Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴀᴍʙᴜʜ ʟᴀɢɪ


__ADS_3

...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...-------------...


Ardit sudah bangun dari tidurnya, menatap Rika yang masih tidur dengan nyenyak. Mengelus lembut pipi Rika.


"sayang bangun yuk udah pagi, kita shalat subuh"


"em"


Membuka mata perlahan, menyesuaikan lampu yang masuk ke rentina matanya. setelah mengumpulkan nyawanya Rika membuka mata, melihat Ardit yang tersenyum manis membuat Rika tersenyum manis juga.


"pagi sayang" mengecup pipi Rika singkat.


"pagi by" dengan suara khas bangun tidur.


"yuk bangun, udah pagi kita subuhan" ajak Ardit.


Rika pun mengangguk, tapi entah kenapa tiba-tiba saat ingin berdiri perutnya terasa berbeda terasa sakit. Rika menatap Ardit dan pura-pura tak terjadi apa-apa mungkin hanya kembung.


Mereka pun menggambil wudhu dan melaksanakan shalat dua rakaat berjamaah. Selesai shalat mereka berdua kebaca Al-Qur'an sebentar.


Selesai membaca beberapa ayat. Rika menyalimi Ardit dan Ardit mengecup kening Rika.


Rika melepaskan mukena yang dia pakai, Tiba-tiba perutnya terasa sakit, rasanya kembung mungkin tidak, ini sedikit perih.


"aw" ringis Rika


"sayang kenapa?" tanya Ardit dengan khawatir.


"gak tau, perutku perih banget" ucap Rika mengigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"ya udah duduk-duduk" membantu Rika untuk duduk di atas ranjang.


"kamu halangan"


"udah kemarin"


"kamu gak telat makan kan kemarin?" dan dapat gelengan dari Rika.


"sebentar aku ambilkan obat, tunggu ya" ucapnya berjalan menuju ke lemari menggambil kotak obat.


Rika melihat Ardit dengan mata yang berkaca-kaca. Ardit begitu telaten merawat Rika, melakukan apapun demi nya. Rika merasa bersalah saat berbohong dengan Ardit waktu itu.


"sayang jangan ngelamun terus" tegur Ardit, sambil membawa nampan yang berisikan air dan juga roti.


Sejak kapan Ardit turun? perasaan tadi di kamar. Apa karena Rika ngelamun ya?.


"sejak kapan kamu turun"


"tadi, makanya jangan ngelamun terus"


"gak mau! perutku gak enak buat makan"


"dikit aja, biar perutnya ke isi"


Rika pun memakannya walaupun hanya tiga gigitan. Selesai makan Ardit memberikan obat dan air putih. Selesai meminum obat Ardit mengecek badan Rika takut saja kalau demam.


Ternyata tidak, Ardit membereskan semuanya dan turun ke bawah, Ardit ingin membuat bubur untuk Rika.


"aku buatin bubur ya" ucap Ardit lalu menutup pintu.


Rika menyandarkan kepalanya pada sandaran kasur. Perutnya sedikit perih entah dirinya maag atau gimana.


Di dapur Ardit sedang membuat bubur spesial untuk Rika.

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal Ardit, Ardit menang bisa masak tau sendiri dong Ardit lulusan mana jadi tak heran jika dirinya bisa masak. Karena di sana hampir setiap hari Ardit memasak makanan sendiri.


Hampir setengah jam Ardit berkutat dengan dapur. Akhirnya bubur buatannya pun selesai, sebelum di makan oleh Rika, Ardit mencicipi terlebih dahulu di rasa sudah pas Ardit menuangkan ke dalam mangkuk menaruh di atas nampan.


Menaiki tangga menuju ke kamar. Ceklek pintu terbuka Ardit melihat Rika sedang menyenderkan kepalanya sambil menutup matanya.


"sayang" panggil Ardit, yang membuat Rika membuka matanya.


"by"


"makan yuk masih anget" di jawab gelengan dari Rika. Entah lah sekarang Rika hanya mau tidur dan tak lebih dari itu.


"sayang makan dong, nanti maag kamu kambuh. Makan ya gapapa dikit aja yang penting ke isi"


Rika yang melihat bubur tersebut sedikit tergiur tapi.. Mau tak mau Rika mengangguk dirinya gak mau buat Ardit kecewa, Ardit sudah buat susah-susah masa iya gak di makan kan sayang.


Ardit duduk di samping Rika, mengaduk bubur dan menyuapi Rika. Baru juga masuk, Rika langsung menggelengkan kepala pahit itulah yang Rika rasakan. Rasanya hambar tak ada rasa apa pun.


"pahit"


Ardit langsung menaruh mangkuk di atas nakas dan memeriksa dahi Rika. Panas itu yang Ardit rasakan, mengecek kembali di bagian leher sama saja panas.


"sayang kamu demam, kita ke rumah sakit ya?" hanya gelengan sebagai jawaban.


Ardit menidurkan Rika lalu turun ke bawah untuk mengambil baskom, handuk dan juga Air. Membawa ke atas, mencelupkan dan memerasnya, menaruh perlahan di dahi Rika.


Sebegitu khawatir nya Ardit dengan Rika. Hari ini Ardit izin dan menyuruh Arko untuk menggantikannya sementara. Ardit ingin fokus untuk kesembuhan Rika.


... ----------------------------------------...


Ardit


__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!


Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang pas aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!


__ADS_2