
"ish kok di acak-acak sih" sebel Rika.
"udah-udah lanjut makannya" ucap Ardit.
Merekapun melanjutkan makan mereka, setelah selesai Ardit membayarnya dan mereka kembali ke ruangan Ardit. Setelah sampai ruangan Ardit ternyata waktu ashar tiba mereka berdua pun melaksanakan kewajiban mereka, setelah selesai mereka berdua ngobrol bareng di sofa.
"Rik, gimana kalau nanti kita makan malem sekalian buat bahas konferensi pers?" tanya Ardit.
"em boleh aja sih, tapi harus sekarang ya?" tanya Rika.
"iya dong, sekalian kamu ketemu sama mama, emang gak kangen?" tanya Ardit.
"kangen banget" lirih Rika.
"ya udah sekarang kamu telephon papa nanti kita bakal ketemu di AP Hotel setelah isya" ucap Ardit dan dapat anggukan dari Rika.
Rika pun langsung memberi kabar kepada sang papa untuk ketemuan nanti, setelah selesai memberi kabar Rika kembali duduk di samping Ardit.
"kak, ada kerjaan gak Rika bosen" ucap Rika.
"gak ada" ucap Ardit singkat, padat dan jelas.
"ish terus ngapain kalau gak ada kan bosen'' ucap Rika.
"baca buku, tidur, atau gak liat aja suami halu mu" ucap Ardit yang membuat senyum Rika mengembang.
"pinter! pinjem laptop dong" ucap Rika.
Ardit pun langsung menggambil laptopnya yang tak terpakai, setelah itu memberikannya kepada Rika. Rika yang mendapatkan itu tersenyum girang akhirnya sekian lama hampir satu bulan tak melihat suaminya eh maaf suami halunya akhirnya bisa.
Rika pun buru-buru menyalakan laptop dan membuka app lalu membuka chanel BTS dan menonton Run BTS, dengan gembira. Sedangkan Ardit hanya melihat istrinya sambil menggelengkan kepala.
"setiap hari kamu liat ginian?" tanya Ardit yang dapat anggukan dari Rika.
__ADS_1
"astaga, kembaran 7 kamu liatin gini?'' tanya Ardit yang membuat Rika terpaksa pause tontonan nya dan menatap Ardit.
what kembaran 7? orang jelas beda, dari tahun lahir sama tinggi badan udah beda kok kembar sih, emang sih awalnya Rika memang bilang gitu tapi karena sering melihat jadi hafal.
"kembaran 7 dari mana sih, orang ya itu aja beda kok haha" ucap Rika di akhiri tawa yang melihat muka Ardit kebingungan.
"ya itu kembar" ucap Ardit masih dengan kebingungannya.
"iya deh no debat haha" ucap Rika lalu beralih ke laptop dan menontonnya.
Mereka berdua di sibukkan dengan aktivitas mereka, Rika yang menonton idolanya sedangkan Ardit yang tak mau ambil pusing melanjutkan pekerjaannya, sampai mereka tak sadar bahwa waktu hampir menunjukan maghrib tiba.
Ardit mandi terlebih dahulu di lanjut dengan Rika, setelah itu mereka pun langsung melaksanakan shalat tiga rakaat, setelah selesai Ardit kembali melanjutkan pekerjaan sedangkan Rika melanjutkannya dengan membaca buku-buku yang ada di kantor Ardit, ya walaupun agak-agak gak paham sih, tapi gimana lagi dari pada bosen.
Akhirnya tiba juga waktu Isya dan mereka shalat di sini lagi, setelah selesai Rika membantu Ardit menyiapkan pakaiannya dan pakaian Ardit. Memang Ardit menyiapkan itu semua agar jika ada acara bisnis atau yang lainnya dia tak perlu pulang karena ada pakaian di lemari kamar, begitupun dengan Rika.
Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua berangkat ke AP Hotel, perjalanan tak memakan waktu lama hanya dua puluh lima menit akhirnya mereka sampai, mereka berdua turun dan di sambut oleh karyawan di sana dan Rika melihat Ardit yang begitu akrab dengan karyawan sana.
"selamat malam tuan muda, nyonya dan tuan sudah menunggu anda di dalam" ucapnya.
entar tuan muda? maksudnya? Rika yang dari tadi mendengarkan bingung.
"kak kok dia panggilnya tuan muda ke kakak" ucap Rika.
"gak tau, padahal aku udah minta buat gak di panggil tuan dan hanya panggil biasa" ucap Ardit yang membuat Rika tambah berfikir panjang.
Entar-entar atau jangan-jangan nih hotel punya kak Ardit lagi pikir Rika. Eh tapi bisa jadi kan namanya AP Hotel A bisa aja Ardi atau Ardit dan P nya Pamunggal. waw jadi Ardit pemilik ini hotel eh tapi..
Mereka pun sampai keruangan dimana di situ hanya khusus keluarga sini aja setau Rika, karena memang Rika juga kadang menginap di sini. Di sana sudah ada bunda Veni dan ayah Ardi.
"assalamualaikum" ucap Ardit dan Rika.
"waalaikumsalam, Ardit Rika" sahut mereka berdua.
__ADS_1
Mereka berdua pun mengobrol santai sambil menunggu Santi dan juga Rusdy, beberapa menit kemudian akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Rika yang melihat kedatangan sang mama langsung lari dan memeluknya.
"mama" ucap Riak sambil memeluk sang mama.
"hiks maafin Rika hiks, maafin Rika yang kemarin bikin mama sedih hiks" lirih Rika.
Semua yang melihat hanya tersenyum akhirnya satu masalah sudah selesai, Santi yang melihat anaknya menangis ikut menitihkan air matanya.
"shut udah-udah, udah gede kok nangis gak malu dilihatin tuh" ucap Santi.
"ish mama mah, gak tau situasi orang anaknya nangis gak di tenangin malah dikatain" sebal Rika.
Semua yang melihat pun tertawa melihat muka Rika yang di tekuk sedangkan Ardit hanya menggelengkan kepala melihat itu. Mereka pun duduk dan makanan pun dihidangkan, mereka semua makan dengan tenang. Selesai makan Ardit membuka suara, dia ingin meminta persetujuan dari semua agar nantinya tak terjadi keributan atau yang lainnya.
"Bun, Yah, Ma, Pa, Ardit mau bicara" ucap Ardit dengan sopan.
"bicara aja Dit, kenapa kok kayak penting gitu" ucap Ardi.
"gini yah kalau.." ucap Ardit menggantung menatap Rika yang dari tadi menunduk.
Ardit tau kalau Rika belum siap, apalagi Rika paling tak suka direkam media, tapi bagaiman lagi yah demi kebaikan Rika juga tak ingin nanti orang tua yang kena karena kutu kupret, Ardit pun langsung memegang tangan Rika dengan lembut agar membuat Rika lebih tenang.
"Ardit mau bikin konferensi pers buat nikahan kita" ucap Ardit.
"maksud kamu, kamu mau buka pernikahan kamu ke media?" tanya Ardi yang dapat anggukan dari Ardit.
Rusdy, Santi Ardi dan Veni saling pandang, ini beneran? wah kalau beneran sih, mereka setuju emang ini yang mereka mau apa lagi untuk Veni dan Ardi karena banyak sekali para klaien yang menjodohkan anak mereka ke Ardit.
"bagus dong kalau gitu, ya udah kita bikin besok kalian berdua tenang aja kita yang akan siapin semuanya" ucap Rusdy yang membuat Rika membelalakkan matanya.
"ha besok? se-seriusan? boleh aja sih tapi kenapa harus besok cepet amat dah" batin Rika.
"harus besok nih pa?" tanya Rika memastikan.
__ADS_1
"ya dong lebih cepat lebih baik sayang" ucap Veni.