
"Rik" Panggil Amel.
"Rika!" Ucap Amel sedikit keras yang membuat Rika tersadar dari lamunannya.
"Lo kenapa sih aneh banget, Bobby ngomong apa sampai lo kayak gini? Dia ancem lo atau apa?" Tanya Amel.
Rika menggeleng bukannya jawab malah tanya yang lain "gak ada kok Mel, udah sampai ya ya udah gue turun, makasih udah dianterin" Ucap Rika yang turun keluar mobil.
"Aneh banget sih, kayaknya ada yang gak beres nih. Udahlah ntaran aja tanyanya" Guman Amel lalu melanjutkan mobilnya pergi meninggalkan apartemen Rika dan Ardit.
Pikiran Rika terus melayang kearah Bobby, apakah sekarang semuanya terbongkar sekarang? Rika masih belum siap untuk membuka semua tapi kalau gak di bongkar nantinya malah bertambah panjang.
Rika naik dan masuk ke dalam, dirinya langsung naik ke kamar dan menjatuhkan dirinya ke kasur, capek sungguh capek kenapa masalah tambah bertambah?.
Menghela nafas kasar "Apa sekarang semuanya bakal kebongkar, tapi gue belum siap. Gue belum siap sama semuanya" Guman Rika.
__ADS_1
"Lo kenapa sih Rik? Lo kenapa gak dengerin Kak Ardit tadi kenapa? Kalau lo gak nemuin Bobby semuanya gak akan begini"
Rika meneteskan matanya, lelah lelah dengan semuanya tapi apa dia sudah siap dengan semuanya. Rika masih belum siap entah apa yang membuat dirinya berfikir seperti itu.
"Rika lo gak berguna, lo bodoh! Lo udah kecewain semua orang terutama kak Ardit lo berdosa Rik kenapa lo gak bisa nurut gitu sekali aja kenapa?"
"Maafin Rika kak maaf, Rika udah buat kak Ardit kecewa" batin Rika.
"Mungkin sekarang pernikahan gue ke sebar? tapi gue masih belum siap hiks, gue masih belum siap buat denger semuanya, hiks" lirih Rika.
Saat Rika menangis tiba-tiba handphonenya bergetar dan mendapatkan sebuah pesan.
Bobby
"Hai baby, gimana udah ada jawaban?"
__ADS_1
"yah terserah kamu sih kalau gak mau ya tinggal pilih, pernikahan terbongkar atau lo dan keluarga lo gak bakal tentram, yap gue udah kirim mata-mata gue buat incar rumah lo jadi kalau lo nolak atau bahkan panggil polisi gue pastiin orang tua lo bakal tinggal nama"
ucap nya di pesan sambil mengirimkan foto yang melihatkan para mata-mata yang sedang mengintai rumahnya.
Rika yang melihat itu kembali menangis, liat bahkan sekarang keluarganya yang kena imbasnya. Walaupun berantem hebat seperti kemarin tapi Rika tak suka ada yang mengancam keluarganya, membanting handphone entah kemana.
Siapa sih yang keluarganya mau diancam? Siapa tak akan ada. Apalagi taruhannya nyawa.
Bisa dibilang Bobby gila ya Bobby memang gila semuanya sudah tertutup karena cinta.
"Apa yang bakal gue bilang ke kak Ardit? Apa gue bilang semuanya? Iya gue harus bilang! Gue harus bilang ke kak Ardit gue gak mau gue gak mau bohong terus Rika lo bisa! Lo bisa jelasin semuanya lo pasti bisa" Guman Rika memberikan semangat pada dirinya sendiri.
Mencari handphonenya kembali. Rika melihat handphonenya yang sedikit retak di ujungnya. Menyalakan handphonenya dan tak bisa.
"Kok gak bisa" Batin Rika yang masih berusaha menyalakan handphonenya.
__ADS_1
"Bodoh! handphone lo kan lowbat Rika" Ucap Rika yang merutuki tindakannya.
Mengambil tas dan mengambil charger mengecas handphonenya.