Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋʀᴏɴᴏʟᴏɢɪ


__ADS_3

"Kok bisa kalian berenam pada pingsan?" tanya Kevin memecahkan keheningan.


"Dan kenapa lo gak jaga lea?" tanya Al.


"Sorry bang Al, bukannya kita gak jaga Lea. Kita beneran gak tau tiba-tiba ada yang bekap kita dari belakang" jelas Deon.


Jam menunjukan pukul setengah satu malam. Reyhan, Deon dan Kei menjaga di parkiran, mereka menatap sekeliling. Leo, Fatur dan Juan menjaga di atas.


Saat bagian bawah sedang berpatroli entah dari mana mereka di dekap dari belakang yang membuat mereka pingsan. Di atas pun sama dengan waktu yang bersamaan mereka di bekap.


"Bawa mereka, kita mulai sekarang" ucap salah satu dari mereka yang menggunakan tudung berwarna hitam.


Dan saat bertepatan pukul satu dini hari, mereka memulai rencana. Dengan mengetok pintu berkali-kali serta memencet bel. Dan saat itu juga Lea mengintip, mereka pun menampakan seseorang yang baru saja mereka bunuh.


Yang membuat Lea syok setengah mati, gila! Emang gila, malem-malem gini Lea liat mayat dengan keadaan yang- mengenaskan.


Dan saat Lea mencoba menelpon Al, dan memberitahu apa yang terjadi. Tiba-tiba kaca di buat pecah yang mengagetkan Lea.


"Ada.. akhh"


Sial


"Buset ngeri bro" bisik Jojo pada Kevin.


"Al apa ini ada sangkut pautnya ya sama teror Lea?" Revan, cowok itu tau kalau Lea kena teror karena Al menceritakannya pada Revan.


Dia hanya menceritakan kepada cowok berambut gondrong, karena dialah temen Al yang paling Al percaya.


"Maybe"


"Sumpah membangongkan anjir! Tuh orang mau apa sih, sampai neror gini. Ini gak bisa didiemin nih, kurang aja tuh orang" geram Jojo.


Kevin mengangguk setuju, dirinya malah dibuat bingung. Baru kali ini mengatasi masalah seperti ini.


"Al hancur" ucap Revan yang membuat semuanya menatap kearah nya.


"Maksud lo?" Thony, dia sama sekali gak paham! Please lah ya, kalau pembagian otak itu dateng.


"Dia mau Al hancur, dengan cara membuat Lea jatuh. Hal itu bakal bikin Al juga jatuh. Gue gak tau lebih apa maksudnya yang penting maksud dia adalah bikin Al hancur" jelas Revan.


Pantesan Revan menjabat sebagai wakil dan juga pemberantas masalah. Gini aja dia tau.


"Apa jangan-jangan..."


"Kok bau darah anjir" Potong Leo, Leo cukup sensitif dengan yang namanya darah.


"Darah apa? Gue kagak nyium tuh" celetuk Deon.


Leo berjalan keluar, dirinya menatap kantong kresek yang tak jauh dari tempat apartemen Al. "Ini kresek apaan?" tanya Leo.


Al bangkit, menghampiri Leo. Keningnya berkerut. Perasaan kemarin sore dia sudah membuang sampah, masa iya Lea membuang barang?


"Coba buka" Usul Fatur.


Leo membuka perlahan kresek hitam itu, dirinya terlonjak kaget setelah mengetahui apa isi didalam kresek itu. Semuanya saling pandang satu sama lain.


"Mayat?" ucap mereka bersamaan.


"Telpon polisi!" perintah Al.


Dengan cepat Revan menghubungi kepolisian. Leo langsung menjauh, bau darah itu begitu menyengat, membuat Leo mual. Sekitar lima belas menit, akhirnya pihak kepolisian datang.

__ADS_1


Mereka mengecek, dan mengintrogasi. Hal itu membuat beberapa penghuni apartemen berkeluaran. Kenapa baru sekarang ya kan? Kenapa gak pas tadi!


Setelah hampir memakan waktu yang cukup lama, polisi membawa mayat itu ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.


"Terima kasih atas kerjasamanya, dan saya mohon untuk anda bisa datang sebagai saksi" ucap polisi itu.


"Sama-sama Pak, saya usahakan untuk menghadiri persidangan nanti" ucap Al.


Polisi pun pamit undur diri, Al dan yang lainnya sudah bisa bernafas lega. Jam sudah pagi, mereka semuanya sama sekali belum. istirahat dari kemarin.


Setelah membantu membersihkan yang lainnya mereka pamit pulang, untuk membersihkan diri sekaligus beristirahat.


"Kita balik Al, kalau ada apa-apa lo hubungi kita aja" Mereka ber-tos ria.


"Thanks udah bantu" ucap Al, tulus.


"Yoi, santai aja men. Kita duluan, salam buat Lea"


Menutup pintu, Al langsung saja naik ke atas. Membersihkan dirinya. Hari ini cukup lelah. Banyak sekali yang mereka lakukan.


"Al" panggil Lea, cewek itu sudah bangun dari tidurnya.


"Udah bangun?"


"Iya, ih sana" Lea mengibaskan kedua tangannya, menyuruh Al untuk menjauh. "Kamu bau, bau darah. Sana ih mandi"


...…...


Satu minggu kemudian


Berdiri di depan rumah tua yang jauh dari kota, berada di ujung desa. Al tak sendiri, dirinya bersama inti Alvarebos serta Kevin. Hubungannya dengan Kevin mulai berjalan membaik.


"Revan dan Kevin lewat jalur belakang. Sedangkan gue, Thony sama Al lewat depan. Nanti gue bakal bilang ke yang lainnya Buat nyusul" instruksi Jojo.


Mereka memulai melakukan aksi mereka, dengan langkah santai Al berjalan masuk ke dalam. Dengan cepat mereka melawan beberapa orang yang menjaga di pintu depan.


"Sampah" decih Al, laki berjakun itu berjalan masuk kedalam.


Aura dingin terasa begitu Al memasuki ruangan itu, tak cukup besar tempatnya. Satu kata yang menggambarkan tempat ini. Kotor, bau alkohol serta asap rokok begitu menyengat indera hidung Al, Jojo dan Thony.


Al mendengarkan kericuhan di belakang, sudah dipastikan itu adalah Revan dan Kevin yang di serang. Al menyuruh jojo dan Thony membantu Revan dan Kevin di belakang. Sedangkan dirinya mencari keberadaan seseorang yang sudah lama tidak dia temukan.


"Bara"


Laki-laki yang menghadap kearah jendela menoleh kebelakang. Senyum miring terbit pada bibirnya.


"Waw, seorang Alvaro Aldebaran sudah menemukan tempat ini"


Kartal, tempat mereka tak hanya satu. Mereka memiliki tempat di mana-mana. Makanya polisi cukup bingung mencarinya, karena mereka selalu berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain.


"Bacot!" Al langsung menghajar Bara.


Tak berapa lama, anggota Bara yang lainnya datang. Mengepung keberadaan Al. Al hanya menatap dingin ketua mereka.


"Gini dibilang ketua? Mainnya keroyokan, kalau mau lawan satu-satu maju, bukan keroyokan. Banci" ejek Al.


"Sial" Bara maju melawan Al, pukulan demi pukulan bara tunjukan pada Al. Al berhasil menghindar, pukulan Bara seakan hanya sia-sia.


Bugh


Bugh

__ADS_1


Krek


"Arghh" teriak Bara, Al memutar tangan Bara kebelakang 90° membuat Bara berteriak kesakitan. Patah? Mungkin saja, Al tersenyum melihat muka Bara yang kesakitan.


Bugh


Pukulan mengenai tengkuk Bara yang membuatnya terjatuh ke depan dengan jongkok.


"Lo! Tujuan lo teror Lea buat apa anjing? Lo mau Lea trauma lagi hah?! Cowok kayak lo seharusnya mati, gak pantes lo idup. Kehidupan lo hanya buat orang sengsara. Gue bisa diem sama lo dari kemarin, tapi kali ini"


"Gue pastiin lo akan mendekam di dalam penjara seumur hidup. Gue gak akan diem ketika lo udah mulai nyakitin Lea. Apalagi lo teror dia dan lo bawa mayat di depan rumah gue" Al menendang dada Bara yang membuat cowok itu terbatuk-batuk, tak hanya itu Al langsung mencekik Al.


Entah setan apa yang memasuki Al, sampai membuat nya seperti ini. Yang terpenting dia marah, marah ketika keluarganya di usik. Ini menyangkut nyawa.


"L-le-lepas" ucap Bara terbata-bata, mukanya mulai memerah.


"AL STOP!" Teriak yang lainnya.


Revan langsung menarik Al menjauh, Bara terjatuh ketika cekikan itu terlepas. Gila, kalau sampai Revan gak datang detik itu juga Bara mati di tangan Al.


"Dia bisa mati bego!" sentak Revan.


"Dia pantes mati" tatapan Al tak berpindah pada Bara.


"Kalau dia mati, gak seru. Lebih baik dia mendekam di penjara. Biar membusuk sekalian" ucap Revan.


...…...


Al, Revan, Jojo, Thony dan Kevin. Mereka bersorak, ketika semua masalah telah usai sampai di sini. Di markas Kartal Bara tertangkap polisi.


Al bangga pada dirinya, akhirnya dia bisa membuat kartal hancur. Sebenarnya cukup sulit untuk membuat Bara masuk ke dalam penjara kembali.


Tapi dengan bantuan yang lain, dan bodohnya angkatan sebelumnya malah mengalihkan pada Bara. Yang note bate nya, goblok! Udah tau Bara gak pinter, bisanya cuma licik doang.


Sekarang? Kartal hilang, dihilangkan oleh Alvarebos.


"Akhirnya gue bisa bobo dengan tenang ntar malem" sorak Jojo.


"Yoi Jo, akhirnya gue bisa berduaan sama anak gue"


"Njir gituan sama buaya lagi. Tobat Thon" ucap Jojo.


"Heh gue normal setan! Ya kali gue gituan sama peliharaan gue"


"Gapapa lah Thon sekali-kali, biar nanti ada sejarah. Anggota inti Alvarebos menghamili buaya betina. Viral lo nanti, terus masuk tipi" ucap Kevin, santai.


"Lha bener, ntar duit nya bagi gue" tawa Jojo terdengar, puas banget nistain temen sendiri itu.


"ENAK DI LO! GAK ENAK DI GUE DONG!" Kesal Thony.


"Berantem teros, gue lengserin nyaho lo pada" Setelah mengucapkan kata itu, Al meninggalkan mereka yang lain.


Rindu, rindu dengan gadisnya.


Cie Al buchen!


...…...


Bara udah ketangkep tuh, gimana seneng gak?


Ditunggu keseruan selanjutnya ya, jangan lupa spam komennya. See you again, pay-pay 🤗

__ADS_1


__ADS_2