
...Mau liat muka baby face Al gak? Nih ku liatin...
"Al, ayolah gue laper" Rengek Lea.
"Ya makan" Ucap Al, singkat, padat, jelas.
"Gimana mau makan! Kamarnya lo kunci! Mana kuncinya? Al sumpah ya lo jadi suami ngeselin, gue teriak nih"
"Teriak aja, sampai suara lo putus juga gak bakal denger. Ini apartemen kedap suara"
Oke, sekarang mereka sudah berada di apartemen. Tepatnya di kamar. Lea tak henti-hentinya meminta Al untuk membuka pintu, tapi katanya kuncinya ia buang entah kemana.
Emang Al ngajak ribut.
"Tau ah, lo ngeselin" Merebahkan diri dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Al mematikan handphone, memeluk Lea dari belakang. "Oke, sekarang makan"
"Gak lo bohong"
"Gak ayo makan, sebelum gue berubah pikiran" Dengan cepat Lea bangkit, dengan hidung merah seperti badut. Sudah dipastikan Lea menahan tangisnya.
Padahal kemarin Al sendiri yang meminta untuk Lea tak menangis sekarang malah dibuat nangis.
"Sini" Menarik Lea kedalam pelukannya. "Lagian gak ngerjain kamu itu gak seru, ya udah sekarang mau makan apa? Boleh pedes tapi gak boleh kebanyakan"
"Beneran?" Al mengangguk, "Gak bohong?" Al menggeleng.
"Ganti sana, kita keliling lagi. Sambil cari makan"
...…...
Mereka sudah berada di warung nasi Rawon. Siang ini Al akan mengajak Lea ke tugu pahlawan. Sebelum ke sana mereka menuju ke sebuah warung untuk mengisi perut mereka.
__ADS_1
"Bu, nasi rawon nya 2, sama es teh manisnya 2" Ucap Al pada ibu penjual.
"Baik mas, ditunggu ya"
Al mengajak duduk dipojok, tak terlalu ramai.
"Al"
"Apa?"
"Kita mau kemana setelah ini?" Tanya Lea.
"Tugu pahlawan"
Tak berapa lama pesanan pun datang, kuah rawon dipadukan dengan sambal, kerupuk, tempe dan juga telur asin. Semakin menambah kenikmatan. Selesai makan, Al langsung menancap gas menuju ke tugu pahlawan.
Berlokasi di sebuah lapangan luas, Tugu Pahlawan merupakan tiang tinggi yang menyerupai paku terbalik. Tugu ini dijadikan sebagai monumen untuk mengenang keberanian dan perjuangan para pahlawan yang melawan penjajah pada 10 November 1945. Panjang, ruas, dan lengkung tugu ini dibangun berdasarkan jumlah angka di tanggal 10 bulan 11 tahun 1945.
Tugu Pahlawan berada di pusat kota, tepatnya di depan kantor gubernur. Di kompleks monumen ini juga bisa melihat patung-patung para pejuang kemerdekaan, seperti patung Bung Tomo dan Presiden Soekarno beserta Mohammad Hatta saat sedang membaca teks proklamasi. Selain itu, ada pula mobil yang digunakan Bung Tomo, berbagai senjata perang, serta mobil perang yang terparkir rapi di sudut-sudut lapangan.
...…...
Mengajak Lea menuju ke Monumen Jalesveva Jayamahe. Tujuan dibangunnya monumen ini adalah untuk mengenang jasa dari TNI angkatan Laut yang gugur saat pertempuran Surabaya. Berada di Tanjung Perak, monumen ini juga menyimpan pemandangan yang begitu cantik.
Monumen yang berdiri menjulang sekitar 60,6 meter ini memang begitu gagah. Dibangun di pinggir laut, menjadikan wisatawan juga bisa menikmati panorama lautnya.
"Bagus banget" Ucap Lea, matanya menatap kagum. Senyumnya semakin mengembang.
Setelah selesai mereka langsung menuju ke gedung siola, tak jauh dari apartemen mereka mungkin hanya 20 menit kalau jalan. Memotret beberapa momen.
...…...
__ADS_1
Malam ini Acha, Revan, Jojo Ghea dan Thony mereka berlima sedang berada di cafe. Biasa nongkrong.
"Eh Lea ke Surabaya ye?" Tanya Thony menyeruput minumannya.
"Telat lo, dari mana aja baru tau?" Timpal Jojo.
"Gue kan sibuk, jadi kagak pegang HP seharian" Ucap Thony.
Membuat semuanya menatap malas. "Sibuk ape lo?"
"Sibuk ternak buaya"
"Kenapa gak sekalian ternak babi gitu?" Tanya Ghea, ngawur.
"Bener tuh kenapa gak sekalian, cocok sama lo" Ucap Acha, sekali ngomong gak enakin ati.
"Acha kalau ngomong nylekit, gak tau tuh bocah makan apaan. Pedes bener kalau ngomong" Ucap Thony.
"Lo ngomong seakan gue gak disini ngab!" Kesal Acha, menatap malas teman satunya ini.
"Eh mbak Acha, gue kira kagak ada" Cengir Thony.
"Ngakak gelud nih bocah, udah Ca, sleding aja sleding" Ucap Jojo, kompor.
"Bener Ca, udah gelud aja gelud. Mumpung depan sepi noh" Ucap Ghea tak kalah mengompori.
"Ampun Ca, khilaf. Ampun" Dengan membungkuk badan beberapa kali. Ketika menatap Acha yang sedang menatapnya tajam.
"Badan gede, pelihara buaya. Takut ama cewek. Gak jaman Bro!" Sindir Jojo.
"Masalahnya Acha kalau natap orang kek mo nerkam njim, serem" Bisikan Thony.
"Cepu, lo cepu"
...…...
__ADS_1
Hai-hai liburannya sampai sini dulu yaa! See you again guys