Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇʀᴄᴀʏᴀ ᴅɪʀɪ sᴇᴋᴀʟɪ


__ADS_3

Rika tersenyum manis mendengarkan cerita Amel barusan, masih tak menyangka dengan hal tersebut.


Kalian tau sendiri dong gimana mereka berdua? kalau gak berantem ya berantem. Jadi tak ada hari bagi mereka tak berantem bukan berantem sih hanya berdebat masalah sepele.


"ngapain lo senyum-senyum? gue tau gue cantik" dengan kepedean yang tinggi.


Muka Rika berubah menjadi datar setelah Amel dengan pede nya mengibaskan rambutnya. Ck tau gitu gak gue senyumin aja nih anak. Udah lah fix mereka berdua cocok dengan tingkat kepedean yang sangattt tinggi.


"eh tapi Rik, gue mikir aja Arko udah punya pacar belom ya?"


"mana gue tau tanya aja sono sama calon suami lo"


"iya juga sih, tapi kan gue pingin pacaran"


"lha gue tabok lu lama-lama udah untung dinikahi masih aja ngeluh"


"ya gak gitu maksud gue"


"terus? apaan?"


"gini ya, pacaran itu gak guna gak enak. Udah putus sad ending" ucap Rika dengan santai. "mendingan langsung nikah ujungnya jadi ehem mantab" lanjutnya lagi.

__ADS_1


Dan tak usah diragukan lagi, ucapan Rika pun langsung dapat tatapan tajam dari Amel. Astaga sejak kapan Rika kek gini?.


"gak usah traveling"


"njir sejak kapan otak lo jadi vulgar gini"


"mana ada" tak Terima dengan ucapan Amel.0


"em Rik" sedangkan Rika hanya mengangkat salah satu alisnya.


"lo udah tau siapa yang bikin lo celaka?" pelan sangat pelan tapi untung saja telinga Rika yang tajam setajam silet bisa mendengarkan dengan baik.


"udah tau" yang tanya malah membulatkan mata tak percaya dan ekspresi Rika pun seperti baik-baik saja.


"ya gue juga bingung sih awalnya tapi itu juga salah mereka yang selalu nurutin semua kemauan anaknya yang lo tau dong kalau memanjakan anak berlebihan juga gak baik"


"iya juga tapi gue gak nyangka aja ternyata bokap Sania gak seperti yang gue pikirin"


"sebenernya gue udah tau itu dari lama karena kan perusahan nya ama perusahan bokap kerja sama di situ deh gue tau sifat asli nya. Bokap Sania cuma ingin keluarganya bahagia dan kecukupi tapi caranya aja yang salah jadi ya gitu deh"


Yang di bicarakan Rika memang benar, Bokap Sania sebenernya tak seperti yang kalian fikirkan. Orang tua mana yang gak akan diam ketika melihat anaknya salah pergaulan dan hal yang diluar pelanggaran. Itu pun yang dilakukan oleh Adi. Tapi hanya saja cara yang dilakukan oleh Adi itu salah.

__ADS_1


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Akhirnya yang ditunggu datang juga tapi hanya Ardit yang menghampiri mereka berdua, dan mengajak mereka masuk kedalam. Karena memang matahari sudah mulai naik.


"sayang kedalam aja ya? udah panas" dan dapat anggukan dari Rika.


Ardit mendorong kursi roda milik Rika. Dan Amel hanya membuntuti dibelakang sambil tersenyum, ternyata pikirannya salah Mel kira Rika gak akan kayak dulu yang bar-bar tapi ternyata masih sama aja.


Mereka pun masuk di dalam ternyata ada Arko yang sedang memainkan beda pipih yang berlogo apel yang bagian ujungnya ke gigit.


"hape an teros!"


"berisik"


Tuh kan udah nih mulai lagi berantemnya. Dan benar saja beberapa menit kemudian mereka berdua berdebat hanya karena masalah handphone.


Sedangkan Rika dan Ardit hanya menggelengkan kepala melihat mereka. Hm dipikir-pikir kalau ada lomba cerdas cermat atau lomba debat bisa nih mereka menang.


Debat mereka terhenti ketika Mama memberitahukan kalau mereka habis membuat kue dan menyuruh mereka ke ruang makan untuk menyicipinya. Satu kata untuk kue itu delicious.

__ADS_1


Emang gak salah sih kalau Mama mau buka usaha sama Bunda buat buka toko kue, beuh pasti laris.


Belum di revisi


__ADS_2