Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
sʜᴀʟᴀᴛ ʙᴇʀᴊᴀᴍᴀᴀʜ


__ADS_3

Hari mulai siang, tamu-tamu perlahan mulai berkurang. Semuanya telah kembali pulang.


Suara adzan dzuhur berkumandang, membuat Rika dan Ardit bersiap-siap untuk melaksanakan kewajibannya.


Hari ini cukup melelahkan bagi Rika, kakinya sudah ini patah rasanya, akibat sepatu hells sialan ini. Perutnya juga sudah terasa tak enak dari tadi. Apalagi Rika belum mengisi perutnya dari pagi.


Ardit menatap Rika khawatir, "Gapapa?"


Rika mengangguk singkat, "gapapa,"


"Bun, Ardit bawa Rika ke kamar ya? kasihan kayaknya dia kecapekan." ucap Ardit.


"Oh iya, gapapa kok. Kamu bawa Rika ke kamar, kasihan butuh istirahat dia. Rika kamu istirahat ya, pasti kecapekan."


"Tapi bun, tamunya?" tanya Rika, dirinya cukup tak enak jika harus pergi.


Dia yang punya acara, masa iya harus pergi. Kan gak enak.


"Gak masalah, kamu keatas aja ya sama Ardit. Buat tamunya, biar bunda sama mama kamu yang urus. Kalian istirahat aja," Veni tersenyum hangat, mengusap pundak Rika.


Seakan memberi tahu bahwa, tak apa-apa. Toh tamunya juga perlahan berkurang.


"Yaudah bun, Ardit sama Rika pamit keatas." Pamit Ardit, tak lupa menyalami tangan sang bunda.

__ADS_1


"Iya, ati-ati nanti kesandung."


Membantu Rika naik keatas, menaiki satu persatu anak tangga. Rika cukup kesulitan dengan pakaian yang ia pakai, sewek. Hal yang Rika malas, udah tau Rika tak suka memakai rok, bukan tak suka.


Lebih tepatnya, kurang nyaman.


Rika sedikit mengumpat dalam hati, batinnya. Kok bisa orang-orang pakai-pakaian ini, Rika aja kesusahan. Dirinya mengingat kembali dimana dulu Rika paling malas dengan yang namanya.


Hari kartini, dimana semuanya harus memakai pakaian adat. Bukannya Rika tak mau melestarikan budaya, tapi harus pakai kebaya. Pakaian yang cukup tak membuatnya senang.


Tak terasa keduanya telah sampai didepan kamar Rika, Rika perlahan membuka kamarnya. Tak jauh beda, tapi cukup rapi sih daripada sebelumnya.


Rika paling malas jika kamarnya didekorasi ini itu, menurutnya itu semua malah membuat kamarnya menjadi berantakan.


Cukup dengan dekorasi sedikit saja, tak perlu banyak-banyak. Yang terpenting nyaman.


"Aku bantu," Ardit membantu Rika melepaskan aksesoris di kepalanya.


Lima menit, semua aksesoris Rika telah terlepas, tangannya mengambil kapas dan pembersih make up. Tak butuh waktu lama make up itu telah bersih.


"Kita shalat berjamaah, kamu kalau mau mandi. Silahkan aku tunggu disini." ucap Ardit.


Rika mengangguk singkat, cewek itu berjalan menuju ke walk in closet. Mengambil pakaian santainya, dan langsung saja Rika masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Rika telah selesai dengan ritual mandinya. Rika keluar, mendapatkan Ardit sedang fokus pada handphonenya.


"Em, kalau mau mandi. Langsung aja, nanti pakaiannya gue bawain." Rika berucap sambil mengeringkan rambutnya.


"Oh, iya." Ardit berjalan masuk menuju ke kamar mandi. Tak lama pintu kamar Rima terketuk, membuat Rika melangkahkan kaki ke pintu.


"Eh Bi Ina, ada apa bi?" Tanya Rika.


"Ini Non, kopernya Den Ardit." Bi Ina memberikan koper kecil berwarna hitam itu kepada Rika.


Rika menerima koper tersebut. "Oke Bi, makasih ya udah dibawain."


"Sama-sama Non, kalau begitu Bibi pamit ya. Mau bantu-bantu yang lain," Bi Ina pun pamit pergi meninggalkan Rika.


Rika mengangkat koper itu kedalam walk in closet, menata pakaian Ardit kedalam lemari kosong. Setelah itu mengambil satu stell kaos untuk Ardit dan di berikan ke Ardit.


Ardit keluar dengan pakaian kaos hitam serta celana pendek selutut dengan warna yang senada.


"Udah wudhu?" Tanya Ardit, sambil memasang pakaian koko tak lupa kopiah.


Rika mengangguk, "udah kok."


Ardit mengangguk, keduanya sama-sama memasang sajadah.

__ADS_1


Shalat duhur ini adalah shalat pertama Rika bersama dengan Ardit. Keduanya melaksanakan shalat dengan khusyuk. Dengan suara Ardit yang begitu merdu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


Setelah shalat Ardit berbalik ke arah Rika. Rika yang tau pun langsung mencium tangan Ardit dan di sambung Ardit mengecup kening Rika dengan lembut.


__ADS_2