
Awal tahun telah tiba, sekarang Al dan Lea akan berangkat ke sekolah, setelah hampir dua minggu mereka liburan.
Mereka sedang melaksanakan sarapan, selesai sarapan Lea membawa piring dan gelas menuju wastafel.
"Al ayo berangkat sekarang, takut telat" Lea mengambil tote bag dan menghampiri Al yang menunggunya di ruang tamu.
"Ihh kebiasaan! Pakai dasinya itu yang bener, bukan taruh sini" Kesal Lea. "Pakainya itu di sini bukan di pundak" lanjut Lea kembali memasang dasi pada kerah Al.
Menarik tangan Lea dengan lembut, mereka berdua berjalan keluar menuju keluar apartemen, mengendarai motor menuju ke SMA Trisatya.
Banyak sekali para pelajar sedang lalu lalang menuju ke kelas mereka, hari ini mereka harus datang lebih awal yaitu 20 menit lebih awal dari biasanya.
Yang awalnya berangkatnya mepet yaitu 5 menit sebelum masuk sekarang lebih rajin kembali.
Itu semua karena hari ini adalah hari senin, yaitu hari yang paling tak di sukai kebanyakan para pelajar apalagi kalau bukan upacara bendera.
Lea dan Al melangkahkan kaki menuju ke kelas mereka, tak sedikit pula yang menyapa mereka. Lea menjawab sapaan mereka dengan senyum manisnya.
Sedangkan cowok di sampingnya, seperti biasa menampilkan wajah datarnya.
Lea menyenggol Al yang membuat cowok itu menoleh. "Kalau di sapa itu di jawab, gak baik tau!"
Entah ngidam apa Rika sampai Al se-datar dan sedingin ini kayaknya dulu mertuanya itu sering memakan es batu sebagai cemilan.
Bukan berarti Al dingin kesemua sih, sudah dibilang hanya orang tertentu saja.
"Hm" balas Al malas.
"Ham hem ham hem mulu, sok cool lo jadi cowok ah elah. Gue gak tau sih, seorang Alvaro aldebaran ketauan kalau ngeselin bin nyebelin nya keluar. Pasti mereka histeris"
"Emang yakin? Kalau gue buka sifat nyebelin gue ke orang lain lo siap? Lagian ya sifat nyebelin gue itu buat lo seorang gak ada yang boleh tau kecuali lo. Ngerti?" Al mencubit kedua pipi Lea gemas.
Lea mengangguk polos. "Berarti gue spesial dong?"
"Terus selama ini apaan? Hah! Kalau gak pun gue bakal cari cewek lain kali daripada lo. Pertanyaan lo gak berguna!" Sarkas Al.
"Ih kan gue bertanya"
"Tapi pertanyaan lo gak bermutu" Ucap Al santai yang membuat Lea mencabik kesal.
"Udahlah gue mau masuk dulu, lo ngeselin" Lea menghentikan kaki kesal sebelum meninggal akan Al yang terkekeh pelan.
"Pagi guys" Sapa Lea ketika memasuki kelas. Keadaan Lea sudah membaik, tak ada lagi kata trauma dalam dirinya, semuanya kembali berjalan lancar.
"PAGI!!" Ucap semuanya.
Lea menghampiri ketiga sahabatnya yang sedang mengobrol.
"SUMPAH DEMI APA?" Teriak Danish, membuat satu kelas menatapnya aneh.
"Jangan teriak-teriak!" Acha menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya, menyuruh danish untuk diam.
"Sorry, sorry. Tapi beneran?" Tanya Danish dengan suara yang pelan.
"Hm" Balas Acha malas.
__ADS_1
"Ada apa ini, pagi-pagi treak-treak! Kek orgil lo" Lea mendudukkan diri di samping Ghea.
"Acha ditembak Revan"
"Oh" balas Lea singkat.
"Ih kok oh sih, ini tuh-"
"Udah tau! Lo mau bilang kan ini tuh berita yang hot, gue udah tau kalau Acha dan Revan pacaran" Potong Lea dengan cepat.
Pagi-pagi telinganya sudah rusak karena teriakan temannya yang satu ini. Untung semuanya udah kebal sama teriakan Danish maupun Ghea yang teriak kek orang kesetanan.
Kalau gak? Budeg tuh telinga lama-lama.
Memang harus sabar dengan dua spesies seperti mereka.
Danish kaget, kok mereka udah tau. "Lho kok lo tau?!" tanya Danish.
"Ya kan gue udah diceritain sama Acha, Danish. Makanya gue tau" Ucap Lea.
"Lha berarti- gue telat dong?" Danish menunjuk dirinya sendiri. Semuanya mengangguk kompak.
"JADI KALIAN UDAH TAU? KOK GUE GAK DIKASIH TAU" Teriak Danish kesal.
Tuh kan kek anak dajjal jadinya, udah dibilang jangan teriak-teriak masih aja teriak teriak.
"Jangan teriak-teriak setan!" Gemas Acha, rasa ingin sekali membunuh temannya yang satu ini.
"Tau nih bocah, suara lo ngalahin toa masjid tau gak?" Timpal Ghea sambil memakan sarapannya.
"Gak sarapan di rumah?" Tanya Lea.
"Gwak sempwet kebwuru twelat" Ucap Ghea dengan mulut penuh isi nasi goreng.
"Telen dulu, baru ngomong" Tegur Acha.
Panggilan untuk kegiatan upacara di mulai, seluruh siswa/i trisatya berlarian menuju ke lapangan. Tapi tak dengan Lea dan yang lain. Mereka berjalan santai menuju lapangan bertepatan dengan Inti Alvarebos.
Biasalah, baris di bagian belakang biar gak ketahuan kalau ngobrol sama temen. Plus gak kena sinar matahari langsung.
Semuanya mengikuti upacara dengan khitmad, walaupun begitu tak sedikit dari mereka mencuri pandangan untuk doi dan juga temen mereka.
Sekitar tiga puluh menit lebih mereka dijemur di bawah sinar matahari. Untung gak dikasih garam, ikan asin dong!
Semuanya dikasih waktu istirahat selama 15 menit. Karena masih awal semester jadi tak banyak kegiatan juga.
Sekarang Lea, acha, Danish dan Ghea berada di kantin. Mereka duduk di bagian pojok. Dengan segelas minuman. Karena pojok adalah stand terenak dan ternyaman.
Gimana gak? Di sini itu tempat yang paling strategis untuk membeli makanan, dan lagi pula ini tempat Alvarebos tak ada yang berani duduk sini kecuali inti Alvarebos.
"Eh tugas makalah kalian udah selesai?" Tanya Ghea meminum minuman pesannya.
"Udah" Jawab semua nya.
"Lo belum ya?" Ucap Acha santai.
__ADS_1
"Enak aja! Gue belum? Ya udahlah! Gak ada kata belum dalam kampus Ghea" Ghea dengan bangganya berucap seperti itu.
"Lambemu! Terus yang kemarin apaan?" Tanya Danish.
"Kemarin itu cuma males aja, sekarang mah rajin gue"
"Udah yuk balik, bentar lagi masuk" Ucap Lea, menyadari bahwa lima menit lagi masuk.
Mereka pun bangkit dan berjalan menuju ke kelas mereka. Walaupun mereka tau, tak akan ada pelajaran hari ini mungkin hanya informasi saja.
Sebelum meninggalkan meja, mereka membawa gelas itu kepada penjualnya. Kasihan suruh beres-beres.
...…...
Bel pulang berbunyi beberapa menit yang lalu, Lea dan yang lain berjalan keluar kelas, menuju ke parkiran.
"Lo pulang naik apaan?" Tanya Jojo, mendapatkan keempat gadis yang mereka tungguin.
"Naik ojek"
"Bareng gue aja, sekalian" ajak Jojo.
"Gak usah Jo, kan jauh. Kasian lo nya" Tolak Ghea tak enak.
"Terima aja Ghe, lumayan. Lagian kan kita satu arah. Noh Danish sama Thony, masa lo kasian ama Jojo yang sendiri kasian tau. Udah Terima aja" Ucap Lea.
Mereka pun menyalakan motor meninggalkan lapangan sekolah, seperti biasa. Di perjalanan motor Al dan ketiga temannya dicegat oleh beberapa motor di belakang.
Al serta yang lain, sedikit menambahkan kecepatan. Kalau aja nih gak ada anak cewek. Udah gas tuh.
"Al"
"Kamu tenang aja, gak akan ada apa-apa kok" Ucap Al menenangkan Lea, sialan jangan sampai trauma Lea balik lagi!
Kecepatan motor bertambah begitu juga dengan yang di belakang. Al dan yang lain terpaksa mengerem dadak ketika motor mereka dihadang oleh mereka.
Mata Al menatap tajam kearah depan. Dirinya sedikit kaget, begitupun yang lain ketika mengetahui siapa orang itu.
Bara?!
...…...
Maaf kemarin gak up, mager banget kemarin buat nulis + gak ada ide juga. Jangan lupa lanjut jejaknya, semangat puasanya 🥰
...Ini Al...
...
...
...Ini Lea...
__ADS_1