
"ck ngapain sih tu anak suruh gue ke sana lagi" guman Rika.
"Rik mending gak usah ke sana deh, perasaan gue gak enak sama lo" ucap Amel.
"maksud lo?" tanya Rika bingung.
"ya kok gue ngerasa ada yang aneh aja, hati kecil gue bilang kalau setelah lo ke sana lo bakal dapet masalah" ucap Amel.
"gak usah ngadi-ngadi deh jangan bikin takut gue lo" ucap Rika.
"tapi beneran ngapain juga gue boong sama lo sih" ucap Amel.
"udah lah em gue ke sana aja deh biar tu anak gak ganggu gue mulu" ucap Rika.
"aduh pliss kali ini lo turutin omongan gue, beneran Rik gue ngerasa nanti setelah lo ketemu sama Bobby lo bakal dapet masalah ayolah Rik kita pulang aja" ucap Amel meyakinkan agar Rika tak ke sana.
Rika bingung sekarang, apa dia harus turutin kemauan Amel? atau bahkan menemui Bobby? perasaanya juga sudah tak enak untuk ke sana tapi ini demi dirinya dia tak mau di ganggu terus oleh Bobby.
"udah gapapa gue, gini deh biar lo tenang gue sekarang kasih kabar aja deh ke kak Ardit biar lo juga tenang dan kak Ardit juga" ucap Rika lalu mencari nomor Ardit.
"halo Assalamualaikum Rik" ucap Ardit di sebrang.
"waalaikumsalam em kak, Rika boleh izin keluar gak?" ucap Rika.
''kemana?" tanya Ardit.
"em ini anu ee itu, em" ucap Rika.
"em anu itu apa Rik ngomong yang jelas dong kemana? sama siapa ke sananya?" tanya Ardit.
__ADS_1
Rika pun melirik ke Amel dia juga bingung mau jelasin gimana ke Ardit, dirinya juga merasa hawa-hawa tak enak nanti kalau di sana.
"lo bicara jujur aja" bisik Amel.
"ini ke kafe pelangi kak, ada yang mau ajak ketemu Rika dia suruh ke sana" ucap Rika.
"ya udah, sama siapa dulu" ucap Ardit.
Tanpa di sadari Ardit juga memiliki perasaan tak enak untuk Rika walaupun dari jauh tapi hati kecilnya berkata jika Rika keluar dari sebuah tempat Rika akan mendapatkan masalah, tapi Ardit tetap berprasangka baik namun tetap saja hatinya gundah.
"e-enggak kak Amel gak ikut dia cuma suruh Rika ke sana" ucap Rika.
"Rik udah ya, kamu pulang aja sekarang aku gak izinin kamu pergi aku ngerasa kalau nanti setelah kamu keluar dari sana kamu bakal dapat masalah baru, kamu pulang aja ya bareng Amel atau aku suruh Arko jemput kamu" ucap Ardit khawatir.
"aduh kenapa mereka berdua perasaannya sama sih, kan gue jadi bingung. Masa iya gue gak nurutin omongan mereka apa lagi mereka punya firasat yang sama lagi, ya Tuhan bantu hamba" batin Rika.
"Rik, kamu boleh kok keluar kemana aja, tapi kali ini kamu turutin aku ya perasaan aku gak enak sama kamu" ucap Ardit meyakinkan Rika.
Rika ya Rika, kalau tak keras kepala itu bukan dirinya. Perasaannya sekarang campur aduk hati kecilnya juga berkata sama, tapi dia juga tak ingin di ganggu oleh Bobby setiap saat yang selalu mengasih dirinya barang-barang yang aneh bahkan sangat aneh.
lain halnya di tempat Bobby yaitu cafe pelangi, Bobby ingin mencoba sekali lagi agar dirinya bisa di Terima, dia sudah membuat rencana yang cukup romantis.
Namun semua rencana itu bubar di dalam pikirannya ketika Sania tiba-tiba duduk di depan nya yang membuat Bobby memutar bola mata malasnya.
"Hai bob gimana lo mau nerima gak kerja sama kita" ucapnya.
Kali ini Sania sendiri dia tak bersama kedua temannya dan dari tadi Sania mengikuti kemanapun Bobby pergi. Kali ini dia tak mau rencananya gagal untuk kedua kalinya.
"gue gak mau'' ucap Bobby.
__ADS_1
"seriusan? gak bakal nyesel kan?" tanya Sania.
"lo mau apa sih? hah ganggu mulu lo dari tadi" kesal Bobby.
Bagaimana tidak setelah tadi pagi Sania tak berhenti untuk mengajak Boby menjadi partner untuknya, Bobby memang playboy tapi kali ini dia sungguh merasa jatuh cinta dengan Rika, dan dia tak ingin bekerja sama dengan Sania karena dia tau apa yang di lakukan Sania adalah licik.
Dia tak ingin Rika nantinya kenapa-napa, dan membuat Rika menjauh darinya karena bekerja sama dengan Sania musuh bebuyutan Rika.
Sania pun menghampiri Bobby cara satu-satu adalah menggodanya agar tertarik dengan kerja sama ini.
"lo seriusan? gampang kok kerja samanya, gue tinggal buat malu Rika dan lo datang jadi pangeran buat dia, setelah itu lo boleh lakuin terserah lo mau nembak dia, atau lamar atau bahkan ajak dia nikah" bisik Sania.
"kalau dia gak Terima semua itu ya lo harus ngelakuin yang lebih" bisik nya lagi.
"maksud lo" ucap Bobby.
"ya dengan cara lo ambil kesucian Rika setelah itu dia gak bakal bisa nolak lo lagi karena apa?" ucap Sania.
"karena bisa aja di hamil anak lo dan dia gak mungkin dong bunuh anaknya sendiri, jadi lo bisa deh langsung nikahin dia dan gak perlu lo sujud-sujud di depan dia" ucap Sania lagi.
"gue gak mau" ucap Bobby.
"yakin? atau gak kalau dia gak bisa lo ambil kita tinggal lakuin aja satu hal" ucap Sania.
"maksud lo apa lagi" ucap Bobby.
"kita teror atau ancam dia, dan bikin dia depresi di situ lo bisa baikin diri lo dan mungkin aja dia bisa luluh sama lo" ucap Sania.
Ucapan Sania benar-benar sudah mempengaruhi pikiran Bobby, ada benarnya juga kalau dia mengambil kesucian Rika, tapi dia juga tak ingin membuat Rika membencinya nanti.
__ADS_1