
Satu bulan sudah Sania dan Bobby masuk kedalam jeruji besi, dan hari ini Ardit, Rika, Arko dan Amel akan menemui mereka untuk melakukan sidang dimana ditentukannya berapa lama Sania dan Bobby berada di dalam jeruji besi.
Rika dan Amel sudah 1 jam mereka berada di kafe mereka berdua berkutat dengan laptopnya masing-masing, mereka pun tak hanya di kafe melainkan dimana aja yang penting membuat mereka merasa nyaman.
"kenapa harus ada skripsi dah! kan gue males"
"ya lo tinggal pilih aja mau skripsi dan lo lulus atau gak skripsi lo gak lulus"
"i-iya juga tapi kan"
"udah gak usah tapi-tapian, eh btw lu ikut kan ke sidangnya Sania?"
"ya lah gue mau jadi saksi biar makin lama tuh dan makin tobat aja"
"entar deh, gimana hubungan lo sama kak Arko? ada berita bagus gak nih?"
"apaan kagak ada! orang dia triplek jarang ngomong kan gue capek harus gue duluan yang mulai"
"kan namanya juga perjuangan, semua gak sia-sia kali tenang aja gue sama kak Ardit bakal bantuin lo jadi tenang aja"
"eh udah yuk, balik gue udah di tungguin kak Ardit di pengadilan"
"oke yuk"
Mereka berdua pun pergi dari kafe dan menuju ke pengadilan, tiga puluh menit sudah akhirnya mereka berdua sampai di sana, ternyata di sana juga ada Rusdy dan Ardi yang akan menjadi saksi.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"lho ada ayah sama papa?"
"iya tuh Ardit suruh kita juga buat jadi saksi"
__ADS_1
Rika hanya menjawab ber-oh ria, setelah itu mereka melakukan pengecekan dan masuk ke dalam ruang sidang di sana ternyata sudah ada orang tua Bobby dan Sania.
Sidang pun dimulai setelah menunggu beberapa menit sang hakim.
Dimulai dengan hakim yang membuka dan langsung di elak oleh Sania, pengacara Sania Bobby dan Rika saling berdebat satu sama lain.
"pak Hakim, saya meminta saudari Bobby dan Sania dihukum seberat-beratnya! karena telah menyelakai Rika dan merugikan orang lain! kalau hanya sebentar mereka tidak akan jera, justru akan membuat masalah kembali dan membalas dendam kepada keluarga Rika dan Ardit, Terima kasih!" ucap pengacara Rika dan Ardit.
"heh! lo gak usah fitnah ya, jadi orang! semuanya gak bener pak! saya janji saya akan berubah setelah keluar dari sini"
"saudari Sania! anda harap tenang! saya bisa lihat semua bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh saudari Sania dan Saudari Bobby"
Rika dan Ardit pun menceritakan semua kronologis, mulai dari ancaman dan teror bahkan tentang mencemarkan nama baik, muka Sania pucat dan ketakutan begitu pun dengan bobby, Pengacara Bobby dan Sania pun kalah dalam perdebatan ini.
Hakim pun memutuskan Sania dan Bobby di vonis seumur hidup sedangkan Bobby sepuluh tahun dan denda sebesar delapan puluh juta rupiah, hakim mengetuk palu, dan persidangan selesai!.
"hakim memutuskan atas pasal-pasal yang berlaku dan semua bukti-bukti telah jelas dan terbukti!. Saya memutuskan saudari Sania di vonis sepuluh tahun sedangkan Bobby Lima tahun tahun dan denda sebesar delapan puluh juta rupiah, sidang selesai" ucap Hakim mengetuk palu.
"Mami... Sania gak mau di penjara seumur hidup! Rika awas aja lo! gue pastiin lo gak bakal bahagia!" teriak Sania.
"Rik"
"gue minta maaf ya sama lo, gue nyesel udah lakuin ini sama lo! sebenernya kalau gue sayang sama lo gue harus buat lo bahagia sama pilihan lo. Sekali lagi maaf ya"
"iya gapapa kok gue udah maafin lo, buat pelajaran aja semoga lo bisa berubah dan dapet yang lebih baik dari gue dan semoga setelah lo keluar dari sini jangan sampai bikin orang tua lo kecewa"
"ya Rik makasih ya, semoga lo bahagia selalu"
Bobby pun dibawa ke dalam sel tahanan, Mami Sania marah besar langsung menampar Rika dan mengancam-ngancam Rika.
Ardit langsung menyuruh semuanya untuk meninggalkan tempat ini karena sangat bahaya jika berdekatan dengan mereka.
Polisi langsung menahan maminya Sania karena sudah bermain tangan.
__ADS_1
"sebaiknya Anda dan keluarga meninggalkan tempat ini, ibu pelaku akan saya tahan dan proses"
"baik Pak! Terima kasih saya tak mau ibu tadi membahayakan keluarga saya"
"Anda tenang saja ibu pelaku akan saya tahan dan itu sudah menjadi urusan kami"
"iya Pak Terima kasih banyak, saya permisi"
Mereka pun meninggalkan tempat tersebut, Rika dan Amel tak ikut mereka karena ada bimbingan buat mereka di kampus. Sedangkan yang lainnya kekantor Ardit untuk mengurus kerja sama.
"kamu gak ikut kita?"
"enggak deh kak, Rika sama Amel balik ke kampus aja ada bimbingan soalnya"
"ya udah hati-hati jangan ngebut"
"Yah, Pa, Rika balik kampus ya? ada bimbingan soalnya" ucap Rika menyalimi Ardi dan Rusdy.
"iya Rik, Hati-hati jangan ngebut!"
"Dit, Ar, Om Amel pamit" ucap Amel lalu menyalimi tangan Ardi dan Rusdy.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Amel dan Rika pun langsung masuk mobil dan menuju ke kampus, Rusdy dan yang lain pun langsung menuju ke kantor Ardit.
Di dalam mobil Rika Amel tak berhenti-hentinya membicarakan Mami Sania.
"eh beneran lho gue gak nyangka sama nyokap nya Sania sampai segitunya"
"shut udah lah lo mah kebiasaan! biarin pihak yang berwajib aja yang urusin semuanya"
__ADS_1
"hehe iya-iya soryy!"