Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇʀᴅᴇʙᴀᴛᴀɴ ᴅɪ ᴘᴀɢɪ ʜᴀʀɪ


__ADS_3

Hari ini hari kedua mereka di Surabaya, karena masih pagi Al ingin mengajak Lea. untuk joging di sekitar apartemen. Udah lama juga gak olahraga.


Al keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya, mengambil pakaian dan menggantinya, berjalan menghampiri Lea.


"Lea bangun udah pagi"


"Lea"


"Ini weekend Al, masih ngantuk tau"


"Mana ada weekend ini weekday. Ayo bangun! Bangun atau ku seret ke kamar mandi"


"Nanti aja, ngantuk tau" Ucap Lea, menarik kembali selimutnya menutupi seluruh badan.


Tanpa menunggu lama Al langsung mengendong Lea, tanpa memperdulikan teriakan gadisnya.


"Turunin! Ih Al turunnn" Ucap Lea.


"Sana mandi, aku tunggu dibawah" Meninggalkan Lea yang menggerutu tak jelas.


"Jadi suami gak ada perhatian nya dikit apa, kemarin aja romantis sekarang?" Gerutu Lea tak jelas.


"Siapa yang ajak kemarin? Ajak joging pagi malah telat sendiri" Sindir Al.


Lea langsung masuk kedalam, Al langsung keluar duduk di ruang tamu menunggu Lea. Tak berapa lama Lea datang dengan pakaian santainya.


Menarik tangan Lea dan mengajaknya keluar, berjalan keluar apartemen dan menuju ke taman Apsari, terletak di Jalan Pemuda. Tak jauh dari apartemen mereka berdua mungkin hanya 1 meter.


"Al cari makan aja ya, laper" Ucap Lea melangkah malas.


"Gak ada, kita lari" Ucap Al tanpa bantahan.


"ih ayo dong, Al laper beneran deh"


"Siapa yang ajak?"


"Bukan aku!" Bukannya tak ingat Lea hanya lupa.


Dengan cepat Al menyentil kening gadisnya yang membuat Lea meringis. Kenapa gadisnya begitu menyebalkan sekarang, bukannya dia yang selalu menyebalkan?


"Sakit" Mengusap keningnya.


"Ke tatap apaan sampai lupa?"


"Gak ada? Orang sehat juga kok" Ucap Lea.


"Udah-udah! pagi-pagi ngajak debat. Sekarang siapa yang sampai di taman duluan dia yang menang, yang kalah dapat hukuman, gimana?" Tawar Al.


"Gak ada hukuman, ogah! Enakan kamu dong" Tolak Lea, cepat.

__ADS_1


Mau aja, masalahnya Al kalau hukum gak main-main, kalian inget sendiri waktu pertama nikah, gimana? Ya walaupun kewajibannya tapi Al ngeselin nya minta ampun.


"Kamu mau apa?" Tanya Al.


"Makan"


"Ya udah, gini deh. Kalau kamu menang kamu boleh makan apapun yang kamu mau buat sarapan, siang, sore sama malam. Tanpa aku bantah, gimana?" Tawar Al.


Mungkin diterima?


"Heh! Itu udah kewajiban kamu ya buat kasih aku makan. Gak ada, tawaran apaan tuh, gak mau" Tolak Lea kembali.


Emang bener itu udah kewajiban Al. Tapi beneran mau tolak? Itu gak ada bantahan lho, lumayan boleh makan yang biasanya yang gak dibolehin Al. Eh..


"Intinya mau apa gak? Susah amat! Mumpung gak ku bantah"


"Beneran nih?" Tanya Lea memastikan, benar apa tidak dengan ucapan suaminya.


Al mengangguk, dengan muka berbinar Lea sudah memikirkan mau makan apa hari ini xixixi.


"Oke terima, akau mau-"


"Gak boleh pedes!" Potong Al cepat.


Ucapan Al membuat Lea kesal sendiri, gak habis fikir dengan suaminya ini. Terus tadi ngapain nawar bambang! Tangan Lea yang sudah gatal langsung saja mencubit perut Al yang membuatnya menggeliat kesakitan.


Nyubit nya gak main


"Apa! Mau protes orang kamu nya juga ngeselin katanya gak ada bantahan terus tadi apa? Buat apa nawar kalau gitu, ah elah ngeselin bener jadi suami" geram Lea.


"Terus gerutu terus, gak gue kasih makan tau rasa lo! Buruan mau gue hukum apa gak?!" Teriak Al membuat Lea tersadar bahwa- dirinya ditinggal oleh Al.


"Woi main tinggal-tinggal aja" Teriak Lea, mengejar Al yang sudah lumayan jauh darinya.


Suami gak ada akhlak :v


...…...


Membungkuk memegang kedua lututnya sambil mengatur nafasnya yang naik-turun. Mereka sudah sampai di taman Apsari, lumayan banyak orang.


"Ca-pekk" Ucap Lea dengan ngos-ngosan.


"Nih minum" Memberikan botol mineral yang baru saja Al beli.


Merebut paksa dan meminumnya hingga setengah, menguyur setengah nya kearah Al.


"Lea, basah"


"Gapapa, biar dikira mandi. Biar gak dibilang burik" Ucap Lea, santai.

__ADS_1


Al langsung menatap datar Lea, kok bisa punya istri yang ngeselin minta ampun. Sebentar! Bukannya jodoh cerminan hidup ya? Berarti gak salah dong, mereka berdua kan sama-sama ngeselin, jadi cocok.


Yang satu ngeselin, yang satunya lagi ngeselin gak ada obat.


Pas deh jodoh!


"Enak aja burik, gini-gini juga most wanted kali. Ketua geng alvarebos, anak dari Arditya Aldebaran serta Arika Winata. Orang terkaya di Indonesia, perusahaan dimana-mana" Menyombongkan diri sekali-kali.


"Bodo amat, entah lo anak presiden, anaknya gubernur, penjabat, anaknya Ardit. Gak peduli juga, kalau mereka tau sifat lo yang menyebabkan dan ngeselin kayak gini, mungkin gak ada yang betah sama kelakuan lo. Dan gue yakin mata mereka semua katarak"


"Serah lo lah Le, hukuman lo kali ini gak makan!"


"Heh mati dong gue nya?"


Skip kali ini gak ada aku-kamu. Pagi ini diawali dengan perdebatan mereka berdua.


"Lo gak makan sehari juga gak bakal mati kali"


"Ih kok gitu, ya-ya-ya gue minta maaf. Lo ganteng lo perfect, lo baik, lo gans, lo ter-ter-ter semuanya"


"Gue gak nyuruh lo buat memuji gue" Ucap Al yang sangat-sangat-sangat menyebalkan.


"Setan! Ngeselin lo lama-lama, ahh ayo gue laper" Rengek Lea.


"Udah minum kan?" Lea mengangguk. "Ya udah terus?"


"Ih itu kan minum, gue laper" Kesal Lea.


"Ya udah terus apa yang mau lo debatin Lea!"


"Ya kan aku laper Al, bukan aus" Lea tak habis fikir dengan suaminya ini, peka apa gak sih.


"Salah sendiri, ngapain air nya dibuang"


"Lagian lo ngeselin"


Al mengangguk pasrah. "Ya terserah, eh gue lupa, raport kemarin lo dibawah gue kan?" Lea mengangguk. "Oke bangus, lo dapat hukum lagi"


"Lho-lho kok gitu, gak ya!" Lea membantah tak Terima.


Al mengangkat alis. "Apa?"


"Gak ada di perjajian"


"Emang gue bilang kalau perjanjian, kan ini udah lama. Gak boleh bantah, hukumannya. Malam ini lo gue perawanin" Ucap Al tegas.


...…...


Tak ada hari tanpa berdebat~

__ADS_1


Oke liburannya next yaa-!! Jangan lupa spam lanjutnya kakak 🤍


__ADS_2