pergaulan bebas di mana-mana?" tanya Ardit -papa Al.
"Papa tau kamu gak akan melakukan itu tapi papa yakin kalian punya rasa selama ini, tapi semua tersembunyi" lanjut Ardit.
Al menghela nafas kasar, dirinya mengangguk setuju. Al tak ingin membuat sang Bunda orang yang paling cintai menangis.
"oke Lea terima" ucap Lea dengan terpaksa.
Percuma juga Lea tolak toh gak ada yang berpihak padanya.
...…...
Hari ini hari weekend, Al sedang ingin di rumah aja, dirinya masih memikirkan kenapa dia bisa menikah secepat ini?.
"Cepet bener jodoh gue? Apa Lea beneran jodoh gue dan apa yang di omongin sama papa bener kalau gue dan Lea punya rasa selama ini" batin Al diakhiri kekehan.
Al tak menyangka bahwa dirinya akan menikah secepat ini, handphone Al bergetar menandakan suatu pesan.
Leanjing
Gue mau ketemu sama lo. Gue tunggu di cafe biasanya.
__ADS_1
Al hanya membaca doang tak merespon. Jahat banget sih, kan kasihan Lea nunggu.
Al mengambil jaket dan kunci motor, turun kebawah tak lupa pamit ke papa dan bunda. Melakukan motor menuju kafe yang sudah di tentukan oleh Lea.
...…...
Al mengedarkan pandangannya mencari dimana keberadaan Lea. Lea mengangkat tangan. Al menghampiri dan duduk di depan Al.
"Ngapain"
Al kepikiran suatu hal. Hukuman ya Al ingat itu mengarahkan telapak tangan ke depan muka Lea yang membuat dirinya bingung.
"HP lo mana?"
"Buat apa?"
"Mana"
"Gak! Buat apa dulu lo mau bobol HP gue ya?"
Al tertawa ringan "ngapain juga, lagian ya entar nikah juga gue bakal tau. Mana? Buruan" merampas handphone Lea.
Membuka aplikasi WhatsApp, melihat dapat nilai berapa Lea untuk ulangan kali ini. Dengan senyum jahilnya.
"Nih gak guna" menyerahkan kembali handphone Lea.
"Enak aja gak guna! Gini-" kesal Lea.
"Gue lupa ada suatu hal yang belum gue lakuin. Yaitu hukum lo" ucap Al menunjuk Lea.
Lea memaksakan senyum, percuma sejauh dan selama apapun Al bakal ingat apalagi soal hukum menghukum Al jagonya.
Tunggu siapin mental dulu. Karena Al gak akan kasih hukuman yang tentunya gak sepele, jadi kuatin mental.
"Apa?"
"Karena bentar lagi libur dan lo jadi istri gue, gue mau lo turutin semua yang gue mau tanpa alasan dan tentunya tanpa bantahan" Ucap Al sambil menaikan salah satu alisnya.
Sama aja babu dong, eh gak juga sih tapi kenapa harus ini yang lain gitu yang seru. Oke gapapa, gak semua nilai lo di bawah Al jadi tenang aja, pikir Lea.
"Oke gue turutin, tapi gue mau bilang kalau gue masih belum mau yang lain tau kalau kita nikah, gimana ya lo tau sendiri kan. Gimana kalau soal ini tau, nikah muda di kira hamil luar nikah dan gak nikah di kata gak laku-laku" ucap Lea panjang lebar.
"Tenang aja gak usah lo pikirin gue udah tau itu nanti gimana"
Mereka melanjutkan mengobrol bersama, entah karena apa? Tumben bener baikan biasanya berantem mulu. Gapapa lah ya sekali-kali akur, biar gak dikira berantem mulu.
...…...
Udara malam begitu dingin, Lea menggosok-gosok kedua tangan untuk memberikan kehangatan kepada dirinya, Al dan Lea pulang sedikit malam karena tiba-tiba hujan.
Tak mungkin juga mereka menerobos hujan yang ada Al yang kena semprot bunda.
Al melihat Lea yang menggosokkan tangan menghentikan motor di pinggir jalan, melepas jaket dan memberikan nya kepada Lea.
"nih pake" memberikan jaketnya.
Lea mengangguk menerima jaket yang Al berikan dirinya juga butuh, kalau gak mah gak bakal Lea Terima.
Menaiki motor kembali dan menembus padat nya kota jakarta, sambil menikmati tetesan air.
...…...
Lea turun dari motor, membuka helm dan juga jaket, lalu memberikan kepada Al.
"Mau mampir gak?" tanya Lea sambil menata rambutnya.
Al menggeleng "gak gue mau balik, salam aja. Assalamu'alaikum" pamit Al.
"waalaikumsalam, ati-ati" Ucap Lea lalu masuk kedalam setelah melihat motor Al tak terlihat lagi.
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤
__ADS_1