Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴀʟᴀᴍ ᴘᴇʀᴛᴀᴍᴀ


__ADS_3

..."Bintang aja sampai insecure sama kecantikan kamu." -Alvaro Aldebaran....


...…...


Berada di balkon menatap langit malam yang kebetulan bertebaran bintang. Handphonenya berdering menandakan panggilan. Menatap nama kotak. Acha, Ghea dan Danish?


Menekankan tombol hijau dan menatap layar handphone.


"Lo tahun baru di sana?" Tanya Ghea to the point.


"Kayaknya sih disini ya, gak tau lagi deh. Gue nunggu Al aja enaknya gimana" Ucap Lea.


"Yah gak seru dong, kalau tahun ini ngerayainnya gak ada lo" Ucap Ghea, dengan muka sedihnya.


Membuat Acha menatap sahabatnya jijik. "Jijik Ghea! Gini nih sering nonton drama, sampe kebawa kesini"


"No drama no life" Ghea mengibaskan rambutnya, melihat muka Acha yang menatapnya tajam.


"Kalian bahas paan dah?" Danish baru nimbrung, karena tadi dipanggil sang mama.


"Eh iya Lea-lea! Di sana gimana, enak gak? Panas ya sama kek jakarta? Oh iya, udah belah duren nya belom? Ada berita bagus gak? Atau lo udah lakuin anu? Wih temen gue gak perawan lagi" Danish kalau datang meresahkan bunda!


Lea diam, menatap satu temannya yang astagfirullah. Polosnya gak ngotak ya gini!


"Lo tanya ape wawancara ngab!" Tanya Ghea, dirinya tak habis fikir dengan temannya yang satu ini.


"Tanya" Ucap Danish, singkat.


"Goblok!"


"Astagfirullah gobloknya mendarah daging"


"Ya Allah kenapa hamba punya teman seperti ini, ambil saja ya Allah Ghea ikhlas" Ghea mengangkat kedua tangannya, setelah itu semuanya mengaminkan kompak.


"Aamiinnnn" Ucap Acha dan Lea kompak.


"Kok gue sih! Gue mulu yang lo nistakan" Kesal Danish.


"Lagian lo nanya juga gak main-main, kek nya lo cocok dah jadi wartawannya lambe turah" Ucap Ghea, mengelus dagunya seolah tengah berfikir.


"Ohh iya dong, gue gitu lo!" Dengan bangganya Danish berucap.


"Bukan temen gue!"


"Bukan kawan saya"


"Lo bukan temen gue"

__ADS_1


Pekik mereka bersama-sama. Membuat Danish mengerucutkan bibir kesal. Sabar Danish punya temen kayak mereka.


Y-yang harusnya sabar kan mereka Danish! allahuma. Mohon bersabar ini ujian.


...…...


Lea masih berdiri di balkon. Matanya menatap langit-langit hitam. Bintang-bintang makin memancarkan sinarnya, menerangi langitnya malam.


Lea menggelengkan kepalanya, pikirannya masih teringat dengan ucapan Danish, gadis itu terkekeh pelan. Ahh lucu juga punya temen kayak Danish.


Bukan karena korban kenistaan para sahabatnya, melainkan juga karena kepolosan gadis itu. Sangking polosnya sampai-sampai mudah dikibuli.


Lea memejamkan matanya, menikmati angin yang menerpa wajahnya. Ia tersentak ketika tangan melingkar manis pada pinggangnya.


Menoleh ke kiri, mendapatkan Al yang bersandar pada dagu Lea. Mendapatkan Al nya menatap intens.


"Kenapa disini? Dingin Lea!" Ucap Al pelan tapi penuh penekanan. Cowok itu semakin mengeratkan pelukannya, bersembunyi di tengkuk Lea, menghirup aroma vanila yang menjadinya candu.


Lea menggeleng, "Mau liat bintang" Pandangan Lea menatap kembali pada bintang-bintang.


"Tapi dingin sayang, nanti kamu sakit. Masuk aja ya" Ucap Al.


Lea masih menggeleng, "Gak mau"


"Kenapa?"


"Bintang nya cantik"


"Gak, orang bener kamu cantik"


Lea hanya menggelengkan kepala. Al memutar tubuh Lea agar mereka berdua bisa saling tatap.


"Al"


"Hm?" Tangan Al mengelus pelan kedua pipi Lea, cowok itu menatap dalam-dalam membuat Lea mau tak mau menatapnya juga. Tangan Lea mengelus surai rambut milik Al yang berantakan.


"Makasih" Satu kata yang keluar dari mulut Lea.


Al mengangkat satu alisnya, "Untuk?"


"Untuk semua" ucap gadis itu dengan senyum yang mengembang. "Al selalu ada buat Lea, makasih buat liburannya kali ini. Walaupun hanya disini. Makasih Al selalu punya cara buat bahagian Lea. Makasih juga buat Al yang selalu jaga Lea dimana pun. Aku bersyukur Tuhan kirim kamu buat aku"


"Aku yang harusnya bersyukur, udah punya kamu. Kamu itu ratu ku, Gak ada yang boleh buat kamu nangis kecuali tangis bahagia, aku emang gak bisa buat seromantis orang lain, tapi aku bakal berusaha buat bikin kamu senyum" Ucap Al.


"I love you Al"


"I love you to, babe"

__ADS_1


Mereka kembali berpelukan. Menikmati hembusan angin yang menerpa mereka. Mereka berdua sama-sama diam.


Cukup lama mereka berdua diam, kedua mata mereka saling menatap satu sama lain.


Mata Al turun pada bibir Lea yang berwarna pink. Al menatap sekilas Lea. Al memiringkan kepalanya. Perlahan mendekat kearah Lea.


Lea cukup terkejut, ketika benda basah itu menempel pada bibirnya.


Al menyesap kecil bibir kecil Lea dengan lembut. Mereka berdua sama-sama saling menyalurkan rasa yang bergejolak di dada.


Al melepaskan tautan, ketika melihat Lea yang kehabisan nafas.


"Manis"


Lea langsung bersembunyi pada dada bidang Al, jangan ditanya gimana muka Lea, seperti kepiting rebus.


Al terkekeh pelan. Membalas pelukan gadisnya. Mendekatkan bibirnya pada telinga sangat gadis.


"Sayang"


"Apa?" Tanya Lea masih dengan menyembunyikan wajahnya dada bidang Al.


"Boleh minta hak ku?" Bisik Al tepat di samping telinga Lea.


Lea diam, dirinya tak bodoh dengan ucapan Al barusan. Mengurai pelukan. Menatap kearah Al.


"Hm?"


Lea menggeleng pelan. "Boleh" cicit Lea.


"Yakin?" Lea mengangguk kembali. "Yakin Al"


Percuma juga, cepat atau lambat Al akan meminta hak-nya. Lagian mereka berdua juga beberapa bulan lagi akan lulus. Jadi, tak ada alasan lagi untuk Lea menolak.


Mendapatkan lampu hijau. Menggendong Lea bridal style. Dan membawanya ke kamar. Lea merangkul kan tangannya pada leher Al.


"Kita olahraga sampai pagi" Al berjalan menuju ke kamar.


Menaruh Lea di atas kasur perlahan. Tubuhnya mendidih Lea dengan kedua tangan sebagai penompang. Mendekatkan wajah pada Lea dan kembali menyesap bibir pink gadisnya.


Tangan Lea menggantung pada leher Al. Menikmati kecupan mereka berdua.


Malam ini, Lea akan menjadi miliknya seutuhnya. Begitupun sebaliknya Al akan menjadi milik Lea. Ditemani oleh langitnya malam. Hari ini Lea telah melepaskan mahkotanya pada Al.


Yang seharusnya mereka lakukan dimalam pertama mereka menikah.


...…...

__ADS_1


Udah-udah woi Nana volos Nana diam. Uhuy gimana-gimana episode kali ini, seru? Atau kurang?


Jangan lupa spam komennya, see you next episode pay-pay 🤗


__ADS_2