
"Kalau begitu kita pamit undur diri" Pamit Ardi.
"Makasih lho udah repot-repot siapin ini semua" Ucap Veni.
"Kayak sama siapa aja kamu Ven, gak kok aku malah seneng"
Rika an yang lain mengantar keluarga Aldebaran sampai gerbang, mereka masuk kembali ketika mobil Aldebaran tak terlihat.
"Sini bantuin"
Dengan langkah gontai Rika membantu membereskan semuanya, dirinya naik keatas untuk beristirahat dikala semuanya sudah beres. Hari ini cukup melelahkan baginya.
...…...
Pagi ini Rika sudah siap dengan pakaian santainya, dengan hoodie putih, celana jeans dan tak lupa sepatu yang senada. Hari ini dirinya akan masuk ke kampus, sebenarnya hari ini Rika masih cuti tapi karena malas di rumah mending ke kampus.
Lumayan dikasih uang jajan.
"Pagi Ma"
"Pagi, udah rapi aja. Mau kemana kamu? Mau ke kampus? Bukannya kamu masih cuti hari ini?" Tanya Santi bertubi-tubi.
"Males"
"Rika berangkat ya"
"Sama siapa?" Santi bertanya sambil menyapu lantai.
"Sama Amel, Rika berangkat Assalamu'alaikum" Pamit Rika tak lupa mencium tangan sangat Mama.
__ADS_1
"Waalaikumsalam hati-hati!"
Melangkah kan kaki keluar rumah, ternyata Amel sudah stand by di depan gerbang. Mengikat sepatu dan berjalan keluar.
"Sorry lama"
"Gak barusan juga" Amel menyalakan mesin dan tak lupa memaki seatbelt.
Menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. "Gimana lamarannya? Sorry gak bisa dateng. Gue harus kumpulin tugas makanya gak bisa dateng" Ucap Amel memecah keheningan.
"Ya gitu, santai aja kali"
"Ya gitu gimana gue kan gak tau dodol!" Kesal Amel.
"Ya gitu, ya kayak lamaran biasanya"
"Terus udah nentuin tanggalnya belom?" Tanya Amel penasaran.
"Kapan?"
"Minggu depan" Ucap Rika dengan malas.
"Pfttt.. Cepet bener minggu depan. Beneran nih? Kayaknya bukan lo deh yang pilih tanggalnya"
Rika mengangguk. "Hm, males banget gue tau gitu udah jauh-jauh hari gue tentuin tanggal. Tapi percuma juga sih cepat atau gak gue juga nikah"
"Ya udah lah terima aja, udah takdir. Lagian ya kalau lo tolak percuma juga Rik, karena semuanya udah terlanjur, kalau awal sih gapapa ya. Ini udah lamaran lho, udah nikah"
"Kalau gue kabur gimana ya?" Tanya Rika.
__ADS_1
"Percuma lo kabur, kalau ujung-ujungnya juga balik lagi, apalagi bokap lo bakal cari lo kemana pun lo pergi. Lo lupa waktu lo berantem terus kabur, eh belum beberapa hari udah kena"
Rika mengangguk setuju dengan omongan Amel. Bener sih yang dikatakan oleh Amel.
Dulu waktu Rika dan Rusdy bertengkar hebat, karena masalah berantem. Waktu itu Rika tak sengaja membuat kakak kelasnya masuk UKS. Salah sendiri ganggu orang, dibilangin jangan ganggu eh malah ganggu udah gitu nuduh lagi.
Nuduhnya juga gak efisien, katanya Rika ngerebut cowok-nya. Rika yang mendengarkan itu tak terima. Enak saja, orang laki-nya kok yang ngejar-ngejar Rika kenapa Rika yang salah.
Waktu pulang merek berdua ribut, Rusdy mencabut fasilitas Rika sementara. Rika yang tak suka pun melawan. Enak aja masa fasilitas nya di cabut. Orang bukan alah Rika juga kok.
Akhirnya Rika punya inisiatif buat kabur dari rumah. Eh baru satu hari ketangkap. Kesel sih tapi gimana lagi.
Tak terasa mereka sampai di depan kampus " Nusa Jaya" Dimana tempat ini tempat mereka berdua mencari ilmu, dan juga masalah. Memarkirkan mobil ketempat biasa mereka berdua turun dan masuk ke lobi.
Nama Rika tiba-tiba terdengar, dari masuk hingga ingin ke lantai dua. Mereka berdua saling tatap bingung.
"Gue kira Rika baik tau"
"Gue juga ternyata muka dong yang baik"
"Itu gak malu apa dia masuk ke kampus"
"Shut jangan nunjuk-nunjuk, nanti lo kena sleding lagi"
"Ih apaan orang bener kok, gue kira baik ternyata tampang doang"
"Udah jangan kenceng-kenceng, dia bisa aja lho keluarin lo dari kampus"
"Halah pakai duit orang tua aja bangga, eh bukan orang tua sih tapi BO"
__ADS_1
Dan masih banyak lagi yang membicarakan Rika. Membuat Rika dan Amel bertanya-tanya ada apa ini?